Setelah diet ketat yang dilakukan oleh Crystal akhirnya gadis itu mempunyai badan ideal bak Lisa Blackpink idolanya.
Crystal ingin meninggalkan masa lalu atas pembully an yang dialaminya di sekolah lamanya.
Nona muda itu pindah sekolah di Sky High School yang ternyata di sekolah itu, Crystal bisa mewujudkan cita-citanya yaitu mempunyai dua pacar sekaligus.
Bagaimana cerita Crystal dengan dua pacarnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATB BAB 14 - Makan Es Krim
Keesokan harinya bertepatan dengan hari minggu, Crystal masih berdiam diri di kamar hotel. Gadis itu tengah malas-malasan, dia bahkan melewatkan sarapan sampai salah satu pengawal mengetuk pintu kamar.
"Ponselnya sudah diperbaiki, Nona," pengawal itu memberikan ponsel Dexter yang sudah berhasil diperbaiki.
"Dan anda harus bersiap-siap pulang ke mansion!"
"Bilang pada mommy dan daddy ku kalau aku masih ingin berada di hotel," tolak Crystal. Dia kembali menutup pintu kamarnya.
Crystal ingin pergi menemui Raven di rumah sakit hari ini jadi dia tidak mau pulang, gadis itu bersiap-siap untuk pergi tanpa berpamitan pada orang tuanya.
Lagi-lagi gadis bebal itu membuat masalah.
"Aku naik taksi saja," gumam Crystal saat keluar dari hotel.
Dalam perjalanan, Crystal menghubungi Raven dan ternyata pemuda itu memang berada di rumah sakit untuk membayar tagihan neneknya.
"Ketua..." panggil Crystal yang akhirnya menemukan pemuda itu di ruangan administrasi rumah sakit.
"Berapa biayanya?"
Crystal melihat tagihan yang harus dibayar kemudian memberikan kartunya pada petugas.
"Saya lunasi semuanya," ucap gadis itu.
Raven tercengang karena Crystal mempunyai uang tabungan sebanyak itu.
"Crystal, jumlahnya tidak sedikit," tegur Raven. Dia kira gadis itu akan membantu sebisanya tapi Crystal justru melunasinya.
"Tidak apa-apa, anggap saja ini uang muka untuk jadi tutor belajarku," balas Crystal..
Sebenarnya Crystal tidak tahu berapa isi uang di kartunya itu yang jelas nominalnya terus bertambah karena Crystal diberi saham oleh Saka sebagai tabungan.
Setelah selesai membayar, Crystal menjenguk nenek Raven yang tengah dirawat.
Hari itu, sang nenek baru diberi obat jadi tidak bisa melihat Crystal karena tidur.
"Lebih baik kita jangan mengganggu nenek," bisik Crystal.
Raven menganggukkan kepalanya, dia pun mengajak Crystal untuk keluar dari ruangan.
"Mungkin ini tidak sebanding tapi ini upahmu untuk pekerjaan semalam," Raven memberikan beberapa lembar uang untuk Crystal.
"Tidak sebanding apanya, ini sungguh luar biasa karena aku bisa menghasilkan uang sendiri dari keringatku," ucap Crystal saat menerima uang itu.
"Kalau begitu, aku akan mentraktirmu, ayo kita beli es krim, Ketua!"
Crystal mengajak Raven untuk pergi ke kedai es krim, di sana gadis itu memesan es krim spesial dengan berbagai topping dan pilihan rasa.
"Ini untukmu," Crystal memberikan satu gelas besar es krim untuk Raven.
Selama ini Raven fokus untuk menabung jadi sudah lama tidak melakukan hal menyenangkan seperti ini. Jadi, pemuda itu sangat menikmati es krim pemberian Crystal.
"Apa rasanya enak?" tanya Crystal.
Raven menganggukkan kepalanya. "Sandwich yang waktu itu juga enak!"
"Syukurlah," Crystal bertepuk tangan. Sepertinya Raven tidak illfeel padanya.
Memang Raven awalnya berpikir kalau Crystal akan sama saja seperti nona muda lainnya tapi ternyata pikiran pemuda itu salah.
"Ketua, kalau membutuhkan apapun, jangan segan untuk meminta bantuanku, aku ini cukup bisa diandalkan," ucap Crystal. Dia baru tahu kalau ternyata Raven adalah seorang yatim piatu jadi dia akan membantu pemuda itu sebisanya.
"Kalau begitu, belajar dengan benar," balas Raven.
Setelah makan es krim di kedai hari itu, mereka berpisah.
"Besok kita mulai belajar di perpustakaan," ucap Raven sebelum pergi.
Selama ini Crystal tidak suka belajar tapi kalau tutornya Raven, bisa dipikirkan.
"Baiklah," Crystal melambaikan tangannya.
Dia ingin kembali ke mansion tapi ponsel Dexter tiba-tiba berbunyi, saat Crystal mengeceknya ternyata panggilan dengan nama kontak mommy.
"Bagaimana ini?" gumam Crystal. Sepertinya dia harus menerima panggilan itu dan memberitahu kalau ponsel Dexter ada padanya.
"Hallo?" jawab gadis itu pada akhirnya.
penasaran banget sama ending ceritanya..
tapi apa boleh buat..
semoga suatu saat kak dhevis masih mau ngelanjutin cerita2 yg hiatus walopun tanpa kompensasi apapun..
stay healthy and keep fighting.. 😘😍🥰🤩