Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 : CEMBURU
...CEMBURU...
...DENGAN TANGANNYA SENDIRI, IA MENYEWAKAN SUAMINYA DALAM SEMALAM, DEMI MENDAPATKAN BUAH HATI....
...DIA MELAKUKANNYA DEMI CINTA....
...KATA ORANG CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA, SEMUA AKAN DI LAKUKAN ATAS DASAR CINTA, LALU BENARKAH RASA CEMBURU ADALAH TANDA CINTA ?...
...🌿...
...----------------...
Wanda iri melihat kehamilan Vivian apalagi seluruh Keluarga sangat menyayangi Vivian dari pada dirinya.
Posisi sebagai isteri pertama seperti terlupakan di hati suaminya, Keluarga perlahan-lahan menjauh dari Wanda.
" Vivian Sayang, sebelum tidur minum susunya " Mama membawakan secangkir susu putih untuk menantunya yang sedang hamil muda.
" Tapi rasanya eneg, Ma " Ucap Vivian merasa mual melihat susu.
" Harus di paksain donk, demi bayi kamu " Seru Mama menyodorkan susu ke mulut Vivian.
" Ma, jangan di paksa ! Besok Keanu coba beli yang merk lain dengan rasa yang berbeda, siapa tau tidak akan membuatnya mual " Keanu mengambil gelas susu di tangan Mama.
" Duh.....kamu ini selalu memanjakn isteri, makanya mereka jadi besar kepala " Cerocos Mama pergi meninggalkan Vivian , Keanu , dan Wanda.
" Hahhahahahah " Mereka saling memandang dan tertawa bersama.
" Mama kaya gak pernah hamil saja, pasti dulu mama lebih manja dari pada kamu " Kata Wanda sambil menyentuh perut Vivian.
" Hamil rasanya bagaimana ? Apa , kamu bisa merasakan gerakn bayimu ? "Tanya wanda penasaran, dirinya sudah lama menikah tapi sampai sekarang belum di karuniai anak.
" Hahhahaha.....rasanya nano-nano " Jawab Vivian, Ia melihat mata Wanda yang bersinar namun terlihat sedih, Vivian tahu apa yang di pikirkan Wanda.
Vivian menarik tangan Wanda, lalu meletakan keperutnya sambil berkata, " Anak ini anak Mba juga ! Saat sudah lahir, Ia akan memiliki dua orang Ibu yang selalu mencintainya."
Wanda memeluk Vivian, air matanya membasahi wajahnya, " Terima kasih, Vi. Kita akan menajaga anak ini bersama-sama " Ucap Wanda terharu.
Keanu mendekati kedua istrinya , lalu mengelus rambut mereka dengan lembut. Ia sangat bersyukur Wanda dan Vivian akur, saling menyayangi.
" Sudah malam, Vi. Sebaiknya aku kembali ke kamar, Aku juga tidak ingin menganggu kalian berdua " Ucap Wanda menjahili Keanu dan Vivian.
" Hmmm...Mas, melakukannya jangan ganas-ganas harus yang lembut " Seru Wanda menggoda Keanu, sontak Wajah Vivian maupun Keanu memerah mendengar candaan Wanda.
" Ah...Mba. kita gak akan melakukannya dulu " Ucap Vivian malu-malu.
" Lho kenapa ? Justru itu bagus untuk memperat hubungan anak dengan Ayah, dan hubungan Ayah dengan Ibunya " Wanda menyenggol lengan Keanu.
" Ya udah ah....Aku mau tidur dulu " Kata Wanda sambil menguap.
Wanda sekali lagi menggoda Keanu, nadanya terdengar seperti sebuah ancaman, " Pokoknya mas harus berhati-hati , jangan kaya binatang buas " Lalu meninggalkan Keanu dan Vivian berduaan.
" hey ...memang kapan, aku kaya binatang buas ? " Keanu berteriak , namun Wanda sama sekali tidak menoleh.
" Dasar " Gunam Keanu.
" Hahahhahahah " Vivian tertawa geli.
" Hey.....jangan-jangan kamu setuju dengan yang Wanda katakan " Keanu menghampiri Vivian yang duduk di atas ranjang
" Aku tidak mengatakannya " Ucap Vivian.
" Tapi sari wajahmu terlihat dengan jelas " Sahut Keanu sambil mengelitikin perut Vivian.
" Hahahahahha....geli mas " Vivian berusaha untuk menghindari gekitikan Keanu.
" Ayo cepat minta ampun " Keanu semakin mengelitikin perut Vivian.
Vivian sudah tidak tahan, Ia mengangkat tanganya menandakan kekalahannya, " Aku nyerah " Ucap Vivian.
Karena keasyikan bercanda, Keanu tidak menyadari posisinya berada di atas tubuh Vivian. Matanya menatap mata Vivian begitu dalam, wajahnya bergerak mendekati bibir Vivian , dan........
" Cuup " Sebuah ciuaman manis mendarat di bibirnya, Vivian menyambut bibir Keanu secara sukarela. Awalnya hanya ingin merasakan bibirnya , tapi lama-lama jadi ingin melakukan yang lebih panas lagi, tangannya masuk kedalam tubuhnya , dan mengelusnya dengan lembut.
" Ahh.....Hah.....ahhhh " Vivian mendesah penuh kenikmatan.
Keanu melihat tidak ada penolakan dari Vivian, Ia melepaskan helai demi helai kain yang melekat di tubuhnya. kulitnya begitu halus seperti bayi, Lalu Ia mengecupnya dengan lembut, ******* demi ******* semaki. terdengar di telinga Keanu.
Tubuh mereka hanya tertutup oleh sebuah selimut. t*kanan demi t*kanan terjadi di atas ranjang, membuat ranjang berg*yang berirama.
Mereka yang tengah asyik menghangatkan cinta, tidak menyadari ada orang di balik pintu sedang mendengarkannya.
Matanya sembab karena menangis, hatinya terasa perih harus menyaksikan adegan panas suaminya dengan wanita lain, dan dia sendirilah yang menyerahkan suaminya.
" Hiks.....hiksss.... " Wanda menangis terisak -isak sambil menutup menutup mulut supaya tidak terdengar oleh siapapun.
Angin semilir menusuk tubuhnya yang dingin, sambil menangis Ia berlari meninggalkan tempat yang penuh luka.
...♧♧♧♧♧♧...
" Selamat pagi " Keanu mau mengecup kening Wanda, namun Ia malah mengindari suaminya.
" Pagi " Jawab Wanda ketus.
Mimik wajah Keanu terlihat bingung melihat sikap Wanda yang terlihat dingin, Keningnya mengkerut ,mencba untuk mengingat apakah dia telah melakukan kesalahan.
" Sayang ! kamu marah ? " Bisik Keanu di telinga Wanda.
" Lalu ? mata mu juga bengkak, Apa semalaman kamu menangis ? " Tanya Keanu tampak cemas sambil mengelus pipinya, lagi-lagi Wanda menolak dirinya.
" Tidak, Aku hanya sedikit lelah , banyak pekerjaan yang harus segera aku selesaikan " Kata Wanda mengelak.
" Serius ? kamu gak lagi menyembunyikan sesuatukan ?" Kata Keanu menatap mata Wanda , mencari kejujuran di matanya.
" Iya, Sayang " Ucap Wanda mengendalikan emosinya, lalu Ia menyentuh pipi suaminya, supaya tidak perlu khawatir.
" Selamat pagi semua, maaf aku bangun kesiangan." Sapa Vivian sambil menarik kursinya di sebelah Keanu, Wanda menatapnya dengan tajam.
" Memang semalam habis berapa ronde ? " Celetul Aldi menggoda Vivian.
" Hahaa.....aku gak paham " Jawab Vivian mengalihan pembicaraan, tersirat di wajahnya yang memerah.
" Pura-pura polos " Seru Aldi tidak berhenti mengejek Vivian.
" Sudah bercandanya, kamu tidak lihat wajahnya sangat merah " Kata Ayah ikut menggoda Vivian.
" Kalian berdua ini sama saja ! " Sahut Mama sambil melirik ke arah suami dan anaknya.
" Kamu masih kerja ? " Tanya Wanda menatao Vivian.
" Masih Mba, Aku masih kuat kok " Jawab Vivian , Ia mau mengambil roti di ujung meja tapi tangannya tidak sampai, dan Keanu membantunya sekalian mengolesi selai di roti.
" Terima kasih " Vivian mengambil roti di tangan Keanu, ada perasaan iri bergejolak di hati Wanda.
" Oh....kamu harus jaga bayi itu baik-baik karena sangat penting bagi ku dan Mas Keanu " Kata Wanda ketus dan sengaja menekankan kalimatnya.
Vivian paham maksud dari perkataan Wanda, bayi ini bukan hanya miliknya tapi juga milik Wanda dan Keanu.
" Iya Mba ! Aku akan menjaga bayi ini " Kata Vivian memegangi perutnya.
" Bagus, Kalau kamu mengerti " Seru Wanda sambil berusaha menelan roti yang tercekat di tenggorokannnya
Wanda menatap tajam perut Vivian, awalnya Ia senang dengan kehadiran bayi itu , dan ingin segera mengendongnya tapi lama kelamaan timbul rasa benci terhadap bayi yang ada di dalam perutnya, rasa tidak ingin melihat bayi itu lahir.
Perasaan aneh yang sebenarnya Ia sendiri, tidak mengerti dengan apa yang Ia rasakan.
Mungkinkah rasa Cemburu telah menjalar kedalam pikirannya, lalu masuk ke dalam hatinya.
Karena terbakar rasa cemburu , Ia merencanakan cara untuk melenyapkan bayi yang berada di dalam kandungan Vivian.
" Keanu tidak boleh berpaling darinya " Gumam Wanda di dalam hatinya penuh kemarahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tunggu di chapter selanjutnyanya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukunagn dari kalian , seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩