NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 : Membuat Queen bingung

"Ka Kevin!"

Queen langsung berbalik dan tanpa ragu memeluk kakaknya. Kevin tertawa pelan sambil mengacak rambut adiknya.

Queen langsung merapihkan rambutnya. "Aduh, baru juga ketemu udah bikin rambut gue berantakan."

"Kangen tau," ucap Kevin.

"Iya, iya. gue juga kangen."

Untuk beberapa saat suasana rumah dipenuhi tawa dan obrolan hangat keluarga yang akhirnya berkumpul lagi setelah sekian lama.

Arman duduk di ruang keluarga sambil memperhatikan putri dan putranya yang saling bercanda.

Sedangkan Ibu Farah hanya tersenyum puas dari kejauhan. Persis seperti yang ia harapkan. Tak lama kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah.

Queen duduk di samping ayahnya sambil terus bercerita. "Papa tahu nggak?"

"Hm?"

"Skripsiku hampir selesai."

Arman langsung mengangkat alis. "Hampir selesai?"

"Iya."

Kevin yang sedang minum kopi langsung terkekeh. "Kata hampir selesai itu udah berapa tahun diucapkan?"

"Ka Kevin!"

Semua langsung tertawa.

Queen mendengus kesal. "Ini serius."

"Bagus kalau begitu." Arman tersenyum bangga. "Papa senang mendengarnya."

Queen mengangguk semangat. Namun beberapa detik kemudian dahinya berkerut. Matanya memperhatikan meja ruang tamu. Ada banyak makanan, camilan.

Bahkan beberapa piring dan gelas baru yang biasanya hanya digunakan saat ada tamu penting.

Queen mulai curiga. "Mama."

"Hm?"

"Kenapa rumah ramai banget?"

Ibu Farah pura-pura tidak mengerti. "Ramai bagaimana?"

"Itu." Queen menunjuk meja. "Banyak makanan."

"Oh."

"Terus Bi Inah dari tadi mondar-mandir."

Ibu Farah mengangguk santai. "Iya."

"Kenapa?"

"Karena ada tamu."

Queen menghela napas. "Oh yang teman Mama itu."

Kevin yang duduk di samping langsung melirik ibunya. Sedangkan Ibu Farah tetap terlihat tenang.

"Iya."

"Emang tamunya siapa sih?"

"Teman Mama, kan tadi Mama udah bilang." Jawaban yang sama.

Queen semakin curiga. Namun sebelum sempat bertanya lagi, Bi Inah datang membawa beberapa piring tambahan.

"Nyonya, semuanya sudah siap."

Ibu Farah tersenyum. "Bagus."

Queen langsung menatap ibunya. "Mama."

"Hm?"

"Kenapa aku ngerasa ada yang Mama sembunyiin."

Ibu Farah tertawa kecil. "Kamu terlalu banyak berpikir."

"Aku serius."

"Dan Mama juga serius."

Queen menyipitkan mata.

Sedangkan Kevin mulai menahan senyum. Hal itu justru membuat Queen semakin curiga.

"Ka Kevin."

"Hm?"

"Lo tahu sesuatu?"

"Nggak."

Bohong, wajah Kevin terlalu santai.

"Papa?"

Arman langsung pura-pura sibuk minum teh.

Queen membelalak. "Nah kan!"

"Apa?"

"Kalian aneh."

"Tidak."

"Aneh."

Kevin akhirnya tertawa. "Queen."

"Apa?"

"Kalau memang ada tamu, ya tunggui aja."

"Itu masalahnya."

Queen menunjuk semua orang. "Kalian kelihatan kayak lagi nyiapin pesta."

Ibu Farah hampir tersedak menahan tawa.

Sedangkan Arman buru-buru berdeham. "Kamu itu kenapa sih Queen."

Queen menatap satu per satu wajah keluarganya. Ayahnya terlihat terlalu santai. Ibunya terlihat terlalu bahagia. Dan kakaknya terlihat terlalu menikmati situasi.

Sangat mencurigakan, namun sebelum ia bisa menginterogasi lebih jauh...

Ting tong.

Suara bel rumah berbunyi.

Seluruh ruangan mendadak hening. Ibu Farah langsung tersenyum lebar. Kevin menyandarkan tubuhnya ke sofa.

Arman menghela napas pelan.

Sedangkan Queen mengernyit. "Siapa tuh?"

Ibu Farah berdiri. "Tamu Mama."

Lalu wanita itu berjalan menuju pintu depan dengan langkah yang bahkan terlihat lebih bersemangat dari biasanya.

Entah kenapa, jantung Queen tiba-tiba berdegup tidak nyaman. Dan beberapa detik kemudian, saat pintu rumah mulai terbuka, ia sama sekali tidak menyadari bahwa kejutan terbesar hari itu baru saja dimulai.

Queen masih duduk di sofa dengan alis berkerut. Entah kenapa firasatnya semakin tidak enak.

Di sisi lain, Kevin justru terlihat terlalu santai. Bahkan pria itu mengambil secangkir kopi dan menyeruputnya perlahan seolah sudah tahu apa yang akan terjadi.

"Ka."

"Hm?"

"Kenapa gue jadi deg-degan ya?"

Kevin menahan senyum. "Perasaan lo aja kali."

"Lo tahu sesuatu ya?"

"Nggak... kenapa lo bisa ngomong gitu."

"Karena dari tadi lo senyum-senyum sendiri."

Kevin hanya mengangkat bahu.

Sementara itu di depan pintu. Ibu Farah membuka pintu lebar-lebar.

"Wah, akhirnya datang juga."

Di luar berdiri sepasang suami istri yang usianya tidak jauh berbeda dengan Pak Arman dan Ibu Farah. Di belakang mereka berdiri seorang pria yang sangat dikenal Queen.

Revan, pria itu mengenakan kemeja hitam sederhana dan celana bahan gelap. Di tangannya terdapat sebuah paper bag.

"Selamat siang, Tante," sapa Revan sopan.

"Masuk, masuk."

Tak lama kemudian mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Dan detik berikutnya, Queen yang masih duduk di ruang keluarga langsung membeku.

Matanya membulat. Otaknya seperti berhenti bekerja beberapa saat.

"Pak Revan?"

Revan yang baru masuk juga langsung menatapnya. Namun ekspresinya jauh lebih tenang.

"Selamat siang."

Queen berkedip beberapa kali. Lalu menoleh ke ibunya, lalu ke Revan dan ke ayahnya.

Lalu ke Ibunya lagi. "Ma."

"Hm?" jawab Farah polos.

"Ini tamu Mama?"

"Iya."

"Pak Revan?"

"Iya memang kenapa?"

Queen tidak menjawab ia hanya terdiam, berusaha mencerna ini semua, ia mulai merasa ada yang salah dengan dunia.

Sedangkan Kevin sudah menunduk sambil menahan tawa.

"Kak Kevin."

"Hm?"

"Lo tahu?"

"Tahu."

Queen langsung menunjuk kakaknya. "Nah kan!"

Kevin akhirnya tertawa. Di saat yang sama, Pak Arman berdiri menyambut tamu. "Silahkan duduk."

Ayah Revan langsung menjabat tangan Pak Arman dengan ramah. "Terima kasih."

Tak lama kemudian mereka semua duduk di ruang keluarga.

Queen masih belum pulih dari keterkejutannya. Terlebih saat melihat Revan duduk dengan santai di sofa seberang. Seolah datang ke rumah mahasiswinya bersama kedua orang tuanya adalah hal yang sangat normal. Padahal bagi Queen, ini sama sekali tidak normal.

Ibu Farah kemudian tersenyum. "Queen."

"Hm?"

"Kamu kenapa bengong terus."

"Karena aku bingung, Ma."

"Bingung kenapa?"

Queen menunjuk Revan tanpa malu-malu. "Pak Revan kesini mau apa?"

Ibu Farah tidak menjawab, ia hanya tersenyum.

Kevin kembali tertawa melihat adiknya bingung. Sedangkan Revan terlihat memijat pelipisnya pelan.

"Pak Revan."

"Iya?"

"Kenapa Bapak ada di sini?"

Revan terdiam sesaat. Lalu menjawab singkat. "Karena saya diundang."

Queen langsung menoleh ke ibunya. "Ma."

Farah pura-pura sibuk minum teh.

"Ma."

"Hm?"

"Mama yamg ngundang Pak Revan dan orangtuanya datang kesini?"

"Iya."

"Kenapa?"

Ibu Farah tersenyum manis. "Mama mengundang mereka hanya untuk sekedar makan siang bersama."

Jawaban itu justru membuat Queen semakin curiga. Karena tidak mungkin, Ibunya mengundang Revan hanya untuk makan siang biasa, dan Revan membawa kedua orangutannya

Dan yang lebih mencurigakan lagi, semua orang di ruangan itu terlihat terlalu santai. Seolah mereka mengetahui sesuatu yang tidak diketahui dirinya.

Queen mulai memperhatikan satu per satu. Papa tenang, Mama tersenyum, Kevin santai, Orang tua Revan terlihat ramah. Bahkan Revan sendiri tampak pasrah seperti seseorang yang sudah menyerah melawan keadaan. Semakin diperhatikan, semakin aneh.

Sampai akhirnya Queen mendekat ke arah Kevin dan berbisik pelan.

"Kak."

"Hm?"

"Jujur."

"Apa?"

"Sebenernya ini acara apa?"

Kevin hampir tertawa lagi.

Namun sebelum sempat menjawab, Ibu Farah tiba-tiba berseru dari seberang.

"Queen."

"Hm?"

"Duduk yang manis."

Queen menyipitkan mata. "Mama."

"Iya?"

"Kenapa aku merasa kalian semua sedang merencanakan sesuatu?"

Untuk sesaat ruangan menjadi hening, Kevin menunduk. Pak Arman berdeham, bahkan Ayah Revan terlihat menahan senyum. Sedangkan Ibu Farah masih tersenyum sangat manis dan itu yang membuat Queen semakin curiga.

"Aku nggak suka senyum Mama sekarang."

"Loh kenapa?"

"Karena biasanya kalau Mama senyum begitu, pasti ada sesuatu."

Dan entah kenapa, saat mendengar kalimat itu, Revan yang sejak tadi diam justru menutup mata sebentar seolah sudah bisa menebak ke mana arah pertemuan siang itu akan berjalan.

Sementara Queen masih belum menyadari.

Bahwa beberapa menit lagi, percakapan yang selama ini diam-diam direncanakan oleh Ibu Farah mungkin akan membuatnya jauh lebih syok dibanding saat pertama kali mengetahui masih ada tiga lembar revisi skripsi yang harus dikerjakan.

1
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!