NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Derita Farhan

Farhan memasuki gedung sekolah Putri dengan tergopoh-gopoh. Setengah jam lalu dia menerima telepon dari sekolah kalau adiknya membuat ulah di sekolah. Putri menghasut teman sekelasnya untuk mabal berjamaah pelajaran Sejarah.

Farhan mengusap kasar wajahnya, dia tidak habis pikir dengan adik perempuaanya ini. Semenjak masuk SMA sampai kini sudah duduk di kelas 11, selalu saja membuat ulah. Beberapa bulan ini tingkahnya makin menjadi-jadi. Jangankan Farhan, Kirana saja dibuat pusing oleh tingkah Putri.

Parahnya dalam sebulan ini sudah dua kali Farhan bolak-balik ke sekolah memenuhi panggilan guru BK. Sejak dua bulan lalu tanggung jawab Putri dipercayakan padanya, karena Fadli dan Kirana sedang mengurus perusahaan cabang baru mereka di Makassar. Sudah menjadi kebiasaan kalau PT. Adhijaya Reka Cipta membuka cabang baru, maka Fadli selaku Presdir kantor pusat akan mengurus langsung kantor cabang selama enam bulan sebelum kepemimpinan diberikan pada orang yang dipercayanya.

Farhan menarik nafas sejenak sebelum mengetuk pintu. Tak lama tangannya mulai diketukkan. Terdengar sebuah suara dari dalam menyuruhnya masuk. Farhan membuka pintu seraya mengucapkan salam.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Farhan masuk sambil tersenyum pada bu Lestari, sang guru BK. Dia sudah mengenal bu Lestari karena sekolah ini adalah almamaternya juga Fahri. Orang tuanya sengaja menyekolahkan Putri di tempat yang sama dengan kedua kakaknya karena tahu kredibiltas sekolah ini yang terbilang baik. Farhan duduk di hadapan bu Lestari, sebelumnya dia mencium punggung tangan guru BK tersebut. Di sampingnya sudah lebih dulu duduk si biang kerok alias Putri. Dia hanya menundukkan wajahnya.

“Maaf bu, saya benar-benar minta maaf atas nama Putri.”

“Pak Dayu benar-benar marah tadi. Karena seharusnya hari ini kelas 11B akan evaluasi harian. Tapi karena ulah Putri, semua jadwal yang tersusun jadi berantakan,” Farhan menatap kesal pada Putri. Refleks dia menjitak kepala adiknya ini.

“Aduh! Ampun kak!” pekik Putri sambil mengelus kepalanya yang terbalut jilbab instan.

“Sudah Farhan, sudah. Putri kamu keluar dulu, ibu mau bicara dengan kakakmu. Jangan lupa menulis surat permintaan maaf kepada pak Dayu dan untuk seminggu ke depan kamu harus membersihkan TOILET di lantai 1.”

“Iya bu.”

Putri bangun dari duduknya lalu keluar dari ruangan. Meninggalkan Farhan dan bu Lestari. Untuk sesaat dia menatap mantan muridnya dulu.

“Sebelumnya ibu mau bertanya. Maaf kalau terdengar lancang. Apa sedang ada masalah di keluargamu?”

“Hah? Ngga bu. Alhmadulillah semua baik-baik saja. Memang ayah dan bunda sedang mengurus pekerjaan di luar kota. Tapi kondisi rumah aman lancar terkendali bu.”

“Kalau Fahri di mana?”

“Bang Fahri masih di London bu. Nerusin kuliah magisternya di sana. Maaf bu, emangnya ada apa ya?”

“Begini, sekarang ini Putri sedang dalam proses pencarian jati diri. Di mana dia senang mencoba hal baru, memberontak, mencari perhatian atau bisa juga sedang mengalami pubertas. Dari pengamatan ibu, sepertinya Putri ini sedang mencari perhatian. Dia sengaja melakukan hal-hal yang bertentangan hanya untuk menarik perhatian seseorang. Mungkin saja dia kangen dengan ayah, bunda atau Fahri.”

Farhan terdiam. Beberapa waktu lalu Putri memang mengutarakan kekesalannya karena Fahri tidak pulang-pulang selama kuliah di London.

“Hmm.. mungkin Putri kesal sama bang Fahri karena semenjak berangkat ke London tiga tahun lalu belum pernah pulang ke rumah.”

“Nah, ibu rasa pangkal masalahnya sudah jelas. Coba bicarakan dengan Fahri, minta dia bicara dengan Putri hati ke hati, siapa tahu Putri akan luluh.”

“Baik bu, terima kasih atas sarannya. Saya minta masalah ini jangan sampai bunda tahu. Saya ngga mau dianggap sebagai kakak yang tidak bertanggung jawab kalau bunda sampai mendengar hal ini.”

“Iya, ibu percaya kamu mampu untuk mengarahkan adikmu.”

“Masih ada lagi bu?”

“Tidak ada. Kamu bisa membawa Putri pulang sekarang.”

“Baik bu, terima kasih. Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Farhan mencium punggung tangan bu Lestari kemudian berlalu meninggalkan ruangannya. Putri masih menunggu Farhan di depan ruangan sambil memainkan ujung jilbabnya.

“Ayo pulang!”

Ucap Farhan tanpa menoleh pada adiknya. Sambil menggendong tas ranselnya Putri berjalan mengekor di belakang kakaknya. Selama dalam perjalanan Farhan hanya diam. Sesekali Putri melirik ke arahnya. Karena tidak tahan akhirnya Farhan buka suara juga.

“Kamu bisa ngga sehari aja ngga bikin masalah? Kamu bukan anak kecil lagi Put, udah 17 tahun! Tapi tingkah kamu makin lama makin kaya anak kecil, susah diatur. Kamu mau bikin bunda jantungan sama kelakukan kamu hah?!”

“Ngga kak, maafin Putri. Putri janji ngga akan ngelakuin lagi.”

“Baru minggu kemarin kamu janji kaya gitu sama kakak, sekarang kamu udah bikin ulah lagi. Mau kamu apa sih?!!” suara Farhan naik dua oktaf.

“Hiks.. hiks.. maafin Putri kak. Hiks.. hiks..”

Putri mulai menangis. Dan drama pun dimulai. Satu kelemahan Farhan adalah dia tak bisa melihat Putri menangis. Sekesal atau semarah apapun dia pada adiknya, hatinya akan langsung luluh. Dengan sekejap dia akan melupakan kesalahan Putri. Sebagai anak cerdas, Putri tentu saja sudah paham betul dengan sifat kakaknya ini. Maka dia selalu menangis jika sudah dalam keadaan terpojok sebagai senjata pamungkasnya. Seperti sekarang.

Melihat Putri menangis, Farhan langsung menghentikan omelannya. Dia mengusap lembut puncak kepala Putri. Meminta maaf karena sudah membentaknya. Wajahnya menunjukkan penyesalan, tanpa dia tahu dalam hati Putri sedang menertawakannya.

Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di rumah. Farhan meminta Putri untuk membersihkan diri kemudian makan siang. Dia sendiri masuk ke dalam kamarnya, berbaring sambil memijit pelipisnya. Kemudian Farhan mengeluarkan ponselnya, dia mengirim pesan pada Agam, sahabatnya untuk menemuinya di rumah. Farhan terpaksa membatalkan janji hangout di luar karena tak bisa meninggalkan adiknya.

🌹🌹🌹

Sore harinya Agam datang ke rumah. Seperti biasa, dia akan langsung naik ke atas dan menghabiskan waktu bersama sahabatnya di selasar depan kamar Farhan.

Ahmad Agam Baihaqi adalah anak tunggal dari pengusaha ternama Muhammad Syarif Baihaqi. Bisnis hotelnya maju pesat. Hingga kini dia sudah mempunyai puluhan hotel bintang 4 dan 5 di berbagai kota di Indonesia.

Perawakan Agam tinggi sedang, sekitar 177 cm. Kulitnya putih, wajahnya perpaduan Indo-Cina. Ibu Agam seorang mualaf yang berasal dari Hongkong dan kini telah resmi menjadi warga negara Indonesia. Tak ada yang menyangsikan ketampanan Agam. Namun seperti halnya Farhan, dia belum tertarik untuk membina hubungan dengan lawan jenis.

Bi Juju membawakan minuman dan camilan untuk mereka berdua. Kedatangan Agam kali ini bukan hanya untuk temu kangen tapi juga untuk membicarakan bisnis yang akan dirintisnya bersama Farhan. Rencananya mereka akan membuka usaha kuliner bersama. Di sinilah mereka, menggagas dan mengembangkan ide kreatif mereka.

“Konsepnya millenial cafe aja karena sasaran kita kan mahasiswa. Jadi suasana harus cozy, fasilitas wifi, selain itu juga kasih fasilitas lain kaya big screen buat nobar atau football table. Makanannya ngga usah yang terlalu beratlah, yang penting enak dan ramah kantong,” usul Farhan.

“Iya gue setuju. Nanti gue cari lokasi yang bagus, yang strategis, bisa dijangkau sama angkutan umum.”

“Dan usahakan tempat parkirnya lumayan luas, biar ngga makan bahu jalan.”

Agam manggut-manggut. Dia segera mencatat poin-poin penting hasil diskusi mereka, karena nanti dia yang akan menggarap proposal penawaran, sedangkan Farhan kebagian membuat cashflow.

“Gimana tugas lo yang kemaren udah beres?”

“Dikit lagi. Cuma gue lagi puyeng nih sama si Putri. Selama dua minggu berturut-turut gue dipanggil ke sekolah karena dia bikin ulah, hadeuh dasar bocah.”

“Hahaha.. emang dia bikin masalah apalagi?”

“Minggu kemarin dia bikin masalah di lab komputer, satu komputer mledug gara-gara dia. Terus tadi dia ngajakin temen sekelasnya mabal berjamaah.”

Farhan menepuk jidatnya. Agam tak berhenti tertawa mendengar ceritanya. Adik perempuan sahabatnya ini memang ajaib tingkahnya.

“Adek lo makin lama makin bar-bar aja kelakuannya hahaha.. gue penasaran nanti suaminya model gimana ya hahaha.”

“Kayanya cuma bang Fahri yang kuat ngadepin sikap bar-barnya dia. Gue kawinin aja kali si Putri sama bang Fahri hahahaha.”

“Boleh tuh, tar usulin aja ma bunda. Kalo abang lo ngga laku-laku suruh nikahin si Putri,” Keduanya terkekeh membayangkan kerepotan Fahri seandainya menjadi suami Putri.

“Nih sekarang gue lagi bingung harus gimana lagi ngomong sama Putri. Bisa mati berdiri gue lama-lama. Gue marahin dia malah nangis, jadi serba salah gue.”

“Nah itu kesalahan elo. Si Putri tuh tahu kelemahan elo ngga bisa lihat dia nangis, makanya dijadiin senjata sama dia. Gimana kalau lo ganti strategi. Dibalik keadaannya, lo ngga usah marah-marah, bicara lo harus lemah lembut, melas kalau bisa, yakin deh dia bakalan nurut.”

Farhan berpikir sejenak, sepertinya ide Agam masuk akal juga. Dia akan mempraktekkan usulan Agam nanti malam.

🌹🌹🌹

**Kira-kira rencana Farhan berhasil ngga ya???

Scroll terus ya, masih ada kok😉

Tapi sebelumnya tinggalkan jejak kalian ya😘**

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!