Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.14
Aden terbangun di jam 3 pagi, tatapan nya berkaca-kaca saat melihat putrinya masih ada di sini. Bahkan menjaga nya dengan sangat baik. Dia merasa bersalah, karena selama ini hanya diam saja saat putri nya di perlakukan Dengan buruk. Saat mengingat memori lama tentang bagaimana sifat nya, dia merasa begitu bersalah dan begitu menyesal saat ini.
"Maafkan ayah sayang. Ayah benar benar gagal jadi ayah yang baik untuk mu." ucap nya dengan suara serak. Air mata nya perlahan menetes.
Lusi yang merasa terganggu saat rambut nya di elus oleh sang ayah, langsung terbangun dari tidurnya.
"Ayah, apakah ayah butuh sesuatu?" tanya Lusi dengan suara seraknya.
"Nak, maaf ya ayah membangunkan mu." ucap aden dengan tersenyum tipis melihat putri nya yang terbangun dari tidurnya.
"Ayah, butuh sesuatu?"
"Ayah haus nak, boleh tolong ambilkan minum. rasanya dada ayah sedikit nyeri."
Dengan telaten Lusi memberikan ayah nya minum. tatapan nya begitu sedih saat melihat kondisi ayah nya yang sakit sakitan seperti ini.
"Ayah minta maaf ya nak, maafkan ayah yang gagal jadi ayah yang baik buat kamu, buat ibu, buat mas mu itu. ayah senang bisa bertemu kamu saat ini, maafkan ayah ya sayang." ucap aden dengan nada lemah nya.
Lusi merasa begitu terharu saat melihat perubahan sifat ayah nya, dia langsung memeluk erat ayah nya itu. Air mata nya lolos begitu saja.
"Lusi udah maafin ayah, Lusi sayang sama ayah. ayah adalah ayah yang hebat. Lusi bangga punya ayah kayak ayah ini."
Tatapan Aden berkaca kaca saat melihat wajah putri yang dia rindukan ini. Tangan nya mengelus rambut Lusi dengan sangat pelan. hingga tiba tiba mata nya perlahan menutup dengan sendiri nya.
Deg..........Lusi yang saat ini masih memeluk ayah nya, tiba tiba kaget saat tak mendengar detak jantung ayah nya lagi.
Lusi langsung melihat wajah ayah nya yang sudah pucat. Kaki nya terasa lemas saat mencoba melangkah mendekati ayah nya itu. Ini seperti mimpi buruk bagi nya, baru saja merasa senang saat ayah nya berubah, tapi kini dia harus menelan rasa pahit saat melihat ayah nya yang sudah terbujur kaku tak berdaya.
"Ayah, bangun ayah.......hiks..... dokter!" terik nya menggema membuat para suster kaget dan langsung melihat ruangan nomor 3 itu.
"Hiks.....ayah, kenapa harus pergi ayah!" ucap nya dengan air mata yang mengalir deras nya.
"hik.....hiks...suster tolong ayah sayang suster" ucap Lusi dengan tatapan tak berdaya saat melihat suster datang ke ruangan nya.
"Sebentar ya mbak, biar kami periksa keadaan pasien!"
"hiks....hiks....bangun ayah!"
Dokter yang bertugas langsung memeriksa kondisi pasien, tatapan nya begitu tak tega saat melihat wajah keluarga pasien yang kehilangan anggota keluarga nya.
"Maafkan kami nona, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, pasien sudah tak bisa kami selamatkan." ucap dokter dengan menyampaikan berita duka yang mendalam kepada keluarga pasien.
"Tidak....ayah,....hiksss.....ayah kenapa tega ninggalin Lusi ayah, kenapa!" teriak gadis itu dengan tatapan hancur dan kosong nya.
dokter begitu prihatin dengan kondisi Lusi yang tampak begitu kehilangan ayah nya, dia juga tak bisa banyak menolong karena Tuhan lebih sayang ayah nya Lusi.
"Hikss......kenapa aku harus merasakan kepahitan ini Tuhan kenapa?" rancau gadis itu yang benar benar hancur saat ini.
Ibunya sudah dikabarin bahwa ayah nya telah meninggal dunia, tapi sampai saat ini ibunya tak muncul ke rumah sakit.
"Mbak, pasien sudah di bersihkan dan dimandikan, ambulance juga sudah siap." ucap salah satu perawat yang telah mengurus jenazah ayah nya Lusi.
"makasih mas." ucap gadis itu dengan tatapan yang masih begitu kosong nya.
Siapa yang tak akan bersedih saat berada di posisi yang sulit seperti ini. Baru saja dia merasa bahagia saat ayah nya telah berubah, tapi tuhan mengambil ayah nya. Dia merasa begitu hancur saat ini.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..