NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. berkenalan dengan teman baru

Pasangan pengantin baru itu menyewa kapal berukuran cukup besar untuk menuju ke tengah laut, bersama seorang instruktur penyelam dan pengemudi kapal. Waktu hampir sore, tepatnya pukul tiga siang. Kegiatan Ethan Spencer Argantara hari ini adalah menyelam ke dasar laut untuk menikmati keindahan alam bawah laut.

Nayla Atmaja yang tak ikut menyelam hanya menunggu di atas geladak kapal, memperhatikan Ethan yang sedang mempersiapkan peralatan selam dan masker oksigennya.

"Kau sungguh tak ingin ikut turun?" tanya Ethan sambil menatap istrinya.

"Tidak, aku menunggu di sini saja. Hati-hati ya... jangan lupa bawakan aku satu bintang laut yang lucu seperti Patrick, hehehe," jawab Nayla tersenyum manis.

"Ya ampun, bisa-bisanya cuma titip barang. Baiklah, kalau ada yang bagus akan aku cari kan," ujar Ethan sambil tersenyum geli.

Nayla terkekeh malu. Ia memang belum pandai berenang, dan takut justru akan merepotkan suami serta instruktur jika ikut menyelam.

"Baiklah, kita turun sekarang. Waktu kita hanya empat puluh lima menit sebelum tabung oksigen habis, jadi kita harus segera naik ke permukaan saat waktu hampir habis. Apakah Pak Ethan sudah paham?" tanya instruktur itu setelah menjelaskan syarat dan petunjuk keselamatan.

"Siap dimengerti, Pak Instruktur," jawab Ethan mantap.

"Baiklah, mari kita turun!"

Ethan memakai masker oksigennya, lalu melambai ke arah Nayla sambil berpose di depan kamera ponsel istrinya yang sedang memotretnya.

"Aku pergi dulu! jangan kangen aku ya, sampai jumpa!" Dua cipratan air terdengar bersamaan. Ethan dan instruktur menyelam masuk ke dalam air laut yang jernih. Nayla hanya bisa menatap permukaan air biru itu dengan hati berdebar, berharap semoga suaminya selamat dan aman.

****

Kolam Renang Resort, Hawaii

Wajah Nayla tampak berseri-seri penuh kekaguman. Ia menatap bintang laut kecil yang dengan sayang ia panggil "Patrick" — ternyata Ethan benar-benar membawakannya bintang laut cantik seperti yang dijanjikan.

Kini Nayla sedang bersantai di tepi kolam renang hotel resort, menikmati sisa hari yang tenang. Sore mulai menjelang, matahari hampir terbenam di ufuk barat, menyisakan cahaya keemasan yang lembut.

Nayla tersenyum bahagia memperhatikan bintang laut kecil itu di dalam toples bening berisi air laut. Andai saja ia bisa membawanya pulang ke Jakarta pasti akan menyenangkan, namun Ethan melarangnya dan meminta agar bintang laut itu dikembalikan ke laut saat mereka hendak pulang nanti.

"Indah sekali air kolamnya... jernih dan bening," gumamnya pelan. "Seandainya aku pandai berenang. Sayang sekali... malu rasanya jika harus meminta diajarkan oleh Ethan yang suka mengejekku."

Nayla berdiri memandangi permukaan kolam yang berkilauan terkena pantulan cahaya matahari sore. Rambut cokelat panjangnya yang indah berkibar ditiup angin, begitu pula gaun putih tipis yang dikenakannya. Kakinya yang jenjang melangkah mendekat ke tepi kolam, lalu ia merentangkan kedua tangan dan menghirup udara segar dengan nikmat.

"Wah... segar sekali rasanya..." Sosok tubuh mungil itu tampak begitu mempesona. Garis punggungnya yang putih, pinggang rampingnya, serta wajah cantik alami tanpa riasan sedikit pun... kecantikannya itu terlihat berlipat ganda di bawah sinar matahari sore.

Cekrek... Cekrek... Cekrek...

Tak jauh dari sana, di balik pepohonan, seorang pria berdiri menyembunyikan diri sambil membidikkan lensa kamera ke arah gadis itu. Ia terpesona sejak pertama kali melihat sosok Nayla yang berdiri tenang di tepi kolam.

"Ya Tuhan... sungguh cantik sekali. Seperti bidadari yang turun ke dunia," gumamnya takjub sambil menatap hasil jepretan kameranya. "Siapa gerangan namanya? Aku jadi ingin berkenalan dengannya."

"Kak!"

Pria itu tersentak kaget dan buru-buru menutup mulut orang yang baru saja memanggilnya.

"Sstt! Diamlah! Jangan berisik!" bisik Ferry dengan wajah panik namun tak ingin kehilangan kesempatan mengagumi gadis itu.

"Kau sedari tadi sibuk apa? Membawa kamera kemana-mana, apa saja yang kau potret?" tanya Jefri penasaran.

"Lihatlah gadis itu... cantik bukan?" Ferry menunjuk ke arah Nayla.

Jefri menyipitkan mata dan menatap saksama. Wajahnya seketika berubah terkejut. "Itu... itu Nayla Atmaja kan?"

"Benarkah? Kau mengenalnya?"

Jefri mengangguk mantap. Tak disangka, ternyata mereka menginap di resort yang sama dengan gadis yang dia kenal beberapa hari lalu.

"Iya, aku mengenalnya. Kemarin kami sempat berkenalan dan mengobrol di sebuah kedai dekat pantai," jelas Jefri.

"Bagus sekali! Kalau begitu mari kita hampiri dia!" ajak Ferry bersemangat.

"Untuk apa, Kak?" Jefri menatap curiga. Ia sangat hafal sifat kakak sepupunya yang playboy gemar sekali mendekati wanita cantik.

"Tentu saja kamu harus memperkenalkannya padaku. Gadis secantik itu sayang jika dilewatkan begitu saja," ujar Ferry tak menyembunyikan kekagumannya.

"Tapi Kak, dia..." Sebelum Jefri sempat melanjutkan kalimatnya, Ferry sudah menarik lengannya berjalan mendekat ke arah Nayla.

"Ayo, sapa dia!" bisik Ferry menyikut lengan Jefri yang masih tertegun. Jujur saja, keindahan wajah Nayla sore itu memang luar biasa, membuat siapa pun yang melihatnya terpaku kagum.

"Ehm... Mbak Nayla?" Jefri menyapa ragu-ragu.

Nayla menoleh dan tersenyum ramah. "Jefri kan? Ya ampun beneran!" Jefri mengangguk semangat sambil tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Iya, nggak di sangka kita ketemu lagi, oh iya perkenalkan, dia ini kakak sepupuku yang kemarin sempat aku ceritakan," ujar Jefri sambil menunjuk ke arah Ferry.

"Perkenalkan, namaku Ferry Hendrawan. Panggil saja Ferry," ujar pria itu dengan senyum menawan sambil menjabat tangan halus Nayla. Dia tak melepaskan genggamannya seketika, menatap wajah cantik gadis itu dengan kekaguman yang tak disembunyikan.

"Nayla Atmaja. Salam kenal, Kak Ferry," jawab Nayla tetap tersenyum ramah meskipun merasa sedikit risih ditatap sedemikian rupa.

"Nayla, kamar nomor berapa yang kamu tempati?" tanya Ferry langsung pada intinya.

Nayla terkejut dengan pertanyaan yang begitu tiba-tiba, namun tetap menjawab dengan sopan. "Di bagian barat resort, tepatnya kamar nomor empat ratus enam."

"Begitu rupanya. Bagaimana kalau kita makan malam bersama nanti? Aku tahu sebuah restoran yang menyajikan hidangan laut lezat. Kamu suka makanan laut bukan?"

"Eh... aku suka. Terutama gurita bakar adalah makanan kesukaanku," jawab Nayla dengan senyum polos. Ferry tersenyum puas. Dia takkan melewatkan kesempatan kali ini.

"Baiklah, nanti aku jemput ke kamarmu ya?"

"Boleh saja. Tapi kita makan bertiga bersama Jefri juga kan?" tanya Nayla sopan. "Tentu saja... kita bertiga," jawab Ferry sambil tersenyum penuh arti.

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!