Hai readers dukung karya ku dengan selalu meninggalkan jejak VOTE LIKE KOMEN dan share.
Maya adalah teman masa kecilku.
Dulu, kami begitu dekat hingga pada akhirnya kami harus terpisah. setelah sekian lama akhirnya kami bertemu kembali, dan benih benih cinta pun mulai bersemi.
kami menjalin sebuah hubungan, seakan tak ingin berpisah darinya. bahkan aku telah melamarnya, akan tetapi aku justru menikah dengan wanita lain, dia adalah Cecilia.
pernikahan yang kami jalani tanpa dasar cinta. Hatiku masih tertutup untuknya. aku masih mencintai Maya dan berharap kembali padanya.
hingga suatu hari Cecilia pergi disaat aku mulai mencintainya. aku jatuh terpuruk setelah kepergiannya. cinta ku kepada Maya lenyap begitu saja.
hingga takdir mempertemukan aku dan Maya kembali.
bagaimana kisah selanjutnya, apakah aku dan Maya akan bersatu??
ikuti kisahnya dalam Maya Janda Memikat
selamat membaca 🤓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahbana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 13 Pernikahan
Pernikahan
Aku telah menyelesaikan urusanku dengan Maya. Selanjutnya aku akan mengurus pernikahanku dengan Cecilia, sebelum perutnya semakin membuncit.
Tidak ada acara pertunangan, tidak ada tukar cincin ataupun hantaran, tidak juga gaun pernikahan. Kami akan melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama.
Karena Cecilia seorang yatim, dan tidak punya wali nikah, kami memilih wali hukum sebagai gantinya. Tidak ada sanak saudara, hanya beberapa teman sebagai saksi.
Pernikahan ini hanya demi menutupi aib semata, tidak ada cinta dan kebahagiaan. Yang ada hanyalah keterpaksaan.
Setelah mempersiapkan segala keperluan, dan menentukan tanggal yang telah disepakati bersama, secepatnya kami akan melangsungkan akad nikah.
Aku tidak punya keberanian menghubungi Maya, walaupun dia selalu menawarkan bantuan padaku dan Cecilia. Aku sengaja tidak menghubunginya karena aku tak ingin membuat Maya semakin terluka.
Di depanku, dia selalu bersikap tegar. Senyumnya masih sama seperti yang dulu, sebelum aku melukai hatinya. Mengingat akan kenangan manis saat bersama Maya, membuatku menitikkan air mata.
Aku selalu bermimpi menjadi pendamping hidup Maya, namun saat kebahagiaan itu berada di depan mata, justru aku sendiri yang menghancurkannya.
Kulihat Cecilia dengan kebaya putih, dengan bawahan kain batik nampak tersipu malu. Wajah orientalnya menjadikannya berbeda dari yang lain.
Entah apa yang tengah dia rasakan, mengingat kami tak saling mencintai. Aku berharap dia merasakan hal sama denganku, sama-sama tak bahagia.
Dalam hati kecilku aku tak ingin berlama-lama menjalani biduk rumah tangga dengannya. Aku ingin segera mengakhirinya, dan lepas darinya.
Jika bukan karena aku masih punya hati, mungkin saat ini juga aku akan pergi meninggalkannya. Aku tak peduli dengan kehamilannya, yang belum jelas anak siapa di perutnya.
Ijab telah terucap, kini dia telah sah menjadi istriku. Mulai detik ini aku bertanggung jawab penuh atas dirinya. Segala kebutuhannya menjadi tanggungan ku.
Sesuai kesepakatan yang telah kami buat sebelumnya, setelah menikah aku melarangnya bekerja. Kami akan tinggal bersama di sebuah kontrakan sederhana dengan dua kamar, satu untuknya dan satu untukku.
Tidak ada kontak fisik, aku hanya akan pulang di malam hari dan pergi di pagi hari. Aku sengaja tidak meninggalkan kosan lamaku, untuk berjaga-jaga bila aku jenuh di rumah.
Aku membantu Cecilia mengemasi barang-barangnya di motel, dengan dibantu Faruq satu-satunya temanku.
Meskipun dia sangat menjengkelkan, kuakui dialah orang yang selalu ada untukku. Selama aku tinggal dan bekerja di Ibukota, Faruq orang pertama yang aku kenal, dia juga yang memperkenalkan aku dengan teman-teman yang lain.
Faruq jugalah yang mempertemukan aku dengan Cecilia yang kini menjadi istriku, bisa dibilang mimpi burukku dialah penyebabnya.
Akan tetapi aku tak mau menyalahkan Faruq terus menerus. Dia telah meminta maaf padaku atas apa yang telah menimpaku.
"Aaahhh.... (Faruq menggeliat kelelahan) kelar sudah. Gue balik dulu Rend, lu nikmati malam pertama lu sama istri baru lu." Kata Faruq meledek ku.
"Sialan lu!! Thanks ya uda bantuin gue... "
"No problem, kalo lu butuh apa apa jangan sungkan."
Tak lama kemudian Faruq meninggalkan aku dengan Cecilia.
Sepertinya Cecilia juga kelelahan, setelah seharian beraktivitas. Dia tertidur di sofa, hanya dengan menggunakan celana pendek dan kaos oblong, bahkan dia tidak sempat membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Cecilia sedang hamil, tak seharusnya bekerja terlalu berat. Bagaimana pun juga kini aku telah resmi menjadi suaminya, aku berkewajiban menjaganya dan juga janin yang dikandungnya.
Aku berniat memindahkannya ke kamar, namun niat itu ku urungkan. Aku hanya menyelimuti Cecilia agar dia tidak kedinginan.
Aku sudah berjanji pada diriku untuk menjaga jarak dengannya. Aku membatasi diriku, agar tidak jatuh hati kepadanya. Aku akan menunggu hingga semuanya benar-benar jelas, dengan begitu aku bisa mengambil tindakan selanjutnya, demi kebahagiaan masing-masing.
Aku sengaja tidak memberitahu keluargaku perihal pernikahanku dengan Cecilia, karena untuk saat ini aku tidak berharap pernikahanku dengan Cecilia berlangsung lama. Paling tidak sampai Cecilia melahirkan bayinya.
Pikiranku melayang pada sosok Maya, ingin menelfon, tapi aku tak punya keberanian. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Maya menghubungiku, dia memberiku selamat atas pernikahan yang tak kuinginkan. Maya mendapat kabar dari Faruq, ya dari siapa lagi jika bukan dari si mulut ember itu.
Ada rasa canggung menyelimutiku. Tidak seperti biasanya, aku merasa tidak enak hati ketika Maya menanyakan perasaan ku. Dia tahu dengan jelas jika aku sama sekali tak menginginkan pernikahan ini terjadi.
Percakapan ku dengan Maya di telepon tak berlangsung lama, karena secara bersamaan, David menghubunginya.
Aku berpikir, jika Maya akan kembali ke pelukan David. Jika melihat keadaan pada saat ini, aku lebih brengsek dari seorang David Abraham.
Melamar seorang wanita namun menikah dengan wanita lain.
Maya wanita yang istimewa, bukan hal yang sulit baginya menaklukkan hati seorang pria. Statusnya sebagai seorang janda sama sekali tak mempengaruhi kharismanya.
Jangankan aku, yang hanya seorang pria biasa tanpa harta dan kharisma, seorang David pun berhasil ditaklukkannya, seorang pria yang digandrungi banyak wanita, pria dengan ketampanan dan kharisma di atas rata-rata, harta berlimpah serta kekuasaan dimana mana.
Ada setitik harapan untuk bersanding dengan Maya di kemudian hari, jika kelak anak yang dilahirkan Cecilia bukan darah dagingku. Egois memang, namun itu hanya sebatas keinginan tidak lebih.
Akan tetapi jika anak itu adalah anakku, aku akan belajar membuka hatiku untuk Cecilia, itu pun jika Cecilia juga menginginkannya.
Malam pertama yang seharusnya kulalui dengan istriku, hanyalah angan-angan semata. Bahkan mungkin tak akan pernah terjadi.
Cecilia, kuharap dia berpikir hal yang sama denganku. Agar tidak ada yang tersakiti diantara kami.
Jangan lupa vote like and comment
Tunggu episode berikutnya ya.... Terimakasih 😘
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun ❤️
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-Suamiku Posesif (Adam & Alina)
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengawal Tampan Nona Judes
-BELOVED
-Pengantin Pengganti Tersakiti
dan rendy dan maya bisa kembali romantis lgi.
dan trll prcya sm david.itu kesalahn ny trll bodoh,klo mya msh suka sm david satukn aj lh thor klo menurutmu itu bgus.aku jd ilfeel sm peran cewek ny yg trll murahan dn gk menghargai pasangan nya.katany cinta sm rendy tp gk bs jga hrga diriny.kesel