NovelToon NovelToon
GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:736.8k
Nilai: 5
Nama Author: rizkianda

Fina adalah gadis yang ceria dan mandiri. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara. Fina mendapatkan beasiswa ke sekolah elit ternama di ibukota yang mengharuskan dia pindah tempat dari kampung halamannya ke kota. Fina berasal dari keluarga yang sangat sederhana, saking sederhananya dia harus sekolah di pagi hari dan bekerja pada sore hari. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan nya selama tinggal dikota, dan membantu biaya ibu dan adik-adiknya di kampung. Sementara kakak pertamanya bernama herman tinggal bersama fina 1 atap di kontrakan kecil, dia(herman) berkata akan menjaga fina selama di kota dan membantu meringankan biaya fina dengan bekerja juga. Padahal kakak fina kerjaannya mabuk-mabukan berjudi dan meminjam duit, yang nantinya tentu finalah yang harus membayar hutang-hutang kakak nya yang menyusahkan itu. Kehidupan fina yang sungguh jauh dari kata layak. Sampai dia bertemu dengan pangeran yang bisa menyelamatkan kehidupannya beserta keluarganya.Tapi, malang nasib Fina yang di jadikan jaminan bayaran hutang oleh kakaknya ke tuan muda yang tidak Fina ketahui asal usulnya. Bagaimana kisah kehidupan Fina dan cintanya tuan muda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizkianda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu Haru pulang

Pagi ini kami sarapan berdua di bawah, sebelum berangkat ke sekolah.

"mmm... tuan, saya ingin bertanya satu hal," Tanya Fina dengan ragu.

"Hemm...," Haru menjawab.

" Akhir pekan Lyla mengajak saya pergi ke car freeday, di taman xxxx untuk jalan-jalan, ada pembukaan taman disana. Bolehkah saya pergi? tanya Fina.

Haru tidak menjawab dan sibuk dengan ponselnya.

"Teman-teman mengajak saya bermain kesana, selama ini saya hidup dengan keras sampai-sampai tidak punya waktu untuk bermain bersama teman sebaya. Saya ingin sekali merasakan kehidupan yang sebenarnya bergembira bersama , tertawa bersama, berbagi kisah, ahh.. sepertinya menyenangkan", Fina dengan segala acting terbaiknya.

Ayo jawab boleh.. Ayo... Kenapa diam saja, Fina dalam hati.

"Semalam kaka bodohmu itu menelpon, mau apa dia menelpon?" Tanya Haru.

Kenapa dia tidak merespon pertanyaanku sih, malah balik bertanya. Huh kesal...! Fina

"Iya kakak menelpon menanyakan keadaan saya tuan," jawab Fina.

"Benarkah..," jawab Haru.

Bagaimana bisa dia se dingin ini, apa. Dia tidak ingat telah menciumku semalam, dadaku saja masih berdebar gak karuan. Fina dalam hati.

"Tu,tuan..., di rumah kontrakan saya ada sepeda, saya ingin mengambilnya untuk saya pakai pergi ke sekolah. Bolehkah pulang sekolah pergi kerumah sebentar untuk mengambil sepeda? " Tanya lagi Fina.

"Har...," Panggil Haru.

"Baik tuan, seolah sekertaris Har sudah mengerti apa yang dimau tuannya.

Haru berdiri dan bersiap pergi, Lalu Fina pun berdiri mengikuti Haru.

" Lusa jam 6 sore sudah harus dirumah, jika tidak..," Haru.

" Jadi tuan mengijinkan saya pergi bersama teman-teman?, benarkah?, serius?" Tanya Fina tidak percaya.

"Hemm..." jawab Haru.

"Asyikk...! Terima kasih banyak Tuan, selamat pagi" dengan gembiranya Fina melambaikan tangannya.

"Siapa yang menyuruhmu pergi sendiri?" Tanya Haru.

"Huh..,memangnya kita berangkat bareng?" tanya Fina yang masih bingung.

"Masuk..!" Haru merintah.

"Tapi tuan, jika anak-anak sekolah tau saya nanti.."

"Berani membantah?"Haru mengancam.

" Ah, baiklah saya masuk.,"Tanpa perlawanan karna Fina tau jika menolak bisa-bisa ijin yang diberikan Haru yang baru saja akan dibatalkan secara sepihak.

*****

Mobil memasuki gerbang sekolah, dan menuju parkiran. Fina takut ada temannya yang tau kalau dia kesekolah bareng dengan Haru. Bisa-bisa habis dia di labrak kakak kelas dan teman sekelasnya. Sudah cukup dengan kehidupannya, Fina tidak mau ada masalah lagi dengan teman-temannya.

"Saya pergi duluan," Fina sambil menundukan kepalanya kepada Haru. Tapi Haru menarik tangan Fina memojokannya ke mobil.

"Ap, apa yang anda lakukan tuan, tolong lepaskan jangan disini," Fina kaget karena Haru tepat berada di depannya tubuh mereka menempel satu sama lain, muka Fina tertutupi oleh dada bidang Haru, nafas Haru pun terasa oleh Fina.

"Selamat pagi pak Haru...! ayo kita bareng ke kelas?" teriak 2 anak murid yang baru keluar dari mobil.

"Iya, selamat pagi juga, kalian duluan saja bapak ada urusan" Haru sambil tersenyum menyapa.

"Ada apa, kenapa kamu memejamkan mata seperti itu?,Heh...apa kamu fikir aku akan menciumu?" tanya Haru dengan senyum kecil.

"sa, saya tidak berfikir seperti itu, tentu saja tidak" jawab Fina.

"Lalu kenapa matamu seperti itu?, Oh apa kamu ingin aku cium, begitu?, sebegitu inginkah aku menciumu? Haru mendesak.

" Tentu saja tidak..! bagaimana bisa saya berfikir anda seorang tuan muda mau mencium seorang wanita kerempeng yang kebetulan menjadi murid anda dan dinikahi oleh pria tampan seperti anda...! Hap... Haru menutup mulut Fina yang mengoceh tak karuan.

" Jangan berisik bodoh...!" Haru melepaskan tangannya lalu ciuman manis mendarat di bibir kecil Fina, membuat Fina diam membeku.

Haru berlalu menuju kantornya, karna sebentar lagi lonceng berbunyi.

"Ah,, dia menciumku lagi, ini kedua kalinya dia menciumku,rasanya manis seperti buah strawberry." Fina mengibas ngibaskan mukanya karna mukanya merah padam serasa terbakar. Lalu pergi menuju kelasnya sambil cengar cengir.

****

Sampai di kelaspun Fina masih cengar cengir membuat teman sekelasnya keheranan.

" Fin...," seseorang memanggil menyadarkan Fina dalam fantasy nya.

"Ah iya, oh Heri ada apa," Tanya Fina.

"Kamu sudah mengerjakan PR matematika dari pak Haru?" tanya Heri.

Stab...! Serasa ada yang menusuk ke hatinya dan menjalar ke otaknya.

"Ah benar, semalam aku lupa akan PR dari tuan Haru, maksudku pak Haru. Bagaimana bisa aku seceroboh ini, " Gina mengeluarkan buku matematikanya dengan panik.

"Nih, aku pinjamkan kepadamu, cepat salin sebelum pak Haru kemari," Heri memberi kan bukunya ke Fina

"Ehem, ehem," Lyla menggoda, lalu Fina menerima buku dari Heri.

"Fin, lusa kau ikut sama Lyla ke taman xxx?" tanya Heri.

"Hmm,, aku ikut," jawab Fina.

"Yang benar...! wah pasti seru kita bermain disana Fin," antusias Lyla.

"Baguslah kalau begitu, kita bertemu jam 9 ya," Heri mengajak.

"Oke," jawab Fina.

"Srett...!" Haru datang, muka Fina sangat berbinar binar karna pangerannya datang, tapi juga salting hehhe.

"Selamat pagi, kumpulkan PR kalian hari ini bapak tidak bisa mengajar karna ada keperluan," Haru kepada muridnya.

"Huh, kenapa? Ada keperluan apa?" tanya Fina dalam hati.

Tak lama Haru pamit dan pergi meninggalkan kelas B tanpa melirik ke arah Fina duduk. Sepulang sekolah seperti biasa Fina pergi kekantor Haru dulu, karna mau menyimpan beberapa buku paket. Tiba disana Haru sudah tidak ada, Fina terus bertanya dalam fikirnya kira-kira kemana, ada keperluan apa.

****'

Malampun tiba, Fina sudah ada dirumah. Jam menunjukan pukul 11 malam tapi Haru masih belum pulang juga.

"Tok...tok...tok,"suara pintu diketuk.

"Masuklah...!" Fina sambil merapihkan pakaian dan berdiri berharap Haru yang datang.

"Maaf nona, sudah jam 11 malam anda masih belum makan malam. Nanti tuan Haru marah, apa mau saya bawakan makanannya ke sini? " seorang pelayan bertanya.

"Tidak perlu, saya belum lapar, nanti kalau lapar saya turun." jawab Fina.

"Baik, saya akan menunggu anda sampai turun nona." kata pelayan.

"Ah, tidak usah saya benar-benar tidak lapar, saya sedang diet hehehhe, mungkin nanti pagi saja sekalian saya sarapan. Kamu kembali saja dan istirahat." tegas Fina, padahal perutnya keroncongan, karna menunggu Haru pulang, dia tidak makan sampai Fina tertidur.

" Cekrek..., "pintu kamar terbuka. Seseorang masuk, meletakan kemejanya lalu duduk di sofa. Haru terlihat lelah sambil sesekali dia memijat mijat kepalanya. Kemudian dia berlalu ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai Haru merebahkan diri di ranjang dan melihat ke arah Fina.

"Dasar bodoh, kenapa menunggukku" Haru sambil membelai rambut Fina. Tapi istrinya itu tidak terbangun saking lelapnya.

Bersambung....

1
Mainah Inah
udah ku duga
Sandisalbiah
keduanya lemah dan gak bisa bersikap tegas.. hah..
Sandisalbiah
Fina lemah banget..
Mainah Inah
katanya pewaris tunggal,katanya banyak perusahaan, katanya ketua geng yang disegani kok takut? dasar cemen
Sandisalbiah
pecundang... itu lah haru.. gak bisa menentukan sikap.. cinta tp menyakiti.. cemburu dgn perlakuan Hari ke Fina lalu dia sendiri gimana.. manusia munafik...
Sandisalbiah
Haru pernah bermonolog kalau dia sengaja menjebak Herman agar bisa memiliki Fina itu artinya Haru emang mencintai Fina tp yg jd pertanyaan kapan Haru pertama melihat fina..?
Sandisalbiah
kalau Rere bukan kekasih Haru lalu siapa.. mereka sangat dekat.. apa sepupu, adik.. atau mantan.? .
Sandisalbiah
ternyata Fina ceroboh dan naif.. hah.. harusnya jd perempuan yg sudah biasa kerja keras dia itu jd org yg teliti dan waspada.. ini kok berbanding terbalik...
Sandisalbiah
utk org sekelas tuan muda harusnya masalah Fina dan kekasihnya ini hanya hal sepele tp kalau udah melibatkan hati jd ribet urusannya
Sandisalbiah
dr sikap Haru di sini menandakan kalau dia peduli dgn Fina.. tp kenapa perlakuannya sok bossy
Mainah Inah
😦😦😦😦
Mainah Inah
hadeeeh ngarep
Sandisalbiah
bener² pengisap alterego si Haru.. tp tunggu gak mungkin org kaya kek dia gak punya wanita pujaan alias kekasi.. jd Fina beneran cuma di jadikan mainan ini..
Sandisalbiah
sikap Haru sangat mencurigakan..
Sandisalbiah
Fina hanya korban dr keegoisan kakaknya dan Haru yau pasti itu, seharusnya dia tdk bersikap kassr pd dina apa lagi dia kini udah jd istrinya..
Sandisalbiah
lela X SMA, Fina udah berusia 17 thn.. apa dia dulunya telat masuk sekolah.. harusnya usia segitu udah kls XI
Sandisalbiah
Haru ber kepribadian ganda.. saat jd guru bersikap kalem dan di rumah galak seperti rentenir
Sandisalbiah
jd Fina di jadikan jaminan hutang di Herman pd Heru
Sandisalbiah
neg dgn kelakuan kakak Fina..
Sandisalbiah
Dina langsung ketemu calon jodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!