seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13
Dengan rasa penasaran yang tinggi, airin dan della pun langsung merebut benda pipih yang ada di tangan fiah, dan membuat fiah menggerutu kesal pada kelakuan kedua sahabatnya itu.
" Ihhh lo berdua apaansih " kata fiah kesal dengan kelakuan airin dan della.
Sementara airin dan della malah memandangi bendah pipih yang ada di tangan della tanpa berkedip, bahkan tidak memperdulikan apa yang di katakan fiah yang sedari tadi sudah menyumpah serapahi kedua sahabatnya itu.
Fahmi yang sudah geram melihat kelakuan trio curut langsung merebut benda pipih yang ada di tangan airin dan melihat sekilas foto yang terpampang jelas di layar ponsel tersebut dan memberikanya pada kyai mansur.
Sementara airin dan della langsung kesal dengan sikap fahmi yang langsung merebut ponsel dari tangan airin, sementara kyai mansur menerima bendah pipih itu dan sekilas melihat apa yang di pandangi ketiga gadis itu sampai tidak bisa berkedip.
" Abah itu foto siapa ganteng banget ?" tanya airin pada kyai mansur
" Itu kayak pangeran dari arab gans bangetttttt " kata della menimpali.
" Demi kecantikan gue yang tiada tara dan sudah melegenda tuh cowok kayak pangeran dari negri dongeng " kata fiah dengan nada alainya.
Hamdan dan kedua sahabatnya sudah menatap tajam ke arah anak mereka masing-masing, namun katiga orang yang di tatap itu tidak memperdulikan tatapan tajam dari orang tuanya, mereka malah lebih antusias menunggu ucapan dari kyai mansur, sementara fahmi hanya menghembuskan nafasnya kasar.
" Dia itu anak ummah yang paling bontot, baru seminggu yang lalu pulang dari mesir menyelesaikan studinya " jawab nyai khadijah sambil menatap ketiga gadis yang nampaknya terpesona dengan putranya.
" Kalian tidak boleh memandang yang bukan mahram kalian berlebihan seperti tadi, itu namanya zina mata " kata kyai mansur sambil menasehati kelakuan trio curut.
" Tapi abah, demi kecantikan saya yang tiada tara ini yang sudah di akui kedua sahabat saya, itu sulit untuk tidak di lakukan " kata fiah santai
" Betul abah, demi ke imukan saya yang juga tiada tara ini yang di akui oleh sahabat saya dan keluarga saya, yang dikatakan fiah memang benar " kata della ikut menimpali ucapan fiah.
" Dan demi kemanisan gue yang tiada tara ini yang di sudah dii " kata airin terpotong oleh ucapan fahmi.
" Diaammmm, bisa nggak sih kalian dengar nasehat abah barusan, nggak usah nyerocos dengan ucapan absurd kalian " kata fahmi geram dengan tingkah mereka bertiga.
" Mending kalian bertiga istirahat, besok kalian mulai sekolah kembali " kata mayendra yang langsung diangguki semua orang yang ada di sana.
Bukannya merasah bersalah trio curut yang merasa belum mendapat informasi mendalam tentang anak kyai mansur, malah kembali berulah dengan berpura-pura kesurupan.
Fiah dan airin yang sudah berpura-pura kesurupan dengan segala tingkah absurdnya mereka keluarkan tanpa rasa malu sedikitpun.
Semua orang yang melihatnya langsung panik melihat airin dan fiah yang kesurupan dan tergeletak di lantai sambil merontah-rontah, kyai mansur pun terlihat tenang karena memang sudah tau kalau kedua orang itu hanya sedang berpura-pura.
" Guee penunggu pohon besar dekat jembatan ingin mengetahui informasi tentang putra kyai mansur hahahah " teriak fiah berlagak seperti orang kesurupan.
" Saya teman penunggu pohon dekat jembatan, juga ingin mengetahui putra kyai mansur " teriak airin tak mau kalah dengan teriakan fiah.
Sementara della yang melihat kedua sahabatnya itu kesurupan, lebih tepatnya berpura-pura baru sadar bahwa ini bagian dari rencana mereka.
" Ohh jadi kalian mulai pura-pura kesurupan ? " tanya della polos.
" Kok kalian nggak bilang sih, yaudah gue mulai juga deh " kata Della sambil yang mulai baring ke lantai mengikuti tingkah kedua sahabatnya.
Fiah dan airin yang mendengar ucapan della, langsung saling menatap dan menghentikan tingkah absurd mereka, hamdan dan kedua sahabatnya langsung menatap tajam ke arah anaknya, sementara della semakin gencar menjalankan aksinya dengan berteriak-teriak tidak jelas.
" Lah kok kalian berdua berhenti sih ? " tanya della polos yang baru menyadari fiah dan airin hanya diam.
" Oohh udah selesai yah pura-puranya bilang dong girls " kata dellla yang langsung di tatap tajam kedua sahabatnya.
" Mata kalian kenapa di lebar-lebarin kayak gitu ?, serem tauu " kata della santai menghiraukan tatapan tajam airin dan fiah.
Sementara hamdan dan kedua sahabatnya yang sudah geram sejak tadi dengan tingkah anaknya, langsung menyeretnya menujuh kamar yang sudah di siapkan kyai mansur untuk ketiga gadis bar-bar itu.
" Kalian istirahat sekarang jangan membantah " kata mayendra lantang dan langsung membuat ketiga gadis itu tersentak.
" Sampai berbuat ulah lagi, daddy akan membuat mata kalian tidak bisa melihat kembali " kata wijaya menatap ketiga gadis itu dengan tatapan membunuh, membuat trio curut bergidik ngeri mendengar ucapan wijaya.
" Omggg daddy gua psikopat girls " kata della polos dengan hebohnya.
Fiah dan airin yang mendengar ucapan della langsung menatap tajam ke arah sahabatnya dan menyumpah serapahi della dalam hati.
" Tidur sekarang atau besok sudah tidak bisa melihat kembali " kata hamdan dingin.
Membuat trio curut menelan salivanya dan langsung beralih menuju tempat tidur dan merebahkan badan mereka ke atas kasur tersebut.
Setelah melihat keadaan anak mereka yang menurut dengan ucapanya, hamdan dan kedua sahabatnya menghembuskan nafasnya kasar dan langsung berjalan kembali menuju ruang tengah yang hanya tersisa fahmi dan kyai mansur, sedangkan nyai khadijah sudah istirahat terlebih dahulu setelah trio curut di seret paksa oleh hamdan dan kedua sahabatnya.
" Abah maafkan kelakuan mereka bertiga tadi " kata hamdan merasa tidak enak dengan kekacauan yang di buat oleh trio curut.
" Iyya abah maafkan kelakuan putri kami " kata mayendra ikut menimpali.
" Sudah-sudah tidak usah di pikirkan nak " kata kyai Mansur menenangkan.
" Abah kalau trio curut berulah lagi abah hukum saja mereka biar jerah " kata fahmi sambil menghembuskan nafasnya kasar sambil menatap kyai mansur.
" Trio curut ? " kata hamdan dan kedua sahabatnya heran dengan ucapan fahmi.
" Ooo itu julukan untuk mereka bertiga " kata fahmi santai.
" Husssstt mereka punya nama nak, tidak baik berkata seperti itu " kata kyai Mansur menasehati fahmi sambil menepuk bahunya.
" Baik abah " kata fahmi sopan.
" Sebaiknya kalian istirahat ini sudah mulai larut " kata kyai Mansur pada keempat orang tersebut.
Mereka pun langsung meninggalkan ruang tengah dan berjalan menuju kamar masing-masing, fahmi dan hamdan satu kamar sedangkan mayendra dan wijaya di kamar samping kamar yang di tempati hamdan.
Sementara di kamar tempat trio curut fiah dan airin pun langsung menatap kesal ke arah della.
" Sumpah ya dell, mulut lo gak bisa di rem dikit nyerocos terus " kata fiah kesal dengan tingkah della yang membeberkan rencananya tadi.
" Tauu, pinter dikit napa sih dell " kata airin menimpali.
" Salah kalian sendiri gak bilang-bilang kalau actingnya udah di mulai " kata della santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.
" Dellllaaaaa mphhh " teriak fiah dan airin bersamaan dan dengan cepat dellah membungkam mulut airin dengan tangan kirinya dan fiah dengan tangan kananya.
" Diam, lo mau orang-orang pada bangun dan langsung membuat mata kita gak bisa liat cowok-cowok cakep lagi " kata Della yang masih menutup mulut kedua sahabatnya.
Airin dan fiah pun langsung melepaskan tangan della yang masih menempel di mulut mereka.
" Tumben lo pinter ? " tanya airin pada della yang langsung di angguki fiah.
" Dihh baru nyadar, udah dari dulu kali " kata Della percaya diri.
Fiah dan airin yang mendengar ucapan della langsung memutar kedua bola matanya sebagai bentuk apresiasinya pada della yang tingkat kepedeanya yang sangat tinggi.
" Udah ahh gue mau tidur byee " kata della langsung merebahkan tubuhnya kembali dan memejamkan matanya.
Airin dan fiah hanya saling pandang sambil menghembuskan nafasnya kasar dan ikut berbaring dan memejamkan matanya perlahan.