Apa yang terjadi bila sebuah imajinasi menjadi kenyataan?.
Itu nyata dan memang ada keberadaannya.
Dunia ini bernama Xhavier yang terdapat sebuah energi berupa mana yang merealisasikan sebuah imajinasi menjadi kenyataan.
Dan salah satu dari 7 milyar lebih pendyduk planet bumi. Orang yang bernama Asura terlempar entah di sengaja atau tidak ke Planet Xhavier.
Anak culun berambut hitam dan fisik dibawah rata rata tanpa ada kelebihan apapun selain dalam bidang akademis atau mata pelajaran.
Hanya satu yang patut dibanggakan dari Asyura. Keberanian serta tekad yang begitu kuat.
Hal yang di banggakan tersebut adalah dia bahkan berani menantang para mafia maupun preman dan begal selama mereka tidak mengangggu dirinya ataupun keluarganya.
Geeky Defender of Death.
Itulah julukannya di Bumi, Si Culun Penantang Maut.
Mulai sekarang.
Apa yang akan terjadi dengan si culun ini bila di pindahkan di mana, dunia kasus pembunuhan adalah hal lumrah disana?.
Berdarah, kah?.
Atau, seorang pahlawan?.
Mungkin saja, Raja Iblis.
tak taulah.
Update Chapter: Kamis dan Jumat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 14: Misi Pertama Dari Asosiasi Petualang.
Waktu berlalu dengan selama1 jam Asura mengurus pendataan diri petualang semi rank S. Karena rank Asura adalah rank yang kategori langka dalam dunia Xhavier, walau itu hanya sebatas semi S.
Asura meminta untuk pihak Asosiasi agar menyenbunyikan identitas serta ranknya dahulu karena tak ingin membuat keributan tak perlu.
Ia bilang juga kalo ingin mengambil misi. Harus agak sedikit tertutup agar orang tidak mengetahui rank Asura dengan cepat.
Dan saat ini. Asura sedang berhadapan berbagai lembaran misi rank A ke atas. Misi hanya boleh diambil berdasarkan rank mereka sendiri dan tidak boleh mengambil misi yang lebih rendah atau kuat dari seorang petualang.
Namun, Khusus rank A ke atas. Dimana mereka berhak mengambil misi rank B hingga rank keatas yaitu SSSR. Tentunya ini di lakukan karena tidak banyak rank A keatas karena banyak orang yang tidak mengajukan misi diatas rank tersebut.
"Baiklah, kuambil penutupan gate dungeon ini saja." Asura mengambil sebuah kertas dengan gambar sebuah portal yang menghubungkan dengan dimensi lain.
"Baiklah Tuan Asura. Apa anda ingin melakukannya dengan party atau solo?." Kata Xurian wanita resepsionis, sembari mengambil kertas misi yang ada dalam tangan Asura.
"Solo saja." Singkat jawab Asura.
"Baiklah, ini data tempat gate dungeon berada. Anda perlu menyelesaikan gate dalam kurun waktu dua bulan. Bila dalam kurun waktu tersebut misi belum dilaporkan selesai. Maka Tuan akan dianggap gagal dan menebus denda bila nanti terjadi break down dungeon."
Asura mengangguk sebagai balasan. Kemudian, ia mengambil berkas dari Xurian dan membacanya dengan cepat. Dalam waktu singkat, Asura tau harus kemana ia pergi.
"Baiklah, terima kasih atas kerja samanya. Tolong, mengenai permintaanku... " Ujar Asura yang dijedakan karena menurutnya, Xurian mengetahui maksudnya.
"Ya, Tuan Asura. Identitas dan rank anda akan kami tutupi sebaik mungkin." Tersenyum ramah walau sedikit rasa ketertarikan dari Xurian ketika melihat bibir manis Asura.
Tanpa basa basi lagi, Asura keluar dengan berjalan secepatnya karena tak ingin menarik perhatian.
Setelah keluar dari Asosiasi. Asura langsung saja berjalan menuju gerbang keluar dengan agak berlari. Walau menurut Asura hanya berlarian kecil.
Tapi orang orang yang menatapnya seperti lari kecepatan penuh 80 km/jam.
Sesampainya digerbang. Asura langsung menunjukkan kartu petualang palsu rank C yang diberikan oleh Asosiasi kepada Asura.
Penjaga mengangguk dan mempersilahkan Asura untuk keluar kota.
Asura kembali berlarian kecil yang menyebabkan hembusan angin agak kuat pada lingkungan sekitar. Sesampainya pada jarak yang aman dan agak jauh dari kota, Asura berhenti sejenak.
"Untuk mencapai Gate Dungeon. Setidaknya membutuhkan waktu sebulan bila melakukan perjalanan biasa. Hanya terbang agar bisa sampai dengan cepat menuju tampat munculnya gate dungeon." Gumam Asura memperkirakan jarak tempuh yang jauh.
"Avi, kenapa disaat si manusia kerdil hamrkyt mengatakan aku tidak punya atribut elemen dia kecewa?." Asura agak heran dengan reaksi hamrkyt ketika dirinya dinyatakan tidak memiliki atribut elemen.
[Atribut elemen adalah esensi elemen bawaan, Tuan. Di Dunia Xhavier, orang yang tidak memiliki atribut elemen akan dianggap tidak berguna walaupun memiliki banyaknya {Mana} dalam tubuh.
Karena, dengan atribut elemen. Orang bisa menggunakan esensi elemen dalam tubuh mereka dan memproyeksikan apa yang di inginkan dengan {Mana}. Namun, bila orang ingin menggunakan elemen yang berbeda dengan esensi elemen mereka, itu tidak akan bisa dan mustahil untuk menggunakannya.
Sejak awal tubuh tuan tidaklah memiliki atribut elemen apapun. Namun, setelah mendapat bantuan eksternal dari penempaan 9 energi elemen. Tuan bisa menggunakan 9 elemen dasar dengan mudah sesuai dengan kapasitas {Mana} dalam tubuh.
Dan Tuan tetap akan dinyatakan tidak memiliki atribut elemen karena elemen yang tuan kendalikan adalah berasal dari alam itu sendiri.
Minimnya pengetahuan sains di dunia Xhavier membuat mereka tidak tau tentang dari apa elemen tersebut terbuat. Contoh, api terbuat dari apa?. Dan orang orang hanya menjawab dengan apa yang mereka ketahui tanpa menjelaskan unsur awal terciptanya api tersebut.]
Akhirnya, Asura mengerti dari penjelasan Avicia. Kemudian, ia menatap langit sambil bergumam. "Kurasa lebih baik berangkat sekarang."
****
Dunia kultivator.
Sekte Danau Malam pusat.
Disebuah ruangan yang memiliki padang rumput indah.
Sesosok wanita dengan kecantikan yang bisa meruntuhkan alam semesta karena para wanita bisa sangat sangat iri dengan kecantikan yang di miliki oleh wanita tersebut.
Wanita tersebut menggunakan pakaian kuno berasal dari planet bumi, yang mana pakaian tersebut adalah pakaian putri keraton jawa.
Dengan anggunnya wanita tersebut menari seni tari topeng lengger seakan memang dia begitu indah dan menggambarkan surga itu sendiri.
Namun, tarian yang dilakukan wanita tersebut terhenti ketika melihat seorang wanita memasuki ruangannya.
"Apa yang membuatmu datang kemari, Tetua Lian." Suara wanita yang menghentikan menari tersebut benar benar mengundang hasrat nafsu dan juga begitu menawan serta merdu.
"Maafkan hamba yang lancang ini, Matriak. Hamba hanya ingin melaporkan kasus sedikit bermasalah." Wanita yang dipanggil Lian langsung saja berlutut satu kaki dan menundukkan kepala serta menangkupkan tangannya tepat di dedan kepala yang menunduk.
"Kuizinkan... " Sepatah kata keluar dari wanita yang dipanggil Matriak.
"Beberapa waktu yang lalu. Sekte cabang kita yang sedang menelusuri dunia Xhavier sekarang menghilang... " Terkejut Matriak Danau Malam mendengar kabar tersebut. Kemudian, Lian melanjutkan kembali.
"Ini juga sebenarnya salah ketua yang memimpin sekte cabang. Namun, hamba mohon Matriak untuk tidak menghukum ketua sekte cabang ini karena ada alasan kami melakukan hal ini hingga terjadi hancurnya sekte cabang... " Kembali terjeda ucapan Lian dengan tubuh agak gemeteran karena takut dianggap lancang.
"Lanjutkan!." Kata Matriak.
"Terima kasih, Matriak. Alasan ketua sekte cabang hingga membuat hancurnya sekte cabang adalah... mereka menemukan seorang pria yang ketampanannya bahkan dialam dewa saja tidak ada yang bisa menyainginya. Mungkin Matriak tidak percaya, maka dari itu. Hamba membawa rekaman batu tranmisi dari komunikasi dengan sekte cabang."
Lian kemudian mengayunkan tangannya dan keluar sebuah bola transmisi yang menampilkan rekaman wajah Asura lagi malu malu ketika diselidiki oleh Mingmei.
Secara mengejutkan. Matriak Danau Malam tiba tiba berada di dekat Lian dan memegangi bola transmisi dengan muka yang merona dan mulut meneteskan air liur terus menerus.
"Aku ingin dia!. Aku ingin dia!. Aku ingin dia!... " Berulang ulang kali Matriak mengucapkan kata tersebut.
Lian yang melihat reaksi Matriaknya berlebihan, hanya bisa tersenyum canggung karena melihat sisi lain dari Matriaknya yang dikenal tenang, kejam, dan sadis.
"Ma-matriak, tolong jaga sikap anda sebagai matriak." Sedikit takut Lian menegur Matriaknya.
Matriak Danau Malam yang mendengar tetua Lian menegur sikap tak senonohnya. Dengan ekspresi malu malu, dia kembali bersikap cool dengan deheman beberapa kali.
"Ehm ehm. Tetua Lian, tolong cari dia dan culik bila perlu. Gunakan seluruh kekuatan kita bahkan pilar sekte juga kau kerahkan. Pokoknya, aku harus mendapatkannya."
Dengan ekspresi cool namun tatapan Matriak Danau Malam masihlah tidak berpaling dari bola transmisi sedikitpun dengan buasnya.
"Ba-baik, Matriak. Perintah anda Hamba laksanakan!."
*****
Asura masihlah santai walau dalam keadaan terbang dengan kecepatan 500 km/jam. Di iringi dengan nyanyian lagu dari Avi dan menikmati indahnya pemandangan dari atas langit.
"Kemungkinan waktu sampai pada Gate. Mungkin nanti malam." Gumam Asura sembari mempercepat laju terbangnya mencapai 1000 km/jam.
...₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩...
...Selanjutnya: Gate Dungeon....