"Nyebelin! Padahal udah kukerjakan dengan baik. Huh!!!" ~ Rika Sanders.
"Salah! Ulangi! Ini juga ulangi semuanya!" ~ Steven Oscar.
Pria tampan yang kaya namun memiliki sikap sombong dan perfeksionis membuat semua pelayan enggan bekerja dengannya. Lalu bagaimana seorang wanita bernama Rika dapat bertahan dengannya?
NB:
Please Vote if you like it because one of your vote are so precious to me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cibbyone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
"kau mau makan apa?" tanya pria itu tiba-tiba saat mereka sedang memparkir mobil. "aku? kau tanya aku?" tanya Rika memperjelas. "iya bodo jangan membuatku mengulanginya lagi!" seru pria itu sambil membuka sabuk pengaman. "baiklah, aku mau makan hotdog." ucap Rika tidak segan-segan dan sedikit senang mungkin pria itu akan mengikutinya. "ya sudah kita jangan makan itu." ucap pria itu dengan nada ketus. "ha?" gumam Rika karena dia bingung apakah dirinya salah dengar atau tidak. "iya, aku tidak ingin makan sesuatu yang kau inginkan." ucap pria itu lalu tersenyum kecil. Ah! Ganteng sekali senyuman itu walaupun kata-kata menyebalkan selalu keluar dari mulutnya. Rika yang kesal hanya bisa terdiam dan keluar dari mobil tuannya.
"jadi ini kita mau makan dimana?" tanya Rika melihat pria itu yang keluar lalu sedang melihat ke sekitar.
"di sekitar sini ada bar temanku." ucap pria itu yang masih mencari-cari. "ah itu, kita kesitu." gumam pria itu ketika matanya tertuju ke satu arah.
£££
"Hey Bro! How are you?" sahut seorang pria berkulit hitam gelap dan berbadan tegap tinggi itu yang sedang berada di meja tempat menyediakan minuman dan menyapa Steven Oscar begitu melihatnya masuk ke bar itu.
"oh hai Paul!" balas pria itu sedikit semangat lalu menyalamnya. Mata pria itu beralih ke arah Rika. "you got a 'gal(teman wanita)? Why don't you tell me Steve?" seru pria itu sekejap sangat semangat lalu tersenyum pada Rika. "Steve?" gumam Rika karena dia terkejut nama pria itu mirip dengan seseorang yang ia kenal. Dan anehnya pria itu hanya mengabaikan perkataan Rika.
"bukan, dia... my maid." ucap pria itu membetulkan pikiran Paul. "This is.. e.. Rika Sanders, my personal maid." ucap pria itu acuh tak acuh. "okay hello Rika Sanders, Sanders? Hmm.. Oh i like your hair. It's unique." ucap Paul dengan nada ragu-ragu kemudian dengan menggoda dan tersenyum pada Rika. "Whoa Paul, you gonna give me some drink or not?" tanya pria itu sedikit berteriak memotong pembicaraan antara Rika dan Paul. "okay, okay bersabarlah." ucap Paul singkat lalu menoleh ke arah Rika. "your orders(pesananmu)?" tanya Paul sambil memegang gelas kosong dan tersenyum mengeluarkan giginya yang putih itu."em.. just lemonade." ucap Rika singkat setelah melihat-lihat menu di atas meja pesanan itu. "and you Ste---" kata-kata Paul kemudian dipotong oleh pria itu. "Just DarkMoon(nama minuman)." ucap pria itu dengan nada ketus.
Paul sedikit bingung tapi bisnis tetap bisnis, dia hanya mengangkat bahu melihat Rika dan membuatkan pesanan mereka. "So, what makes you come here?" tanya Paul sambil menyodorkan minuman pria itu. "i take a day break so i come here." jawab pria itu sambil menyesap minumannya dan mengetuk-ngetuk gelasnya dengan jari telunjuk.
"with a maid(dengan pelayan)?" tanya Paul memperjelas lalu menatap Rika. Rika yang duduk di jarak 2 kursi itu hanya bisa tersenyum kepada Paul. "No, ah maksudku kau tau pesta pernikahan Edgar?" tanya pria itu sedikit panik dengan kata-kata Paul tadi. "ah yes, masked party haha. im gonna take Julia there." sentak Paul tiba-tiba tersenyum kecil. "so you gonna take her there?" tanya Paul lagi dan tersenyum kecil. "yes, apa boleh buat?" ucap pria itu dengan nada sedikit pasrah.
&&&
"ingin tukar pasangan denganku?" bisik Paul dengan nada bergurau. "no thanks, Julia won't want it." jawab pria itu singkat. Saat ini, Rika hanya bisa duduk lalu melihat sekitar bar itu karena dia juga tidak berani mendekati Paul yang berbadan kekar itu dan apalagi tuannya itu.
"Hey Rika come here!" ucap Paul dengan nada semangat. "Paul orang amerika jadi jangan heran dia easygoing (ramah)." bisik pria itu saat Rika duduk tepat di samping pria itu. "baik Tuan Steve." gumam Rika lalu tersenyum kepada pria itu. "kau.." gumam pria itu kesal melihat ke arah Rika yang tersenyum dengannya. "Aku boleh tau bukan? Lagipula besok sudah 1 bulan aku bekerja denganmu." Ucap Rika Sanders yang masih dalam keadaan berbisik itu. "Namaku bukan itu!" seru pria itu dengan nada kecil. "Hey..hey. Kenapa berpacaran disini? Aku ada disini bersama kalian." Ucap Paul tiba-tiba di sela percakapan Rika dan Steven Oscar.
$$$
"Tapi kau yakin itu Sanders yang itu?" Tanya wanita berambut pirang, itu Florensia Edgar. "Iya aku yakin, flo udah gak salah!" Seru seorang pria berkacamata berambut hitam gelap dan berkumis tipis. "Okay, aku percaya padamu brother." Jawab Florensia sambil menatap ke kertas yang diberikan pria berkacamata itu dan pria itu adalah Andy Edgar, kakak Florensia Edgar.
Yang mereka bicarakan adalah Rika Sanders adalah anak perempuan dari keluarga konglomerat Sanders yang berasal dari Jerman. Tapi.. Apakah itu benar?