Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
“Iya mamah.”
“Nak mamah masak dulu ya nyiapin makan sore buat kita semua.”
Anak anak.
“Jangan mah ikut kami aja ya, kan ini ulang tahun mamah dan disaat ini Allah takdirkan kita bersatu kembali.”
Mamah
“Siapa yang ulang tahun, kan mamah masih lama dan ga pernah mengingat itu.”
Anak-anak
“Ikut aja ya mah.”
Mamah
“Ikut kemana nak. Kan mamah belum masak kalian belum makan. Ayah dimana.”
Anak anaku
“Ga mah, yu keruang tamu. Ayah ada, lagi nyuci mobil tadi mah.”
Padahal ayah sudah siap memberikan surprise. Ayah sudah siap segalanya.
Setibanya diruang tamu, mamah hanya diam dan tidak memberikan sepatah katapun. Mamahku bingung dan menangis terharu, sepertinya mamah sedikit demi sedikit sudah memaafkan ayah. Mamahku memeluk ayah sambil bilang ”terima kasih ayah” ini yang dari dulu umi impikan.
Kami anak anak hanya melihat ayah dan mamah nangis tersedu sedu, semoga tangisan ini tangisan bahagia. Dan menjadikan kebahagiaan yang sesungguhnya buat kami.
Ayah ku
“Mah mohon maaf jika keluarga aku tak menganggapmu sebagai menantu, jika selama ini hak kamu diambil keluargaku, aku akan berusaha dan tetap bersamamu sampai maut memisahkan kita. Selama ini aku tidak bertanggung jawab, dan semua kesalahan yang kulakukan aku tebus dengan ku kembali pada kalian d lebih memilih kalian daripada aku harus menurut kekeluargaku. Aku sayang kalian aku ga bisa hidup tanpa kalian, aku selama ini bodoh sudah mementingkan keluargaku tapi tidak peduli pada anak dan istriku. Jangankan bertanya kabar, sehari aja tidak sama sekali. Maafkan aku sayangku.”
Umi ku
“Jika ini kehendakmu aku terima, semua kesalahanmu aku maafkan dan tolong bimbing kami dengan imanmu dengan kasihmu dengan ketulusanmu bukan dengan hartamu, dunia mengikuti kita yah. Aku mohon jangan lakukan lagi seperti itu. Aku sudah jatuh dan hampir hancur, sekarang kamu membangkitkan lagi semangatku, dan mudah-mudahan ini benar terjadi, tolong jangan hianati kami. Mamahku sambil peluk kami anak anaknya.”
Akhirnya ayah dan ibu saling terbuka dan mebuka pintu hati yang selama ini mebisu dan tertutup salju, yang membuat mereka tak tahu bagaimana hidup itu. Sekarang mereka kembali dengan sinar mentari yang dulu berseri dan membuat mereka cintanya bersemi kembali. Semoga mereka mampu menjaga keharmonisan ini dan membuat umi mampu bangkit untuk maju kembali.
Kami anak anaknya sangatlah senang, walau kami tidak tahu kasih sayang keluarga besar, tapi kami senang dan bahagia karena dapat kasih sayang umi dan ayah .
Indah rasanya hidup ini, kami siap bangkit kembali dan bersekolah kembali dengan bekal keharmonisan keluarga, ada yang memperhatikan kami kembali, ada yang peduli lagi pada kami, selama ini kami hanya saling support kaka dan adik. Terima kasih ya Allah .
Mamahku kembali berseri dan berisi tidak pucat seperti hari hari sebelumnya, aku senang melihatnya.
Kini ayah setia mengantar dan menjaga setiap saat dimanapun kami berada, dia tak mau jauh dari kami. Ayah ku selalu mengajak kami bercanda dan kadang bikin kami geli melihat tingkah ayah dan umi . Sekarang ayah ku sering memeberi kejutan kejutan yang membuat kami bangga dan bahagia.
Hari demi hari kami semakin bahagia, dan kini bangkit kembali kejalan kesuksesan, ayah ku mampu memberikan jawaban pada kami yang membuat kami semakin sayang padanya.
Anak anak
“Terima kasih ayah, sekarang ayah sudah ada buat kami membuat kami bahagia, membuat kami selalu dilindungi, membuat kami selalu mendapat cinta dan kasih sayang.”
Ayah ku
“Sama-sama nak, seharusnya ayah dari dulu seperti ini, mungkin Allah baru memberikan hidayah pada ayah dan membuat ayah kembali pada kalian. Ayah juga bingung engan kehidupan ayah yang dulu. Kukejar dunia sampai aku hancur lebur bahkan hamper kehilangan kalian nak. Maafkan ayah . Ayah janji akan berusaha dan maju terus untuk menajaga dan memberikan kebahagian pada kalian semua.”
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...