NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Papua

Cinta Di Langit Papua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aku mulai tertarik dengan sosok wanita yang duduk disebelah ku dibangku delapan delapan C dalam penerbangan pesawat Jakarta ke Makassar. Dia duduk diam, mengunakan baju serba hitam, sepintas ku melihat ada air mata yang membasahi pipinya. Hatiku mulai ibah, siapa kamu manis, ingin rasanya aku mau menenangkanmu.
Ini perasaan yang dirasakan oleh Kapten Marinir Martinus Revelino. Yang sedang dalam perjalanan menuju tempat tugas baru di Papua. Saat ini dia ditugaskan sebagai Komandan Intel pada kesatuan angkatan laut di Papua.
Dalam penerbangan ini, dia bertemu dengan Gracia Natasya, seorang apoteker yang harus kembali ke papua karena duka yang dia alami.
Apakah Ino dan Cia bisa menjalin hubungan cinta??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pamit

Kondisi Arnold semakin tidak baik, anak sekecil ini harus menderita penyakit pada jantungnya yang membuat dia susah bernafas. Malam ini pukul sepuluh malam, Ino mendapat informasi bahwa anaknya Max kembali tidak sadarkan diri. Karena tidak ada dokter bedah jantung, maka mereka berencana akan merujuk Arnold jika kondisinya sedikit membaik. Ino dan Cia sudah ada di rumah sakit.

Melihat Max dan orangtuanya menangis, membuat hati Cia bersedih. Ino langsung memeluk istrinya. Ada ikatan tersendiri antara istrinya Ino dengan keluarganya Max.

"Kamu harus kuat Max. Kita berdoa Arnold kuat dan kita urus dia di rujuk."

"Siap komandan. Saya sangat mencintai anak saya. Darah daging saya."

"Kamu harus kuat."

Cia sedang menenangkan mamanya Max dan papanya. Sedangkan Mersi sedang duduk merenung menahan tangisannya melihat anaknya, suami dan mertuanya yang begitu sedih. Hatinya berkata sayangnya mereka hanya menyayangi Arnold. Dalam situasi seperti ini Mersi masih berpikir seperti itu. Setelah di tangani dua jam kondisi Arnold makin membaik, dia sudah memanggil omanya.

Sementara omanya sedang mengurus Arnold yang mau bersama omanya. Ino bersama max dan Mersi sedang berada di ruangan kepala rumah sakit. Membahas kesehatan Arnold anaknya Max dan Mersi. Akhirnya Ino sebagai komandannya Max menyetujui Arnold di rujuk ke rumah sakit dimana orangtuanya bekerja. Papanya Ino, mertua Cia dokter Wahyu Christian Rehata adalah dokter spesilis bedah jantung dan pembulu. Semua biaya kesana sudah Ino atur.

Keberangkatan yang tiba - tiba, membuat Max belum ada persiapan. Cia yang membeli tiket buat mereka berlima dan apartemen Cia diberikan untuk keluarga ini menginap.

"Cia......"

"Papa dan mama itu orangtua Cia, ini yang Cia buat belum bisa membalas semua yang mama dan papa beri buat Cia."

"Terima kasih sayang... Terima kasih anakku."

"Cia kan anak mama dan papa." Mama dan papa Max memeluk anak perempuan yang mereka jaga dari usia dua bulan.

Cia dan Max lahir dalam tahun yang sama, bedanya Max lahir satu bulan duluan dari Cia. Cerita mamanya waktu Max lahir, mama datang menjenguknya. Dia lahir merah dan sangat besar. saat itu adalah persalinan terakhir bagi mama Max, dan pasangan suami istri itu sangat mengharapkan Tuhan memberikan anak perempuan karena sebelumnya mereka sudah memiliki dua anak laki - laki yang terpaut usia dengan Max yaitu delapan dan lima tahun. Makanya waktu mamanya Cia melahirkan Cia, mamanya Max sangat senang sekali. Mama Max dan mama Cia itu berteman sejak masih di kompleks angkatan laut. Kedua papa mereka adalah pensiunan dari angkatan laut namun bukan tentara tetapi pegawai sipil. Jadi bisa diketahui bagaimana cinta dan sayangnya orangtua Max kepada Cia.

Arnold bersama oma, opa, mama dan papa juga salah satu perawat sudah di Jakarta dan unit apartemen Cia sebagai tempat tinggal mereka. Dan informasi yang diterima Arnold sudah mendapat penangan khusus oleh dokter dirumah sakit orangtua Ino bekerja, komandan intelnya Ino bekerja. Ada penyempitan pemulu darah, dan operasi sudah berhasil dilaksanakan oleh dokter Wahyu Christian Rehata papinya Ino, mertuanya Cia bersama timnya. Informasi yang Ino dan Cia peroleh dari orangtua mereka bahwa Arnold itu kuat.

Sore hari ini, Cia menyempatkan dirinya membersihkan rumah dinas tempat dia dan suaminya tinggal. Selesai membersihkan rumah dia membersihkan dirinya. Sudah lewat dari jam pulang kantor tetapi suaminya belum pulang juga. jam setengah tujuh suaminya baru tiba di rumah. Cia menyambut dengan cinta seperti biasa kedatangan suaminya.

"Maaf mas pulang lama. Ada urusan penting sayang."

"Its oke mas. I love you." seperti biasa Cia langsung mencium suaminya dengan cinta di bibir suaminya. Dan ciuman itu dibalas oleh suaminya dan diakhiri dengan kata i love you too istriku sayang.

"Mas mau informasikan sesuatu buat adek."

"Informasi apa mas."

"Besok mas kenaikan pangkat menjadi mayor."

"Selamat mas. Apa yang harus ade siapkan untuk hadiahnya?"

"Tubuh kamu dan stamina kamu."

"Itu setiap hari pasti mas minta, kecuali ade ada kedatangan tamu bulanan." Ino tertawa.

"Mas ngak butuh apa - apa sayang. Mas butuh kamu selalu ada buat mas." Cia tersenyum.

"Satu lagi, mungkin kita akan pindah, bukan mungkin sayang tetapi pasti. Mas akan disekolahkan ke Amerika."

"Terus adek mas."

"Kamu akan ikut mas, tidak mungkin mas jauh dari kamu. Jadi urusan kamu disini, harus diselesaikan. Di perusahaan bagaimana??"

"Ade bisa tinggali mas. Kan ada papa dan papa Buce juga mami." Mami adalah sebutan buat adik perempuan mamanya sedangkan adik laki - laki dari mamanya Cia panggil papi.

Besok harinya upacara kenaikan pangkat bagi Ino suaminya Cia dilaksanakan. Tanpa sepengetahuan Ino, Cia sudah mengatur catering buat acara kenaikan suaminya jam tujuh malam. Dan untung ada catering yang siap. Jadi dari pagi hari, Cia sudah meminta ijin kepada ibu komandan menggunakan aula untuk acara syukuran. Dan anggota Ino di intel yang membantu. Sehingga jam sepuluh acara syukuran itu berlangsung. Selesai upacara kenaikan pangkat. Bukan hanya Ino ada beberapa anggota juga.

Ino disiram dengan air kembang oleh komandan dan juga petinggi lainnya. Bersama anggota yang menerima kenaikan pangkat setelah pangkat baru disematkan menganti pangkat yang lama. Cia juga diberi kesempatan menyematkan pangkat baru suaminya.

Satu bulan kemudian, Ino dan Cia pamit dari kesatuan. Karena waktu keberangkatan Ino ke Amerika sudah dekat. Di Jakarta Ino hanya punya waktu dua minggu untuk bersama keluarganya. Dan ini kesempatan buat Cia pamit dengan orangtua Max.

Sampai di Jakarta Ino dan Cia ke rumah sakit melihat kondisi besok paginya untuk melihat Arnold anaknya Max.

"Mas aku takut Mersi marah."

"Dia ngak berani sayang. Karena dia takut Max kembalikan dia ke orangtuanya."

"Kok mas tahu."

"Mas tahu dari Max." Cia kebinggungan, namun dia berusaha untuk tidak kepo, dia tidak mau suaminya berpikir macam - macam.

Arnold sudah ada di ruangan saat Cia dan Ino kesana hanya ada mama dan papa Max juga Max sedangkan Mersi ada ke rumah orangtuanya. Ino mengijinkan istrinya berbicara dengan Max mantan pacarnya, karena Ino tahu bagaimana mereka mengakhiri hubungan mereka. Ino mau bahwa tidak ada kebencian dihati istrinya. Mengingat orangtua Max sudah menganggap Cia seperti anak mereka. Ruangan kerja mamanya Ino menjadi tempat pembicaraan antara Max dan Cia. Sayangnya ketika mereka sudah ada di ruangan Mersi sudah kembali ke rumah sakit.

"Dimana Max ma??" mamanya Max melihat ke arah Ino. Hal ini membuat Mersi menjadi curiga.

"Lagi keluar sebentar."

Sementara itu Max dan Cia tidak tahu mau berbicara dari mana dan bagaimana. Semua serba canggung.

"Maafkan saya Cia."

"Iya aku maafkan Mas. Kamu harus hidup baik - baik, agar Arnold bisa merasakan kasih sayang kedua orangtuanya."

"Aku sepertinya akan berpisah dengan Mersi. Aku baru tahu, selama Arnold dengan dia di Jakarta, Mersi selalu meninggalkannya bahkan tidak segan- segan dia kasar kepada Arnold."

"Mungkin saat itu dia binggung."

"Arnold lebih dekat dengan oma dan opanya dari pada Mersi mamanya."

"Saya ngak mau keputusan kamu ini membuat Mersi semakin membenci saya."

"Saya lega, karena tahu kamu akan berangkat dengan komandan. Jadi ketika masalah rumah tangga saya bisa di selesaikan. Kamu tidak ada di dalamnya. Kamu tahu kan betapa kasarnya Mersi."

"Dulu dia tidak begitu Max, dia itu memang butuh kasih sayang karena keadan keluarganya. Coba kamu pertimbangkan."

"Percuma Cia, saya berusaha semakin saya tersiksa. Kamu tahu bahwa hanya kamu pemilik cinta ini. Namun saya sadar bahwa saya hanya bisa mencintai kamu seperti adik perempuan saya sama seperti mas Cristian dan Yanto. Hal ini sudah saya bicarakan dengan mama dan papa dan juga kedua masku."

"Apapun keputusanmu semoga ini yang terbaik buat kamu dan Arnold juga Mersi."

"Boleh aku memeluk kamu terakhir kali Sebagai sorang kakak." Cia langsung membuka kedua tangannya. Pelukan perpisahan antara Cia dan Max pun terjadi.

Cia dan Max kembali ke ruangan Arnold. Ino yang melihat istrinya datang langsung tersenyum dan memeluknya serta menciumnya di kening.

"Bagaimana sayang. Akar pahitnya sudah hilang." Cia tersenyum kepada suaminya.

"Terima kasih mas."

Cia dan Ino pulang. Soal unit apartemen Cia sudah diatur oleh Ino dan orangtua Max, kalau mereka kembali ke Biak, kuncinya boleh di taruh ke bagian resepsionis untuk di amankan. Karena jasa kebersihan ruangan sudah di bayar oleh Ino agar salah satu aset istrinya tetap terawat.

1
Ariany Sudjana
makanya dulu sebelum selingkuh, mikir dulu max, sekarang mau balik ke cia, mau sampai akhir jaman ya ga bisa. Cia sudah menikah, sebaiknya kamu fokus membesarkan Arnold, kalau kamu nekat, kasihan Arnold
Ceisye: mba ayo kita berteman
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah kolonel Ino atas penempatan di biak
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan itu masih juga cari kesempatan untuk dekat dengan Ino
Ariany Sudjana
semoga kapal induk bisa menemukan keberadaan Ino dan teman-temannya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats untuk baptis Nuel dan kehamilan cia
Chloe
lanjut Thor istrhat nya nanti di akhirat 🤣
Enz99
Bagus
Ceisye: terima kasih 🙏🙏🙏. saran dan kritiknya sangat di harapkan 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ariany Sudjana
tetap sabar dan kuat yah cia, papa kamu sudah sama Tuhan Yesus
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan cia dan papa kandungnya semakin membaik
Ceisye: terima kasih mba, masih mensuport karyaku. kritik saran mba sangat diharapka 👍👍👍🙏🙏🙏🙏😍
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska dan juga pembunuh
Ariany Sudjana
entah gimana reaksi orang tua ino, pas tau ada pelacur murahan di lingkungan kerja dan juga rumah ino dan cia
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska, bilang saja kamu iri sama ino dan cia,
Ariany Sudjana
kalau ini tegas, harus disingkirkan si pelacur murahan itu. waspada terus yah cia, pelacur murahan yang ga tahu diri itu akan terus mengawasi kamu
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska , waspada terus ya ino dan cia, apalagi cia lagi hamil
Ariany Sudjana
Mersi juga bodoh, max sudah berusaha memperbaiki kehidupan rumah tangganya, Mersi semakin menjadi-jadi
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Ino untuk kenaikan pangkat jadi mayor
Ariany Sudjana
kenapa ga dipecat saja si pelacur murahan Mersi itu?
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: ya Kak
total 2 replies
Ariany Sudjana
dasar bodoh Mersi, kenapa juga kamu harus melarang max ketemu dengan cia? lagian cia juga sudah memilih Ino sebagai calon suaminya, yang sudah jelas kelasnya jauh di atas max... atau jangan-jangan kamu juga ingin merebut ino lagi? supaya jadi istri komandan
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally cia menerima lamaran Ino
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!