bacanya dari awal sampai akhirnya ya biar gak salah faham sama ceritanya😌
Vans pria kejam dipertemukan dengan Zahira seorang wanita yang dia anggap hanya sebagai pelacur yang dijual oleh keluarganya.
Tapi sedikitpun dia tak pernah anggap Zahira sebagai istrinya melainkan pembantu ( art )
Pernikahan yang di idamamkan oleh banyak wanita dengan seorang pangeran tampan sabar dan hubungan harmonis tidak didapatkan oleh Zahira.
Bak tinggal dineraka Zahira sedikitpun tak pernah merasakan apa itu cinta dari pernikahannya.
bagaimana kisah kehidupan mereka selanjutnya apakah akan tumbuh rasa cinta antara mereka ?
atau justru perpisahan akhir dari kisah cinta mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea alexia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang ke rumah
" Aku gak suruh kamu bunuh dia bodoh sekarang siapa yang beritahu aku dimana USD itu " bentak Vans pada Afdal
" Hukum saya tuan saya memang tak berguna " ucap Afdal sambil berlutut didepan Vans
" 1 tahun aku sandra David tapi apa sedikit pun dia tak memberitahu dimana USD itu " ucap Vans sambil menatap muka Afdal
" Maaf " ucap Afdal sambil menundukkan kepala di depan Vans
Akh.. Vans yang sangat kesal pun menendang Afdal dan Afdal hanya diam tanpa membalas.
" Maaf Afdal bangun lah " ucap Vans mengulurkan tangannya ke arah Afdal.
" Saya pantas di hukum tuan " ucap Afdal lembut
Zahira menelfon Vans. membuat Vans sedikit tenang Vans mengangkat telfon dengan senang.
" Mas dimana " tanya Zahira
" Aku pulang tunggu Zahira " ucap Vans lembut
" Iya mas aku tunggu " ucap Zahira
...Telfon terputus...
Aku hampir putus asa aku gatau harus cari USD itu dimana hidupku bisa hancur kalau itu sampai jatuh ke tangan polisi.
" Bangun lah Afdal aku maafin kamu pulang lah kamu asisten terbaik ku" puji Vans dan membantu Afdal bangun
" Makasih tuan " ucap Afdal dan berlalu pergi
Jam menuju pukul 7 pagi Vans datang ke rs dengan membawa bunga membuat Zahira tersenyum,
" Mas bunga sebanyak ini buat apa " tanya Zahira heran sekaligus senang melihat bunga bunga yang begitu indah dan cantik
" Aku cuma mau bikin kamu bahagia!! Kamu senang? " tanya Vans sambil tersenyum pada Zahira dan duduk di sebelah Zahira.
" Aku suka. Dokter bilang Aku sudah bisa pulang mas " ucap Zahira sambil menatap mata Vans
" Kita akan pulang " jawab Vans
" Ayo " paksa Zahira sambil menggoyangkan tangan Vans
" Baiklah " ucap Vans dan langsung menggendong Zahira keluar rs
" Mas malu turunin aku " ucap Zahira sambil memukul Vans kecil
" Biarin, kita pulang " ucap Vans yang membawa zahira masuk mobil.
Di perjanan Vans hanya melihat Zahira walaupun dia sudah bersikap romantis tapi Zahira tetap saja tak terlihat bahagia.
Mata mu dan senyuman mu berbeda apa yang membuat mu tidak bahahia, apa kamu muak dengan sifatku yang arogan Zahira, kapan kamu mengerti aku mencintai mu, apa pendosa sepertiku tak pantas di cintai Zahira.
Aku Mencintai mu apapun akan ku lakukan untuk mu.
" Hai diem aja " ucap Vans yang membuyarkan lamunan Zahira
" Eh iya mas aku capek aja " dusta Zahira
" Ouh oke " ucap Vans pura pura tak tau jika Zahira berbohong padanya.
Sesampainya di rumah Vans ingin menggendong Zahira tapi Zahira menolaknya. Tak mendengar ucapan Zahira, Vans langsung menggendong Zahira untuk masuk ke dalam.
" Aku bisa jalan sendiri mas " ucap Zahira
" Tubuh mu masih lemah diam lah " ucap Vans sambil mendudukan Zahira ke sofa.
" Makasih " ucap Zahira sambil tersenyum
" Zahira " panggil Vans
" Iyah " jawab Zahira
" Maaf aku selama ini jahat sama kamu " ucap Vans
" Gapapa mas santai aja jauh sebelum kamu minta maaf aku udah maafin kamu " jawab Zahira membuat Vans senang.
" Kamu mau apa aku akan turuti kemauan mu " tanya Vans sambil membelai rambut Zahira
" Bebasin sandra mu " ucap Zahira
" Jika aku bebasin mereka. Mereka akan membunuh ku aku lebih ikhlas jika kamu yang bunuh aku daripada mereka " tegas Vans sambil mengambil pistol dan memberinya untuk Zahira
" Untuk apa ini " tanya Zahira bingung
" Kamu mau mereka bebas itu berarti kamu ingin aku tiada " ucap Vans sambil berdiri dan meminta Zahira untuk menembaknya.
" Nggak gitu mas maksud ku " ucap Zahira sambil menangis
" Ayo bunuh aku, tembak aku bilang " bentak Vans
" Mas gak gitu maksud ku " ucap Zahira lagi dan sedikit pun Vans tak mendengarkannya dan tetep minta di tembak.
" Tembak " bentak Vans membuat Zahira ke takutan.
" Maaf " ucap Zahira sambil menangis
Dengan penuh rasa kesal Vans pergi menjauh dari Zahira
^^^***Bersambung^^^
...vote rate komen follow...
sifat itu seperti film jika filmnya sama diputar berapa kalipun ceritanya akan tetap sama!!
begitu juga dengan Vans berusaha seperti apa pun dia berubah. sifatnya tak mungkin berubah 🙄👻***
setidaknya kamu tak perlu melayani laki² hidung belang diluar sana😣😣