Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 13
Keesokan Harinya.................
Dikamar Rossa,
"Aku gak bisa deketin kak dimas dengan cara semalam. Aku harus merubah strategiku, hmmmm kalau aku kerja di tempat kak adimas, pasti aku punya banyak waktu untuk berdua dengannya. Yah betul, itu bukan ide yang buruk" Rossa dengan cepat segera mandi dan nengganti bajunya dengan yang lebih sopan pagi ini. Dia pun segera keluar dari kamarnya.
.
Rara sudah menyiapkan sarapan pagi ini, dia pun bersiap untuk mengantar Bagas ke sekolah.
"Kak rara gak istirahat aja dirumah??"
"Kak rara gak papa kok sayang. Hari ini biar kak rara temenin bagas ke sekolah".
"Oke deh kalau gitu".
Setelah sarapan bagas berpamitan kepada papanya yang masih sarapan untuk berangkat ke sekolah.
"Pa, bagas berangkat dulu ya".
"Hati-hati. Oh iya ra , mobil putih udah di depan. Kamu pakai aja buat anter bagas".
"Baik pak".
Bagas dan Rara berangkat kesekolah. Sementara itu Rossa menuju meja makan....
"Pagi kak".
"Pagi"
"Bagas udah berangkat ya??"
"Udah barusan"
"Emm gitu... Kak dimas, rossa boleh kan kerja di tempat kak dimas??"
"Kerja apa??"
"kerja apa aja deh. Rossa bosen dirumah"
"Ya sudah ikut kakak ke kantor"
"Yeyy oke kak" Rossa begitu senang saat adimas membolehkan ia ikut bekerja di kantornya.
Mereka pun berangkat kekantor bersama.
.
.
.
Sampainya di sekolah bagas....
"Kak, bagas masuk dulu yaa"
"Iya, belajar yang rajin yaa"
"Baiik kak".
Bagas masuk kedalam kelasnya dan Rara seperti biasa menunggunya di halaman sekolah sambil belajar. Saat ia tengah serius mengerjakan tugas kuliahnya....
"Rara bukan??"
Rara melihat ke depannya
"Loh kak Ilham??? kok ada disini??"
"Ternyata benar heheh... aku nganter keponakanku sekolah disini. Kamu ngapain??"
"Lagi belajar kak. Ohh nganter ponakan"
"Iyaa. Aku boleh duduk diisini??"
"Boleh".
"Terima kasih. Oh iya kamu kok gak hubungin aku??"
"Heheh maaf kertasnya hilang"
"Ohh pantes,,, aku nunggu-nunggu dari beberapa waktu lalu gak ada kabar."
"Hehehe iya kak mungkin jatuh terus hilang".
"Bagas itu adikmu ya??"
"Bukan kak, dia anak majikanku"
"Ohh gitu. Seneng deh bisa ketemu kamu disini"
"Hehhe.... Kak ilham gak ke kantor ya??"
"Kekantor bentar lagi. Mana ponselmu??"
"Untuk apa kak??"
"Siniin" Ilham mengsave nomer telfonnya di ponsel Rara.
"Sekarang nomernya gak mungkin hilang lagi kan??"
"Hahahaha itu kok namanya Ilham ganteng. PD banget kak. Ganti dong namanya". Rara mengambil ponselnya dan mengganti nama kontak Ilham dengan PakPol Ilham.
"Nah aku rasa ini cukup" Rara menunjukkan ponselnya kepada Ilham.
Sementara ilham tengah mengetik sesuatu.
"Coba lihat ini RARA CANTIK. Nomer mu sudah kakak save, jadi kita bisa saling komunikasi yaa"
" hehehe Iya kak"
"Ya udah kak ilham ke kantor dulu ya. Kalau ada apa-apa hubungi kak ilham"
"Siap komandan" Rara memberi hormat kepada Ilham dengan senyumnya yang manis. Sementara ilham membalasnya dengan senyumnya yang begitu menawan.
Diujung jalan terlihat mobil Hitam yang mengawasi mereka. Adimas begitu kesal saat melihat rara yang begitu bahagia saat ngobrol bersama ilham. Rossa begitu senang saat melihat adimas marah seperti itu. Dengan cepat Adimas meninggalkan Sekolah Bagas menuju kantornya.
.
.
.
Sampainya di kantor.......
"Kamu temui HRD, untuk menanyakan posisi yang masih kosong".
"Baik kak"
Rossa menemui pihak HRD pak Johan namanya.
"Permisi pak"
"Ohh anda Rossa ya"
"Betul pak. Kok bapak tau?"
"Iya pak adimas yang memberitahukan saya. Emm disini yang kosong di bagian Admin gudang. Apa kamu sanggup??"
"Gak ada di bagian sekertaris pak adimas ya pak??"
"Gak ada. Kalau mau ambil di posisi admin gudang. Kalau gak mau ya sudah saya cari orang lain".
"Eh jangan pak. Saya mau, asalkan kerja disini".
"Baiklah mari saya antarkan kesana".
Pak Johan mengantarkan Rossa di ruangannya, Sementara adimas yang tak bisa fokus kerja karena masih menyimpan rasa marahnya . Sepanjang hari ini Adimas nampak uring-uringan di kantor. Pegawainya pun sampai heran dengan sikap pak adimas yang tidak seperti biasa.
.
.
TRIIIIINGGGGGGGGGGGGG
Bel Sekolah pun berbunyi, tanda berakhir sekolah hari ini. Bagas segera keluar dari kelas dan menemui rara yang sudah menunggunya di parkiran.
"Kak Rara....."
"Hayyyyy"
"Kak rara kenalin ini temen-temen bagas. Ini leo, ini Zain dan ini Ismail"
"Hallo anak-anak, senang bertemu kalian".
"Hallo kak rara. kak rara Calon mama barunya bagas ya"
"Hah?? hehehe kalian ngomong apa??" Rara nampak kaget dengan ucapan salah satu teman bagas.
"Temen-temen bagas pulang dulu yaa"
"Okeee"
Bagas dan rara masuk kedalam mobil kemudian langsung Pulang kerumah. Sampainya dirumah Bagas dan Rara langsung sholat dan makan siang. Setelah itu Rara bersiap untuk ke kampus.
.
.
.
Jam kantor sudah usai, semua karyawan bersiap untuk pulang, sementara adimas masih berkutat di ruangannya. Rossa menghampiri Adimas di ruangannya.
Tok
Tok
"Masuk"
"Kak dimas belum mau pulang?"
"Aku masih banyak kerjaan. Kamu pulang saja duluan".
"Enggak ah, Rossa nunggu kak dimas aja"
"Aku lembur ntah sampai jam berapa. Kamu pulang sana!".
Rossa begitu kesal karena adimas begitu jutek kepadanya. Akhirnya Rossa pun pulang sendirian naik taxi.
.
.
Sehabis maghrib rara baru sampai dirumah, ia segera mandi dan mempersiapkan makan malam. Rara memanggil bagas untuk makan malam bersama,
"Bagas udah belajarnya??"
"Udah kak, tadi ada PR cuma udah selesai. Kita makan yuk kak".
"Ayokk"
"Papa belum pulang ya kak??"
"kakak gak lihat dari tadi".
Akhirnya rara dan Bagas makan malam berdua, tak lama Adimas baru sampai rumah.
"Papa makan bareng yuk?"
"Papa udah makan diluar"
Adimas nampak dingin dan langsung kekamarnya.
"Papa kenapa ya kak??"
"Mungkin papa kamu capek. Kalau udah makan, bagas bersiap untuk sholat isya ya"
"Iya kak".
Setelah makan malam selesai, rara membereskan meja makan dan bersiap untuk sholat isya'.
Kemudian Rara ke balkon atas untuk berlatih bersamaa adimas.
Sampainya disana Rara tak melihat adimas, Rara menunggu Adimas sampai malam namun adimas tak kunjung datang.
"Pak adimas gak kesini deh kayaknya". Rasa galau kini yang rara rasakan.
"Aku latihan sendiri aja lah".
Rara berlatih jurus-jurus nya, Sementara dari kejauhan Adimas memperhatikan rara yang sedang berlatih. Setelah selesai berlatih, rara akan kembali kekamarnya. Sekilas Rara melihat bayangan seseorang di balik horden kamar pak adimas.
"Hmm sudahlah" Rara segera kembali ke kamarnya.
"Kenapa aku gak seneng lihat rara sama pria itu?? Toh dia bukan siapa-siapku!" Adimas mengacak-acak rambutnya dan kembali ke ranjangnya untuk tidur.
.
.
.
Sssttttttttt cemburu tanda cinta🤫🤭
.
.
Jangan lupa like, coment dan vote nya yahhh....
Biar uni makin semangat nulisnya🤗
Tengcuuu semua😍
Baca juga
*Dokter kirana
*Menikah Muda
*Mengejar Istri yang kabur
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
tinggal ngmng doang jg..🤦