NovelToon NovelToon
Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:589.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

Zarania permata, nama yang terdengar indah dan cocok dengan sifat periang dari sang pemilik nama yang baru berusia 17tahun namun siapa yang menyangka dibalik itu semua dia harus hidup dengan kekejaman dari ibu tiri beserta anaknya yang berusia sama dengan Zarania.


Zara menyukai seorang lelaki yang bernama Davi dan ternyata adalah sepupu dari temannya yang bernama Saipul yang pada kenyataannya memiliki perasaan terhadap Zara, meski awalnya Ipul mengelak tentang perasaanya itu sendiri, hingga akhirnya Zara pun menjatuhkan pilihannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

Hari-hari Zara jalani dengan sepi karena Saipul yang tidak lagi mau berbicara padanya jangankan untuk berbicara sekedar bertemu saja Ipul menghindar, bahkan pemuda itu sama sekali tidak mau melihat Zara padahal mereka berada dalam satu kelas yang sama.

Hal itu membuat Zara benar-benar merasa kehilangan dan merindukan kekonyolan juga omelan dari Ipul ketika mereka bersama.

Tapi Zara tidak bisa berbuat apa-apa, ia tidak bisa mengikuti keinginan Ipul untuk menjauhi Davi, karena menurutnya Davi pemuda yang cukup baik dan yah tentu saja karena Zara menyukai pemuda itu dan terasa tidak mungkin untuk menjauhi pemuda itu setelah ia menjalin hubungan dengan Davi, pemuda yang dari pertama bertemu sudah membuat jantungnya berdebar hebat karena rasa Suka pada pertemuan pertama mereka.

"Gimana Zara?" tanya Fahri pada Davi yang tengah asik merokok di halaman sekolah.

"Udah digenggaman." sahut Davi seraya menaikkan sebelah alisnya.

Fahri terkekeh mendengar jawaban Davi, pemuda yang begitu terkenal dikalangan siswi-siswi sekolahnya karena ketampanan wajah sertu tubuh tingginya dengan kulit yang putih bersih, sangat berbeda dengan warna kulit Ipul yang hitam manis padahal mereka adalah sepupu.

Tentunya kulit putih Davi didapat dari ibunya sedangkan ayahnya berkulit sama dengan Saipul karena Ipul menuruni kulit ayahnya yang adalah adik dari ayahnya Davi.

Seandainya menuruni warna kulit sang ibu sudah tentu Ipul akan semakin terlihat kembar dengan Davi karena wajah mereka yang begitu mirip hanya warna kulit saja yang membuat mereka berbeda meskipun usia Davi lebih tua setahun namun mereka memang nampak sepantaran.

"Nanti malam gue mau ajak dia keluar." tukas Davi seraya mengepulkan asap rokok terakhirnya dan membuang puntung rokok itu lalu menggilasnya dengan kaki yang memakai sepatu sekolah berwarna hitam.

"Mau kemana? gue sama Dira ikutlah." pinta Fahri yang langsung saja ditolak mentah-mentah oleh Davi.

"Nggak!! ganggu aja." kata Davi ketus.

Fahri memicingkan matanya dengan penuh curiga.

"Mau ngapain emangnya lu sampai nggak mau diganggu?!" tanya nya penuh selidik kepada pemuda yang berwajah jauh lebih tampan darinya itu.

"Punya pikiran jangan kotor Mulu!" Davi menoyor kepala Fahri hingga tersentak kebelakang.

Fahri menggaruk kepalanya yang tidak gatal menyadari kebodohannya dalam berpikir, selama mengenal Davi hampir tiga tahun lamanya dia memang tidak pernah melihat Davi melakukan hal aneh terhadap wanita, yah meskipun dia akui Davi memang anak nakal tapi untuk urusan wanita pemuda itu lebih sopan daripada dirinya yang bahkan sudah sering kali mencumbu Dira meski tidak sampai melakukan hal yang lebih jauh.

Tapi setidaknya sekedar permainan tangan pernah dia lakukan bersama Dira atau mantan-mantan kekasihnya sebelum akhirnya berpacaran dengan Dira saudara tiri dari Zarania.

"Terus lu ngapain macarin Zara kalau nggak di apa-apain?!" tanya Fahri dengan raut serius.

"masih banyak cara buat bikin Ipul emosi selain pikiran nyeleneh yang ada didalam otak lu itu Fahri!!" kata Davi tajam.

"Ngapain lu berdua disini? kelas udah mau dimulai malah masih enak aja ngerumpi disini." datang Ari yang baru saja muncul dari arah kantin sekolah selepas mengisi perutnya yang tidak sempat sarapan di rumah.

"Tuh cuci otak teman lu, biar nggak kotor." celetuk Davi lalu berjalan meninggalkan dua orang temannya yang saling menatap bingung.

"Kenapa Davi?" Ari yang memang tidak tahu menahu apa yang terjadi dengan dua temannya itu bertanya pada Fahri yang tadi membuat Davi terlihat kesal.

"Paling juga lagi sensi." menjawab seenaknya lalu melenggang pergi menyusul Davi masuk kedalam kelas yang bel nya sudah berbunyi sejak tadi.

Kegiatan belajar mengajar berjalan lancar meski terkadang suara murid-murid terdengar begitu berisik hingga membuat guru yang tengah mengajar harus berteriak guna membuat mereka menjadi tenang mengikuti pelajaran darinya.

"Haduuuh si Dira ini jadi anak gadis kok malas banget." Dewi mengomel ketika masuk ke kamar Dira yang begitu berantakan dengan pakaian kotor berserakan dimana-mana membuat darah Dewi mengalir cepat menuju kepala.

Salahnya sendiri yang selalu memanjakan Dira dari kecil bahkan ketika sudah menginjak dewasa ia tetap memanjakan anaknya itu.

Anak gadis seusianya sudah bisa merapikan kamar bahkan mencuci pakaian sendiri berbeda jauh dengan Dira yang apa-apa selalu berteriakan memanggil ibunya bahkan untuk sekedar menyisir rambut saja gadis itu sangat malas.

Berbeda jauh dengan Zara yang sedari kecil sudah diajarkan untuk mandiri oleh ibunya agar tidak merepotkan orang lain terbukti setelah berusia 17tahun gadis itu tidak menyusahkan siapapun dan bisa diandalkan untuk membantu urusan rumah meskipun Dewi tidak pernah sekalipun menghargai bantuan anak tirinya itu apalagi untuk sekedar mengucapkan terimakasih karena telah membantu meringankan pekerjaan rumah.

Dewi mendengus kesal sambil memunguti pakaian kotor milik sang anak gadis yang lebih senang menghabiskan waktunya dengan berpacaran daripada membantu mengurus rumah, itulah akibat terlalu dimanjakan.

Setelah mengumpulkan pakaian-pakaian kotor itu Dewi membawanya ketempat cuci lalu kembali lagi dengan membawa sapu untuk menyapu lantai kamar Dira yang sampah serta debu terlihat di setiap tempat yang ada di kamar itu.

Wanita itu menyapu dengan mulut yang berkomat-kamit memarahi anaknya yang padahal sedang berada disekolah.

********************

1
Fiera
Luar biasa
davil_14
👍👍
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
zara2 zara 😂
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
dah lm ga baca, baru baca lg bbrp hari ini
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
tp aku tetep suka adit rianti
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
cerita zara mah berat, otor sungguh teeerrrr..... bikin zara banyak ga bahagia nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ➣⃗𝐩𝐎𝐨ӀӀ̶꒷≛ °ㅤ
Yaampun Zara
emang mood ibu hamil sesuatu banget ya tetapi setuju kalau minta pulang dan Ipul wajib anterin.. kasihan orang tua Davi dan benar sampai rumah biar wajah tampan Davi dibuat babak belur biar lupa ngomelin Zara. Tetapi aku yakin Davi nggak bakal Marah yang ada bahagia sekali karena istri dan calon anaknya ternyata baik² saja.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ➣⃗𝐩𝐎𝐨ӀӀ̶꒷≛ °ㅤ
Tissu ku abis niech, butuk kanebo buat ngelap yg netes. biar gampang meresnya..

Alamat begadang u/ marathon ini..
Wina Imelda
makasih mba yuni sudah memberikan cerita yang sangat menarik, dengan awal cerita cinta anak remaja biasa yang akhirnya makin lama cerita makin seru dan langsung baca maraton (2 hari kelar).
alur cerita yang ga ketebak, bikin penasaran, bikin perasaan jadi kaya roller coaster karena ikut kebawa suasana cerita.
semangat terus mba yuni dalam berkarya ☺️☺️☺️
Ketut Wiraksini
langsung cekidot mba Yuni, meluncur 🤩
Candy
akhirnya Happy Ending ya kak Yuni..
senangnya 🤗
okky maria
astaga thor, kamu ke platform sebelah aja aku ikutin🤣
mbak mpieeeeee😃
aku selalu dkung krya kak yuni,,,
tpi cerita raffan sma deefa kya nya unsurnya beda dari yg sblumnya,lbh agamis,tpi ad humornya uga
Tika
Cusss
Moms Una
lope sekebon buat teh Yuni
Halisa Fauzan
siap mbak yuni...
aq selalu dukung semua karya karya ny mbak yuni..
selalu ngangenin d hati 😘
semangat terus mbak yuni..💪
Fiera
siaap otewe, semangat Kakak....💪🏻😘
Yayoek Rahayu
siaap...
Lesmiaw Amoi
lope..lope buat mba Yuni.., mangatz.. 💪💪☕🌹😘
Diana Susanti
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!