Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Waktu istirahat
“Akhirnya. Ayuk ke kekantin” ucap Dedy saat guru telah keluar.
Anggra melihat Dion.
“Dion yuk ke kantin”
“Ngapain loe ngajak gua? Jalan aja sama temen-temen loe”
“Ayuk lah Dion” Anggra ke arah Dion m
Dion berdiri cepat “Engga usah sok peduli sama gua. Gua lebih seneng sendirian”
Dion pun meninggalkan kelas dan Anggra mematung.
“Nggra loe apain kembaran gua?” teriak Tion.
“Mana ku tahu. Aku juga bingun dari tadi pagi”
“PMS kali papah mah” jawab erni
“Mana ada cowok PMS” ujar dedy
“Jangan.. ajangan dion…”
“Dion cewek maksud loe, Rek? Mana ada badan kekar kek gitu. Mana ada
cewek-ceweknya. Lagipula engga ada dadanya” potong Della.
“Ush, Del, saru” ucap Anggra.
“Enak aja kalian bilang Dion cewek. Dia itu asli cowok. Mana ada cowok jadi cewek cewek jadi cowok emang cowok dan cewek jadi-jadian. Kamu kali Del yang”
“Gua emang cewek Tion” jawab Della.
"Dih belum selesai Delan.”
“Della bukan Delan kamu kira aku terasi”
“Dilan kali jauh amat dari Delan ke terasi”
“Bahasa lampungnya terasi Delan Tion yang bloon”
“Udah ah. Ayuk ke kantin yang mau ke kantin” ujar Anggra dan melangkah keluar kelas diikutin Bagas, Variel, Reki, dan Dedy.
Kalau Afif masih ngobrol sama Tion dan Deka memang jarang ke kantin.
Di luar kelas Bagas mensejajarkan langkah dengan Anggra. Sedangkan yang
lain masih sibuk ngobrol dibelakang.
“Gua udah bilang jangan dekat-dekat sama Dion” ujar Bagas setelah situasi aman.
“Kenapa sih? Dion baik kok orangnya”
“Baik? Tadi dia ketus banget sama kamu”
“Mungkin bener dia lagi PMS” ucap angra ngasal
“Dia dion cowok …Bukan Anggra”
“Maksud kamu?
“Dia cowok bukan, Nggra? Mana ada cowok PMS”
“Oh. Tapi kenapa kamu kok engga suka sama Dion?”
“Nggra kita jangan terlalu masuk dalam hidup orang. Kamu bisa merusak ketenangan orang”
“Tapi kenapa Dion kan temen kita?”
“Terserah kamu. Jangan mencoba ngerubah jalan orang lain, jalan kita juga masih panjang”
“Dih. Kita itu hidup bermasyarakat butuh orang”
“Terserah kamu, Nggra. Aku takut kamu sakit hati”
“Sakit hati? Ya engga mungkin lah. Gua yakin ada yang salah sama Dion”
“Terserah kamu aja aku udah ingetin”
“Oke. Kita lihat aja Anggra pasti menang” Bagas hanya mengeleng kepala.
“Udah kamu angap pertandingan aja”
“Iya pertandingan Anggra dan Dion. Anggra akan ubah Dion jadi tidak pendiam.” Ujar Anggra semangat “Apaan sih gua ini?" lanjutnya seakan baru sadar.
“Ngomongin apa sih seru banget” ujar Dedy yang langsung merangkul Anggra dan Bagas.
“Ngomongi loe” ucap Anggra dan Bagas bersamaan dan melihat Dedy.
“Dih kompak betul”
“Kompak lah kita kan satu tim” jawab Anggra
“Udah mau duduk dimana nih. Hampir penuh semua” ujar Variel.
Karena mereka sudah di depan kantin.
“Yang cukup untuk kita lah ber empat”
“Lima, Nggra” ucap dedy
“Loe kan ngemper di lantai, Ded” jawab Variel.
“Kita duduk dipojok itu masih kosong 5 bangku" Ujar Bagas sambil menujuk karena disana sudah ada 3 cewek yang mengisnya
“Yes duduk sama cewek cantik” ucap Dedy senang.
“Cewek mulu lu” Reki menepeleng kepala Dedy.
“Bomat”
Bagas, Reki, Variel, dan Dedy berlalu.
“Senang melihat orang tertawa” ucap Anggra dalam hati dan terbayang Dion.
“Ok, Gas. Kita lihat cowok dingin itu yang menang apa cewek jadi jadian ini
yang menang"
pendek banget
mampus Dion huuuu