JANGAN LUPA DUKUNG KARYA INI YA!
🌸Setelah tiga tahun menikah, Arjuna mengomentari istrinya sangat membosankan, tapi orang yang membosankan inilah yang melemparkan perjanjian perceraian di wajahnya pada perayaan ulang tahun perusahaan di depan semua orang, yang membuatnya kehilangan muka.
tetapi siapa sangka, setelah berpisah, Arjuna malah merasa sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan istrinya, dan memulai mengejar cinta istrinya kembali.
Mampukah Arjuna kembali memperjuangkan kepercayaan dan cinta Luna kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Keraguan Doni
"Sepertinya Arjuna pusing banget karena masalah ini. Kelihatan banget dari raut wajahnya yang sedang tidak bersemangat" Batin Doni. Doni tahu, bahwa saat ini Arjuna temannya itu sedang tidak baik-baik saja saat ini. Dan ia pun menyarankan agar Arjuna menuruti keinginan Ibunnya untuk segera menikahi Natasha.
"Apa kamu yakin akan sikap Luna barusan kepadamu? Dulu dia sangat mencintaimu, bahkan apapun yang kamu katakan selalu ia turuti. Aku curiga bahwa penolakannya terhadap mu itu memang di sengaja agar menarik mu lebih dalam untuk kembali kepadanya. Apa kau tidak curiga? Bahwa Luna sebenarnya sedang mempermainkan dirimu dan perasaan mu." Doni berbicara dengan menekan ujung jari nya ke dada Arjuna. Sementara Arjuna terlihat masih diam di dalam pikirannya sendiri.
"Kenapa tidak kau patahkan saja harapan Luna untuk mempermainkan perasaan mu itu? Dengan menikahi Natasha. Buktikan kepada Luna, bahwa sebenarnya dialah yang tergila-gila kepadamu, dan bukan dirimu. Dengan begitu, kau juga tidak akan mendengarkan omelan dari ibumu lagi setelah menikahi Natasha" Doni menambahkan dengan memberikan saran kepada Arjuna.
Arjuna menatap wajah Doni sekilas, dia tau bahwa temannya itu bukan memberikan saran, melainkan hanya menyindirnya bahwa sekarang dirinya yang sedang tergila-gila kepada Luna saat ini.
Tanpa aba-aba. Arjuna pun melangkah pergi begitu saja meninggalkan Doni. Hatinya begitu kacau saat ini. Perasaannya begitu di aduk-aduk saat ini. Pikirannya begitu sakit, ketika memikirkan Luna. Wanita itu kini bersarang di hati dan pikirannya yang kacau.
"Ehh Arjuna!" Doni menyeru, namun Arjuna tidak peduli dan pergi dari sana meninggalkan Doni begitu saja.
Arjuna segera masuk ke dalam mobilnya, dan tidak lama setelah itu, ia pun melajukan mobilnya meninggalkan tempatnya.
Sementara itu, Luna kini sudah sampai di rumah miliknya. Hatinya juga gelisah dan kacau memikirkan Arjuna. Dia tau, Arjuna datang hanya untuk menganggu hidupnya, walaupun dia bersikeras untuk tidak peduli, Arjuna selalu datang untuk mengacaukan perasaannya.
Luna mendecah kesal, lalu merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur. Lama ia memandang langit-langit kamarnya, sampai tidak terasa matanya terlelap begitu saja disana.
Keesokan harinya.
Pagi sekali, Luna terkejut dari tidurnya ketika mendengar Handphone miliknya berdering. Luna menyerjapkan matanya yang masih berat. Lalu melihat layar handphone nya.
"Happy birthday Kakek" Itulah tulisan yang tertera di layar handphonenya. Luna baru ingat setelah melihat alarm yang memperingati bahwa hari ini adalah hari ulang tahun kakek.
Luna pun segera bangun dari tidurnya untuk mandi, dan berinisiatif untuk pergi ke mall, untuk membelikan sebuah hadiah untuk kakek. Bagi Luna, walaupun kakek Liu bukanlah kakek kandungnya, Luna sangat menyayangi Kakek dan begitupun kakek yang juga sangat menyayangi dirinya dan sangat baik kepadanya selama ini.
Setelah selesai mandi dan bersiap. Luna pun pergi meninggalkan rumah.
Sebuah taksi online terlihat sudah menunggu. Karena sebelumnya Luna sudah memesan taksi online sebelum ia mandi tadi.
Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalan yang sudah semakin ramai. Tidak lama setelah berada di jalan, mobil itu pun berhenti di halaman Mall.
"Terimakasih ya pak!" Ucap Luna ramah dan keluar dari dalam mobil.
Luna melangkah pergi dan masuk ke dalam Mall. Ia berjalan dengan melihat-lihat pusat perbelanjaan disana.
Mata Luna seketika terpikat oleh sebuah dasi disana. Dan ia pun masuk dan melihat-lihat.
"Sepertinya ini bagus!"
Luna terkejut ketika mendengar sebuah suara yang begitu familiar. Matanya langsung menoleh ke sumber suara. Dan matanya seketika membelalak dengan sempurna. Tidak disangka, bahwa ternyata suara itu memang berasal dari Arjuna. Luna mengambil dasi sebagai hadiah untuk kakek yang ingin ia beli, dan pura-pura tidak melihat Arjuna dan hendak pergi ke meja kasir.
"Hahah. Tidak di sangka selera mu sangat selera mu sangat buruk!"
Luna yang ingin membeli dasi sebagai hadiah pun malah di tertawa kan oleh Arjuna.
Mendengar itu, langkah Luna seketika terhenti. Luna mengerucutkan bibirnya, melihat dasi kotak bewarna coklat yang ia pilih dan hendak ia beli untuk kakek. Padahal dasi ini sangat cocok dengan umur kakek saat ini.
"Apakah selera mu itu pria tua? Hhah. Tak di sangka, selera mu sangat memalukan. Aku kira setelah berpisah, kau akan mencari pria yang lebih dari diriku, tapi ternyata malah,,, ahh" Arjuna langsung menyindir Luna dengan merendahkan selera Luna dalam memilih dasi.
Arjuna pikir, dasi itu di tujukan untuk pria tampan yang bersama Luna kemarin. Pada kenyataannya dia tidak tau, sebenarnya dasi itu untuk kakeknya sendiri.
Luna hanya menatap Arjuna dengan wajahnya yang dingin. Luna tau bahwa sebenarnya Arjuna hanya tidak mencintainya saja. Sehingga Arjuna selalu mencari celah dan selalu mencari-cari kesalahannya selama ini tanpa memikirkan perasaan nya yang selalu merasa sakit setiap mendengar ucapan yang keluar dari mulut Arjuna yang pedas.
.
.
.
.
Bersambung
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
iyalah bknnya Luna udah sepantasnya gt krn klian udah bercerai Juna
😀😀😀😀😀😀😀