Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.
Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.
Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.
Semangat!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang Ke Rumah
...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...
Selamat membaca
Di minggu pertama setelah kepergian Varo, Biru sudah memulai fisioterapi nya. Rezel pun masih setia menemani dan menjaga Biru. Sedang pekerjaannya, ia alihkan kepada Riyan. Maka dari itu Riyan sering menggerutu kesal. Semenjak Rezel mengetahui malaikat kecilnya, Riyan yang sering menyelesaikan pekerjaan Rezel.
Di minggu kedua Biru fisioterapi, Biru sudah bisa menggerakkan kedua tangannya. Meskipun ia harus bersusah payah menahan rasa sakitnya. Biru bertekad ia ingin secepatnya sembuh. Ia sudah kehilangan kesempatan untuk mengikuti lomba piano di Jerman. Ia ingin segera mengejar ketertinggalannya itu. Rezel juga baru tahu jika Biru sangat menyukai piano. Lalu mengapa ia mengambil jurusan kedokteran jika menyukai musik?
Rezel tidak tau, Jika Biru mengambil jurusan kedokteran karena di paksa oleh kakaknya, tapi cita-cita sebenarnya ia ingin menjadi seorang pianis terkenal.
Setidaknya kalau sudah bisa menggerakkan tangannya ia bisa mengumpat ti Rezel. Contohnya saat Rezel tak sengaja masuk ke kamar mandi saat Biru terjatuh dari kursinya.
( "Rezel sialan! Kadal jantan! Otak mesum! Berani-beraninya masuk kamar mandi!" Begitulah isi tulisan yang di baca oleh Rezel. )
Rezel sampai tertawa terpingkal-pangkal saat membaca umpatan, makian yang di tulis oleh Biru. Mungkin bagi Biru itu adalah musibah. Tapi bagi Rezel, Bukankah itu berkah. Meskipun tidak telanjang dan hanya mengenakan handuk, setidaknya masih bisa melihatnya. Haiiiis Rezel,,, Rezel.
Sudah satu bulan Biru di rawat di rumah sakit. Kakaknya Varo juga belum bisa kembali, karena masih harus menemani Rani yang harus mengurus beberapa kliennya yang sedikit sulit untuk di tangani. Alhasil, Rezel lah yang yang menjaga Biru selama ini. Biru juga sudah mulai terbiasa dengan sifat dan kelakuan Rezel. Meskipun kadang Biru masih memikirkan, mengapa Rezel meembantunya? Apakah karena cinta? Seperti yang ia katakan selama ini? Entahlah, Biru akan menyelidikinya.
Hari ini Biru sudah di perbolehkan untuk melakukan rawat jalan, jadi ia sudah boleh pulang kerumah. Setelah membereskan barang-barangnya Rezel pun mengantarkan Biru untuk pulang.
Sesampainya di rumah dengan nuansa khas seperti kastil, namun berwarna biru, warna pavorit Biru. Barang-barang sudah di bereskan oleh para pelayan. Rezel masih melihat-lihat sekeliling sambil mendorong kursi roda yang di duduki oleh Biru. Biru sudah memberinya tulisan untuk mengantarkannya ke kamar saja. Karena Biru ingin beristirahat. Namun Varo mengabaikannya.
,,,,,,,,,,,
Disisi lain
''Riyan,'' Panggil Sania saat melihat Riyan yang sedang duduk di kursi tempat Rezel biasa bekerja.
''Ooh, Kau sudah kembali dari Bali?'' Tanya Riyan.
''Sudah,'' Tadi sore baru pulang. Tapi dimana Rezel?'' Tanya Sania, sambil celingukan mencari sosok Rezel.
''Rezel sedang ada urusan. Jadi untuk sementara aku yang mengurus perusahaannya.'' Jawab Riyan.
''Apa Rezel masih di California?'' Tanya Sania. Sebab beberapa hari yang lalu Sania tak sengaja melihat Rezel di berita, yang tak sengaja terpotret di sekitar Rumah sakit California.
''Kau kurang istirahat. Rezel ada di luar kota, bukan di luar Negri. Aku masih harus menghadiri rapat. Jadi aku tak bisa mengantarkan.'' Ucap Riyan. Riyan sengaja merahasiakan keberadaan Rezel. Apa lagi sekarang Rezel sedang bersama Biru, orang yang selama ini Rezel cari. Jika Sania sampai tau, Bisa-bisa Sania akan berbuat onar dan merusak kebahagiaan Rezel.
''Kau!!'' Aku tidak percaya padamu! Aku akan mencari tahu sendiri, keberadaan Rezel!'' Ucap Sania marah, Tangannya mengepal, dari dulu ia sudah sangat menyukai Rezel, Namun tidak pernah di respon perasaannya oleh Rezel. Ia akan memperjuangkan cintanya, karena hanya dia yang pantas bersanding dengan Rezel. Itulah tekad Sania.
.,,,,,,,
Biru sedang tertidur pulas di kamarnya. Sedangkan Rezel menggunakan rencana cerdiknya agar ia di perbolehkan untuk menginap, selama kak Varo belum kembali. Alhasil Biru tidak bisa berbuat apa-apa. Disaat Rezel tengah berkeliling melihat-lihat beberapa foto yang terpasang di dinding, maupun yang di meja-meja, Matanya tak sengaja menangkap sebuah potret gadis kecil menggunakan baju biru dan sedang tersenyum bahagia.
Rezel sangat mengenali sosok gadis itu. Karena sosok gadis itulah yang telah menyelamatkan nyawanya waktu kecil. Rezel tersenyum memandangi foto tersebut.
''Ternyata benar,'' Kau adalah Biru, malaikat penolongku.'' Ucap Rezel. Dering ponsel membuyarkan lamunannya. Ternyata Varo yang menghubungi nya
''Halo kak,'' Sapa Rezel.
''Bagaimana keadaan Biru sekarang? Apakah sudah ada kemajuan lagi?'' Tanya Varo.
''Keadaan Biru sudah mulai membaik. Beberapa otot tangannya sudah bisa di gerakan. Dan Biru berkomunikasi menggunakan tulisan.'' Ucap Rezel.
''Baguslah kalau begitu. Oh iya,'' Mungkin minggu depan aku sudah bisa kembali pulang. Jadi, sebelum aku kembali, tolong jagakan Biru untukku.'' Ucap Varo.
''Kakak tidak perlu terlalu sungkan. Lagi pula, Biru juga kekasihku. Itu sudah sewajarnya aku menjaga dan melindunginya sebagai seorang kekasih.'' Ucap Rezel. Namun pembicaraan mereka harus terputus, saat mendengar ada barang yang jatuh dari arah kamar Biru.
Rezel dengan segera berlari menuju kamar Biru, bahkan ponselnya yang masih terhubung dengan Varo ia abaikan dan terjatuh di lantai. Di sana Rezel melihat Biru ngos-ngosan, sepertinya Biru habis mimpi buruk. Saat hendak mengambil air yang ada di gelas, ia malah tak sengaja menjatuhkannya.
-
-
-
💙💙💙💙💙💙💙💙
💙💙💙💙💙
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Yang Nge Zel in
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri
Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
💕💕💕💕💕💕