NovelToon NovelToon
PENGASUH SANG TAIPAN

PENGASUH SANG TAIPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Tamat
Popularitas:307.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mbak_na

bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OBSESI? ATAU RASA?

Devan pov

 

Aku menatap datar pada tumpukan dokumen yang di bawakan pak fet beberapa menit yang lalu. Sekarang hari-hari damai ku bersama Karin nampaknya sudah berakhir.

 

Aku mengingat kembali apa yang kulakukan pada Karin kemarin. Dan lucunya lagi, setelah insiden menyenangkan itu. Karin seolah-olah menghindari ku. Aku tak bisa menampik betapa lucunya dia ketika merajuk tadi pagi, ataupun ketika dia tak sengaja melampiaskan amarahnya pada piring sarapan pagi ini. Yang mengakibatkan sekarang piring itu tak berbentuk sama sekali.

 

Dan aku juga tidak lupa, ketika dia berlari dengan kaki pendeknya itu untuk menghindari berdekatan denganku, yang mengakibatkan aku marah total karena dia terjatuh di teras rumah. Dan semua kesenangan itu berakhir karena aku harus berangkat bekerja dan menyelesaikan tumpukan dokumen yang menjadi bukti, jika ini tidak akan selesai dalam waktu 3 hari 3 malam. Tapi tentu saja aku akan memulainya sekarang dan menyelesaikannya besok agar aku bisa kembali melihat Karin. Melihat senyumnya yang membuatku merasa gelisah-karena mungkin bisa membuat lelaki menapun jatuh hati padanya. Melihat bagaimana Karin akan menyambutku dengan amarahnya lagi dikarenakan keegoisanku untuk tetap mengurungnya dalam istanaku. Dan tentu saja, Bukan Devan Antonio namanya jika dia tidak bisa membuat yang mustahil menjadi mungkin!

 

***

“tu-tuan.....”

 

“apa?” aku melirik pak fet yang ada di depanku, urusan penting apa yang membuatnya memanggilku?! Bukankah aku sudah mengatakannya tadi jika aku tidak bisa di ganggu saat ini?! Setitik amarah muncul dalam benakku, aku memijit pelipis ku yang kembali sakit.... Sial, aku harus menemui Karin secepatnya, dan dokumen ini masih menumpuk setinggi gunung,

 

“tuan, ini.... Sudah jam 3 pagi, jangan paksakan diri anda, anda terlalu berusaha keras mengerjakan semua dokumen yang seharusnya diselesaikan berminggu-minggu.... Saya menyarankan anda untuk istirahat sejenak” aku menaikkan salah satu alisku dan kembali menatapnya tajam, seperti biasanya, aku tidak bisa mengendalikan amarahku sendiri kali ini.

 

Rasa sakit kepalaku semakin menjadi, membuatku mengepalkan kedua tanganku untuk meredam rasa sakitnya, aku bahkan sesekali harus mengapit kedua belah pihak pelipis dengan kedua telapak tanganku. Rasanya sakit dan tak bisa kujabarkan dengan kata-kata, tapi aku bisa menggambarkannya seperti ada sebuah ulat besar yang mencoba menjalari kepalamu di bagian bawah jaringan kulit. Ini menyakitkan dan membuatku ingin membenturkan kepalaku ke dinding.

 

Mataku bahkan kurasa kembali memerah, rasa panas dan sakit itu juga mulai menggerogoti telingaku..... Sial, jangan suara itu lagi!

 

“tuan?”

 

“Pergi,” titah ku dengan suara parau. Aku hanya melihat pak fet membungkuk sedikit dan mulai berlalu. Membuka kemudian menutup lagi pintu ruangan ku. Dia sudah keluar.

 

Aku mengetatkan rahang ku, mencoba untuk menahan rasa sakit ini tanpa adanya obat dari Jhon. Tapi sialnya!

 

“argghhhh!”aku berteriak kesakitan.... Kemudian ku coba untuk melepas apitan tanganku. Aku meraih sesuatu dari laci meja kerjaku, Jhon memang memberikan ini padaku selalu sebagai cadangan, tapi itu bila aku harus menghadapi keadaan darurat.

 

Dan kulihat sebuah plastik bening yang berisi beberapa kapsul obat, jika aku meminumnya 2 kapsul, kurasa itu tidak akan berguna lagi.... Dan di saat seperti ini, aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku dan kembali pada Karin!

 

Ketika kuraih obat itu, tanganku gemetar, sekarang rasa sakitnya juga sudah mulai menyebar pada urat leherku. Bahkan suara-suara bajingan itu!

 

‘jual? Berapa?’

 

‘300 juta? ‘

 

‘terlalu sedikit,......jual..... 1 milyar? Jual!’

 

‘jual’

 

‘jual’

 

‘baiklah, 1 milyar untuk anak tidak berguna ini.....’

 

 

Sial!

 

Aku berusaha menekan suara-suara bajingan itu semampuku, telingaku sakit, dan kepalaku seolah-olah mau di obrak-abrik. Dan ketika aku sudah berhasil menelan 3 kapsul obat ini setidaknya akan ada beberapa perubahan nantinya.

 

“obat pelumpuh syaraf ini nyatanya tidak lebih baik dari pada karin”

 

 

***

“APA KAU GILA!”-

 

“jangan berteriak seperti orang bodoh di jalanan sana Jhon, aku hanya menanyakan padamu bagaimana efek obatnya ketika aku memakan 3 kapsul itu” aku sedikit menjauhkan teleponku dari telinga karena teriakan dokter gila ini. Sial, apakah memang seburuk itu mengonsumsi obat pelumpuh syaraf. Nyatanya aku baik-baik saja sekarang. Tidak ada efek khusus selain badanku yang mulai rileks.

 

Sebenarnya aku sedang tengah perjalanan pulang menuju rumah. Saking tidak sabarnya untuk bertemu gadis kecil itu, aku sampai lupa mengabarkan pada Jhon jika aku meminum obatnya melebihi dosis yang biasa dia katakan.

 

“aku benar-benar tidak tahu jika seorang wanita bisa membuatmu menjadi orang gila seperti ini. Walaupun obat itu mengurangi efek kerusakan syaraf otak, bukan berarti kau bisa bebas meminumnya sesukamu bajingan! Ii masih dalam fase dimana aku masih menyelidiki dosisnya, dan untungnya kau masih memakai akal sehatmu untuk hanya mengonsumsi 3 saja-“

 

“sebenarnya aku berencana memakan hampir 5 kapsul-“

 

“JANGAN BERCANDA DENGANKU TENTANG ITU IDIOT!”-

 

“hahaha, baiklah, aku hanya bercanda, kau tahukan obat paling ampuh yang mampu menyembuhkanku itu Cuma dia? Dan kupastikan nantinya aku tidak akan membutuhkan obat-obat itu lagi” aku tahu apa konsekuensi dalam mengonsumsi obat pelumpuh syaraf ini, ini memang akan mengakibatkan rasa sakitnya berkurang. Dan biasanya ini di pakai untuk menghilangkan rasa sakit akibat cedera fisik, tapi karena penelitian Jhon yang di danai langsung oleh perusahaanku, membutuhkan waktu hingga 2 tahun untuk membuat obat pelumpuh syaraf/PCC dengan efek mengerikan menjadi obat sakit kepala khususku. Tapi tetap saja ini tidak ada guanya lagi nanti jika aku sudah menemukan obat yang ampuh seperti Karin. Setidaknya sekarang aku memiliki harapan hidup aman dan tenang tanpa rasa sakit lagi bersama dengan wanita itu.

 

“hah.. kau membuat uangmu sia-sia tuan Devan, dan bagaimana dengan penelitian ini? Apa kau yakin ingin aku melanjutkannya?”-

 

“tidak ada yang sia-sia di dunia ii, setelah kau menyelesaikan penelitianmu, aku akan memasarkan obat ini pada publik dan membangun perusahaan farmasi pertama yang akan mengguncang dunia” ujarku. Dan sejenak suara hening menguasai. Aku melirik ke luar jendela memperhatikan beberapa bangunan yang sangat terang, jalanan sekarang sangatlah sunyi karena waktu menunjukkan pukul 12 malam tepat. Kurasa Karin juga sudah tertidur sekarang....

 

Apa dia merindukanku? Apa dia ingin melihatku? Ini sudah 2 hari semenjak aku berangkat bekerja dan meninggalkannya di sana tanpa kabar sama sekali. Orang-orang banyak mengatakan jika semakin lama dan jauh jarak dari sebuah hubungan, maka rasa rindu yang di lepas semakin besar, dan akhirnya hubungan itu akan bertahan selamanya. Karena berapa banyak pun waktu yang dihabiskan untuk melepas sebuah rasa rindu yang besar adalah tak terhingga.

 

“proyek yang kau berikan padaku... hampir 80%, sebentar lagi ini akan berhasil jadi tunnggulah”-

 

“aku tahu kau pasti akan melakukannya dengan baik”

 

“dan juga, jangan pernah minum obat itu lagi untuk beberapa hari ke depan! Jika kau-“

 

Tut..

Akhirnya aku mematikan telepon Jhon sepihak, Dasar cerewet, aku tidak pernah menyangka jika seorang Jhon yang dikatakan selalu dingin dan jaim itu bisa secerewet ini. Ya tidak masalah juga, selagi dia mau menjadi rekan bisnisku. Berbisnis dengan Jhon memang selalu menguntungkan.

 

“tuan kita sudah sampai” dan begitulah akhirnya aku datang juga ke rumah ini, rasanya sudah sangat lama. Aku sedikit berlari memasuki ruangan dan menuju lift untuk ke lantai dua, ketika dentingan lift sudah berbunyi, aku segera membuka pintunya dan berlari ke arah kamarku.

 

Kubuka pintu itu dengan hati-hati, takut jika nanti Karin terbangun, kulirik ranjang besarku dan kudapati jika ranjang itu kosong. Jantungku berdentum keras sangat menyakitkan, pikiranku kalut  memikirkan jikalau Karin sudah kabur dari rumah ini.

 

Ku edarkan pandanganku pada seluruh ruangan....

 

 

Dan bagaikan disiram dengan air yang sangat dingin, aku menemukan sosok gadis itu,  yang sedang berdiri di ujung balkon dengan baju tidur putih selutut. Rambutnya sengaja terurai dan bagaikan sebuah keindahan di malam ini. Angin pun berusaha untuk memainkan rambutnya, menerbangkannya ke sana ke mari.

 

Tak terasa rasa lelah dan kantuk yang kurasakan selama 2 hari ini semuanya terangkat hanya karena melihat Karin. Aku memasuki ruangan ini dengan langkah yang sangat pelan. Ingin kukejutkan gadis kecil itu. Dalam benakku, aku bertanya

 

‘apa dia menungguku?’

 

Secercah rasa senang membanjiri tubuhku, tak elak, perutku serasa di gelitik oleh kebahagiaan. Ketika akhirnya aku sudah berada tepat di belakang Karin, hanya perlu elangkah lagi untukku memeluknya. Ku ulurkan kedua tanganku menuju pinggangnya. Ketika kusentuh, tubuh itu seperti tersentak dan ketika gadis ini mau berbalik, aku segera memerangkapnya dalam pelukanku. Kutempelkan tubuhku pada punggungnya.

 

Aku memeluk perut Karin posesif, dengan ketakutan tadi yang masih kurasakan jika selandainya dia tidak ada di ruangan ini, mungkin aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menghancurkan sesuatu nantinya. Kutumpukan wajahku pada bahunya, awalnya aku bisa merasakan jika Karin berusaha untuk melepas diri dari cengkeramanku. Tapi sayangnya mungkin sia sudah sadar seberapa besar perbedaan antara kekuatan kami berdua.

 

“jadi ini kelakuanmu? Stelah meninggalkan seorang gadis sendiri selama 2 hari penuh tanpa kabar? Kemudian kembali memberikan harapan? Seharusnya aku tidak perlu memikirkan ini semua, dan pergi saja dari sini”

 

Deg

1
Katarina Sutirah
cerita menarik
Yuni Tri Hastuti
Pinisirin
Rhenii RA
Saran aja thor, setiap babnya banyakin dialognya biar yang baca gak bosen, soalnya di beberapa bab kadang hanya ada 9 dialog😌
Rhenii RA
Dialognya terlalu sedikit thor
Jero Metriani
😂😂al dan mark akan bertemu jodohnya
aquawomen
kayanya Jhon sengaja ngasih obat biar Devan sakit terus
Umi Salamah
bagus sebenarnya tp kurang percakapannya jd terkesan kayak baca diary
Made Widianti
bosan juga .kkelebiha bercerita .percakapan x kurang .nggk seru jadix.
Nana effendy
hadir🤭
susy sulistyaningati
bisa disalurkan menjadi dd. bedah tuh anak2nya Karin-Devan, drpd jd monster bgt..
susy sulistyaningati
bknnya awalnya musuhnya Bram, kok malah terakhir Bram gk dibahas, malah dr. Jhon..🤔🤔
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
susy sulistyaningati
ngeri sekali dr Jhon.. sadis man..
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
susy sulistyaningati
ternyata Jerry jg suka sm Karin..🤔🤔
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..
susy sulistyaningati
coba dinikahin & adiknya diajak tinggal bareng, mungkin Karin mau..
Lis Manda Cel
ketiga2nya ja thor...
Lis Manda Cel
ternyata lbh berbahaya dr pd bram,devan atopun arthur😔😔😔
Lis Manda Cel
lha iya karin kok mlh ngira devan cinta ma bayangan...hahaha...item doang klo bayangan apa yg mo dicinta hahaha
Lis Manda Cel
tetap semangat ya thor...gk usah baca komen2 yg tdk membangun👍👍👍
Lis Manda Cel
untung karin gk prnh mau mandiin devan ya...
Lis Manda Cel
jd devan udah ada ht ke karin dr sejak sblum hilang ingatan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!