NovelToon NovelToon
Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sartikai

Memiliki ibu yang selalu sinis terhadap hidup membuat masa kecil Kikan tidak bahagia. Banyak orang memandang hina dirinya. Namun ketika Rey Stinson yang populer dan tampan menjadi pacarnya, Kikan akhirnya punya sesuatu untuk dibanggakan.

Ia pun berusaha keras agar tidak kehilangan Rey, apalagi begitu sadar dirinya hamil. Ketika Rey mencampakkannya, Kikan bersifat agresif. Meski begitu, bukan ia yang menabrak pacar baru Rey. Sayang Kikan tidak bisa membuktikannya.

Belasan tahun mendekam di penjara, Kikan akhir ya dibebaskan. Ia pun kembali ke Kota kecilnya untuk mengenal lebih dekat anaknya yang dibesarkan Rey.
Sebenarnya Rey tidak memercayai Kikan, tapi tekad dan ketegaran hati Kikan perlahan meruntuhkan tembok Rey.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sartikai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Suara ribut anjing itu membuat ibu Kikan mengecek ke pintu depan. Karena tubuhnya yang sudah dimakan usia, ibu Lis bergerak dengan lamban dan susah payah, sehingga saat tiba di pintu, Devan sudah lama pergi. Kikan lega, tapi berurusan dengan ibunya tidak pernah mudah.

"Apa apaan diluar situ?" ibu Lis berteriak, kata kata dan nadanya terdengar sangat pedas, yang membuatnya begitu dikenal.

Kikan mengantongi kertas yang berisi nomor telpon Devan. Melepaskan sandal pada kakinya yang paling sakit, dan berjalan mendekat dengan terpincang pincang supaya tak perlu berteriak pada ibunya. Ia sudah berjanji pada diri sendiri sebelum meninggalkan penjara untuk bersikap sangat baik terhadap sang ibu. Meskipun bersikap keras, ibu Lis membenci diri sendiri daripada orang lain membencinya. Setelah yang dialaminya selama ini, Kikan memiliki empati yang lebih besar dan memahami bahwa ibunya sebenarnya tidak sekejam yang ditunjukkannya. Sebaiknya tidak merespon atas teriakan, sumpah serapah, serta kekasaran yang ia ucapan, yang membuat orang menjauhinya.

Untunglah anjing itu berhenti menyalak dan kembali tenang, sehingga Kikan bisa berbicara dengan suara normal. "Semuanya baik baik saja, Mom... Jangan khawatir" ujarnya, tapi beberapa patah kata lembut takkan bisa menenangkan ibu Lis. Dia tidak mempercayai apapun dan selalu siap bertengkar, meski itu musuh khayalan sekalipun.

Kerutan jengkel dapat Kikan lihat dari wajah ibunya, "Kukira tadi mendengar suara mobil."

"Benar." Kikan mengangkat sandal. "Kakiku sakit, jadi aku menumpang mobil orang kesini."

Setelah merasa bahaya telah lewat sehingga bisa menunjukkan diri. Bu Lis membuka pintu lebih lebar. "Menumpang siapa?"

"Orang yang kebetulan lewat." Kikan mengangkat bahu. Ibunya tak perlu mendengar detailnya. Ia sendiri tak yakin harus berpendapat apa mengenai Devan. Apa ia bisa mempercayai kebaikan hati pria itu atau tidak, Kikan dulu hanya punya sedikit teman dikota ini dan mungkin itu tidak akan berubah.

"Kau menumpang mobil?"

"Kurang lebih begitu."

Ibunya mendecakkan lidah. "Sebaiknya berhati-hatilah. Penduduk disini membencimu, dan kau tak tahu bagaimana mereka akan menunjukkan kebencian itu," katanya. Lalu menutup pintu.

Kikan tercengang menatap pintu, tak habis pikir mengapa ibunya bersikap keras. Sebelum pergi tadi pagi, Kikan memberi tahu bahwa ia akan sarapan dengan anaknya Jason. Mengapa ibunya tidak bisa menunjukkan minat sedikit saja pada kejadian yang sangat penting itu?

Setidaknya dia dapat bertanya bagaimana pertemuan itu berlangsung...

Ibunya berpendapat bahwa berusaha menemui Jason, berpegang pada sekeping harapan kecil bahwa anak itu mau menerima Kikan hanya akan membuang buang waktu. Dia berkeras bahwa Rey tidak akan pernah mengizinkan mereka berdua ikut berperan dalam kehidupan Jason. Dan Kikan bodoh karena mencoba membuktikan bahwa ia menyayangi anak itu.

Mungkin aku memang bodoh, pikir Kikan.

Sambil menggeleng Kikan mulai berjalan menuju trailer tempat dia tinggal. Yang tak mudah dilakukan, ia harus melangkah dengan sangat hati hati. Melewati barang barang yang berserakan di halaman yang sudah ada sejak dulu. Kikan sedikit khawatir ia akan menginjak paku atau pecahan kaca. Kalau tidak memperhatikan dengan sangat cermat, ia mungkin tidak akan melihat sepeda rusak yang mengintip dari balik trailer yang akan ia tuju.

Setelah berhasil menarik keluar sepeda itu, dia melihat sepeda itu masih memiliki dua ban kempis dan kerangka berkarat. Tapi... apakah masih bisa diperbaiki. Ia berharap sepeda itu masih bisa berfungsi. Dengan begitu, Kikan nanti tidak harus berjalan kaki setiap kali keluar rumah.

Sambil mendorong sepeda, Kikan mendekati trailer, dan menyandarkannya pada bagian depan. Kikan segera menaiki tiga anak tangga di pintu masuk trailer. Ia segera mencuci kaki dan mencari band-aid untuk melindungi Luka lecetnya.

Hari tak terasa begitu cepat berlalu, ia berencana melanjutkan pembersihan trailer. Sejauh ini ia berhasil mbersihkan dapur, kamar mandi, dan satu kamar tidur. Hanya itu yang disanggupinya. Itupun sudah merupakan perubahan besar dibandingkan yang dimilikinya dipenjara. Tapi ia sudah bertekad akan membuat tempat tinggal sederhananya menjadi rumah yang dapat dibanggakan. Meskipun hanya karena kebersihannya.

Nantinya Kikan juga harus membersihkan halaman kalau ibunya mengizinkan. Tidak mudah membujuk ibunya. Kadang kala, ketika ibunya tidak melihat Kikan menumpuk barang-barang itu di belakang trailer, lalu pagi- pagi sekali ia akan membuangnya.

Kikan masih khawatir ibunya akan tahu, Bu Lis tidak sanggup berpisah dengan barang apa saja, karena takut dia akan membutuhkan barang itu lain kali, tapi ibunya sudah tak segesit dulu lagi. Kikan berharap kekurangan ibunya itu akan membuatnya tidak ketauan. Sudah cukup banyak masalah yang dia hadapi saat ini sehingga tak perlu mengalami pertengkaran dengan ibunya. Setelah ke khawatirannya sejak pagi mereda, akhirnya Kikan dapat beristirahat.

1
Hera Imoet
hiks hiks hiks hiks akoh terhura... sukaa.. love you thorr
Hera Imoet
yeeaayyy akhirnya... saatnya kau bahagia Kikan.. lanjutttt thoorrr cemungutzz yupzzz 😘
Hera Imoet
di nikahin donk.. pasti Kikan mau... cuma di ajak bobo doank rugi bandar... nanti di hempaskan lagi... hehehehe lanjutttt thoorrr cemungutzz 😘
Hera Imoet
Rey.. jadilah lebih dewasa dari masa itu... lindungi Kikan tebuslah kesalahanmu di waktu lalu... lanjutttt thoorrr cemungutzz yupzzz 😘
Hera Imoet
karya yg bagus.. banyak nilai pembelajaran tentang hidup... semangat berkarya author
Hera Imoet
gitudeh kalau cuma duga2 aja... coba kalau ngalamin sendiri pasti tau rasanya .. hehehehehe emak nya Rey minta di ketok ajah nih...
Hera Imoet
setelah baca beberapa chapter... cerita yg bagus... semangat Kikan... semangat authorr... lanjutttt
putri novela
serru bgt....top
ZQ
via....via......kenapa tudak minta maaf pada kikan saja????
ininakan membebaskan trauma kamu
Chikita Ratu Ayu: Via nya penakut
total 1 replies
ZQ
nyeeeeeseeek banget
kan kuat banget elu
Indah Sark: 💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
ZQ
keras dan kaku hidupmu Kikan
tidak ada waktu untuk bersedih
semua harus dikuat kuatin yaass
ZQ: iya pas banget bayangin 17 th
total 2 replies
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aku kak "Dear Handana"
Nenieedesu
sudah aku favoritkan kak
Nenieedesu
luar biasa
Nenie desu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak Rasa yang terpendam
Nenie desu
3 iklan untukmu kak
Nenie desu
semangat terus kak
Nenie desu
bagus ceritanya
Arkan_fadhila
ia aq bacanya pelan2 karena terkadang apa yg doucafkan pun aq gak faham dan harus baca ulang ...tanda baca tanda org bicara dan dialog mereka tak bisa aq tangkap jelas.. menyatu dgn kalimat yg lain
Arkan_fadhila
waaahhhh jgn2 Devan smpat menaruh hati kepada Kikan diwaktu muda?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!