Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.
Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?
Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.
Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Hampir Tergoda
“Kita bawa dia ke kamarku dulu agar tidak menjadi tontonan banyak orang.” Perintah Logan yang membuat Gavin menjadi salah paham dengan ucapannya.
“Oke, Boss! Saya mengerti,” sahut Gavin penuh semangat, lalu tersenyum dengan senyuman membuat Logan menjadi kesal lagi saat melihatnya.
“Hei, apa yang ada di dalam otak bodohmu itu sekarang, Hah?” seru Logan dengan wajah kesalnya.
Apalagi Raelynn terus meracau memanggil namanya dengan suara yang begitu sensual. Logan bahkan seakan bisa menebak pikiran mesum yang tengah bersarang di otak Gavin saat ini.
“Haaah? Apa maksud Boss ?” Gavin seketika memasang wajah lugu nan polosnya seakan tidak memiliki dosa.
“Kenapa kau tersenyum mencurigakan begitu? Pasti otak bodohmu memikirkan hal yang tidak beres, bukan?” ujar Logan dengan tatapan penuh menyelidik pada sekretaris sekaligus asisten pribadinya itu.
“Apa maksudmu, Boss? Otakku tidak beres bagaimana?” Bukannya langsung menjawab Gavin malah mengelaknya sambil senyum-senyum tidak jelas.
“Woaah, kau ternyata benar-benar pintar berkilah ‘yah!” ujar Logan menyidir Gavin secara terang-terangan.
Tingg!
Suara lift terbuka, Logan pun melangkah keluar terlebih dahulu dari dalam lift, meninggalkan Gavin yang semakin kewalahan menghadapi Raelynn. Belum lagi koper besar dan berkas yang ada ditangannya, Gavin bahkan sudah melemparkan berkas itu tak tentu arah. Karena kesal terhadap bosnya yang membiarkan dirinya kewalahan seorang diri, Gavin pun melepaskan genggaman tangannya, sedikit mendorong dan membiarkan Raelynn terlepas begitu saja menghampiri Logan.
“Cih, lihatlah dia yang begitu santai. Sementara … aku sangat kesusahan saat ini. Ouh, benar! Kenapa hanya aku yang repot?” Itulah yang Gavin pikirkan dalam hatinya.
Dan begitu Gavin melepaskannya, Raelynn pun segera berlari dan memeluk Logan dari belakang dengan eratnya. Logan terkejut bukan kepalang ketika mendapat pelukkan dari Raelynn lagi, bahkan saat dia berhasil melepaskan pelukan itu dan berbalik badan Raelynn langsung mencium bibirnya dengan lembut.
Sejenak Logan memang hanyut dalam ciuman yang Raelynn lakukan, tapi dia segera sadar dan mendorong tubuh Raelynn untuk menjauh. Meski sayangnya tidak bisa sama sekali, setidaknya ciuman itu berhenti. Logan lantas langsung menatap ke arah Gavin yang masih berada di dalam lift dengan tatapan mematikan.
“Boss bisa mengurusnya sendiri, bukan? Saya akan mencarikan dokter untuk memeriksa keadaan Nona Raelynn. Aku akan segera kembali, Boss!”
Setelah mengatakan hal itu Gavin langsung menekan tombol lift dan seketika pintu lift mulai menutup kembali. Ya, dia jelas sedang berusaha melarikan diri dan secara tidak langsung menyuruh Logan untuk mengatasi semuanya sendiri.
“Kau—” Belum sempat Logan mengeluarkan kata umpatannya pada sekertaris laknatnya itu, pintu lift sudah tertutup sepenuhnya, “Haaah … sudahlah lebih baik aku mengurusnya terlebih dahulu.”
Sekarang Logan hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar, dia menatap kesal pada Raelynn.
Logan lalu membawa masuk Raelynn ke dalam kamar hotelnya, mengabaikan barang-barang yang masih berserakan di depan lift. Logan sempat kesusahan karena Raelynn terus berusaha menciumnya berulangkali, tapi kali ini dia berhasil menghindarinya dengan baik.
Sehingga Logan terpaksa harus menggendongnya ala bride style dan dengan usaha yang cukup besar, akhirnya Logan berhasil memasukkan kartu acces kamarnya dan segera masuk menuju ke kamar mandi.
Logan langsung mengambil shower dan mengarahkannya pada tubuh Raelynn. Kemudian Logan segera menyalakannya hingga keluar aliran air dingin yang membasahi tubuh Raelynn dan juga tubuhnya sendiri. Logan terpaksa harus ikut basah-basahan, sebab Raelynn sama sekali tak mau melepaskan pelukan pada tubuhnya.
Cukup lama Logan membasahi tubuh mereka dengan air dingin, hingga perlahan Raelyn kembali pada kesadarannya. Meskipun pengaruh obat itu masih cukup kuat tapi Raelynn sudah bisa mengendalikan hasratnya, lebih tepatnya mengendalikan akal sehatnya.
“Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Nona Raelynn?” tanya Logan ketika Raelynn mulai melepas pelukan pada tubuhnya.
“Tu-tuan Lo-Logan!”
Begitu mulai tersadar Raelynn tampak sangat terkejut dengan tindakannya sendiri yang terus menempel dan menggoda Logan. Raelynn pun langsung mendorong tubuhnya untuk menjauh, tapi tindakannya itu malah membuatnya hampir jatuh ke lantai karena terpeleset lantai yang licin dan beruntung Logan langsung menangkap tubuhnya.
Wajah keduanya begitu dekat, hingga beberapa centi lagi mereka bisa berciuman satu sama lain. Tapi jelas itu tidak mungkin, kecuali Raelynn kembali kehilangan akal sehatnya.
“Hati-hati lantainya licin!” ujar Logan mengingatkan.
“Te-terima kasih,” ucap Raelynn dengan perasaan gugup bukan main, wajahnya semakin memerah karena hasratnya untuk mencium bibir Logan kembali muncul. Akan tetapi, dia segera mengeyahkan pikiran itu jauh-jauh.
“Sepertinya efek obat itu masih cukup kuat. Lebih baik kau berendam dengan air dingin dulu agar bisa menekan efek obatnya lagi,” ujar Logan yang langsung mengisi bath up dengan air dingin, daripada dia yang menjadi pelampiasan Raelynn lagi.
“Pengaruh obat?”
Raelynn tampak kebingungan dengan penjelasan Logan, memang tubuhnya masih terasa tidak nyaman tapi dia tidak tahu obat yang sedang Logan bicarakan. Sampai akhirnya dia teringat dengan pembicaraan Risha dengan Ibunya yang berusaha menjadikan dirinya sebagai alat transaksi bisnis agar bisa memepertahankan kekayaan keluarga Cameron.
“Itulah yang ingin aku tanyakan padamu … sudah ‘lah percuma saja jika aku menanyakannya padamu sekarang, kau pasti tidak bisa menjawabnya dengan benar.” Logan kembali menunjukan raut wajah kesalnya.
“Ugh ....”
Raelynn kembali merintih dengan suaranya yang terdengar sangat sensual, efek obat perangsang itu kembali menguasai akal sehatnya.
“Kau berendamlah di sini dulu sampai dokternya datang. Aku akan menunggu di luar! Kau bisa memakai jubah mandi atau handuk yang ada disana begitu kau merasa sudah membaik.”
Logan pun segera mendudukan Raelynn ke dalam bath up yang sudah berisi air dingin. Kemudian, dia tidak lupa menunjuk letak handuk dan jubah mandi hotel. Logan lantas bergegas keluar dari kamar mandi dengan pakaiannya yang sudah basah kuyup dan pikirannya yang sangat kacau memikirkan bagian bawahnya yang sudah sangat tegang.
Logan sejenak berdiri dibalik pintu untuk menenangkan kerja jantungnya yang berdegup sangat kencang, dia pun bergumam, “Astaga, ada apa denganku? Kenapa tubuhku terus bereaksi terhadap setiap sentuhan yang dia lakukan?”
“Astaga, aku pasti sudah gila sekarang! Kenapa pikiran mesumku terus muncul padanya?”
Logan menjambak rambutnya dengan frustasi. Ya, dia membayangkan hal-hal yang tak pantas dengan Raelynn. Dia sendiri merasa bingung, mengapa godaan seorang Raelynn sampai berhasil membuatnya lupa akan wanita yang dicintainya.
“Aish! Dimana si Gavin bodoh itu sekarang? Kenapa dia masih belum kembali juga sampai detik ini! Awas saja nanti kau, Gavino!” gerutu Logan, dia sudah tidak sabar ingin meluapkan rasa frustasinya pada Gavin sebagai tempat pelampiasan sekaligus hukuman karena sudah meninggalkanya bersama Raelynn begitu saja.
Bersambung ….
Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...
Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
next kk