Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 13
Juniar telah membukan matanya, dan betapa kagetnya dia saat melihat jam sudah menunjukan pukul 07.00 dilihatnya Maya sudah tersenyum berdiri di tepi ranjang.
" Maya kenapa tidak membangunkanku"
" maaf Nona saya tidak berani membangunkan Nona"
" kenapa? "
" karena Nona adalah Nona yang harus saya layani di rumah ini"
" stop Maya jangan katakan itu, kita sama disini. " ucap Juniar menyibakan selimutnya dan turun dari tempat tidur
" Apa Tuan Muda masih di kamarnya" tanya Juniar
" Tuan Mudà ke Jakarta Nona"
" Berapa lama??"
" kurang tahu nona, mungkin Mus tahu" ucap Maya.
Juniar meninggalkan Maya dan berlari meninggalkan kamar nya.
" Mus...!!! Mus ...!!! teriak Juniar tanpa sadar dia sedang berada dimana. saat itu dia benar - benar ingin pulang ke Bandung dan keluar dari rumah tuannya.
" Mus kamu dimana Muuuussss" teriak Juniar
Maya yang mendengar Juniar berteriak langsung menghampiri.
mungkin Mus sedang berada di belakang, dan tidak mendengar panggilan Nona
Juniar berlari ke arah belakang dan benar saja Mus sedang berdiri jauh di tepi kolam renang
Dengan langkah pasti Juniar mendekati Mus yang sedang berbicara dengan lawan bicara nya melalui sambungan telepon seluler
" Mus, saya perlu bicara!!!" ucap Juniar yang di dengan Tuan Muda Sulhan diseberang telepon sana.
" Nona " ucap Mus dan langsung mengakhiri sambungan telepon dengan Tuan Mudanya.
" ada apa Nona??"
" Mus, tolong bicara kepada Tuan Muda. saya ingin kembali ke Bandung"
" Nona sudah menandatangani surat perjanjian itu"
" lupakan surat perjanjian itu Mus, bukankah Aku menjual keperawanan ku kepada Tuan Muda mu. tolong katakan kepada Tuan Muda, lupakan perjanjian itu dan segera ambil haknya. Aku tidak bisa menunggu lama Mus" ucap Juniar menatap tajam Mus
" Kita tunggu sampai tuan Muda kembali dari Jakarta " ucap Mus membungkukan badan dan meninggalkan Juniar.
" Aakkkhh!!!" pekik Juniar merasa kecewa.
------ " ada apa??" tanya Haikal
" Mus memutuskan sambungan telepon ku".
" Ga sopan tuh orang tua"
" Juniar mengajaknya bicara"
" o " jawab Haikal dengan bibir membentuk huruf O
" dari mana Mus dapatkan gadis itu??"
" Mus belum cerita??" tanya Haikal
" Belum, kamu tahu dari mana Mus dapatkan gadis itu???"
Haikal menggeleng pelan
" Masa Aku bilang Mus dapat dari sebuah situs online lelang keperawanan" gumam Haikal.
" Semalam Tuan Muda tidur dengannya??" ucap Haikal lalu menutup mulutnya.
Sulhan tanpa pikir panjang langsung menjitak kepala Haikal
" Awww sakit, Aku kan cuma nanya"
" Aku ga serendah itu"
" Tapi kamu bergetar kan melihat perempuan"
" Kamu pikir Aku bergetar kalau melihatmu???"ucap Sulhan.
namun perdebatan mereka terhenti karena mobil sudah mengantarkannya ke bandara untuk menuju ke Jakarta.
Sulhan melangkahkan kaki nya dengan cepat sehingga Haikal mengikutinya dengan setengah berlari.
" Bos maaf dong"
" tuan Muda, maaf ya"
" Tuan Muda saya hanya becanda" ucap Haikal sambil melangkah mengikuti langkah Tuannya namun diabaikan Sulhan.
------. Sulhan dan Haikal sudah berada di dalam pesawat.
Sulhan belum meresponnya walau diajak bicara oleh Haikal
" hemmm persis cewek yang lagi ngambek " ucap Haikal pelan namun dapat di dengar Sulhan.
Sulhan menjitak kembali kepala Haikal, namun Haikal malah terkekeh.
" Jangan ganggu Aku mau tidur, bangunkan kalau sudah sampai " ucap Sulhan sambil menyilangkan tangannya di dada dan memejamkan matanya
Haikal tersenyum dan membulatkan jari jempol juga telunjuknya.
Sulhan sebenarnya tidak tidur, pikirannya melayang kembali ke rumah dimana dia mengurung seorang gadis disana.
" Tapi kalau gadis biasa - biasa saja harusnya bahagia bukan dengan kehidupan yang aku berikan" gumam Sulhan
" Dia mau menerima perjanjiannya, kalau anak orang berada tidak mungkin dia mau menerima penrjanjian yang begitu banyak nya. " gumam Sulhan kembali
" baru lulus SMA tapi sikapnya dangat dewasa dan berkelas" Sulhan kembali bergumam dan bergelut dengan pikirannya.
untuk pertama kalinya dia memikirkan seorang wanita selain Fatma
Sulhan sampai mengerutkan dahinya dan Haikal melihat itu.
" Bos, ...Bos..., Tuan muda bangun " ucap Haikal sambil menggoyang goyangkan badan Sulhan
" ccckkkkk" Sulhan menyingkirkan tangan Haikal dan berdecak kesal
" Bos mimpi buruk"
" Siapa yang mimpi buruk, tidur pun Aku tidak"
" salah lagi" ucap Haikal dan memilih duduk manis kembali.
Sulhan menarik nafasnya panjang dan membuang jauh pikirannya tentang Juniar.
jangan sampai pekerjaan nya di Jakarta terganggu karena memikirkan Juniar.
selang bebeberapa jam sampai lah Sulhan juga Haikal di bandara soekarno hatta
mereka telah dijemput oleh supir perusahaan. dan mereka langsung di antarkan ke sebuah hotel yang sudah disiapkan oleh perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan milik Sulhan.
--- Hotel --
" Jam berapa kita bertemu dengan direkturnya??"
" Jam 16.00, sebaiknya Bos mandi dan makan siang dulu"
" hemmm " jawab Sulhan
" Eh Fatma bukannya di Jakarta"
" Jangan bicarakan dia lagi"
" kamu mau bertemu dengannya?? biar Aku atur pertemuan kalian"
" Jangan gila kamu, dia istri orang"
" hahahahaha syukurlah kalau ingat dia istri orang, Non Syahnaz cantik ko. ga jauh sama Fatma" ucap Haikal
Sulhan langsung masuk ke kamar mandi menghindari perdebatan dengan tangan kanannýa.
" Atau mau sama Juniar??? daun mudaaaaaaa, ada dirumah pula" teriak Haikal yang dapat di dengar Sulhan dari dalam kamar mandi
----- sedang di kalimantan
" Nona makan siang dulu, tadi pagi Nona tidak sarapan"
" Maya, Aku sungguh tidak lapar"
" Nona, apakah Nona butuh teman bicara??"
Juniar menggeleng pelan dan memaksakan senyum.
" Aku hanya ingin segera kembali ke Bandung, itu saja May"
" Tapi Nona sudah menandatangani sebuah perjanjian bukan"
" Kamu tahu??"
" Mus memberitahu saya"
" kalau kamu sudah tahu, itulah alasan kenapa kamu tidak perlu memanggilku Nona. Saya hanya budak belian"
" jangan ucapkan itu Nona, Tuan muda orang yang baik. beliau tidak akan menganggap Nona sebagai budak belian"
" Mus cerita kalau Aku menjual keperawanan Aku kepada Tuan Muda"
Maya mengangguk
" Aku lebih hina dari mu Maya, tidak sepantasnya kamu memperlakukan Aku sebagai Nona di rumah ini, Aku hanya menunggu waktu untuk disembelih di saat waktu yang tepat"
" Nona ...."
" Jangan panggil Aku Nona, Aku pelacu* Maya. Aku menjual tubuh ku kepada Tuan mu"
Maya terdiam mendengar ucapan Juniar
" aku pelacu* Maya" ucap Juniar pelan.
" saya yakin Tuan Muda tidak menganggap Nona seperti yang Nona katakan"
" iya dia anggap Aku budak belian yang harus menuruti kemauannya, manandatangani perjanjian yang begitu banyak poinnya dan Aku hanya setuju" ucap Juniar pelan
" Sebaiknya Nona makan dulu"
" Saya hanya ingin Tuan muda mengambil haknya dan mengantarkan saya kembali ke Bandung Maya, bukan terikat oleh sebuah perjanjian" ucap Juniar dengan mata berkaca - kaca
" Maaf Nona saya tidak bisa melakukan apa - apa"
" kalau begitu tolong keluar, biarkan saya sendiri" ucap Juniar
" Tapi Nona harus makan, Apa Nona pikir ditiduri laki - laki tidak butuh tenaga???" ucap Maya di luar kendali
Juniar melirik ke arah Maya
" kalau Tuan muda sudah kembali dari Jakarta dan meminta hak nya bagaimana??? makan lah" ucap Maya yang sebenarnya hanya membujuk Juniar. tidak mungkin Tuan muda melakukan hal tersebut, karena ruan muda tidak tahu bahwa Mus mendapatkan Juniar dari sebuah situs online lelang keperawanan.
Juniar melihat makanan yang diantar kan Maya, lalu melirik ke arah Maya. Maya hanya mengangguk dan Juniar pun melahap habis makanan yang di berikan Maya.
.
.
.
.
.
❤ Juniar
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr