NovelToon NovelToon
Suamiku Tak Mencintaiku

Suamiku Tak Mencintaiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:495.6k
Nilai: 4.2
Nama Author: rizal sinte

" Aku mencintaimu, Adibah." Reza.

" Stop mengatakan cinta padaku, Reza. Kamu itu adalah suami adikku!" Adiba.

Aisyah tanpa sengaja mendengar pernyataan yang sangat begitu amat menyakitkan hatinya mendengar suaminya menyatakan cinta kepada kakaknya sendiri.
lalu bagaimana dengan perasaan Aisyah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Setelah selesai sholat subuh, Aisyah langsung turun. Dia tidak membangunkan suaminya lantaran hari ini adalah hari Minggu.

Aisyah mengambil sapu, dan menyapu seluruh rumahnya sampai bersih. Dia benar -benar wanita yang rajin, membersihkan rumah sidah menjadi makanan hari-harinya tanpa mengeluh, padahal Reza sidah menawarkan art agat bisa membantunya tetapi Aisyah menolak karena ingin hidup mandiri tanpa ketergantungan pada siapapun. Umi sudah mengajarinya sedari kecil, jadi sudah terbiasa baginya.

"Akhirnya selesai, sudah hampir jam 9. Lebih baik aku masak cepat." Aisyah mencuci tangan, barulah dia membuka kulkas untuk mengambil bahan makanan yang akan dia masak.

" Masakin apa ya?" Aisya memilih apa yang akan dia masak.

" Taboyaki, aja deh. Pasti kakak suka." Aisyah ingin membuatkan makanan kesukaan kakaknya.

Suara bising di dapur terdengar sampai lantai dua. Suara Aisyah sedang memotong bawang dan sayur di atas nampan. Reza yang baru saja bagun langsung turun dan menghampiri, dia mencium aroma sedap seperti kue bolu pandan yang baru saja keluar dari oven. Wanginya membuat perut semakin lapar, Reza dengan cepat menghampiri istrinya tak sabaran ingin mencicipinya.

" Enak banget wanginya, aku mau ya." Hendak mengambil bolu pandan itu tiba-tiba tangannya di pukul oleh Aisyah.

" Bukan buat kamu," ucapnya.

" Aduh, tapi aku juga mau. Laper," cicitnya sambil mengusap tangannya yang habis di pukul.

" Masak sendiri kalau laper, ini buat kakak. Aku mau ke rumah sakit nanti setelah masakan ini selesai," ucapnya.

" Kan aku gak bisa masak, minta sedikit aja ya. Cicipin kali aja ada racunnya," kata Reza membual.

Aisyah memutar bola matanya malas. Kemudian Aisyah memotong bolu pandan itu kecil kemudian memberikannya pada Reza.

" Nah, dikit aja kan." Ingin tertawa, sebisa mungkin Aisyah menahannya.

Reza menatap potong bolu pandan itu yang sebesar ibu jari bayi. " Kecil banget, Sya. Mana cukup," rengek nya.

" Kan tadi katanya dikit aja, yaudah itu. Banyak protesnya," tutur Aisyah tanpa menoleh, dia sibuk dengan masakannya yang masih belum matang.

Setelah semuanya sudah siap, dapur juga sudah di bersihkan semuanya tinggal menaruh ke rantang makanan saja. Aisyah membagi dua, yang si bagian bawah untuk bolu pandan, tak lupa dia potong, cukup setengahnya saja. Kemudian taboyaki di bagian atas.

Masih ada sisa, Aisya melirik suaminya yang cemberut sedang duduk di sofa. Merasa kasihan Aisyah pun membaginya.

" Nah, mau gak?" Sambil meletakan sepiring taboyaki dan sepiring bolu pandan yang sudah di potong.

Wajah cemberut tadi berubah menjadi senyuman, senyuman yang lebar. Dengan tak sabaran Reza langsung mengambil sepotong bolu pandan yang sedari tadi membuatnya ngiler tak ketulungan.

" Massyaallah, pelan-pelan Mas. Masih banyak." Aisyah geleng-geleng kepala melihat cara makan suaminya yang kesetanan. Buru-buru sekali seperti tak pernah makan selama satu tahun saja.

" Laper," sahut Reza dengan mulut penuh.

" Ya tapi gak kayak gitu juga kali makannya, bisa tersedak entar mati loh. Kan gak lucu mati karena tersedak makan bolu," candanya.

" astaghfirullah, kamu doain aku mati? Entar jadi janda nangis," ejek Reza meletakkan segelas teh hangat ke atas meja.

" Hehehehe, keceplosan. Lagian mau mati atau nggak, aku tetep bakalan jadi janda, kan?" Kilahnya.

Reza spontan menoleh arahnya. Entah secara sadar atau tidak Reza berpikir akhir-akhir ini Aisyah sering mengatakan ucapannya yang membuat hatinya ngilu, seakan sudah pasrah dengan keadaan.

" Oh iya nanti aku mau kerumah sakit kamu mau ikut?" Tawar Aisyah.

" Iya dong," jawabnya cepat. Aisyah tersenyum tipis sambil meminum teh manis.

" Kalau di ajak pergi ke rumah sakit aja, cepat." Sindir Aisyah. Dia langsung berdiri dan pergi ke dapur sambil membawa piring kosong yang sudah habis.

Reza hanya diam saat sindiran -sindiran yang sering di lontarkan Aisyah untuknya itu agak pedas. Istrinya itu kalau ngomong suka asal ceplos saja, dia baru mengetahui fakta itu.

Setelah berada di rumah sakit, rantang makanan tadi di bawa oleh Reza atas kemauannya sendiri. Aisyah tidak mencegahnya, ya mungkin saja suaminya itu ingin memberikan langsung pada Adibah.

" Assalamualaikum." Aisyah membuka pintu ruang rawat kakaknya, dia melihat ada Umi disana yang selalu setia menemani putri sulungnya.

" Umi, Aisyah rindu." Aisyah langsung memeluk ibunya itu dengan erat.

" Gimana kabar kamu sayang?" Sambil mengusap wajah anaknya.

" Alhamdulilah, seperti yang Umi liat. Umi sendiri sehat kan?" Aisyah bersikap manja, dia menyandarkan kepalanya di dada umi Janah.

" Kamu ini sudah besar, masih saja seperti ini. Gak malu di liat suami kamu," ledek umi Janah.

Aisyah cemberut lantaran umi Janah melepaskan pelukannya, dia kembali duduk di samping Adibah yang hanya tersenyum saja.

" Umi jangan khawatir soal itu, toh Mas Reza tidak akan melihat Aisyah, tujuannya datang kesini cuma ingin melihat kakak saja," ucap Aisyah tanpa pikir panjang.

Adibah terkejut, begitu juga dengan umi Janah. Sementara Reza, dia membuang nafas panjang, lagi-lagi ucapan pedas keluar dari bibir istrinya. Bahkan kali ini malah di denger sama mertuanya itu. Reza menjadi malu dan tidak enak hatinya.

" Aisyah! Jaga ucapan kamu," bentak umi Janah marah.

Aisyah tak melawan, dia diam dengan kepala tertunduk sedih.

" Nak Reza, maafkan Aisyah ya. Dia masih kecil, ucapannya anggap saja angin lalu, jangan terlalu di ambil hati," kata umi Janah tidak enak pada Reza.

" Nggak apa-apa, Umi," sahutnya sopan. Reza memandang istrinya yang tidak berkomentar apapun lagi. Hening sesaat.

" Emmm, kalian bawa apa? Apa itu makanan?" Tanya Adibah membuka suara, dia melihat rantang makanan di atas meja yang di bawa oleh Reza tadi.

" Iya, Aisyah yang memasaknya. Silahkan." Reza bangkit sambil membawa rantang makanan itu dan menyerahkan nya pada umi.

" Wah, kalau di cium dari aromanya sih kayak enak!" Seru Adibah senang dengan mata binar.

" Wah ..." Umi Jannah membuka rantang itu.

" Yummy." Sorak Adibah.

" Eits, kamu kan gak boleh makan ini," larang umi Janah.

" Tapi ..." Ingin protes namun sudah tangan umi Janah sudah membentuk silang pertanda dilarang protes. Adibah memanyunkan bibirnya.

" Nah ini baru boleh." Umi memberi bolu pada Adibah, sementara taboyaki dimakan olehnya.

" Taboyaki ku," mewek Adibah tidak bisa memakan makanan kesukaan nya. Dia memakan bolu pandan itu dengan paksa." Enak," ujarnya.

Reza tersenyum, sementara Aisyah hanya diam sambil memperbaiki suaminya yang sedari tadi terus memandang arah Adibah.

" Umi, nanti malam pulang aja ya istirahat. Yang jaga kakak biar Aisyah sama mas Reza aja," kata Aisyah dia dapat melihat mata lelah ibunya.

" Reza besok harus kerja, Aisyah. Kasihan kalau dia harus menjaga kakak kamu," tolak umi.

" Besok tanggal merah, Umi. Jadi gak apa-apa, iya kan Mas!"

1
Nurjanah Tapsir
g jelas banget cerita nya.. kenapa jadi beda 😡😡😡
Yogi
INI SERIUS GA ADA LANJUT ANNYA CINTA. AISYAH
Mana Tika
baru kali ini baca novel gk nyambung endingnya😀
Sumiati Lisa ermia
bingung 😕😕
Siti Kholifah
Thor ko ngakak up LG kelanjutan Aisyah,,nya udah kangen nih udah nunggu ada 2 tahun
Hari Saktiawan
ini cerita nya apa kok banyak iklan nya
Tsalis Fuadah
moga aja duo laknat hancur,,,,, n aisyah bahagia dh yg lain,,,,,, jijik aq klo ahirnya aisyah kembali ke reza,,,,,,,
Tsalis Fuadah
jijik aq sama lelaki kek gitu,,,,, jijik juga sama yg penyakitan juga sama umi n abinya,,,, g punya hati apa mereka,,,,,, aisyah sendiri juga klo mereka g bs melihat sakit hatinya kenapa pula hrs bertahan,,,,,,, salah sendiri
pipit pitria
gak jelas
Pulau Layang: gak nyambung......
total 1 replies
Devi Devy
baru kli ini baca novel menguras emosi, bukan karena cerita intinya, tp karena campur aduk, klo gado-gado campur aduk pasti enak, tp ya sudah lahhh.... 🙏🙏
Saniah Yusuf Achmad
critanya keluar dari jalur ya tor
dwi handayani: padhl ceritany bagus bgt menarik tapi ,di campur² SM cerita lain jd bingung,,
total 1 replies
tresna
jelek ..novel kok campur" Ra jelas gantung critane
tresna
ora jelas novel e...novel kok campur campur.... kalau mau cerita lain buat judul lain... gak banget nyesel novel gantung campur campur gak jelas
A Yes
ciiiiiih🤮🤮🤮🤮🤮
A Yes
Sholat Istikharoh ,,, memohon petunjuk ketetapan pilihan hati diantara pilihan
A Yes
Bismillah

Assalammu'alaykum
A Yes
omongan kakak gak punya hati begini nih, memalukan
A Yes
kslimat kakaknya absurd bangetz🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ bikin senewen koq ya ada seorang kakak sdh jelas2 salah langkah membiat adeknya terluka, masih nanya " marah enggak" ckckckck
Annida Annida
lanjut tor
Boma
lanjut dong cerita aisyah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!