NovelToon NovelToon
My Sunshine

My Sunshine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: rini sya

Raka Octaviant adalah anak yang lahir dari sebuah tragedi yang tidak pernah diduga oleh siapapun. Baik itu Nandita sebagai ibu kandung ataupun Zidan Giovano sebagai ayah.

Dendam yang membelengu hati Zidan adalah penyebab dari semua peristiwa ini. Nandita menjadi korban salah sasaran oleh anak buah Zidan, yang meminta mereka menculik adik dari Regan, yang tak lain adalah pria yang menghancurkan masa depan Zevana. Adik Zidan.

Konflik pelik terjadi ketika Zidan menyadari kesalahannya. Sanggupkah Nandita memaafkan Zidan akan kesalahannya?
Apakah Raka mau menerima sang ayah jika tahu cerita yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KHAWATIR

Hujan deras mengiringi langkah kaki Zidan. Terlihat gontai. Seperti seseorang yang patah hati. Seperti seseorang yang sedang kehilangan arah. Beberapa kali terlihat ia mengapus air mata. Beberapa kali ia juga terlihat memegang kepala. Seperti isi kepala itu membuatnya tak berdaya.

Saat ini Zidan memang sedang kecewa berat. Kecewa pada dirinya sendiri. Muak pada egonya sendiri. Bagaimana tidak? Karena egonyalah, ia telah menghancurkan masa depan seorang wanita. Membuatnya trauma lalu depresi.

Menyesal, iya Zidan memang sangat menyesal. Namun sayang penyesalannnya tidak bisa mengembalikan keadaan. Selama ini Nandita telah menderita karenanya. Trauma karenanya. Lalu bagaimana caranya ia bisa menebus masa yang telah Nandita lalui akibat perbuatan bejatnya.

Kini, penyesalan itu telah menghadirkan sebuah kata "Andaikan"

Andaikan waktu bisa Zidan putar kembali. Pasti ia akan lebih hati-hati. Andaikan saat itu ia bisa ikhlas dan menerima apa yang terjadi pada Zevana adalah kehendak Tuhan, mungkin masalah yang ia hadapi tak akan serumit ini. Andaikan ia bisa menahan egonya, mungkin Zidan tidak akan berhutang masa pada Nandita. Andaikan ia bisa lebih sedikit bersabar, mungkin hidupnya tidak akan dihantui rasa bersalah.

Zidan masih menangis dalam sesalnya. Terus melangkah, mengikuti ke mana arah angin membawanya. Ini memang sulit untuk Zidan. Terlebih reaksi yang Nandita tunjukkan sama persis dengan reaksi Zevana waktu itu.

Petir menggelegar, membuat Zidan tersentak dari lamunan. Tangisan Nandita tiba-tiba saja terngiang di telinganya. Tatapan sayu mata itu, mengingatkannya pada tatapan mata Zevana yang ditujukan padanya.

Gadis itu pernah menipu Zidan dengan tatapan seperti itu. Zidan ingat betul. Bagaimana Zevana memintanya pergi. Dengan suara yang terdengar lemah dan lembut. Seperti suara Nandita tadi.

Kalau itu sikapnya kalem dan tenang. Sayangnya ketenangan itu adalah senjata Zevana untuk mengelabuhi Zidan. Kenyataannya Zevana menginginkannya keluar dari kamar pribadinya. Lalu, ketika ia kembali, Zevana telah mengambil keputusan yang sangat menghancurkan hati Zidan. Yaitu mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga.

Pengalaman itu mengajarkan Zidan agar tidak tertipu lagi. Dan kini tatapan tipuan itu ia dapatkan kembali dari Nandita. Tatapan yang sama seperti tatapan mata Zevana. Tatapan yang mengandung arti perpisahan.

Perbandingan itu membuat Zidan tersadar. Mungkinkah Nandita juga menipunya. Seperti Zevana waktu itu. Memintanya pergi dengan lembut. Lalu, setelah itu.... ia akan mengakhiri hidupnya.

"Astaga!" pekik Zidan. Seketika ingatan itu pun mendorongnya untuk kembali ke rumah Nandita. Berniat memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja. Tidak mengambil keputusan seperti yang Zevana lakukan waktu itu.

Zidan berlari sekencang mungkin. Menerjang pasukan hujan yang turun dari langit. Zidan tak peduli. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah, harus memastikan keadaan Nandita dengan mata kepalanya sendiri.

Petir terdengar semakin menggelegar. Tetapi itu sama sekali tak menyurutkan tujuan pria ini. Ia terus berlari ketempat tujuan. Zidan tak ingin merasakan penyesalan untuk kesekian kali.

Beruntung pintu rumah Nandita belum dikunci. Zidan pun memutuskan masuk tanpa mengetuk pintu itu terlebih dahulu.

Sepi, seperti itulah penampakan yang terlihat di rumah ini. Zidan berjalan pelan, agar tidak mengejutkan Nandita. Ia juga tak ingin Nandita menyadari kedatangannya. Lalu kembali histeris.

Sayangnya, Nandita tak ada lagi di ruang tamu. Lalu, Zidan melanjutkan pencariannya, memeriksa seluruh penjuru rumah. Memulai dari dapur, kamar mandi, lalu tiga kamar yang ada di rumah ini. Namun hasilnya nihil. Semuanya kosong. Keberadaan Nandita masih belum terlihat.

Hanya tinggal satu ruangan lagi yang belum Zidan periksa. Sepertinya itu adalah ruang kerja, sebab lampunya masih menyala.

Zidan ragu ketika memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Namun, rasa khawatir terus mendorongnya. Memintanya untuk memeriksa ruangan itu.

Pelan namun pasti, Zidan pun mengetuk pintu itu. Sekali, dua kali, tiga kali, tak ada jawaban. Lalu, ia pun memutuskan untuk membuka pintu ruangan itu.

Zidan sedikit tenang, ketika melihat wanita yang ia khawatirkan sedang terlelap dengan manis di sofa. Zidan tersenyum, sebab hatinya merasa lega.

Namun, ketenangannya tidak berlangsung lama, ketika tak sengaja kakinya menginjak botol obat yang tergeletak di lantai. Terlihat juga ada beberapa kapsul berserakan di sekitar boto itu. Seketika prasangka buruk pun hadir. Mata Zidan menatap nanar pada tubuh Nandita.

Nandita terlihat manis. Seperti tidur tapi tidak tidur. Seperti pingsan tapi tidak pingsan. Zidan mencoba membangunkan namun Nandita tidak bereaksi. Nandita tetap diam.

Zidan panik. Tak menunggu waktu lagi, ia pun langsung membopong tubuh mungil wanita ini dan membawanya ke rumah sakit.

Di dalam perjalanan menuju rumah sakit. Zidan masih berusaha membuat Nandita bangun. Namun wanita ini masih tak bereaksi. Membuat Zidan semakin takut.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh!" umpat Zidan. Kesal pada dirinya sendiri. Mengapa ia harus menurut pada Nandita. Seandainya ia hanya keluar dari pintu saja, tidak usah pergi jauh. Mungkin dia bisa mengantisipasi keadaan ini. Mungkin dia bisa mencegah Nandita untuk melakukan hal gila ini.

"Ya Tuhan, tolong jangan ambil dia. Tolong selamatkan ibu dari putraku. Tolong beri kesempatan padaku untuk menebus kesalahanku. Izinkan aku menjaganya, Tuhan. Izinkan aku berjuang mendapatkan maafnya," ucap Zidan dalam tangisnya. Entah mengapa pria yang selalu terkenal anti ekpresi ini menjadi cengeng. Mungkin karena ia melihat secara langsung penderitaan Nandita yang disebabkan olehnya.

Zidan menginjak pedal gas mobilnya lebih kencang. Supaya segera sampai ke rumah sakit. Supaya Nandita segera mendapatkan pertolongan. Zidan tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada Nandita. Bagaimana ia akan menjelaskan ini pada Raka, jika ibunya sampai pergi meninggalkannya.

***

Perasaan tak nyaman menghantui Bocah Raka. Ia gelisah, tak dapat tidur. Harinya ingin pulang. Ingin kembali ke rumah.

Bocah tampan ini terlihat kurang senang dengan liburan ini. Entah mengapa, ia sangat khawatir dengan sang Bunda.

Wajar saja jika Raka khawatir. Sebab, sebelum ia pergi. Nandita seperti sedang dalam masa sulit. Terlebih pembicaraannya dengan sang nenek membuat pikiran Raka semakin terasa kurang nyaman.

Pertanyaan demi pertanyaan kini menghampiri bocah tampan ini. Mengapa sang ibu begitu ketakutan melihat seseorang yang mirip dengannya? Apakah benar jika pria itu adalah ayahnya? Lalu mengapa sang ayah tak pernah muncul dalam hidupnya?

Raka beranjak dari pembaringan. Lalu memilih menatap langit lepas yang sedikit mendung. Hati Raka kembali khawatir. Selama ini ia tak pernah meninggalkan ibundanya pergi jauh. Kalau pun pergi, biasanya mereka bareng. Karena terkadang ada saatnya Nandita bersikap manja padanya, seperti seorang adik pada kakaknya. Terlebih jika rasa cemas itu datang. Raka tak pernah meninggalkannya sendirian, kecuali jika sekolah dan Kartika ada di rumah menggantikannya menjaga sang bunda.

Bersambung....

Jangan lupa like komen dan share ya. Votenya juga jangan lupa... visual Nandita dalam bayangan emak ya gaes. Semoga sukak....

1
Angie Evanz
tergantung banget ceta nya....
May Daman Sara
cerita ny GK enk GK GK tau ujung nya 😭😭
Siti Nurjanah
sebenarnya galih itu jahat atau tdk sih ? jd penasaran q
Siti Nurjanah
gemezzzz deh q ma raka emang cerdas dan cerdik. bukankah yg bernama sapron udah meninggal ya kak ,? karena di kasih minum racun oleh anak buah regen
Siti Nurjanah
emak Kartika ternyata jago jg balabnya
Siti Nurjanah
ayo dira ceoat selamatjan Zidane
Siti Nurjanah
god dion
Siti Nurjanah
dasar orang tua berhati iblis asal main ucap aja gsk mikir apa ucapan itu menyakiti anaknya atau tdk. dion 💖💖💖
Siti Nurjanah
ada oelakor gak papa tp jgn sampe menang tuh pelakor. menang dlm mimpinya aja jgn jd kenyataan
Siti Nurjanah
oh ternyata ayah zidan masih hidup
Siti Nurjanah
dion and anak buahnya emang top markotop👍👍👍👍
Siti Nurjanah
Zidan Zidane kok mau maunya kamu dekat dgn wanita itu . yg gercep dong cari bukti
Siti Nurjanah
ayo cepat caru buktinya kalau itu bukan anakmu. walaupun dia benar benar hamil
Siti Nurjanah
atau preman itu suruhan regen bukan Natalie?
Siti Nurjanah
apa para preman itu suruhan natalie? dan semoga dgn cara ini zidan dapat maaf dari bundanya raka
Siti Nurjanah
aaaah siap " ada perusuh datang
Siti Nurjanah
semangat raka kamu bisa
Siti Nurjanah
ayo raka kamu pasti bisa
Mia
sabar yaaa pak Zidan, sdh terlalu banyak kesedihan di bunda Dita sama Raka...
Kuro
Zidan yg mau. nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!