NovelToon NovelToon
101 Avatars

101 Avatars

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: Souma Kazuya

Hero of Hope Game atau kerap dipanggil Hoho game, suatu game di mana kita mampu merasakan sensasi pertarungan langsung lewat kelima indra kita melalui suatu tubuh avatar dalam game, adalah yang mengawali terjadinya segala tragedi itu. Sebanyak 101 avatar dalam game pun tiba-tiba keluar ke dunia nyata dan membunuh orang-orang. Adrian, sang protagonis, turut kehilangan kakak pertamanya, Faridh, dalam peristiwa tersebut. Lima tahun kemudian, dengan bantuan kakak keduanya, Syifa, dan seniornya, Kaiser, Adrian pun memberanikan diri untuk mulai menyelidiki peristiwa kelam yang sampai merenggut nyawa kakaknya, Faridh, tersebut melalui penggunaan Avatar Arjuna yang langsung terhubung ke dunia nyata. Namun, Adrian justru mengetahui suatu kenyataan yang lebih pahit yang tersembunyi di balik musibah tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Souma Kazuya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Tolakan Gaia

“Sampah berhati dingin itu, Kaiser Dewantara, tetap baik-baik saja menggunakan Avatar Bomber, meskipun monster itulah yang telah merenggut nyawa Kak Andina, tunangannya, tepat seminggu sebelum rencana pernikahan mereka.”

Selama perjalananku kembali ke markas bersama Judith, pikiranku tak kunjung bisa lepas terhadap apa yang baru saja Judith ungkapkan padaku.  Jika itu aku, jika avatar yang kugunakan adalah Avatar Freeze yang telah merenggut nyawa kakakku Faridh, meski itu misalnya demi menyelamatkan Kak Syifa, apakah aku akan bisa baik-baik saja?

Sesampainya di markas, kulihat Kak Kaiser bersama dengan Profesor Melisa menyambut kedatangan kami.  Rupanya, Profesor Melisa baru saja menyelesaikan mata kuliah-nya di kampus lalu bergegas kemari demi demonstrasi side avatar Sly Dark-ku.

Kak Kaiser pun mulai memberikan arahannya.

“Ingat, Adrian.  Walaupun para avatar kini sangat sulit dilacak keberadaannya karena tengah bersembunyi dengan menyusup di antara para manusia di mana baik morfologi maupun fisiologi mereka sangat mirip dengan manusia, ada beberapa cara untuk membedakannya terhadap manusia normal.”

“Pertama, mereka mulai memasuki dunia melalui gamer terkuat yang memainkan avatar itu pada saat malam bencana.  Maka dari itu, para ranker dan orang-orang di sekitar mereka adalah yang paling mencurigakan.”

Ucap Kak Kaiser mengawali pembicaraannya.  Hmmm?  Ranker adalah yang paling mencurigakan?  Mendengar perkataan Kak Kaiser barusan, aku serta-merta menatap ke arah Kak Kaiser.

Kak Kaiser pun membalas tatapanku itu dengan senyum tersungging di sudut mulutnya seraya mengatakan, “Itu benar, Adrian.  Aku bisa saja salah satu monster avatar, lho.”

Mendengar hal itu, aku hampir saja tertawa terbahak-bahak seandainya saja saat itu bukanlah suatu rapat resmi perdana kami.  Aku berani bertaruh makan mie lewat hidung jika sampai orang yang di hadapanku ini adalah benar-benar seorang avatar yang menyamar.  Mana mungkin Kak Kaiser yang baik hati dan selalu merepotkan dirinya memperhatikanku ini adalah salah satu monster-monster itu.

Semua orang di ruangan ini juga pasti berpikir demikian…setidaknya itulah yang kupikirkan sampai aku menoleh ke arah Judith.  Tampaknya Judith benar-benar mempercayai candaan Kak Kaiser itu.  Sebenarnya, seberapa besar rasa bencinya pada kakak kandungnya sendiri itu?

Aku sebenarnya juga penasaran tentang cerita Judith mengenai manusia yang sempat dimimik oleh Avatar Bomber yakni Andina sebelum pada akhirnya dijadikan salah satu avatar gelang oleh Kak Kaiser.  Tapi mari tanyakan itu kepada Kak Kaiser di hari lain.  Hari ini fokus pada kuliah yang diberikan oleh Kak Kaiser terlebih dahulu.

“Kedua, pada saat sedang marah, emosi dari para avatar sangat tidak terkontrol sehingga mereka akan cenderung untuk melakukan kekerasan berlebihan.  Maka dari itu, kita harus senantiasa memantau kasus kekerasan yang sedang terjadi di masyarakat.  Ada peluang, kalau pelaku kekerasan adalah salah satu dari avatar yang menyamar.”

Pada dasarnya ketika memimik manusia, para avatar akan memiliki bentuk tubuh dan fisiologi yang sama persis terhadap tubuh inang yang dimimiknya, termasuk ingatan mereka.

Akan tetapi anehnya, setiap akses dari ingatan yang paling mendalam terhadap inang atau dengan kata lain suatu ingatan yang memberikan perasaan traumatis pada inang tersebut, akan memberikan dampak kelabilan yang teramat sangat ketika avatar dalam wujud manusia tersebut mengalami kejadian yang merangsang ingatan tersebut mencuat ke permukaan.

“Ketiga, avatar dalam tubuh manusianya tidak dapat menua.  Untuk informasi yang terakhir ini, kami sebenarnya telah bekerjasama dengan warga sipil melalui fansite-ku selama setahun pertamanya untuk menemukan orang-orang yang mencurigakan.  Sayangnya hal itu tiba-tiba dilarang sekitar 4 tahun yang lalu karena dinilai melanggar HAM.  Namun, tentu saja aku yakin bahwa para avatar yang menyelinap di antara manusia-lah yang mendalangi hal tersebut.”

Berdasarkan keterangan Kak Kaiser, kasus yang ketiga inilah yang justru paling bermanfaat sekarang setelah 5 tahun berselang untuk mengidentifikasi keberadaan para avatar khususnya untuk para avatar yang memimik anak-anak dan remaja.  Hal itu karena pada masa-masa itu, akan terlihat jelas perubahan bentuk fisik mereka apalagi setelah 5 tahun berlalu.

“Sisa 27 dari mereka yang belum tertangkap.  Sedikit lagi, masalah bencana Hoho game akan dapat terselesaikan sebelum hitungan 2000 hari itu akan berakhir.”  Kemudian, Profesor Melisa pun ikut berbicara.

“Tetapi apa itu hitungan 2000 hari?  Aku belum pernah mendengarnya.”  Karena penasaran, aku pun bertanya.

“Oh, itu adalah hitungan mundur batas waktu para avatar bisa berada di dunia nyata.  Lewat dari waktu tersebut, tolakan gaia akan bekerja mengeliminasi entitas yang berada pada ruang dan waktu yang salah.”

Sebuah suara wanita pun menjawab pertanyaanku itu.  Tetapi siapa?  Wanita yang ada di ruangan saat ini hanyalah Profesor Melisa dan Judith saja yang jelas-jelas suara itu bukanlah milik dari mereka berdua.

Kemudian kulihat-lah gelang perubah yang dikenakan oleh Kak Kaiser.  Dari dalam sana, muncul sesosok hologram yang berwujud wanita dalam usia dua puluhan-nya.  Sang hologram pun melambaikan tangannya dan menyapaku dengan ramah.

“Hai, aku Andina Roselia, ah, salah, maksudku Avatar Nomor 7, Avatar Bomber.”

Kulihat Judith serta-merta meninggalkan tempat di pojok ruangan itu di mana dia sedang asyik belajar dengan sangat marah.  Tampak dia sangat membenci sosok itu.  Sesaat dia sempat salah memperkenalkan dirinya sebagai Andina.  Mungkinkah sosok yang ditunjukkannya saat ini adalah sosok Andina, yang dikatakan Judith sebagai tunangan Kak Kaiser yang meninggal beberapa hari sebelum acara pernikahan mereka?

Dulu Kak Kaiser pernah bilang bahwa dia juga sudah punya orang yang dia suka.  Walaupun Kak Kaiser berkata begitu, aku belum pernah melihatnya dekat atau teleponan dengan wanita manapun selain untuk urusan pekerjaannya.  Apakah itu berarti bahwa sosok wanita yang dimaksud Kak Kaiser adalah tunangannya yang telah meninggal itu?

Jika seperti itu, berarti Judith telah salah.  Tiada yang lebih kehilangan Andina dibanding Kak Kaiser sendiri.  Dia hanya tak menunjukkan perasaannya pada orang-orang dan menanggung bebannya sendiri.   Jika demikian, maka dalam senyum yang senantiasa ditunjukkan Kak Kaiser itu, tersembunyi kepedihan yang amat mendalam yang telah dia tahan selama 5 tahun terakhir ini.  Begitulah pahlawanku, dia memang sosok yang tegar.

Kuliriklah sekeliling, kemudian kudapati-lah pula ekspresi dari Profesor Melisa.  Aku dapat paham mengapa Judith sangat membenci Avatar Bomber yang memperlihatkan wujud Andina itu.  Tetapi mengapa Profesor Melisa turut memperlihatkan ekspresi sedih?

Tapi mari kita tinggalkan siapa Andina terlebih dahulu perihal informasi yang dibawa oleh Avatar Bomber lebih mengejutkan dari itu.

Aku pun bertanya soal informasi yang disampaikan oleh Avatar Bomber tersebut.

“Jika demikian, bukankah kita tidak perlu repot-repot mencari dengan intens keberadaan para avatar?  Kita cukup mengalahkan mereka yang berbuat kerusakan saja.  Karena pada akhirnya, ketika hitungan mundur berakhir, semua avatar akan dieliminasi oleh gaia force.”

Kulihat seketika baik Kak Kaiser maupun Profesor Melisa memijat-mijat keningnya dengan ekspresi rumit di wajah mereka.

Profesor Melisa pun berujar, “Adrian, sudahkah kamu mempelajari dengan benar bagaimana gaia force bekerja?”

Aku terdiam sejenak untuk mengingat kembali pelajaran gaia system yang pernah kupelajari di SMA.

“Kalau tidak salah, jika ada entitas terbawa pada ruang dan waktu yang berbeda, maka salah satu gaia force yang disebut butterfly effect akan bekerja padanya.  Demi tidak terjadinya penyimpangan ruang dan waktu paradoks, maka bagian ruang dan waktu yang memiliki entitas paralel tersebut akan dimusnahkan…”

Seketika aku terkesiap.  Aku baru saja menginjak ranjau ucapanku sendiri.  Aku pun kala itu tersadar tentang kebodohan ucapanku barusan.  Jika para avatar tidak segera dibasmi sebelum batas toleransi tolakan gaia berakhir, bumi pada ruang dan waktu yang kami tempati saat ini akan mengalami penghancuran massal oleh tolakan gaia.

1
Zed Analytical Number Nine
ada penyemangat belajar ya 🤭
Souma Kazuya: Trims kk atas dukungan komentarnya 🤭🙏
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
semangat 💪🏻
Souma Kazuya: Trims kk atas supportnya 🙂🙏
total 2 replies
tria sulistia
kaiser dewantara yang di delapan target bukan sih?
Souma Kazuya: Beda kak, tapi memang novel ini ada kelanjutannya sih dari novel sebelumnya kak 😊🙏
total 1 replies
tria sulistia
cemburu sebelum memiliki 😁
Ranran Miura
Freeze ini licik banget sih
Ranran Miura
hmm, masih abu² ternyata
Ranran Miura
hmm,, ini alasan Judith jadi jutek. sayangnya kaiser bukan manusia mungkin saja gak punya emosi 😳
Ranran Miura
wait.. wait.. ini pov judith ya? aku baru sadar diakhir² 😅
Ranran Miura
menohok gak tuh
Ranran Miura
Michael saha? kaiser main potong² aja. ku gantung di pohon tomat tau rasa
Ranran Miura
hah? konspirasi apa lagi ini?
Ranran Miura
gak beda jauh berarti avatar lain sama kaiser. pandai ngibul
Ranran Miura
itu jurus paling susah menurut ku, jurus peka 🙂
Eni pua
aku mampir bawa bunga aja ya kak takut nggak kebaca nanti performa kakak turun 🙏🤭
Eni pua: sama2
total 3 replies
Ranran Miura
sebenarnya agak ambigu juga sama sikap kaiser. sebenarnya dia antagonis bukan sih? 😅
Ranran Miura
benul, ayolah beri sedikit apresiasi atas kerja keras Adrian. seneng dikit gpp yekan
Ranran Miura
yosh, lanjutkan adrian
🌕ˢᵃⁿᵍ𝓡𝒆𝒎𝓑𝒖𝒍𝒂𝒏🌙
haha
🌕ˢᵃⁿᵍ𝓡𝒆𝒎𝓑𝒖𝒍𝒂𝒏🌙
lanjuut
🌕ˢᵃⁿᵍ𝓡𝒆𝒎𝓑𝒖𝒍𝒂𝒏🌙
hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!