NovelToon NovelToon
OM LORENG I HATE YOU

OM LORENG I HATE YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: andee Rosalia

JANGAN BAYANGKAN KISAH CINTA SEPERTI DOTS karena kenyataannya tidak akan pernah semanis itu, jika ingin mengguak akan kerasnya kehidupan pernikahan bersama om loreng.


hidup itu keras jika ingin tahu drama didalamnya, silahkan baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

sebelum jauh membahas mengenai kehidupanku setelah menjadi istri prajurit, sepertinya harus kujelaskan aturan yang tak kasat mata terlebih dahulu.

ini sebenarnya kupelajari ketika masih di mengajukan permohonan nikah tapi kuyakin aturan itu sama saja dan tetap akan digunakan di Malang.

aturan yang berlaku antara lain iyalah, Wanita yang menikah dan resmi menyandang status seorang istri akan secara otomatis sang istri akan bergabung di satuan, untuk nama panggilan seseorang istri tidak lagi menggunakan nama kecilnya, melainkan nama suami.

hal itu juga berlaku padaku, kini aku tidak lagi dipanggil dek Aira tapi ibu Hafiz atau ibu danton. selain itu, istri dari prajurit yang masih berpangkat rendah akan memanggil istri yang berpangkat lebih tinggi dari suaminya dengan sapaan ibu.

jika pangkat suami setara maka sapaannya tante, tapi berhubung aku masih buta arah mengenai pangkat dan sebutannya aku memanggil semua istri prajurit dengan sebutan ibu, kenapa?. ya, karena usia mereka terbilang cukup jauh dibandingkan usiaku.

Bagi prajurit pangkat itu tidak didasari usia melainkan kemampuannya, sehingga tidak semua prajurit dengan mudah mendapatkan kenaikan pangkat begitu saja. pangkat tidak di hitung berapa lamanya mereka telah mengabdi di dunia militer.

untuk prajurit saja aturannya sangat mengikat, tapi jangan salah, untuk ibu persit sendiri memiliki aturan yang sama ketatnya. banyak aturan dan tata krama yang harus di patuhi, contohnya saja

"Kesatuan mengikat para anggotanya sebagai keluarga" itu slogannya tapi yaa sepertinya itu hanya bualan semata karena tetap ada senioritas, ada gosip riya, ada aroma persaingan yang sangat jelas di dalamnya, tahulah bagaimana perempuan. selain itu,

"istri adalah pakaian suami, jadi jika pakaian itu indah dan bagus akan menambah wibawa sang suami" jadilah aku harus bertingkah sopan pada siapa pun.

menjadi istri prajurit itu agak beda dengan masyarakat lainnya. contohnya paling sering di bahas oleh senior dulu adalah tentang kerukunan dengan tetangga.

jika masyarakat biasa bertengkar dengan tetangga tuh ya bertengkar aja. mau mereka debat kusir, adu jambak, atau tidak bertegur sampai seabat ma bebas.

beda dengan istri prajurit, baru baku sindir aja kabarnya sudah tersebar, nah kalo udah berantem baik suami istri di sidang komandan dan di jadiin contoh tidak baik bagi prajurit. masalah kelar? belum.

prajurit itu tugasnya pindah-pindah, tergantung aja, mereka bisa di tugasin dalam satu tempat dalam jangka berapa lama. pindah di tempat baru jangan harap bisa memulai kisah baru karena kejelekan kadang juga kadang masih ngekor, makanya baik istri mau pun prajurit selalu di jejalkan dengan moralitas yang harus di junjung tinggi.

semua petuah dan sindiran-sindirian berkelebat di kepalaku hingga tanpa sadar susunan acara formal sudah hampir selesai. saking lamanya aku melamun, kini di hadapanku kulihat beberapa orang memisahkan diri lalu membuat barisan baru di tempat yang agak terpisah.

acara berjalan dengan lancar proses ditutup dengan acara pencipratan air ketubuh para prajurit yang dilakukan oleh seorang bapak dan ibu danki sebagai tanda diterimanya mereka di kompi.

hal itu dilakukan dengan pesan untuk para prajurit yang baru mendatangi batalyon yang menjadi tempat kami bernaung saat ini. prajurit-prajurit yang baru saja bergabung dibersihkan terlebih dahulu guna untuk menghilangkan hal-hal yang buruk yang pernah mereka lakukan di batalyon sebelumnya.

Semua prajurit itu terbagi-bagi, dan suamiku kebagian kompi B. Ku perhatikan ibu dan bapak danki yang menjadi atasanku. tidak ada hal yang mencolok dari mereka, tapi aku ingat si wanita itu.

saat orang sedang aktif melakukan upacara penyambutan, dia juga aktif untuk membuka pembicaraan dengan ibu-ibu disampingnya. bukan apa-apa, kalo kesan awal saja sudah seperti itu, ku yakin akhirnya juga akan buruk.

kuhembuskan nafasku secara kuat. Mataku masih memperhatikan sekitar ketika seseorang menegur dengan cara yang menurutku kurang sopan tapi aghh terserah lag ya. dirinya berkata

"Eghh, dari batalyon mana kamu?" tanyanya sembari mencolek tanganku dengan jari-jari lentiknya dan tidak lupa dengan gaya centil.

"Batalyon xxxxx dari Makassar bu" kataku dengan sopan. sudah ku jelaskan seperti itu, si ibu di sampingku kembali mencolek dan berkata

"kamu baru juga di batalyon ini?" katanya sambil menelisik seluruh tubuhku dengan terang-terangan.

"izin. iya bu" jawabku sok kalem.

"umur kamu berapa?"

"izin memperkenalkan diri bu, nama lengkap saya Samaira Nafisa Anggara, nama kecil saya aira, saya masih 17 tahun lebih" kataku memperkenalkan diri menggikuti aturan.

"ogggh saya Raya, kamu dari makassar?"

"izin menjawab, iya bu" kataku tanpa bertanya. pembicaraan ini hanya satu arah saja, dia lalu berkata

"Oghh suaminya yang mana?" Tanya memperhatikan om-om yang sedang berkenalan dan mungkin bercanda bebas toh kami melihat beberapa dari mereka sedang tertawa bersama

"Itu bu bapak namanya Muhammad Hafiz" Tunjukku pada suami yang kini memperhatikanku juga dari kejauhan.

"yang mana?" tanyanya sambil mencari arah telunjukku.

"itu bu, yang sedang salaman dengan om-om yang pakai topi berbaret itu" kataku menjelaskan lebih spesifik. akhirnya wanita itu mengenali Hafiz. tapi ada yang aneh, saat sadar siapa hafiz itu, dia berkata

"Oghh maafkan saya bu, izin salah. maaf atas kelancangan saya bu" Tuturnya dengan kaku sangat berbeda dari saat pertama menyapaku.

"eghh iya tapi salah ibu apa ya?" ujarku nyegir sambil garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal.

"izin menjawab, maaf saya tidak tahu kalo ibu istri dari danton"

"oghh" kataku sambil garuk-garuk tidak jelas lalu berkata "Eghh iya bu izin mendului ya bu, bapak manggil saya" Pamitku padanya.

sebenarnya aku tidak tahu kenapa sikapnya tiba-tiba berubah ketika sudah kutunjukkan suamiku tapi ya biarlah, kini ada bunglon yang harus ku hadapi entah ada keinginan apa dirinya memanggilku untuk mendekatinya kali ini.

Kaki terus melangkah untuk mendekati si bunglon dan ketika sampai tepat dihadapannya terlebih dahulu kusalimi dirinya.

sudah menjadi perintah mutlak dari dia, katanya jika kami bertemu, aku harus menyalaminya kapanpun dan dimana pun itu. ketika aku sudah selesai menyalami dia, Dirinya lebih dulu berkata

"Itu siapa? kamu nindas ibu-ibu itu yag?" tanya mencercaku dengan pertanyaannya.

"sotoy" kataku

"terus" desaknya.

"kepo deh" jawabku

"harus kan kalo kamu yang berulah ujung-ujungnya saya yang kena" katanya, ada jeda kalimatnya. hafiz lalu melanjutkan ucapannya dan berkata. "lagian anak nakal seperti kamu jangan sampai nakalin semua orang dibatalyon ya?" pesannya lagi.

"ngak ada ya, aku nakalnya aku sama om aja" kataku

"berarti kamu sayangnya cuman untuk saya kan?" balasnya dengan senyum tipis yang masih bisa kulihat dengan jelas.

Mendengar itu aku hanya berenggut lalu bersidekap sembari membelakanginya. sumpah serapah sudah di kepalaku, jika tidak sadar situasi mungkin aku sudah mengajaknya berdebat sedari tadi.

Tidak salah jika aku memberinya julukan bunglon karena dirinya yang suka berubah-ubah, buktinya sekarang dia malah tersenyum sembari merapikan jilbab yang memperlihatkan beberapa helai rambutku.

terkesimakah aku?, jawabannya tidak. aku yakin kelakuannya kali ini kamuflase doang biar citranya dan gosip mengenai kami itu meredam dengan sendirinya.

setelah selesai merapikan anak rambutku, kutepis tangannya, dan ternyata memanggilku untuk berkenalan dengan salah satu abangnya bernama Abdulllah. katanya, selama suamiku menjadi TNI bapak Abdulllah sangat banyak berjasa padanya.

Bunglon berkata jika abangnya itu tiga tingkat diatasnya namun karena punya jiwa prajurit sejati dirinya mampu menggayomi anggota-anggotanya dengan sangat baik, sehingga banyak orang yang segan dan menghormati beliau.

ya seperti itu bunglon memperkenalkan bapak abdullah itu. entah memang karena seperti itu ataukah itu hanya sebagai pujian agar dia semakin disukai oleh seniornya, entahlah.

Setelah berbasa basi dengan bapak Abdullah, pak Abdullah lalu memperkenalkanku pada istrinya yang sangat baik namanya mbak Niar. dari sikap dan tutur bicaranya saja sangat terlihat jelas jika ibu Niar ini beratitut baik dan sangat anggun.

sesi saling memperkenalkan diri sudah selesai, proses penyambutan keluarga baru sudah selesai. setelah membantu membersihkan aula tersebut, kami dipersilahkan kembali kekediaman masing-masing.

jarum jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 10: 35, perutku ternyata sudah ngrock sedari tadi tapi aku malu mengatakannya, jadi sambil merenggut menggikuti langkahnya aku meganggi perut berharap dia segera peka jika anak orang yang diculiknya ini kelaparan.

sudah tahu aku kelaparan, bunglon itu malah tertawa kencang melihat bermuram durja. dirinya terus tertawa sedangkan aku hampir saja menanggis dibuatkan karena tidak suka ditertawakan.

kami masih cukup jauh dari kediaman kami tapi dia malah ikut berjongkok lalu menggelus-ngelus kepalaku. Eghh Tidak sadarkah dia jika kami sedang ditempat umum atau dirinya sudah tidak memiliki urat malu hingga menggelus-ngelus kepalaku layaknya anak kucing.

sumpah demi apa aku bisa-bisanya membuat drama live show di hari pertamaku menginjakkan kaki di batalyon. Iss sudah tahu istrinya lapar bukannya inisiatif ngajak makan eghh malah digodain. suamiku ini berotak ngak sih?.

tidan ku hiraukan dia. Kulangkahkan kaki menuju rumah kami namun di depan rumah itu terlihat dua lelaki berpakaian sama dengan bunglon.

sepertinya menunggu kedatangan kami. ditanganya terlihat memegang sesuatu dan dapat kuperkirakan itu makanan untukku kami berdua.

bagaikan mendapat oase di padang pasir aku hampir saja bersorak gembira lalu merebut tentangan mereka jika hafiz tidak menghalanggi. setelah sedikit berbasa-basi pada mereka aku memilih masuk menenteng dua kantong kresek.

saking laparnya aku, aku makan terlebih dahulu tanpa menghiraukan Hafiz yang baru saja memasuki rumah dan setelah makananku habis.

sembari Hafiz makan aku membersihkan sedikit ruangan itu, lalu setelah semua itu bersih aku menggelar karpet untuk sementara yang akan kami gunakan sholat juga tidur nantinya.

sungguh kami memulainya memang dari nol hingga jangankan sofa, kasur, dan bantal pun kami tidak punya. jika ada yang bilang menikah adalah salah satu cara menempuh kebagiaan, maka dengar kasar aku akan menyumbat bulutnya sambil berkata BACOT.

Nikah adalah hidup baru memang, tapi yang namanya perjuangan tuh ngak ada yang langsung menyenangkan. boro-boro senang di omelin mertua iya. bertahan dengan kesengsaraan adalah tantangannya.

kenapa ada yang masih bisa bertahan dalam rumah tangga yang broken dan serba kekurangan?. karena mereka pejuang yang sebenarnya, masalahnya bisakah aku seperti itu?.

itu adalah misteri sekaligus tugas untukku. lelah memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang belum jelas menimpaku membuatku memilih memejamkan mata.

Terasa begitu nyaman hingga sang mimpi telah menjemputku. tak mendengarkan apa pun lagi tapi entah apa yang terjadi dalam mimpi hingga kurasakan sebuah benda kenyal dan basah mendarat begitu lama dikeningku.

Jujur aku terusik namun tidak sampai membangunkan dari tidur siangku.

1
Riski Bagus
karakter Aira elek banget, aku ya jadi mertuanya pasti tak suruh ceraikan aja
udah manja dan keras kepala
Putri Bone
terimakasih, ini yang ketiga kalinya baca
saya selalu rindu mungkin karena saya orang Bugis JD apa yang diceritakan di dalamnya terasa nyata karena sering melihat seperti itu
ELSA SURYANI_XI MIPA 2
Luar biasa
Anonim
Mewekkk baper 😭
Sulisbilavano
Luar biasa
🍓to be🍑then to🕊️be free
h
🍓to be🍑then to🕊️be free
ini salah kali pertama aku menangis baca novel
Qaisaa Nazarudin
Lemah banget kamu Aira,Katanya pemegang sabuk hitam,tapi sampai di bab ini kelemahan mu yg selalu ku lihat,Jgn lemah kalo kita lemah kita yg di pijak2,balas balik perbuatan mereka kalo aku di tempat kamu,igeb banget sih 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku di sini Suami memainkan oeran nya,melindungi istri de segala hantaman badai,de cemoohan org luar harusnya,Tapi aku tidak melihat itu semua de Hagiz yg tau nya marah2,,Aira itu udah strees masih labil tapi dipaksa mengajdapi kerasnya hidup di lingkungan prajurit,dgn ibu2 persit/danyon yg nyinyir,Siapa juga yg gak strees,Hila banget🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Nah di sini mmg salah kami yg gak tegas,gak bisa menhaga perasaan hati dan perasaan istri sendiri,Istri mana yg mau suaminya di dekatin mantan??harusnya kamu sadar itu!!!😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu kenpa kamu masih maksa diri utk bertahan,Ogeb,sebenar menurutku Kamu yg bunglon..Gak tegas,sok jual mahal,udah terlalu banyak dosa kamu dgn suami,yg selalu di selingi dgn pertengkeran dan kata2 kasar,ingat walau gimana pun status mu adalah istri,jd tergantung kamu utk membiatkan tdknya org ke 3 utk mamasuki rumah tangga mu..
Qaisaa Nazarudin
#Aku
Qaisaa Nazarudin
Alu jd bingung sendiri,Sebenarnya hidup istri sang prajurit itu gimana iya??disetiap novel yg ku baca itu kok lain2 sih..
Qaisaa Nazarudin
Para suami mah gak papa,katena dr awal sudah di ajar dgn ketegasan,kekerasan dsb,Noh para istri yg awalnya santuy2 malah harus berubah ke 360% Setelah menikahi prajurit, Itu tuh yg bikin streesssss…😂😂
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah jadi kepompong tu si Aira 🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk mampos loe babang 🤣🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Aira bukan lemah,Dia pengsan mungkin karena capek menguruskan persiapan pernikahan kalian itu sendirian,harusnya kamu mengerti itu semua,bukannya malah marah2 dan membentaknya,Aira masih labil,jiwanya jiwa yg masih pengen bebas kayak remaja lain nya,
Qaisaa Nazarudin
Wajah siapa?? Wajah Aira kah atau wajah pacar mu??
Qaisaa Nazarudin
Terus kenapa kamu gak kenalkan aja kekasih mu itu ke papa kamu?? Heran aja aku dgn papa kamu,Bikin tensi aku naik aja,Semua orang gak setuju dgn perjodohan ini,tapi Baga itu dgn sukap ngototnya,, Aku ingin tau aja apa alesan Bagas yg memaksa dan ngotot banget menikahkan anaknya Hafiz dgn anak2 nya Anggara???
Qaisaa Nazarudin
Itu juga yg ku heran,Papa kamu Bagas kok ngotot banget sih,,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!