NovelToon NovelToon
TERJEBAK DI MASA LALU

TERJEBAK DI MASA LALU

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Tamat
Popularitas:160.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arby yingjun

Di novel Author yang kedua ini, Author akan menceritakan sebuah peliknya kehidupan seorang pemuda tampan, yang dimana kehidupannya selalu di selimuti kesedihan yang sangat perih di dalam dirinya.

pengalaman hidup, akan kehilangan orang orang yang sangat di sayangi, membuatnya berpikir, dia belajar dan terus belajar menjadi orang yang sangat kuat, dan tak ingin lagi menjadi sosok seorang lelaki yang lemah cengeng dan manja.

Hingga pada suatu masa, ketika ia telah dewasa. Dirinya terjebak di sebuah dunia, dimana ketika itu, tak ada kehidupan canggih seperti zaman sekarang ini.

Berat memanglah berat, kehidupan yang di jalaninya. Mungkinkah Leon bisa bertahan sekaligus melewati petualangan hidupnya.

Simak dan baca terus, kisah perjalanan Leon Scott Kennedy dalam mengarungi bahtera kehidupanya yang sangat pelik dan epic.

Jangan lupa like rate and comment karya terbaru saya,

Salam Author

Arby Yingjun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERNYATA DIA

Setelah bertanya pada Security, dengan jawaban yang tidak memuaskan. Virza kembali ke tempat ia menyimpan belanjaanya.

Sementara ia coba menenangkan diri sambil berpikir jernih, pada siapa ia harus bertanya.

"O ya, aku telpon saja." Virza mencari cari ponsel, di jaket dan saku celananya.

"Aduhhh, mengapa di saat seperti ini aku lupa membawanya." Virza merutuki dirinya yang lupa membawa ponsel.

Harus mencari kemana?, jika Pak yosep sampai mengetahuinya, bisa binasa ini.

"tenang, tenang Virza!, Kamu harus tenang, jangan gegabah. Ambil handphonemu terlebih dahulu." Virza menarik nafas perlahan dan berkata pada dirinya sendiri.

"Baiklah, aku harus harus pulang terlebih dahulu." Virza berlalu meninggalkan area sekolah Leon.

Sementara di lain tempat, Raylene sedang mencari cari buku yang di butuhkannya untuk materi kuliah bersama Leon.

Leon hanya duduk, menunggu Raylene yang masih terlihat bingung dalam mencari bukunya.

"Hi anak tampan," tanya Seseorang yang baru datang dan duduk di sebelah LEON.

Leon hanya membalas dengan tatapan saja, karena memang ia belum mengenal dengan siapa ia berbicara.

"Anak tampan, tidak usah takut!, namaku Albert wesker." Albert mengusap kepala Leon.

"I ya, paman Albert wesker." Leon mengangguk sambil tersenyum.

"Leon, kau bisa panggil aku Om Albert saja ok." Albert kembali tersenyum.

Leon menggeleng kepalanya tak mau.

"Kenapa memang Leon?" tanya Albert yang merasa heran dengan anak kecil di depannya.

"Om Leon hanya satu, dan Leon sangat sayang padanya." tegasnya.

"Memang Om nya Leon, siapa namanya?" tanya Albert.

"Nama Om nya Leon... "

" Dia keponakanya Virza, Albert." Jawab Ray, dia duduk di samping Leon dan mencium gemas pipinya.

"Virza... " tanya lagi Albert untuk memastikan apa yang ia dengar.

" I ya, dia ponakan Virza kekasihku." tandas Ray sambil berdiri kembali dari duduknya.

Sialan, aku tak menyangka. Ternyata anak kecil ini adalah keponakanya si bajingan Virza.

"Albert, aku titip Leon sebentar ya." ucap Ray pada Albert yang membuyarkan lamunannya.

"O... I ya, Ray." dengan jawaban kagetnya.

"Leon, apa kau sudah bisa membaca?" tanya Albert dengan sebuah rencana.

Leon mengangguk dan meng I ya kan jawabanya pada Albert.

Inilah kesempatanku, lihat saja pembalasanku Virza.

He.. He.. He.

"Leon tunggu sebentar," Albert berlalu mencari sesuatu di rak buku gramedia.

Ini dia yang aku cari ha..ha..ha

Albert mengambil sebuah komik bacaan bergenre adventure dengan petualangan keras di sertai pertumpahan darah dalam sebuah kisah tiga kerajaan china yang sepatutnya tak pantas untuk di baca dalam masa tumbuh kembang anak.

Albert dengan cepat membayar komik tersebut pada sang kasir. Dan kembali menghampiri Leon.

Albert kembali dengan komik di tangan kanannya.

"Leon coba kau lihat ini!, kau pasti suka." Albert memberikan komik tersebut pada Leon.

Perlahan Leon melihat Jilid komik tersebut, ia melihat sebuah pahlawan berwajah tampan dengan badan berlumuran darah.

"Sini, om masukin ke tas ya." Albert mengambil dan memasukkanya.

"Bacanya nanti saja di rumah ya, jangan bilang bilang Om Virza, kalau Leon punya buku cerita seru ini." Albert mengusap kepala sambil tersenyum penuh kemenangan.

"I ya, paman Albert. Leon tidak akan bilang sama Om Virza." Leon mengangguk patuh pada Albert.

"Kalian seru banget ngobrolnya, ngobrol apaan sih? tanya Ray yang sudah mendapatkan buku yang ia cari.

"Leon," Albert mengedipkan mata.

"I ya, paman." jawabnya.

"Kami hanya bicara masalah lelaki hebat saja, kau tak perlu khawatir Ray." Jawab Albert pada Ray.

"Ouwh, begitu ya. Leon ayo kita pulang." ajak Ray pada Leon sambil menuntunya menuju kasir untuk melakukan pembayaran.

Sementara di lain tempat, Virza kalangan kabut menelepon kesana kemari menanyakan kabar keberadaan Leon.

"Coba kau hubungi Ray, siapa tahu saja dia yang menjemputnya ketika pulang sekolah." jawab Johan di jam istirahat kerjanya.

"Baiklah, tak terpikir sedikitpun pikiranku padanya." jawab Virza.

"Aku tahu kau resah dan gugup. Hubungi aku lagi nanti jika Leon tak bersama Ray." ucap Johan.

"Baik, terima kasih sobat atas sarannya." Virza mengakhiri panggilan telepon nya.

Bhum... Bhum..

Baru saja Virza menekan kontak Ray, terdengar suara mobil datang kerumah ya dan membuat ia membatalkan panggilan telponnya.

Virza bangun dari tempat duduknya, ia keluar menghampiri suara mobil yang datang kerumahnya.

"Oh.. Tuhan," Virza melihat Leon keluar dari mobil sambil memakan ice cream mickey mouse Di tanganya.

"Om, Virza." Leon berlari dan memeluk Virza.

"Kamu habis darimana sayang? , jantung Om hampir saja copot. " Virza melepas pelukan dan mengusap kepala Leon.

" Ayo masuk Ray," ajak Virza.

Di dalam rumah mereka segera duduk.

"Leon, ganti baju dulu sana. Ntar habis itu Om masakin makanan kesukaan Leon." titah Virza.

"I ya, Om." Leon berlalu meninggalkan mereka berdua.

"Ray, kenapa kau tak bilang terlebih dahulu padaku!" ucap Virza mengawali percakapanya.

"Maafkan aku Virza, tapi tadi aku sudah titip pesan pada security yang berwajah pucat di pos sekolah Leon.

"Wajah pucat... " tanya lagi Virza pada Ray.

" I ya, mukanya pucat. Kayak lagi sakit gitu." jawab Ray.

Virza mengingat ngingat security yang ia temui dan tanya, dan berbeda dengan apa yang di katakan Raylene.

Sudahlah, mungkin ini kesalah pahalanya saja. Yang penting Leon sudah kembali padaku.

"Maafkan aku ya Vir, please." Ray memohon sambil bergelayut manja memeluk tangan Virza.

Ray memeluk tangan Virza dengan erat sekali, hingga dadanya yang besar menempel dan jelas menyentuh bahunya.

"Ray....jangan seperti ini" Virza memalingkan pandanganya.

"kenapa sayang, kamu kok kayak gak nyaman gitu." Ray menggoda Virza.

Virza berbalik mencoba melepaskan tangannya dengan lembut, di sela sela usaha melepasnya, Ray langsung mendaratkan bibirnya, mencuri ciuman lembut di bibir Virza.

Ray menahan tengkuk Virza dengan tanganya, matanya melirik Kekiri dan ke kanan. Dirinya kali ini lebih waspada dari sebelumnya.

Rupanya bibir Virza sudah menjadi candu berat, dan obat penyemangat dirinya dalam menimba ilmunya di bangku universitas.

Tak ada yang bisa di lakukan Virza, dia hanya bisa mengikuti alur permainan kekasihnya.

Ray, menyesap manis bibir Virza yang berwarna Pink alami. Mengabsen seluruh gigi putihnya, goyang lidah yang ia dapat dari cerita temannya, dia praktek pada Virza.

PONG.. POK..

Bunyi yang keluar dari mulut kedua insan yang terlepas dan terlihat semangat hingga oksigenya menipis.

"Maafkan aku Ray, aku terbawa suasana." Virza berucap sambil menunduk malu.

"I ya, aku juga terbawa suasana." Ray pun malu malu kucing.

Ceklek...

Leon keluar dari kamar dengan baju yang sudah digantinya.

"Ayo Om, katanya mau bikin Jamur crispy kesukaan Leon?" Leon kembali mengingatkan Virza.

"O ya, Om lupa. C'mon kita ke dapur." ajak Virza.

"Vir, aku pamit kuliah dulu ya." Ray mencium punggung tangan Virza dan mengeluarkan sebuah coklat di tanya.

"Ini Leon, ambil. Tante berangkat dulu ya, Leon baik-baik disini." Ray mengusap kepala Leon dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.

"Hati hati tante.. " Leon melambai dan berbalik menuju ke dapur bersama Virza.

1
Ida Rubaedah
Luar biasa
Ilham Risa: hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suamiku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
hanita azzahra
luar biasa
𝑻𝒘𝒐_𝒀𝒐𝒖_𝑳'
luar biasa bagus
𝑾𝖔𝖒𝖆𝖓 ᵃˡʷᵃʸˢ ૨เɠɦƭ
luar biasa
ρεɳ🄶🄴🄽ʟɪα🅣︎ˢᵘˢᵘ
keren banget thor ceritanya mu
disyahyank emak
luar biasa
🅶🅴🅽ᴅεɳɠ
keren banget bang
tuyul02
keren banget
Aries🌠
next lanjut update
Aries🌠
uhuuukkk uhukkk aku hadir
Aries🌠
keren banget bang
Rosalinda
lanjut semangat
Rosalinda
up next lanjut
Rosalinda
next lanjut
Rosalinda
semangat terus ok
hamizdan
next lanjut update
hamizdan
lanjut lagi bang
hamizdan
menarik sekali
lii mou
next next next next next next next next next next next next
lii mou
lanjutkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!