NovelToon NovelToon
Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:35.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Unchi

menceritakan tentang pengalaman seorang Mustafa yang nekat mencium seorang wanita baik-baik dan bahkan bercadar.

Hingga kebejatannya itu membuatnya harus menikahi sang wanita bercadar.


Baca kisahnya di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Usai mengantarkan Azzahra ke kampus. Aku langsung capcus ke toko. Kali ini aku handle sendiri. Karyawan laki-laki mengeluarkan barang dari gudang. Ada juga yang membawa masuk kiriman dari luar. Sebagian juga ada yang ku suruh delivery order.

Masalah keuangan insyaAllah semua aman. Sebab uang pembeli kadang langsung masuk rekening. Kan pembayaran sebagian ada yang tunai ada yang Qris.

"Pak, ada sales carvil. Mau tambah orderan apa?" tanya Rita padaku.

Aku yang baru menghitung mengecek barang datang, segera menuju ke depan menemui sales.

"Langsung ke ruangan aja Mas," ajakku pada sales langganan yang tentunya bisa dipercaya.

"Siap Mas," jawabnya.

"Opo seng anyar Mas? (Apa yang baru Mas?)" tanyaku pada Mas sales di depanku.

Dia menunjukkan beberapa poster dan juga harganya.

"Yang ini minimal ambil berapa? Ada potongan harga gak? Diskon?" tanyaku. Jika tidak ditanyakan diskon, bisa jadi gak dikasih. Kecuali emang promo potongan otomatis.

"Ada, minimal seperti biasa. 50 pasang Mas," jawabnya.

"Boleh mix?" tanyaku lagi.

"Sementara gak oleh e mas? (gak boleh)."

"Yaweslah. Harga biasa ae. Satu model 10 pasang. Terus aku ambil yang ini satu," ucapku sambil menunjuk sandal yang bagus. Niatnya mau ku kasih ke istri.

"Tumben mas kok cuma 1. Kenapa gak 10 pasang sekalian?" tanyanya heran.

Aku menatap serius sandal itu. Bagus, tapi agak mahal. Belum tentu orang berminat kecuali orang-orang tertentu.

"1 harga 325rb. Aku belum berani kalau 10. 5 aja deh buat nyoba. Bisa tukar barang kayak biasanya kan? Soalnya ini mau retur beberapa," kataku memberitahu.

"Oke mas. 5 ya? Returnya banyak gak?" tanyanya.

Namun aku tak mau berlama-lama, jadi langsung ku ajak ke gudang untuk melihat. Yang dapat diretur cuma barang yang masih bagus dan pasangan lengkap. Jadi kadang kalau ada yang hilang 1, aku yang terpaksa harus rugi. Jadi kalau bisa, returnya tak boleh lama-lama.

"Oh ya, yang ini mau tuker model. Soalnya modelnya sudah agak lama. Peminatnya agak berkurang," kataku menunjukkan 4 kardus sepatu.

"Cuma ini aja Mas? Banter juga ya Mas lakune," ucapnya sambil mencatat barang returan.

"Ya gak mesti. Soalnya kan tergantung selera. Menang merk ae punyamu iki, hehe." Aku melihat-lihat sebagian sepatu yang kiranya kurang diminati. Tapi sepertinya sudah gak ada.

"Iya bener Mas. Wes ku catet semua. Tinggal pengiriman. Lusa ya Mas," katanya dan aku menggangguk paham.

"Makasih Mas," katanya sekali lagi.

"Sama-sama."

Sales senang aku pun juga senang. Orderan sekitar 20juta untuk besok lusa. Uang banyak tapi diputar. Karena hidupku memang dari penghasilan toko. Kalau aku gak berhati-hati, bisa bangkrut nanti.

Aku bisa jadi pengusaha muda kayak gini juga berkat tanah warisan orang tuaku. Kalau tidak, mana mungkin aku bisa seperti sekarang.

"Oke, saatnya melihat keuntunganku bulan ini."

Ku cek komputer di mejaku. Ku cari laporan penjualan. Setidaknya setiap item mengambil keuntungan 10-15%. Jadi total pendapatan dikurangi laba hasilnya sangat lumayan. Laba bersih masih dikurangi dengan tagihan-tagihan bulanan. Akhirnya setelah ku jumlahkan aku menemukan hasilnya.

"Lumayan nih buat nyumbang masjid," gumamku senang.

Setidaknya masih ada sisa buat hidup sebulan ke depan setelah dipotong gaji karyawan.

Tapi terlalu sedikit gak sih kalau nyumbang cuma 2 jutaan aja?

Aku masih bingung. Tapi bukankah sedekah itu seikhlasnya? "Kenapa juga harus dihitung jumlahnya. Yang penting aku ikhlas. Tapi... pak Rahmad gimana ya? Masa iya aku nyumbang ngasih tahu nominalnya," gumamku lagi. Aku masih dalam keadaan bingung sekarang ini.

Ku coba menelpon Azzahra. Rupanya belum aktif. "Dia sepertinya masih ada kelas," ucapku sambil menatap hp ku. Lalu ku tinggal sebentar untuk melihat kasir. Namun tiba-tiba adzan dhuhur berkumandang.

"Saya sholat dulu. Kalian gantian aja nanti. Istirahat 20 menit gantian ya," ucapku dan sebagian karyawanku menjawab iya.

Rita dan Najwa lagi sibuk dikasir. Jadi dia tak menjawab.

Seperti biasa. Usai sholat aku mencoba belajar mengaji. Jika keluarga Azzahra ngaji sebelum sholat, tapi aku lebih memilih ngaji sesudah sholat.

Ku lihat ponselku. Azzahra belum ada tanda-tanda online. Meskipun begitu, sebagai laki-laki aku harus tetap berinisiatif nge-chat duluan.

Tak lupa mengetik salam lalu ku lanjut sebuah kata. "Jangan lupa maem siang Dek."

Meskipun centang 1. Setidaknya tugasku sebagai suami sudah ku lakukan.

Usai sholat, ternyata banyak barang datang. Ini sebagian orderan dari toko Cemerlang. Segera ku bantu menata barang dengan rapi. Tapi sebelum beres semua. Aku cek barangnya dulu.

"Notanya Bos!" kata sopir pengiriman.

"Siap!" jawabku. Mereka sudah hafal denganku. Jadi kadang aku tak masalah dipanggil bos.

"Ini ukuran 36, 37, 38, 39, 40 semuanya 200 pasang ya?" tanyaku pada si sopir.

"Bener Bos. Nati hitung aja, jika kurang langsung telpon managernya," katanya.

Aku mengerti. Setelah ku berikan dua botol minuman dingin, kedua orang pengiriman tadi pamit undur diri.

Sekarang saatnya tugas orang gudang yang mengecek barang satu persatu dengan teliti. Kalau gak diteliti, buat apa aku memperkerjakan orang?

"Tolong teliti perseri ya. Besok lusa mau diambil barangnya," ucapku pada Rohman dan Yahya. Mereka berdua bekerja dibagian gudang.

"Iya siap Pak!" jawab mereka.

Aku tak hanya diam diri. Ku bantuin mereka biar cepat selesai. Ini sangat melelahkan. Aku kembali ke toko bagian belakang, mengambil air mineral. Semua kebutuhan karyawan makan dan minum ada di sana. Masak juga sudah siap di sana. Tapi aku gak pernah ikut nimbrung. Bukan masalah membedakan. Aku lebih suka beli di warung, jadi buat masak agak malas.

Cukup lama, ku lihat udah jam 2 siang. Aku kembali ke ruanganku dan mengambil ponsel yang berada di laci.

Azzahra ada bekas nelpon dan juga balas chatku.

"Mas, aku mau pulang ini. Aku naik ojol apa kamu jemput?" Begitulah bunyi chatnya.

Meskipun jauh, aku akan menjemputnya. Langsung saja ku balas. "Tunggu ya, mas otw mau jemput kamu."

Setelah terkirim, aku langsung bersiap-siap. Cuci muka dan merapikan rambutku. Setidaknya menjaga penampilan itu penting. Apalagi ini masih tahap pendekatan pada Azzahra.

"Yuhuuuu!" Usai siap aku bersiul-siul senang. Najwa yang tak sengaja melihatku mengumbar sedikit senyum kayak malu.

Aku langsung bersikap seperti biasa. "Ehm, saya mau pergi dulu. Tolong tokonya dijaga ya," ucapku pada Najwa kemudian.

"Baik Pak!" jawabnya sambil mengangguk sopan.

Aku segera menjalankan mobil dan bergegas ke kampusnya Azzahra. Namun sayang, sesampainya di sana ku lihat Azzahra tengah berbicara dengan seorang laki-laki.

Aku tak salah lagi. Setelah ku ingat-ingat, laki-laki ini adalah laki-laki yang sama dengan kemarin.

"Sebenarnya siapa sih cowok ini? Kenapa mereka terlihat akrab?" gumamku sambil mengepalkan tangan karena kesal.

Bersambung...

1
Arul Faiz
penasaran sama wajah azzahranya🤣
Sena
lanjut
cut Meutia
awas aja klo mustafa lengah
cut Meutia
lah diterima
Nana
next
Putri💗
lama gak up thor
cut Meutia
jangan mau maya, bisa2 ngrusak rt mu nanti
Juniya Ar
up
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
next
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
thor, lanjut jangan lama
Nana
bagus
Juwitha Arianty Ibrahim
ini kapan lagi up thor
cut Meutia
bagus thor
Juwitha Arianty Ibrahim
bagus crita nya update lagi domg thor
💜Balqish H😻
😍penasaran
Bella༄㉿ᶻ⋆
sabar ya mus🤭
💜Balqish H😻
next
💜Balqish H😻
gantengnya ma xioyu
Jack
next
Mia Ijaya
ya allah bneran ini tamat????????
Jack: belum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!