Sebuah fenomenal bernama Cloud Eat tiba-tiba saja muncul dan melenyapkan sihir dari dunia, hal itu juga membuat Dewi Listard yang mengelola dunia tersebut ikut melemah, karena itu ia pun memutuskan untuk turun tangan mengatasinya dengan bantuan seorang laki-laki bernama Sten.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12 : Sebuah Rahasia
Di perpustakaan itu aku mulai mengumpulkan buku-buku yang membahas tentang keberadaan peri, berbeda dengan para elf serta roh, peri digolongkan makhluk yang jahat yang senang memakan manusia, dalam peperangan besar melawan umat manusia.. peri sudah di nyatakan musnah akan tetapi setelah 100 tahun mereka muncul kembali dan orang yang pertama yang menemukannya adalah aku.
Peri sering digambarkan sebagai tanaman berbentuk manusia, mereka memakan manusia untuk dijadikan nutrisi bagi tubuh mereka.
Itu cukup mengerikan.
"Apa kau menemukan sesuatu yang menarik Alvidya?"
"Coba lihat ini."
Yang ditunjukannya adalah buku tentang hilangnya sihir di dunia ini. Aku sedikit mengintip dan kutemukan bahwa tidak ada satu tulisan pun disana.
"Ini aneh."
"Benar."
"Alvidya kenapa wajahmu memerah, apa kau sakit?"
"Bukan apa-apa."
Ketika aku membolak-balikan halamannya, kutemukan sedikit tulisan dibagian tengahnya.
"Gerbang neraka," aku membaca tulisan tersebut demikian.
"Apa ini Sten?"
"Entahlah."
Ketika aku kembali membuka halamannya kutemukan lagi tulisan yang berbeda.
"Jika kau ingin tahu semuanya pergilah ke akademi militer dan temukan aku."
"Sepertinya orang ini meninggalkan jejak untuk siapa saja yang ingin mengetahui kebenaran," atas pernyataan Alvidya aku mengangguk kecil.
Aku menutup buku itu dan kemudian mencari tanggal terbitnya, buku ini hanya terbit dalam beberapa bulan kebelakang dengan kata lain orang yang membuatnya masihlah ada di dunia ini.
"Bagaimana sekarang Sten?"
"Jika ada rahasia di kemiliteran kerajaan, aku akan menyelidiki semuanya."
"Begitu, kau memang keren... tolong kunjungi aku sesekali di guild."
"Tentu saja."
Aku dan Alvidya mulai melanjutkan kencan kami, kalau saja ada taman bermain disini, itu akan menyenangkan.
"Tolong satu minumannya juga."
"Harusnya dua kan?" potongku.
"Di kota Viola ada tradisi yang mengharuskan pasangan saling berbagi."
"Jangan-jangan..."
"Benar, kita akan meminumnya bersama."
Aku memegangi kepalaku frustasi, apa hal seperti ini yang dilakukan pasangan.
"Coba lihat sekelilingmu Sten?"
"Aah."
Mereka semua berbagi minuman maupun makanan bersama, apa mereka tidak malu? Aku tidak mungkin bisa melakukannya, meski begitu aku tidak mungkin membuat Alvidya kecewa.
Kami memilih meja kosong di pinggir, beberapa kentang goreng, spageti serta minuman besar di taruh di meja.
Makanan seperti ini mengingatkanku tentang dunia lamaku.
"Buka mulutmu Sten?"
"Apa harus seperti ini?" aku balik bertanya.
"Tentu saja, apa kau ingin lewat mulut di banding tangan."
"Tolong jangan lakukan itu."
Aku hanya menerima suapan dari Alvidya, hari ini pasti akan menjadi hari yang panjang.
Malam harinya aku kembali ke rumahku dimana Rista dan Yuyun masih terjaga di ruang tamu.
"Kenapa kalian belum tidur?" tanyaku.
"Kami sedikit penasaran apa yang telah terjadi denganmu, tolong duduk dan ceritakan semuanya," jawab Rista.
"Kenapa aku harus mengatakannya pada kalian berdua, berhentilah menatapku aneh."
"Kami pikir kau melakukan hubungan itu dengan Alvidya, bagaimanapun dada Alvidya sangat besar.. tidak mungkin seorang pria bisa menolaknya."
"Kyaa.. memalukan sekali," Yuyun memegangi kedua pipinya yang memerah.
Aku tidak tahu harus menganggap Rista itu Dewi atau orang mesum mulai sekarang, tapi kebetulan aku masih ada yang harus kukatakan pada mereka.
Aku mulai menjelaskan apa saja yang kutemukan di perpustakaan, dan keduanya menganguk mantap, aku juga menceritakan apa yang akan kami lakukan pada Yuyun, dia adalah anggota partyku, jelas dia harus mengetahuinya.
"Mustahil, Rista ternyata Dewi Listard.. aku akan menyimpan rahasia ini."
Sesuai yang di harapkan dari Yuyun, mulai besok akan kubuat dia semakin kuat untuk mengikuti tes masuk akademi.