NovelToon NovelToon
Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Izzah

Jangan lupa follow IG baru author
"@queenzah.aquine"

Hai teman-teman

Ini novel pertamaku.

Menceritakan, Syifa seorang gadis yang sangat gengsi dan selalu acuh tak acuh bila bertemu orang asing. Dan, Luthfi, seorang pria dengan temperamennya yang cuek serta dingin kepada siapapun yang asing baginya

100% karya ini milik, Queen Izzah.

Apabila ada Nama tokoh dan Tempat yang sama, Queen Izzah mohon maaf.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Izzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar tukang gosip

Matahari sudah mulai menampakkan dirinya dari balik dedaunan dipagi hari yang cerah. Sinar matahari yang masuk dari celah jendela kamar, Syifa berhasil membuatnya mengerjap

"Hoaammmm", Syifa memaksa tubuhnya untuk bangun meski matanya belum siap untuk terbuka, "Jam berapa ini?" ia kemudian meraih poselnya diatas meja

Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Syifa bersiap-siap mandi, namun terlebih dahulu ia pergi ke kamar, Risa untuk membangunkannya meski hanya sekedar mengetuk pintu kamarnya

Syifa kemudian kembali menuju kamarnya lalu masuk kedalam kamar mandi. Syifa dan Risa langsung menuju meja makan untuk sarapan sebelum ke kampus setelah mereka sudah berpakaian. Mereka memiliki kuliah jam 8 pagi ini.

"Kita punya kuliah jam 8?" tanya, Risa saat mereka sudah sarapan

"Loh ngga lihat jadwal apa?", Syifa membersihkan piring-piring yang kotor di meja

"Malas. Kan ada loh", Risa ikut membantu, Syifa membersihkan meja

"Kebiasaan loh yah" seru, Syifa

"Udah ah, ayo. Ini udah jam setengah 8, ntar kita telat", Risa meraih tasnya yang ada di meja

"Rumah kita emang sejauh gimana sih dari kampus? Ya ampun", Syifa hanya menggelengkan kepalanya

Mereka kemudian berjalan ke kampus. Saat sudah di depan pintu, langkah, Syifa dan Risa terhenti sejenak. Mereka saling menatap satu sama lain lalu mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk

Viona dan Reza melambaikan tangan kearah mereka. Ada dua kursi yang kosong disamping, Viona, satu disebelah kirinya, dan satunya lagi disebelah kanannya. Kursi kosong yang ada disebelah kiri, Viona juga tepat dikursi sebelah kanan, Luthfi.

Sedangkan, Reza berada di kursi depan, Viona. Dia juga tampak memilihkan kursi untuk, Syifa dan Risa. Dan tanpa permisi, Marcelia yang baru datang langsung mengambil kursi yang ada di samping, Luthfi dan Viona

"Sorry, tapi kursi ini milik teman gue", Viona menunjuk kearah, Syifa dan Risa yang sudah berjalan kearahnya

"Maksud loh?", Marcelia seakan tidak perduli

Risa langsung duduk dikursi kosong samping, Viona. Sementara, Syifa masih berdiri disamping, Viona

"Gue nyiapin kursi ini buat teman gue" protes, Viona

Saat, Marcelia hendak berbicara, Syifa memotong pembicaraan mereka

"Udah, Vi. Ngga apa-apa kok" ucap, Syifa

"Tapi....", Viona masih tidak terima

"Vi... Ngga apa-apa, lagian masih banyak kok kursi yang kosong", Syifa menenangkan, Risa dengan senyumnya

"Sini, Syifa", Reza yang sedari tadi duduk didepan, Viona memberikan kursi yang kosong disampingnya kepada, Syifa. Kursi itu tepat dihadapan kursi, Marcelia

"Terima kasih, Reza", Syifa langsung duduk dengan tersenyum

Arvigo yang baru datang langsung duduk dikursi samping, Syifa tepat dihadapan kursi, Luthfi

Risa yang terpaut dua kursi dari jarak kursi, Syifa terus tersenyum dan kadang-kadang berdehem untuk menggoda, Syifa yang kini duduk disamping, Reza

"Loh kenapa sih, Sa? Tenggorokan loh kering? Butuh air?", Viona yang tidak tau apa-apa hanya bingung dengan sikap, Risa

"Butuh debaran gue. Ups", Risa sengaja memancing, Syifa lalu pura-pura menutup mulutnya dengan menahan tawanya

"Risa!?", Syifa melototkan matanya kearah, Risa

"Apa? Gue kan ngga ngapa-ngapain?" ucap, Risa yang masih menahan senyumnya

"Kalian kenapa sih? Kok gue jadi bingung sendiri" seru, Viona dengan nada manjanya hingga membuat, Arvigo langsung menoleh dengan tersenyum

"Ngga ada apa-apa, Vi. Biasa, otak, Risa lagi sedikit bermasalah", Syifa terkekeh dengan ucapannya sendiri

"Enak aja. Otak loh aja yang ngga nyambung" protes, Risa

"Ih. Gue kok makin bingung kalian bahas apa? Ngga ada yang mau ngasih tau gue", Viona merengek dengan nada manjanya

"Nanti gue ceritain yah" cetus, Risa

"Bener?", Viona masih dengan nada manjanya

"Ia. Masa gue bohong", Risa berusaha meyakinkan, Viona

"Dasar tukang gosip", Syifa memutar malas bola matanya

"Ngasih tau teman sendiri emang itu ngegosip? Parah loh", Risa menghardik, Syifa dengan kata-katanya

"Tau tuh. Ngga nganggap gue temannya kali", Viona melipat kedua tangannya diatas perut sambil cemberut

"Astaga... Salah lagi kan gue", Syifa menepuk jidatnya sendiri

Luthfi, Reza, Marcelia dan Arvigo yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya menggelengkan kepalanya. Bahkan ketiga pria tersebut tampak tersenyum dengan tingkah ketiga gadis itu dengan debat yang sangat menggemaskan, namun tidak dengan, Marcelia yang menganggap mereka sangat ribut hingga membuat kepalanya pusing

"Ngapain loh liatin gue gitu?", Viona masih tetap dalam mood cemberut saat tau, Arvigo memperhatikan dirinya

"Gue rindu loh yang suka manja dan cemberut gitu" ucap, Arvigo dengan senyum yang menghiasi wajahnya

Sorakan riuh terdengar menghiasi ruangan tersebut saat, Arvigo melayangkan ucapan gombalnya kepada, Viona. Sedangkan, Viona, wajahnya saat ini, mungkin sudah memerah seperti kepiting rebus. Namun ia menutup wajahnya dengan kesal

Viona melampar pulpen kearah, Arvigo saat suasana sudah kembali normal

"Sekali lagi loh ngomong gitu, bukan cuma puplen yang melayang, sepatu gue juga bisa melayang ke muka loh" ucap, Viona dengan kesal

Suara tawapun menggema mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh, Viona

"Galaknya kumat. Tapi tetap gemas gue" ujar, Arvigo.

Viona menatap tajam, Arvigo namun, Arvigo hanya tetap tersenyum membalas tatapan tajam dari, Viona. Syifa membalikkan badannya menghadap ke, Viona, kemudian ia menggenggam tangan, Viona untuk diam

Suasana yang tadinya riuh, kini sudah kembali sunyi berkat dosen yang mengajar mereka sudah memasuki kelas, dan pembelajaran tengah berlangsung. Jam kuliah pertama sudah selesai, kini jam kuliah kedua pun sudah dimulai.

Mereka harus mengikuti dua kelas sebelum istirahat, yang kemudian akan dilanjut kuliah ketiga. Setelah itu, mereka boleh pulang

Saat kuliah kedua sudah selesai, beberapa dari mereka mulai berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka dari kelaparan yang melanda setelah mengikuti dua kelas yang menghabiskan waktu selama empat jam

"Akhirnya... Selesai juga", Risa merenggangkan tubuhnya yang sedikit kaku

"Masih ada satu loh" goda, Syifa

"Hufth, kenapa ngga langsung sekalian aja sih biar cepat kelar kelasnya" ketus, Risa

"Apaan. Baru dua kelas aja loh udah malas gini" seru, Viona

"Gaya aja sok-sok'an pengen lanjut. Padagal udah mau tepar" timpal, Syifa

"Stop. Kalian ini hobby banget yah ngebully gue" cetus, Risa

"Bukannya loh yang suka ngebully?" seru, Syifa

"Udah stop. Gue lapar. Ayo ke kantin" ujar, Viona yang menghentikan perdebatan antar, Syifa dan Risa

"Biasanya juga loh yang ribet mulu" protes, Risa

"Bareng sama loh ribetnya", Syifa menunjuk, Risa kemudian tertawa pelan

Risa dan Viona hanya berdecak kesal dan memutar malas bola matanya

"Kita boleh gabung ngga?" tanya, Arvigo kepada ketiga gadis itu

"Ngga boleh" dengan cepat, Risa melarang, Arvigo gabung dengan mereka

Luthfi yang berada di belakang, Arvigo menahan tawanya saat temannya itu mendapat penolakan dengan tegas bahkan dari pacarnya sendiri

"Jangan ketawa loh, Fi" seru, Arvigo dengan kesal

"Ayo", Syifa sudah berdiri dari kursinya hendak menuju kantin yang diikuti kedua temannya

"Reza, gue duluan yah" pamit, Syifa yang di jawab anggukan oleh, Reza dengan senyuman manisnya

Luthfi hanya melirik sekilas kearah, Syifa saat gadis itu berpamitan ke, Reza. Ia dengan cepat membuang jauh pandangannya, Risa menoleh kearah, Luthfi, namun, Luthfi tak menunjukkan reaksi apapun sama sekali

Saat ketiga gadis itu sudah pergi, Arvigo juga mengajak, Luthfi ke kantin bersama. Namun saat, Luthfi hendak berdiri, Marcelia menahan lengannya

"Gue boleh gabung ngga sama kalian?", Marcelia dengan masih memegang lengan, Luthfi yang terbalut jaket

Luthfi melirik tangan, Marcelia yang masih belum melepaskan lengannya. Saat, Marcelia melirik tangannya, dengan cepat ia melepasnya

"Sorry-sorry. Gue ngga sengaja. Jadi? Apa boleh gue ikut gabung bareng kalian?", Marcelia melebarkan senyumnya

"Terserah", Luthfi berjalan mendahului mereka tanpa menoleh kearah, Marcelia sedikitpun.

Reza masih tetap ditempatnya menunggu kedatangan temannya karena mereka sudah janji akan bertemu. Sedangkan, Luthfi, Arvigo dan Marcelia tampak jalan beriringan menuju kantin

Disepanjang perjalanan, banyak mata yang tampak mengekori mereka. Namun, Luthfi tidak memperdulikan akan hal tersebut, berbeda dengan, Marcelia yang terus melebarkan senyumnya sepanjang perjalaan. Berbeda lagi dengan, Arvigo yang tampak santai dan cool

Mereka bertiga memilih duduk tepat disebelah meja, Syifa dan teman-temannya. Syifa melirik kearah, Luthfi yang sedang memesan makanan, kemudian pandangannya beralih kearah, Marcelia yang sedang duduk tepat disamping, Luthfi.

"Saingan baru nih" bisik, Risa dengan menyenggol pelan lengan, Syifa

"Apaan sih", Syifa kembali memfokuskan dirinya untuk menikmati makanan

"Hay, Vio" sapa, Arvigo saat dirinya duduk bersampingan dengan, Viona walau beda meja

Viona tak membalas sapaan, Arvigo, dirinya berpura-pura tak mendengar sapaan, Arvigo. Namun, Arvigo yang sudah mengenal sikap judes, Viona dari setahun yang lalu hanya bisa tersenyum dibuatnya

"Hmm. Gue belum tau nama loh, gue, Celia", Marcelia mengulurkan tangannya kearah, Luthfi.

Luthfi manatap sebentar tangan, Celia sebelum membalas uluran tangan tersebut, "Luthfi", masih tetap dengan ekspresi datar miliknya

"Cuek amat loh, Fi" goda, Arvigo

Luthfi hanya membuang pandangannya tanpa menghiraukan ocehan, Arvigo. Saat dirinya menoleh kearah, Syifa, mata mereka sejenak saling bertemu dan bertatapan saat, Syifa juga tidak sengaja menoleh kearah, Luthfi

Syifa kemudian langsung mengakhiri tatapan tersebut dengan salah tingkah karna, Luthfi mendapati dirinya yang sedang melihat kearahnya. Luthfi juga mengakhiri tatapan tersebut dengan langsung meminum jus jeruk miliknya

"Cieee... Yang tata-tatapan" goda, Risa berbisik ketelinga, Syifa

"Diam" wajah, Syifa tampak memerah dibuatnya

"Kalian ngomongin apaan sih? Ngga ngajak-ngajak gue lagi", Viona lagi-lagi cemberut saat mendapati kedua temannya sedang bercanda tanpa dirinya

"Nanti deh, gue cerita" cetus, Risa

"Gue nginap dirumah kalian boleh ngga?" tanya, Viona

"Boleh dong" seru, Syifa

"Biar makin rame" timpal, Risa

"Ok" senyum, Viona langsung terbit

Kini, mereka sudah berada dikelas untuk mengikuti kuliah ketiga. Dosen yang mengajar kelas ketiga ini pun sudah tampak memasuki kelas, mereka mengikuti kelas dengan sangat tenang tanpa ada keributan sama sekali

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 😃
kembali lagi kak cuma gak pernah komen.. suka sama karya kka.. semoga sehat selalu,murah rezeki n diberi kelancaran setiap hajat yang kka ingin kan.. sukses selalu kak semangat berkarya..
Dimas Pratama
Luar biasa
Oke Santai
akhirnya, Risa yg slalu di buli kini udah punya pendamping.mereka yg slallu berdebat bisa jadi terikat.hebat.
Oke Santai
keren, asyiknya ketika mereka sedang bersama.ada saja yg bisa buat aku tertawa sendiri.ini hanya novel,namun kayak di dunia nyata.the besth karyamu thor.sangat menghibur.
Oke Santai
makin seru.
Oke Santai
wah gila banget.jadi tertawa sendiri ,dengar tingkah dan lawakan mereka ketika kumpul.keren Thor.
Oke Santai
Risa" lucu banget sih lho.
Oke Santai
,keren ,awal mula cinta yg tumbuh tanpa di sadari mengalir apa adanya,ya begitulah kisah kasih masa masa di sekolah.
Aquine: wkwkwk. benar lho
total 1 replies
Oke Santai
kisah kasih yg lagi tumbuh.seru.semangat Thor.
Oke Santai
masih menyimak Thor.
Aquine: ashiaapp
total 1 replies
Efryn Sinaga
alurceritanya ringan
Windha Winda
mencintai diam²... 😂😂😂😂
Surya Hasiholan
cerita dua duanya aja Thor.. hehehe .
Oktia Kurnianingrum
gak malu y 3 cewek jadi2an itu
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Susah banget soalnya nemu novel yang bagus gitu buat di baca.
Terakhir aku baca yang judulnya "(Siapa) Aku Tanpamu)", bagus banget ceritanya tapi yang baca dikit, kasian otornya.
Dan jangan lupa, searchnya pakek tanda kurung
FRENDY DAMANIK
gila sihhh.... ini seru bngttt
Millati
akhirnya ngaku juga...tpi kok nggk ditembak jdi pacar
Millati
pasti reza tuh yg ganggu
Millati
suka..baca mpe lewat tengah malam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!