BACA INI!!
Dia yang seharusnya mati karena jatuh dari jurang malah di tarik ke masa depan.
Separuh jiwanya yang hilang di lengkapi oleh jiwa seorang calon Dewi.
bola matanya yang khas,dan berubah saat raganya pertama kali di ambil alih oleh Dewi tersebut.
masih menjadi teka teki siapa sebenarnya orang tua yue yin ini, ia pernah menelusuri setiap kota tapi tak pernah berjumpa dengan mereka, apakah orang tua yin'er telah mati?, atau masih hidup?, atau memang tidak tinggal di bumi dan punya status yang tidak biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon It's me Lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Freya
Dalam perjalanan pulang Freya menatap bangunan yang berjejer dari jendela mobil milik Xander.
Ia baru saja menghabiskan eskrim miliknya, menyisakan cone yang ia beri ke Xander dan di makan oleh Xander.
"Zaman di mana kau tinggal dan zaman di mana sekarang kau berada itu berbeda.",ucap Xander.
"Bolehkah aku mengatakan sesuatu?.",Freya menoleh ke arah Xander dan menatap nya serius.
"Aku juga.",balas Xander tanpa menoleh.
"Aku memberi nama mu Freya Adwers dan aku Xander Adwers, aku memakaikan marga ku di namamu.",ucap Xander.
"Maksudnya?.",tanya Freya bingung.
Xander menekan tombol hijau, mengaktifkan mode mobil berjalan sendiri tanpa di kemudi.
Mobil miliknya itu adalah mobil yang bisa menyetir atau berjalan sendiri tanpa di sentuh,mobil ini juga paham tentang aturan di jalanan.
"Saat pertama aku melihat mu membuat perasaan ku nyaman,dan maukah kau menjadi adik ku?,dari dulu aku hidup sebatang kara,hingga akhirnya aku menemukan mereka,tapi tetap saja aku sangat kesepian tanpa keluarga.",sambung Xander menatap ke arah Freya.
"Aku?..",Freya menatap lurus ke depan,sedikit lama ia termenung dan mulai membuka suaranya lagi.
"Apa kau tidak menganggap ku aneh?.",tanya Freya menoleh ke arah Xander.
"Aneh?,apa yang aneh?.",tanya balik Xander.
"Kedua bola mataku yang berbeda dan...
"Kedua bola matamu?,apa karena mereka berbeda warna?.",tanya Xander menatap Freya. Freya mengangguk menjawab pertanyaan Xander.
"Bukankah itu memiliki arti istimewa?.",Xander mengelus lembut rambut Freya,Freya membulatkan matanya kaget,badannya sedikit bergetar bayangan di mana ia selalu di siksa muncul dalam ingatan nya.
Melihat itu Xander menarik tangan nya kembali,dan beralih mengelap air mata Freya yang telah menetes.
"Maaf apa aku menakuti mu?atau menyakiti mu?.", Ucap Xander lembut.
Freya menggeleng kepalanya,menatap Xander dengan tatapan sedih dan..
Bruk....
Ia memeluk Xander dengan sangat erat, menumpahkan rasa kesedihan nya,entah kenapa saat melihat Xander juga ia merasakan hal yang sama dengan apa yang Xander rasakan.
Ia juga ingin menjadikan Xander sebagai abangnya, mendengar penuturan Xander tadi yang ingin menjadikan ia sebagai adiknya membuat ia bahagia.
"Saat aku lahir aku telah di buang oleh kedua orang tua ku dan di pungut oleh sebuah keluarga yang ku kira akan menjadi keluarga ku juga tapi, hiks..... Mereka selalu menyiksa ku hiks... Selalu mengurungku dalam tempat gelap hiks... Selalu membiarkan ku kelaparan dan selalu menyebut ku sebagai anak pembawa sial.",tangis Freya semakin pilu,ia memeluk Xander sangat erat. Xander mendengar penuturan Freya membuat dirinya di selimuti dengan kemarahan,dan tanpa sadar ia juga meneteskan air matanya, dan membalas pelukan Freya.
"Apa itu benar?,hiks.... apa memang aku pembawa sial karena bola mata ku ini yang berbeda?.",ucap Freya lagi.
"Tidak!! Tidak!! Itu tidak benar!" Xander mengeratkan pelukannya, membiarkan Freya menumpahkan kesedihannya itu.
Cukup lama Freya dalam pelukan Xander dan juga cukup lama ia menangis,membuat tubuhnya kecapean dan tertidur dalam pelukan Xander.
Tau Freya yang telah tertidur dalam pelukannya,ia mengecup kening Freya,meletakkan dan menyenderkan tubuh Freya ke kursi mobil.
"Mulai sekara Abang bakal jadi keluarga Yaya,Abang janji bakal selalu ada buat Yaya.",Xander mengelap sisa air mata di pipi chubby milik Freya dan mengecup kening Freya sekali lagi.
Ia beralih kembali duduk di kursinya, mengelap air matanya dan kembali menyetir mobilnya, melanjutkan perjalanan pulang mereka ke markas.
𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛𝚜𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚒... 𝚕𝚊𝚖𝚊𝚋𝚐𝚝, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊, 𝚙𝚊𝚗𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚞𝚜𝚊𝚒, 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚔