Berawal dari kecelakaan berujung di pelaminan. Kaylo Albert Lyman X Sayla Lovanda Maulvi.
Hari tersial bagi keduanya yang harus menikah karna sebuah kecelakaan. Mereka belum saling kenal bahkan bisa disebut tidak saling kenal, tetapi mereka harus menikah? Mengapa? Keduanya punya kehidupan masing-masing dan hanya dalam satu hari berubah begitu saja. Kalian berfikir tinggal membantah? Tidak semudah itu. Keluarga mereka keluarga terpandang sekali memutuskan tidak akan bisa di ganggu gugat. Sudah tertimpa kecelakaan harus terperangkap dalam pernikahan pula. Kebebasan keduanya berakhir saat ini? Tentu tidak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NngNr.Laela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama
Acara sakral tersebut telah selesai beberapa jam lalu, menyisakan penat bagi pengantin pria yang sekarang tengah mengemudi menuju rumahnya untuk beristirahat. Tadinya Kay ingin mampir ke apartemen Vera namun rasa lelahnya mengalahkan niatnya.
Setibanya di halaman rumah Kay langsung keluar dari mobilnya lalu bergegas masuk kedalam rumahnya, dia tidak menyangka jika pernikahan itu akan melelahkan seperti ini. Kay masuk kedalam rumahnya namun ada yang aneh, kemana para maid yang selalu menyambutnya? Rumahnya begitu sepi jika tidak ada maid, ah sudahlah Kay tidak mau memikirkan hal yang tidak penting. Baru saja ia akan menginjakan kakinya di tangga, Elaine menghentikan langkahnya.
"Kay!"
Kay menoleh kebelakang dengan malas. "Apa?" ketusnya.
Elaine tersenyum padanya. "Tanamlah benih terbaikmu!" setelah mengucapkan kalimat itu Elaine berlalu pergi sembari terkekeh.
Kay yang melihat tingkah aneh mamanya hanya bisa mendengus pelan. "Nyokap gue gak waras!" ujarnya ia kembali berjalan menaiki tangga dengan sedikit berlari agar bisa cepat sampai di kamarnya.
Kay memutar kenop pintu dengan cepat ia masuk kedalam dan menutupnya kembali. Dengan tidak sabar Kay langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur king size nyamannya.
"Akhh..."
Pekikan itu mengagetkannya, Kay langsung bangun, dan menyingkap selimut yang ia pikir guling tergulung. Kay membulatkan matanya melihat isi selimut itu, bukan bantal guling. Tetapi Sayla yang tidur meringkuk dengan menyelimuti seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal miliknya.
"Lo ngapain tidur di kamar gue?!" kesalnya.
Sayla masih setia dengan posisinya. "Mama bilang ini kamar gue!" ucapnya masih memejamkan mata sambil memeluk bantal guling.
Kay mulai berfikir, dari awal masuk rumah memang ada yang aneh. Jadi ini maksud Elaine? Pantas saja tidak ada maid dirumahnya, rupanya Elaine yang meliburkan puluhan maid itu, dan kata katanya tadi
'tanam benih terbaik' jadi begitu, mamanya menginginkan Kay junior rupanya. Tentu permintaan Elaine akan di indahkan oleh Kay.
"Nyokap gue ternyata masih waras, kalo mau cucu tinggal bilang aja toh gue juga lagi kepingin!" ujarnya sembari melonggarkan dasinya, Kay menyeringai menatap Sayla seperti mangsa empuk yang siap di terkam kapan pun. "Istri, bersiaplah!."
Elaine tengah menyiapkan makanan, di meja makan sudah ada Albert yang duduk menunggu masakan buatan sang istri. "Sayang, panggillah mereka!" suruh Albert. Elaine mengangguk ia langsung bergegas menuju kamar Kay.
Saat Elaine hendak mengetuk pintu kamar anaknya, ia mendengar suara yang tidak pantas di dengar.
akhhh sakitt Kay ahhh pelanin akhh
ini juga udah pelan Say ahh lo kuat dikit dong!
Lo ahhh kekencengan tau akhhh sakittt
pelanin suara lo! nikmatin aja Say ahh
Elaine tersenyum bangga dia buru-buru turun ke bawah untuk memberi tahu suaminya tentang hal membahagiakan tersebut, bahwa mereka tengah dalam proses membuat cucu.
"Suamiku!!" jerit Elaine menghampiri Albert dengan tergesa-gesa.
Albert menaikan alisnya heran. "Kau kenapa?" tanyanya.
Elaine duduk di kursi sebelahnya, dia terus tersenyum. "Suamiku, mereka sedang melakukannya!"
Albert terkejut mendengarnya, dia sedikit tidak percaya karna dia tahu jika Kay mempunyai kekasih namun ternyata anaknya itu bisa move on secepat ini? Tapi melihat reaksi istrinya yang begitu meyakinkan membuat rasa keraguannya hilang, Albert ikut tersenyum bangga. "Kau serius?" tanyanya memastikan.
Elaine mengangguk. "Aku mendengarnya dengan jelas! Desahan mereka begitu kencang hingga terdengar hingga keluar! Tidak salah ku liburkan para maid supaya tidak ada yang mendengar suara mereka." kata Elaine begitu semangat.
"Sebentar lagi kita akan menggendong cucu!" heboh Albert yang di barengi jeritan sang istri.
dkit asal jngan, trllu vulagar kan bisa
hambar bnget jdinya
Masih ada aq disini
dulu dia memuja2 vera bilang vera lebih baik dari say, dan baru sekarang dia nyadar say lebih segalanya dari vera
digiliran kay dah nyadar, sekarang malah say yang mikir rey lebih segalanya dari kay
karma tuh kay, makanya jangan buka matanya lebar2, dapet bini yang segalanya eh milihnya yang kek batu apung gabisa ngapa2in.. nyesel kan sekarang dibutakan cinta palsu vera