NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dave dan perjodohannya

"Bu Jani, ada yang mau ketemu." Jani yang sedang menanda tangani berkas mendongak, menatap sekretarisnya yang baru saja memasuki ruangannya.

"Siapa?" Rasanya dia ngga ada janjian dengan siapa pun siang ini.

"Pak Baskara dari perusahaan Prisma Indotama, Bu Jani."

DEG

Baskara? Mau apa dia ke sini?

"Ya. Persilakan beliau masuk," ucapnya setelah beberapa saat terdiam.

"Baik, bu."

Setelah sekretarisnya keluar dari ruangannya, ngga lama kemudian sosok yang ditaksir temannya Talisha kini melangkah memasuki ruangannya.

Talisha udah tau atau belum, ya, bos idamannya datang ke sini? batin Jani was was juga.

Tapi Jani ngga sempat berpikir lagi ketika Baskara sudah makin mendekati meja kerjanya. Baskara, atau dulu dia dan teman temannya selalu memanggilnya Kak Baskara ketika masih SMA, karena dulu merupakan kakak kelas mereka.

"Mengganggu, ya?" tanya Baskara dengan senyum khas di bibirnya.

Semakin tampan, natin Jani terkesima sesaat, 1tapi Jani terlalu takut menikm@tinya. Dia malah mencari sosok Talisha di belakang Baskara. Tapi dia tidak menemukannya. Baskara datang seorang diri.

"Nyari teman kamu? Dia ngga ikut," ucap Baskara seakan tau yang ada di pikiran Jani.

"Ooo...." Jani jadi agak salah tingkah.

"Silakan duduk," sambungnya lagi.

Baskara duduk dengan wajah masih tetap tersenyum.

"Kaget, ya, aku datang."

"Iya." Senyum Jani berusaha tenang. Tentu saja kaget. Baru kali ini Baskara mendatanginya tanpa janjian karena pekerjaan.

"Begini, aku mau bicara soal lain. Bukan soal proyek kita," ucap Baskara memecah keheningan yang tercipta di antara mereka.

"Ooh..... Tentang apa?" Jani mulai menatap Baskara dengan mode serius.

"Aku mau bertanya soal keberadaan Rhea."

Haaa? Rhea? Ngga salah? batin Rani kaget. Perasaan Jani jadi ngga enak.

"Aku udah nanya ke Talisha soal Rhea. Tapi kata Talisha , dia ngga tau. Aku pikir kamu pasti tau, karena kamu lebih dekat dengan Rhea, kan?"

Jani menghela nafas panjang. Jangan jangan selama ini yang dia pikirkan benar. Talisha sudah salah paham karena selama ini yang disukai Baskara itu Rhea.

"Saya juga ngga tau, Pak Baskara. Nomernya ngga aktif, sosmednya juga. Rhea juga belum memberi kabar pada saya."

Baskara melebarkan senyumnya lagi.

"Ngga usah terlalu formal, Jani."

Dada Jani berdesir juga mendengar namanya disebut tanpa embel embel Ibu.

"Eh, i iya, kak."

Baskara menghembuskan nafas panjang.

"Rhea kemana, ya?" gumamnya agak khawatir. Tapi Jani bisa mendengarnya.

"Kalo ada kabar soal Rhea, kasih tau, ya. Ada yang mau aku bicarakan dengannya."

"Oh iya, kak."

Kemudian Baskara melirik jam di pergelangan tangannya.

"Aku pulang dulu, ya. Mau meeting sama klien di dekat sini," pamitnya sambil bangkit dari duduknya.

"Eh, iya, kak." Jani juga ikut berdiri.

"Kamu punya nomer kontakku, kan?"

Jani menganggukkan kepalanya. Tentu saja punya. Mereka relasi bisnis.

"Nomor yang ini?" Kemudian Baskara membacakan nomer yang biasa dia gunakan untuk bekerja.

"Iya, Kak."

Baskara mengeluarkan kart namanya.

"Simpan nomor yang ini, ya." Dia mengulurkan kartu namanya yang diterima Jani.

Jani mengangguk lagi.

Baskara tersenyum lagi sebelum membalikkan punggungnya. Berjalan pergi meninggalkan ruangan Jani.

Jani menatap lekat kepergian laki laki yang ditaksir m@ti-m@tian sama Talisha. Bahkan sampai mempermalukan Rhea.

Bagaimana, ya, kalo Talisha tau Baskara ke perusahaannya hanya untuk menanyakan kabar Rhea?

Lagian, kenapa Baskara niat banget nyari Rhea? batinnya sambil menatap kartu nama Yang diberikan mantan kakak kelasnya itu.

Jani jadi mumet sendiri memikirkannya.

*

*

*

Opa Hendy tersenyum melihat kedatangan cucunya. Dia tau Dave ngga akan mengecewakannya.

"Opa udah siapkan pakaian untuk kamu di kamar."

Dave mengangguk.

"Makasih, opa."

"Sama sama. Opa ngga sengaja bertemu dengan kakeknya. Ternyata ada cucunya yang belum menikah juga," cerita Opa Hendy sambil.menjejeri langkah cucunya, Dave, ke kamarnya.

"Oooh....," jawab Dave seadanya.

"Ngga apa, kenalan dulu aja." Opa Hendy menepuk lembut pundak Dave ketika cucunya membuka pintu kamarnya.

"Ya, opa. Masih sempat, kan, kalo aku mandi dulu?" tanya Dave sambil membuka pintunya lebih lebar.

"Tentu saja masih cukup waktunya." Opa Hendy tersenyum maklum.

*

*

*

Dave mengusap rambut basahnya dengan handuk sambil melihat dirinya dari pantulan cermin.

Dia belum terlalu tua, kan? keluhnya dalam hati.

rrrrtttt rrrrrttttt rrrrrttttt

Dave meraih ponselnya. Baim yang menelpon.

"Sudah siap siap mau pergi?" tanya Baim.

"Sebentar lagi." Dave meraih hair dryernya untuk mengeringkan rambutnya.

"Lagi ngeringin rambut?" tebak Baim ketika mendengar suara dengungan hair dryer.

"Iya."

"Dave, kamu tinggal bilang udah punya pacar sama opa," usul Baim yang merasa kasian. Teringat nasibnya dulu sebelum ketemu hilalnya.

"Siapa pacarku?" Dave sudah tau jawaban.yang akan Baim berikan.

"Rhea aja." Kemudian terdengar tawa Baim.

Hemm.... Sesuai tebakannya.

"Udah, ya, telponnya."

"Oke, oke," jawab Baim mengerti.

Setelah Baim memutuskan komunikasi via ponsel, Dave menghela nafas.

Kenapa dia harus mengaku Rhea pacarnya, dengus Dave dalam hati.

Reflek dia melihat tangan nakalnya yang baru saja menOffkan hair dryernya.

Kalo iseng, kenapa dia masih ingat rasanya.

Dave menggusar kasar rambutnya yang belum sepenuhnya kering.

*

*

*

Dave akhirnya pergi bersama opanya ke restoran yang berada di sebuah hotel mewah. Ternyata Opa dan gadis itu sudah datang lebih dulu.

"Maaf, aku terlambat." Opa Hendy jadi merasa ngga enak hati.

"Tidak apa apa. Kami juga baru saja datang." Sahabat opanya, Heri, tersenyum ramah, seolah tidak masalah.

Dave menyalim tangan sahabat opanya. Begitu juga gadis itu yang menyalim opanya juga..

"Dave, ya. Udah lama sekali opa ngga melihat kamu," ucap Opa Heri dengan hangat.

Dave tersenyum santun.

"Kenalkan ini cucu opa. Namanya Talisha."

Dave mengulurkan tangannya yang dijabat Talisha dengan pipi merona.

"Dave."

"Talisha."

Talisha mengagumi perawakan tegap dan wajah tampan Dave. Ngga kalah dari Baskara. Bahkan Dave lebih keren dari Baskara, karena ada unsur bule bulenya.

Untung saja Opanya tadi memaksanya untuk bertemu Dave. Dia memang sempat menolak perjodohan ini karena ngga mau mengkhianati Baskara. Tapi melihat calon suami seganteng ini, keraguannya jadi hilang.

Oke, kalo Baskara nanti menolaknya, dia masih punya cadangan yang lebih segala galanya dari Baskara.

1
Zea Rahmat
itu si tal tal ngapain pake ikut sihhhh
allabout_AZ♥️
upload lagi dong thooorrrr
Zea Rahmat
alesan tante puspa... padahal deg2an klo Rhea mau di bawa bapake🤣🤣🤣
Ernaaaaa
aku yg deg2 an Thor bacanya ...cepet bgt bapaknya nemuin rhea...
sleepyhead
Gass lagi tor, seruuu
sleepyhead
Hajar kak, Kasih pelajaran Talish tu
Lusi Hariyani
untung dave cpt dtg
Lia Kiftia Usman
seruuuu... dave duluan ketemu rhea 😊
Susma Wati
nah rhea panik dia, ngeyel keras kepala sih, keluar apart ngak ijin dulu, ternyata butuh dave kan buat bisa pulang,. dave terima aja perjodohan dengan rhea, sudah kenal ini keluarga nya, rhea bakalan nolak perjodohan dengan baskara, karena gak ada rasa ke baskara apalagi tambah talisha yng bikin curang ke dia dengan liciknya bikin permainan yang menjebak rhea
Riana Efendi
Terima kasih thor, ditinggu double up nya😄🤭✌️
Aisyah
aku suka sekali
Riana Efendi
Kangen dave dan rhea , thor
Rahma AR: bentat ya
total 1 replies
sleepyhead
Emg disturbing sih, kalau byk orang-orang yg grouping dan toxic di lingkungan kerja kita...
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...

Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
sleepyhead: siappp
total 5 replies
Rahmawati
ayo dave cepetan sblm Rhea di temukan oleh papanya, km gk rela kan kl Rhea menikah dengan orang lain
Ranita Rani
q ikutan t3gang nie,,
Herman Lim
nazar nanti di pulangkan kllo dah jadi mantu Airlangga 😃😃
Lia Kiftia Usman: doa semoga lebih dulu dave bertemu rhea..🤲
total 1 replies
Herman Lim
Edwin mau rebut gebetan dave harus lwtin barisan para apak muda dulu
🔵MENTARY
Hahaha🤣🤣🤣Dave panik Rhea mau di jodohkan
Lusi Hariyani
klo sdh msk ke keluarga mereka g bakal bs lepas
Zea Rahmat
panik kan dave🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!