Menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Natasya. Natasya adalah seorang Dokter dan tinggal berdua saja dengan kakaknya yang bernama Bagas, karena orangtua mereka sudah meninggal dunia karena kecelakaan. Suatu hari Bagas menjodohkan Natasya dengan temannya yang bernama Reyhan. Reyhan adalah laki-laki patah hati yang ditinggal mati oleh kekasihnya yang bernama Wulan. Keluarga Wulan sangat baik pada Reyhan bahkan sudah dianggap seperti anak sendiri. Keluarga Wulan tak ingin melihat Reyhan selalu bersedih, hingga mereka sangat ingin melihat Reyhan bangkit. Akhirnya Reyhan menerima perjodohannya dengan Natasya walaupun mereka tidak saling kenal apalagi saling mencintai...
Penasaran dengan cerita Reyhan dan Natasya yuk di baca Novel nya ya....
Dan jangan lupa like dan komennya juga, terima kasih...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalia Okan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Sudah 1 jam Tasya menunggu kepulangan Reyhan, jam pun sudah menunjukan pukul 08.30... Tasya mencoba menghubungi laki laki itu,tapi nomornya tidak aktif.....
"Huuuuufffff..... Kenapa dia tidak mengabariku kalau malam ini bakal pulang larut... Mana perut ku udah laper lagi... Nggak mungkin kan aku makan duluan, aku dah berharap kalau Reyhan mau mencicipi masakanku"
Dipandangnya tangan yang kena minyak panas tadi, masih kelihatan merah... Untung dia cepat memberikan salep kalau tidak pasti tangannya sudah melepuh...
Tasya mulai bosan, berulang kali Tasya mondar mandir seperti setrikaan di depan pintu, kali aja mobil Reyhan sudah datang... Sudah jam 10 lewat, Tasya mulai lelah, dan akhirnya Tasya terkapar di sofa....
Tepat jam dua belas tengah malam, Reyhan baru sampai di rumah. Di liriknya wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu terkapar di atas sofa. Reyhan berjalan mendekati Tasya...
"Dia cantik banget...." gumam Reyhan dalam hati...
"Tapi kenapa tidur disini?? Apa Tasya ketakutan??Ahhh nggak mungkin..."
"Nat... Nat... banguuunnn..." panggil Reyhan
Tak ada sahutan dari Tasya...
"Nat... banguuunnn....."Reyhan menyentuh tangan Tasya tepat di tangan Tasya yang luka tadi.
"Awwwwww.. sakit " ucap Tasya
Lalu menarik tangannya.
"Kamu dah pulang? jam berapa sekarang??" tanya Tasya sembari mengucek matanya...
"Jam dua belas.."jawab Reyhan singkat
"Hah????jam dua belas ?? kenapa lo baru pulang jam segini?? dan kenapa lo nggak ngabari gua?? " Tasya berdiri dari sofa
"Sorry...."
"Gua dah telpon lo berkali kali, tapi nomor lo nggak aktif... Elo udah makan belum??"
"Hp gua lowbatt... Udah gua dah makan tadi. Yaudah, gua mau keatas dulu, mau istirahat.."
Reyhan berlalu meninggalkan Tasya, tanpa mengerti perasaan wanita itu...
Tasya lalu menuju meja makan..Terduduk sambil memandangi masakan yang dia buat susah payah, tidak tersentuh sedikitpun...
Emang dasar lo ya Rey, lo benar benar nggak menghargai gua.. lo benar benar nggak anggap gua ada..Terus untuk apa lo mau menikah dengan gua?? gua benci lo Rey.....
Tasya biarkan makanan itu tetap tertata dimeja, lalu menuju keatas. Setibanya di kamar Tasya membaringkan badannya di tempat tidur, sementara Reyhan sedang membersihkan badannya di kamar mandi...
5 menit kemudian Reyhan keluar dengan memakai celana pendek serta baju kaos putih tanpa lengan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, lalu duduk di samping Tasya yang sedang berbaring membelakanginya... Reyhan menoleh kearah Tasya, dilihatnya tangan wanita itu merah seperti luka bakar....
Lalu Reyhan meraih tangan itu...
"Apa apaan sih lo Rey? sakit tau.." ucap Tasya
"Tangan lo kenapa? "
"Bukan Urusan lo.. " ucap Tasya sambil menarik tangannya...
"Gimana bukan urusan gua, lo itu istri gua... Gimana kalau Mas Bagas tau kalau lo terluka, Mas Bagas pasti marahin gua karna nggak bisa jagain lo.."
"Istrii??? Sekarang lo mengakui kalau gua ini istri lo... Terus kemana aja lo tadi nggak ngabarin gua kalau lo mau pulang larut malam? Gua udah capek-capek belajar masak sampai tangan gua terkena minyak panas, gua nahan lapar demi nungguin lo sampai ketiduran.. tapi apa???? lo hanya takut pada Mas Bagas,, lo nggak ngerti perasaan gua.."
Tasya bangun dan berjalan ke luar kamar, bruuuugggg... Tasya membanting pintu dengan keras....
Tak kuasa Tasya menahan air matanya, hingga ia memilih kamar tamu untuk di tempatinya dan menguncinya supaya Reyhan tidak bisa masuk...
****"*****
jangan lupa, like, koment, dan votenya gaess
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
lelaki ga ada otak