NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Kritis Terlewati

Kondisi Daniel sudah mulai membaik, akhirnya oleh dokter Tama, Daniel di pindahkan seruangan dengan Liam adiknya. Semua dilakukan agar Calista mami mereka tidak kerepotan mengurus kedua bujangnya yang sakit.

Tama sebentar sore dia sudah harus kembali ke tempat pendidikannya. Sebelum kembali dia memeriksa kedua anak bujangnya.

"Kondisi kakak sudah mulai membaik. Tetapi kakak belum bisa keluar begitu juga dengan adek."

"Terima kasih papi. Terima kasih sudah sembuhkan kakak dan adek."

"Iya. Papi mau kalian berdua harus saling menyayangi. Bisa kan??"

"Siap papi. Liam sayang kakak. Dan sayang adek juga."

"Terima kasih ya adek. Kaka janji akan menjaga kalian." Ketiga anak Calista saling pelukan.

"Papi mau kembali ke tempat pendidikan, papi titip mami dan adek Elina buat kalian ya."

"Siap papi."

"Terima kasih." Tama mencium ketiga anaknya satu persatu. Ternyata Liam dan Daniel dijenguk oleh oma, tante dan papa mereka.

"Aku pamit mau balik ke tempat pendidikan."

"Tama, terima kasih ya sudah menolong dan menyelamati anak - anak saya."

"Mereka itu juga anak - anakku. Jika aku bisa aku wajib menolong mereka." Tian dan Tama saling berpelukan.

"Tante juga mengucapkan terima.kasih nak Tama."

"Mas aku antar. Sus tolong lihat Elina ya."

"Antar suamimu nak. Biar mama yang melihat ketiga anakmu."

Calista mengantar suaminya yang akan pendidikan. Tetapi sebelumnya mereka mampir di ruangan kerja dokter Ezra Pratama untuk mengambil barang yang mau dia bawa.

"Mas.... I love you."

"I love you more." Tama memeluk istrinya dan mencium bibir istrinya sangat lembut.

"Terima kasih sudah berjuang bersama aku."

"Hanya terima kasih, tidak ada hadiah lain??"

"Hadiah??"

"Sepertinya bisa nih lima menit untuk ngecas tenaga, biar semangat di tempat pendidikan."

"Disini mas??" Tama hanya mengangguk. Dia langsung menutup pintu ruangan kerjanya. Dan dia melepaskan rindunya kepada istrinya ini. Penyatuan sah antara suami istri pun terjadi. Mereka berdua, sepasang kekasih ini meluapkan rasa rindunya. Sampai mereka berdua ada dalam posisi puncak kenikmatan bersama.

Tama mengendong istrinya dan mereka sama- sama membersihkan diri mereka. Setelah itu, Tama pun bersiap untuk kembali.

"Tepat waktu." Wajah Calista sudah memerah. Tama merangkul dan memeluknya. "Jaga diri baik - baik ya. Ingat aku ini suami sah kamu."

"Iya mas. Letkol dokter Ezra Pratama. I love you."

"Mas cemburu kamu dekat dengan dia. Tetapi aku percaya sama kamu sayang. Ini demi anak - anak kita." Air mata Calista jatuh di pipinya, dia tahu bahwa suaminya juga berat menata hatinya.

"Aku berjanji mas. Hanya kamu yang aku cintai."

"Aku juga sangat mencintaimu sayang."

Tama sudah berangkat. Sama seperti Tama yang cemburu akan kedekatan Christian dengan Calista. Hal yang sama juga dirasakan oleh Christian, bahwa dia cemburu, kehilangan dan merasa dia bodoh telah memilih meninggalkan Calista dan anaknya. Itu hal terbodoh yang perna dia lakukan. Dan itu tidak termaafkan. Makanya dia memilih untuk menderita hidup tanpa kebahagiaan.

"Papi.... Ade mau gendong. Tolong kami papi. Kakak dan aku lagi sakit." Elina mencari maminya dan susnya sedang ke toilet, akhirnya Tian mengendongnya.

"Elina diam ya sayang, sama papa Tian dulu ya. Mami dan papi lagi keluar." Tian lanjut membujuk Elina dengan memberi susu yang tadi di buat susternya di dapur rumah sakit, karena tadi dia lupa mencuci dotnya. Elina sudah tidur dalam pelukan Tian.

"Kamu harus kuat, Tian. Maafkan mama."

"Jika ini kebahagiaan Tian, akan aku jalani ma. penyesalan tidak ada gunakanya. Mereka tahu aku papa mereka saja, aku bahagia."

"Bagaimana kamu dengan Lisa."

"Aku sudah memproses cerai ma. Aku yakin Calista dan Tama akan memberikan Daniel dan Liam dalam pengawasanku, pengawasan kita."

"Kakak akan membantu kamu menjaga mereka."

"Terima kasih kak."

Pembicaraan Tian bersama mama dan kakaknya didengar oleh Calista. Tetapi sebelumnya Tama sudah menceritakan perihal Lisa, yang dia ketahui dari Christian. Saat itu Tama meminta istrinya untuk tidak serakah. Dan mengatur dengan baik perihal status Daniel dan Liam. Tama yakin, bahwa keluarga Wijaya tidak akan menghalangi Calista bertemu dengan anak - anak.

"Aku tidak akan egois, Daniel aku ijinkan diberi marga Wijaya di belakang namanya dan Daniel dan Liam boleh bersama kamu Tian. Karena kamu papa mereka. Bukan karena aku tidak mencintai mereka, tetapi itu karena aku cinta kepada mereka." Christian kaget atas kedatangan Calista dan langsung berbicara seperti ini.

"Terima kasih". Mamanya Christian dan kakaknya langsung memeluk Calista.

"Terima kasih nak. Mama akan menjaga mereka dengan baik. Dan mama pastikan waktu mereka bersama kamu dan Tama pasti ada."

Satu minggu sudah Liam dan Daniel di rawat setelah Daniel selamat dari masa kritisnya. Dan sekarang dia sudah di ijinkan pulang.

"Mami.... Mami tidak bersedih Daniel dan adek tinggal sama papa."

"Mami sedih, tetapi mami tidak mau egois. Kalau kalian rindu, kalian bisa main ke rumah. Kan kita sudah tinggal dikota yang sama. Tetapi ingat harus seijin papa."

"Daniel love mami."

"Liam juga. I love you mami."

"Ah.... Mami love kalian berdua."

"Ingat ya jagoan mami, kalian berdua harus saling sayang dan menjaga."

"Iya mami." Daniel dan Liam menjawab dengan kompak.

Calista harus merelakan kedua anak yang lahir dari kandungannya harus tinggal bersama papanya. Meskipun sedih ini untuk kebahagiaan mereka bersama.

Christian datang bersama kedua orangtua dan kakaknya Melany menjemput Daniel dan Liam. Calista yang masih bekerja di rumah sakit itu sebagai dokter bedah memberikan senyum terindah kepada kedua buah hatinya.

Calista kembali melanjutkan tugasnya, sebagai dokter. Karena jam sebelas siang dia akan ada di ruang operasi, ada pasien yang harus dia tolong sebagai dokter bedah.

Daniel dan Liam sudah sampai di rumah. Liam mencari sosok yang perna menjaganya. Meskipun bukan mama kandungnya, namun Lisa perna menjaga dan merawatnya.

"Mama Lisa??"

Tian langsung mengendong anak kecilnya ini dan menduduki dia di pangkuannya.

"Sekarang dirumah ini, hanya ada papa, kakak dan ade. Kita tiga laki - laki hebat. Mama Lisa sudah tidak ada hubungan dengan keluarga ini. Banyak hal jahat yang telah mama Lisa buat. Dan sekarang polisi sudah menangkap mama Lisa. Liam marah dab sedih??" Liam mengelengkan kepalanya, memeluk dan mencium papanya.

"Liam bahagia, bisa bersama papa dan kakak. Tetapi Liam dan kakak bisa main kerumah mamikan pa??"

"Sangat bisa. Kapan pun kalian mau kesana papa akan antar." Daniel yang sudah dewasa langsung menghampiri papanya dan memeluk.

"Terima kasih pa."

"Papa sayang kalian berdua."

Pemandangan kedua anak dan papanya berpelukan ini, membuat hati opa dan omanya sedih bahkan air mata pun jatuh.

"Aku menyesal ma, sangat menyesal."

"Sudah pa, sekarang mereka sudah berkumpul dan akan baik - baik saja."

"Iya kebahagian cucu - cucuku yang utama."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!