NovelToon NovelToon
Jurig Jarian

Jurig Jarian

Status: sedang berlangsung
Genre:Roh Supernatural / Horor
Popularitas:339
Nilai: 5
Nama Author: Pena Lullaby

Di sebuah kampung tua di pinggiran Jawa Barat, muncul teror mengerikan dari sosok makhluk yang dipercaya sebagai Jurig Jarian — hantu penghuni tempat sampah yang lahir dari kebencian, keserakahan, dan sampah manusia yang menumpuk selama puluhan tahun. Siapa pun yang membuang sesuatu sembarangan pada malam tertentu akan mendengar suara garukan dari tong sampah… sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Lullaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinda Yang Kerasukan

Suasana rumah kolonial itu begitu sunyi. Sesuai rencana Adrian, lampu ruang tamu dan lorong dibiarkan menyala terang benderang. Di kamar depan, Adrian dan Bagas tertidur pulas karena kelelahan emosional yang luar biasa setelah sore harinya mereka gagal menemui Pak RT yang sedang pergi ke luar desa.

Namun di kamar sebelah, Dinda sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Dia berbaring telentang, menatap langit-langit kamar yang tinggi. Detak jarum jam dinding terdengar seperti ketukan lambat yang menyiksa.

Zzztt... zzztt...

Lampu bohlam di dalam kamar Dinda mulai berkedip-kedip. Hawa hangat melati kering yang sempat hilang, tiba-tiba kembali meruak masuk lewat celah ventilasi udara, tetapi kali ini baunya jauh lebih busuk. Bau amis daging mentah yang pekat.

"Adrian... Bagas... kalian belum tidur, kan?". Dinda berbisik ketakutan, menarik selimutnya sampai ke dada

Tidak ada jawaban. Sunyi.

Tiba-tiba, terdengar suara tarikan sesuatu yang berat di lantai tegel luar kamar. Sreeeeek... sreeeeek... Suaranya persis seperti suara sekop Adrian yang menghujam tanah berlumpur siang tadi. Dinda mematung. Matanya melirik ke celah bawah pintu kamarnya. Cahaya terang dari ruang tamu yang biasanya menembus celah itu perlahan-lahan tertutup oleh bayangan hitam yang pekat dan tebal.

Krieeek...

Pintu kamar yang sudah dikunci dari dalam, perlahan-lahan terbuka sendiri.

Dari balik kegelapan lorong, sesosok makhluk tinggi legam merayap masuk. Tubuhnya seolah terbentuk dari tanah hitam Jarian yang basah dan membusuk, dengan jemari tangan yang sangat panjang persis seperti siluet yang terekam di laptopnya. Wajah makhluk itu kosong, hanya ada dua lubang gelap yang memancarkan hawa sedingin es.

Dinda suaranya tercekat di tenggorokan, air matanya mengalir deras, tubuhnya lumpuh total tak bisa digerakkan.

"Adrian... Tolong..."

Makhluk itu menjangkau ujung tempat tidur. Tangan hitamnya yang besar dan berlendir menyentuh kaki Dinda. Rasa dingin yang luar biasa menjalar secepat kilat dari kaki, naik ke dada, hingga menusuk ke bagian belakang kepalanya. Pandangan Dinda mendadak buram, digantikan oleh kilasan gambar tumpukan sampah, luka nanah Maman, dan tawa kering yang menggema di dalam otaknya.

Brakk! Gedebuk!

Suara benda berat jatuh dari kamar sebelah seketika membuat Adrian dan Bagas terlompat dari tidurnya. Keduanya langsung duduk tegak dengan jantung yang berdebar kencang.

"Yan! Suara apa itu?! Dari kamar Dinda, Yan!" Bagas membetulkan kacamatanya dengan panik.

"Dinda! Ayo Gas, cepat!" Adrian langsung menyambar senter.

Mereka berdua berlari keluar kamar. Lorong rumah yang semula terang benderang, kini terasa remang-remang karena beberapa lampu bohlam di ruang tamu tampak berkedip tidak stabil, memancarkan bunyi dengung listrik yang aneh.

Ketika mereka sampai di depan pintu kamar Dinda, pintu itu terbuka lebar. Di dalam kamar yang gelap, Dinda sedang duduk bersila di atas lantai tegel yang dingin. Posisinya membelakangi mereka.

"Din? Kamu gak apa-apa? Kenapa duduk di lantai?" Adrian mengarahkan cahaya senter ke punggung Dinda.

Dinda tidak menjawab. Tubuhnya bergetar pelan, mengeluarkan suara napas yang berat dan patah-patah.

"Yan... bau kamarnya... kok amis banget? Ini kan bau yang di Jarian tadi siang!" Bagas mulai ketakutan, bersembunyi di belakang Adrian.

Adrian melangkah maju setapak, memegang pundak Dinda dengan ragu.

"Dinda, lihat aku. Kamu kenapa?"

Seketika itu juga, Dinda membalikkan tubuhnya dengan gerakan patah-patah yang tidak natural. Kepala Dinda mendongak, matanya melotot tajam dengan bagian putih yang hampir seluruhnya tertutup oleh urat-urat merah kehitaman. Wajahnya yang semula pucat kini tampak tegang, dan sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk senyuman seringai yang mengerikan.

Berbicara dengan suara yang ganda; perpaduan antara suara aslinya yang melengking dan suara berat, parau, berlendir dari dalam tenggorokan.

"Uraaannggg suuudaahhh blllaaannggg... Jaaaagaaa haaatiii... Jaaaagaaa taaanaaahhh..."

"Astagfirullahaladzim! Adrian! Dinda kesurupan, Yan! Itu bukan suara Dinda!" Bagas berteriak histeris, mundur sampai menabrak lemari.

"Dinda! Sadar, Din! Ini Aku, Adrian! Keluar kamu! Jangan ganggu teman saya!" Adrian mencoba menahan tubuh Dinda yang mulai kejang dan mencakar-cakar tegel lantai

"Hihihihi... Budak kota yang sombong! Kkkaaallliaannn piiinnntaarrr... taaapiii bbuuusookkk! Kkkaaallliaannn bbaaawwaaa bbeeennndaaa-bbeeennndaaa mmoooddeeerrrnnn... taaapiii kkaaallliaannn mmeeennceeemmariii ketteennaannggaannn kkaammii!" Dinda Tertawa kering dengan nada yang melengking, suaranya menggema di seluruh sudut rumah kolonial

Dinda tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangan Adrian dengan kekuatan yang sangat besar, jauh melebihi tenaga seorang perempuan biasa. Kuku-kukunya yang mendadak menghitam menekan kulit Adrian hingga memar.

"Kembalikan... apa yang ditarik tanah. Atau jiwanya... tetap tinggal di Jarian... bersama Maman... hihihihi!" Dinda menatap lurus ke dalam mata Adrian, suaranya berubah menjadi bisikan yang dingin berlendir.

Pyarrr!

Tepat setelah kalimat itu selesai, lampu bohlam di kamar Dinda pecah berantakan. Tubuh Dinda mendadak lemas dan ambruk tak sadarkan diri di pelukan Adrian, menyisakan bau amis yang semakin pekat dan kegelapan total yang mencekam.

1
Heriyansah
Terimkasih kak
Khodijah
bagus ceritanya semangat ya' Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!