NovelToon NovelToon
"Berbagai Cinta" Maaf Aku Tak Sempurna

"Berbagai Cinta" Maaf Aku Tak Sempurna

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:600.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusiana Anwar

Tujuh tahun menikah dan belum di karuniai seorang anak tak membuat cinta Yudistira pada Kamelia meluntur. cinta tanpa syarat dari Yudistira, telah melambungkan Kamelia ke atas awan hingga permintaan sang ibu mertua Kamelia, berhasil menjatuhkannya ke dasar lautan.

Bagaimana tidak, ibu mertuanya, meminta sesuatu yang tidak mungkin bisa ia kabulkan. seorang anak yang tidak mungkin bisa hadir di dalam rahimnya. namun ibu mertuanya, meminta hal itu dari wanita lain.

Dan yang ia juga tidak pernah tahu Yudistira memiliki rahasia besar di belakangnya.

akankah ia sanggup menerima rahasia terbesar Yudistira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusiana Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kamu baik baik saja kan?

Genap tiga malam Inggrid, tidak pulang kerumah. aku berusaha menghubungi nomornya tapi, lagi lagi tidak ada jawaban. aku semakin di buat penasaran karenanya.

"tersambung, tapi gak di angkat,"

aku meletakkan handphone ku di atas meja dengan kasar.

"dia kan lagi ngurus ibunya Mil, mungkin juga handphone dia silent, biar gak ganggu istirahat ibunya,"

tutur jaswin, saat aku menceritakan keanehan sikap Inggrid, dan sosok yang ku lihat di rumah sakit tempo hari.

"emang separah apa sih sakitnya, sampai gak bisa angkat telepon,"

jaswin mengedikkan bahu, aku mencoba menghubungi Inggrid, sekali lagi. tapi, kali ini aku mengirimkan chat padanya. lama menunggu namun tidak ada tanda-tanda chat akan di balas, bahkan dia belum membaca chat yang ku kirimkan.

antara penasaran dengan orang ku lihat di rumah sakit dan sakitnya ibu Inggrid.

semenjak menikah dengan mas Yudis, Inggrid belum pernah sekalipun mengenalkan keluarganya kepada kami. bahkan selama inipun kami tidak pernah tahu di mana tempat tinggal keluarga Inggrid.

malam ini aku dan mas Yudis menemani Alfin bermain di depan tv, aku melihat Inggrid, masuk kedalam rumah dengan langkah gontai.

"bundaaa,"

Alfin, berteriak memanggil Inggrid kemudian berlari menghampirinya dengan wajah ceria.

"Alfin, main sama bunda milea, dulu ya, bunda Inggrid, capek mau istirahat,"

Hanya itu yang di katakan Inggrid, pada Alfin. dia memeluk dan mencium kening Alfin, lalu menyapa aku dan mas Yudis sebentar kemudian masuk ke dalam kamar nya.

mungkin Inggrid, benar benar lelah menjaga ibunya. bisa ku lihat dari wajah yang pucat seperti tak memiliki kekuatan lagi walaupun hanya untuk berbicara.

"Alfin, kita main lagi ya, biar bunda Inggrid istirahat dulu. besok kan Alfin, bisa main lagi sama bunda Inggrid,"

aku merangkul Alfin, memberi pengertian pada Alfin, yang cemberut karena Inggrid tidak menanggapi celotehannya seperti biasa. walau masih dengan muka cemberut Alfin, mau mengerti dan kembali bermain dengan ku.

"kayaknya Inggrid, sakit mas," kataku pada mas Yudis, saat kembali duduk di sampingnya.

"sudahlah, mungkin dia memang capek. biarkan dia istirahat dulu,"

aku mengangguk dan melanjutkan permainan kami.

esok paginya Inggrid, berjalan menuruni tangga dengan memegang sebelah pelipisnya kemudian duduk dengan menyangga kepala di atas meja makan.

aku memperhatikan semua gerak gerik Inggrid, dia memang terlihat tidak sehat hari ini. mukanya pucat pasi dan tubuhnya terlihat lebih kurus dari sebelumnya.

"kamu sakit Nggrid!"

tanyaku dengan meletakkan piring berisi nasi goreng di depan Inggrid kemudian duduk di depannya.

"enggak mbak, lagi capek aja. beberapa hari ini aku kurang tidur,"

jawabnya dengan menyendok nasi dalam piring kemudian menyuapnya.

aku memperhatikan gerakan tangan Inggrid, yang terlihat begitu lemah bahkan, hanya untuk mengangkat sebuah sendok ke mulut nya saja kelihatan begitu sulit.

"ibu sakit apa sih Nggrid, sampe capek banget kamu jagain nya,"

"biasalah orang tua, kena komplikasi,"

kali ini Inggrid membaringkan kepalan di atas meja dengan bertumpu pada sebelah lengannya.

dapat aku simpulkan Inggrid, benar benar tidak sehat. di tambah lagi dia meminta izin tidak masuk kerja kepada mas Yudis. dan hanya menanggapi celotehan Alfin, dengan mengangguk atau menggeleng.

"mas kayaknya Inggrid, beneran sakit,"

saat ini aku dan mas Yudis, dalam perjalanan menuju sekolah Alfin, terlebih dahulu dan setelah itu mas Yudis, mengantar ku ke toko baru dia berangkat ke kantor.

"kayaknya sih, aku juga perhatikan dia lemes banget,"

aku mengangguk setuju dengan apa yang mas Yudis, katakan.

"cepat bawa ke dokter mas, jangan sampai dia jagain orang sakit malah dia juga ikutan sakit,"

mas Yudis, mengangguk mengiyakan.

" atau mungkin Alfin, mau punya adik mas,"

mas Yudis, menautkan kedua alisnya menoleh padaku sebentar lalu kembali fokus pada jalan.

" apa iya?"

...****************...

Aku semakin dibuat penasaran dengan tingkah Inggrid, dia sering keluar hingga seharian penuh. terkadang dia juga tidak pulang selama dua atau tiga malam. bukankah itu aneh?

Inggrid mengatakan jika ibunya, kembali drop dan beberapa kali harus bolak balik rumah sakit. aku menyarankan pada Inggrid, agar membawa ibunya, ke rumah supaya lebih dekat dengannya. yang terpenting dia bisa merawat ibunya tanpa harus bolak balik. namun, Inggrid menolak saran ku.

Dia mengatakan ibunya sulit beradaptasi di tempat baru dan akan menyebabkan ibunya gelisah. jika sudah seperti itu, kondisi kesehatannya akan kembali drop.

melihat kondisi Inggrid, aku jadi makin khawatir wajah sangat pucat dan lemas.

"kamu baik saja kan Nggrid?"

" iya mbak, aku gak papa. cuma capek aja, istirahat sebentar nanti juga seger lagi,"

"apa mungkin kamu hamil lagi Nggrid?" tanyaku penasaran.

"enggak mbak, beneran aku gak papa,"

aku menghela nafas panjang, jujur batinku mengatakan Inggrid menyembunyikan sesuatu dari ku.

"oh ya, mbak, titip Alfin ya. dia memang nakal tapi, sebenarnya dia anak baik dan penurut. marahi saja dia kalau memang berbuat salah,"

aku menautkan alis bingung mendengar ucapan Inggrid. makin aneh saja bukan?

"kok kamu ngomong gitu sih, selama ini kan kita rawat Alfin, sama sama. kita tahu lah bagaimana sifat Alfin."

Inggrid, mengangguk lalu tersenyum padaku.

"memang kamu mau kemana sih, sampai nitip Alfin, segala,"

"gak kemana mana sih, mungkin beberapa hari kebelakang aku jarang pulang. ada urusan yang harus aku selesaikan,"

aku mengangguk dengan mulut membentuk huruf o.

aneh bukan, jika Inggrid sampai menitipkan Alfin, pada ku. bukankah selama ini aku juga menjaga Alfin?

aku duduk melamun di meja favorit yang ada di tokoku.

"Belum hilang juga tuh, penasaran?"

tanya Jaswin, kemudian duduk di hadapanku.

"makin aneh malah,"

"aneh gimana maksudnya?"

"masak iya, dia titip Alfin, selama ini kan kita rawat Alfin, juga Sama sama,"

Jaswin, mengangguk angguk mendengarkan cerita ku.

"aku suruh dia bawa ibunya, kesini maksudnya biar dia gak bolak balik. aku tuh, kasihan lihat dia kayak cepek banget gitu, dia malah nolak. dia bilang ibunya susah adaptasi dan suka gelisah. kalau sudah gitu ibunya bakalan drop. aneh gak sih menurut kamu,"

aku menceritakan obrolan ku dan Inggrid, tempo hari.

" iya juga ya, kenapa gak di bawa kesini aja ibunya, biar dekat juga kan dia rawatnya,"

"aku tuh, ngerasa ada yang Inggrid, sembunyikan dari kita deh, Aneh banget kan,"

jaswin mengangguk angguk.

"kamu gak coba cari tahu? apa mungkin Inggrid , punya seseorang atau sesuatu di luar sana,"

aku menautkan alis menatap Jaswin, aku sama sekali tidak percaya jika Inggrid, punya seseorang di luar sana.

tapi jika sesuatu, itu mungkin saja, tapi apa?

seberapa pentingkah sampai harus dia sembunyikan dari kami?

1
Epi Suryanti Fadri
Biasa
Epi Suryanti Fadri
Kecewa
Fayra
Luar biasa
Abdul Fatah
wanita entah didunia nyata atau di cerita novel sama saja, walaupun disakiti dan dikhianati tetep aja ujungnya balik lagi,
Lena Sari
jngan nyalakan api klo gak mau terbakar milea.
Sivia
🤣🤣🤣🤣🤣
Soraya
Assalamu'alaikum numpang duduk dl ya kak
amalia gati subagio
gak yakin bajigur yg biasa nyangkul lahan lbh tahan puasa 20th, kecuali dia waw, cangkulnya layu cam batang keladi kukus
amalia gati subagio
🤗🤗wow wow gmn, narsistis egoistis arogan serakah absurd kebanyakan takaran Ny!! kan gak duli dunia, lo paling bener!! so.... kebenaran mana yg benar menurut kamu Ny... 🤗🤗
amalia gati subagio
ambisius kejam, cacat mental
amalia gati subagio
bodoh sedunie ditanggo bu, pengemis je berharga, drama queen gocengan menjaring simpati, ambisi the one and only one ny munafik he
amalia gati subagio
absurd rendom narsistis, serakah kemratu ratuan, curhat di sosial media, menjaring simpati mengejar the one and only one syurga semu, bunuh dirimi pun sedia, kejam nian
amalia gati subagio
munafik absurd serakah mode on
Lienda nasution
wow cerita edan ini 🤦
Kinan Kevin
aku nyesel baca cerita ini 😭😭😭 kamelia membagongkan
Kinan Kevin
ceritanya ngeri thor....trll sedih buat milea
Anonim
Gregeten, Milea ngeselin
Sri Kurniati
ku pikir memang lelakinya yang terzolimi, nyatanya.. sama saja dengan binatang, bangsat😡
Sri Kurniati
😭
AR Althafunisa
Kamelia 😭😭😭😭😭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!