NovelToon NovelToon
Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Setelah lima tahun menjadi pelayan tak bergaji bagi suami dan keluarga mertuanya, Rania pergi membawa luka dan kembali sebagai badai yang akan menghancurkan kerajaan mereka."

Selamat membaca...jangan lupa dukung authir yaa...terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeruji Besi dan Hasutan Iblis

Dinding beton Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Jakarta tampak kusam, dipenuhi noda lembap dan bau karbol yang menyengat bercampur dengan aroma keringat ratusan narapidana. Di ruang kunjungan yang dibatasi oleh jeruji besi dan kaca tebal, suara bising dari puluhan keluarga yang mengeluh saling bersahutan, menciptakan atmosfer yang sangat menekan jiwa.

​Rendra duduk di salah satu kursi plastik biru yang sudah retak. Enam bulan menjalani hukuman sebagai narapidana resmi—setelah divonis tujuh tahun penjara atas kasus penggelapan dana—telah mengubah penampilannya secara drastis. Tubuhnya yang dulu berisi dan selalu dibalut jas desainer, kini tampak kurus kering hingga tulang pipinya menonjol tajam. Kulitnya pucat karena jarang terkena sinar matahari, dan tangannya dipenuhi luka lecet akibat tugas harian membersihkan saluran pembuangan lapas yang harus ia lakukan demi menghindari perundungan dari napi senior.

​Ketika pintu besi di seberang sana terbuka, Rendra mendongak. Dua sosok wanita yang sangat ia kenal berjalan masuk dengan langkah terburu-buru. Ibu Ratna dan Tyas.

​"Rendra! Anakku!" Ibu Ratna langsung menempelkan kedua telapak tangan tuanya ke kaca pembatas, air matanya meleleh melihat kondisi mengenaskan anak laki-laki kebanggaannya yang kini mengenakan seragam biru khas narapidana.

"Kenapa kamu kurus sekali, Nak? Mereka tidak memberimu makan dengan layak?"

​Rendra memegang gagang telepon interkom dengan tangan yang gemetar. Ia menatap ibunya dengan mata yang cekung dan redup. "Makanan di sini keras, Bu. Rendra harus berbagi sel dengan belasan orang... Rendra sering tidak kebagian tempat tidur dan juga jatah makan sering di rampas teman napi lainnya," suara Rendra terdengar serak, kehilangan semua sisa keangkuhan yang dulu ia miliki sebagai CEO Wijaya Corp.

​Tyas ikut duduk di samping ibunya, meraih gagang telepon cadangan. Berbeda dengan Ibu Ratna yang menangis bombay, mata Tyas justru berkilat dingin saat menatap kakaknya. "Mas Rendra, cukup meratapnya. Hukumanmu masih sisa enam setengah tahun lagi. Kamu mau membusuk di sini sampai tua? Kami ke sini bukan untuk melihatmu menangis seperti pengecut. Kami ke sini membawa kabar besar dari luar."

​Rendra menghela napas panjang, kepalanya terasa pening. "Kabar apa lagi, Tyas? Perusahaan sudah disita, rumah sudah tidak ada. Mas sekarang cuma napi yang tidak punya masa depan."

​"Mas tahu tidak? Kemarin PT Arania International merayakan ulang tahun perusahaannya yang keenam bulan dengan sangat mewah!" ucap Tyas, giginya bergemeretak saat menyebut nama perusahaan itu.

"Rania berdiri di atas panggung seperti ratu, memakai gaun malam miliaran rupiah. Dan anakmu... Abid, dia tampak sangat sehat dan selalu didampingi Elang Danuarta! Mereka bersenang-senang di atas penderitaan kamu yang harus mendekam di sini, Mas!"

​Mendengar nama Rania dan Abid, dada Rendra berdenyut sakit. Sebuah rasa sesak yang luar biasa menghujam jantungnya. Enam bulan di penjara sempat membuatnya berpikir jernih tentang kesalahannya.

​"Sudahlah, Tyas... Ibu..." Rendra menunduk, air matanya menetes ke atas meja semen di depannya.

"Mas sudah merenung selama enam bulan ini di dalam sel. Semua ini... semua ini salah kita sendiri. Kita yang tamak, kita yang memperlakukan Rania seperti pelayan. Mas kualat karena menelantarkan Abid malam itu. Tolong... kalian jangan cari masalah lagi dengan Rania. Dia bukan Rania yang dulu. Dia punya hukum, dia punya kekuasaan, dan dia punya Elang di belakangnya. Kita sudah kalah."

​"Apa kamu bilang?!" Ibu Ratna memotong dengan suara tertahan yang penuh amarah, matanya melotot.

"Kamu membela wanita yatim piatu itu? Rendra, kamu lupa siapa yang membuatmu memakai seragam napi ini? Dia yang memasukkanmu ke sini! Dia yang membuat Ibu dan adikmu terusir ke rumah kontrakan kumuh yang bau kotoran tikus!"

​Tyas mendengus geli, menatap Rendra dengan pandangan super merendahkan. "Mas Rendra ternyata bener-bener sudah jadi pengecut ya setelah enam bulan di dalam? Hanya karena dikurung, otak CEO-mu langsung berubah jadi otak udang? Kamu mau menerima begitu saja kebahagiaan Rania?"

​"Tyas, jaga bicaramu! Mas ini kakakmu!" bentak Rendra lemah.

​"Kakakku yang sukses sudah mati saat Wijaya Corp pailit, Mas!" balas Tyas dengan nada pedas yang menusuk.

"Dengar, Mas. Aku tidak akan membiarkan Rania tertawa di atas takhtanya sementara aku harus naik angkot dan dicibir teman-teman kampusku. Enam bulan ini aku tidak tinggal diam. Aku sudah berhasil masuk ke dalam lingkaran Baskoro Group. Tuan Baskoro, saingan terberat Elang Danuarta, sudah mengangkatku jadi asisten pribadinya."

​Rendra terkejut. "Baskoro? Pria tua yang licik itu? Tyas, dia itu serigala berbulu domba! Jangan mau dimanfaatkan oleh dia!"

​"Aku tidak dimanfaatkan, Mas. Kami saling memanfaatkan," ucap Tyas dengan senyuman licik yang mengerikan di wajah mudanya.

"Tuan Baskoro ingin menghancurkan Elang, dan aku ingin menghancurkan Rania. Aku sudah menyerahkan salinan cetak biru sistem enkripsi lama yang pernah Rania buat untuk perusahaan Mas dulu. Tuan Baskoro punya tim IT tingkat internasional. Mereka sedang mencari celah untuk meretas sistem Arania International dan membuat perusahaan itu bangkrut dalam satu malam!"

​Rendra menggelengkan kepalanya dengan panik. "Jangan, Tyas! Mas mohon jangan! Rania yang membuat sistem itu, dia pasti tahu kalau ada yang mencoba meretasnya. Kamu hanya akan masuk ke lubang yang sama dengan Mas!"

​"Mas Rendra diam saja dan ikuti rencanaku!" sela Tyas tajam. "Yang aku butuhkan dari Mas sekarang cuma satu hal. Berikan aku surat kuasa atas tanah warisan Almarhum Ayah yang ada di kawasan industri Cikarang. Lahan itu adalah satu-satunya tanah yang luput dari penyitaan enam bulan lalu karena statusnya masih harta waris belum dibagi. Tuan Baskoro butuh lahan itu untuk membangun pelabuhan darat barunya demi memutus jalur logistik Danuarta Group."

​Rendra terperangah. Lahan itu adalah aset rahasia terakhirnya yang sengaja ia simpan untuk masa depan Abid jika suatu saat ia bebas dari penjara.

​"Tidak, Tyas. Tanah itu tidak boleh dijual. Itu hak Abid—"

​"Abid tidak butuh tanah itu, Rendra! Dia sudah jadi anak emas Elang Danuarta!" Ibu Ratna menimpali dengan sengit.

"Berikan surat kuasanya pada adikmu! Ini jalan satu-satunya agar kita bisa kaya lagi, agar kita bisa menyewa pengacara mahal untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) demi memotong masa hukumanmu! Apa kamu mau membusuk di sini selama enam tahun lagi sementara mantan istrimu tidur di kasur sutra?"

​Kalimat Ibu Ratna dan fakta sisa hukuman enam setengah tahun yang mengerikan itu mulai merayap masuk ke dalam ego Rendra yang terluka. Bayangan Rania yang hidup mewah bersama Elang, sementara dirinya harus membersihkan toilet penjara setiap hari, mulai membakar kembali rasa irinya yang sempat padam.

​Rasa tobat yang ia rasakan selama enam bulan terakhir runtuh seketika oleh kombinasi antara hasutan keluarga, rasa iri, dan harga diri pria yang terluka parah.

​"Surat kuasa itu..." Rendra berbisik, matanya kembali menyorotkan kilat kegelapan. "Ada di bawah lantai ubin kamar lama Mas di rumah yang disita... Mas menyembunyikannya di dalam kotak besi kecil bersama sertifikat aslinya sebelum rumah itu digembok. Juru sita tidak akan menemukannya karena tertutup lemari yang tertanam di dinding. Ambil itu, Tyas."

​Tyas tersenyum puas, matanya berbinar penuh kemenangan. "Bagus, Mas. Aku akan meminta orang dalam untuk membongkar rumah kosong itu malam ini. Bersiaplah, Mas. Badai yang sesungguhnya akan segera datang menghampiri Rania."

​"Waktu kunjungan habis! Silakan kembali ke blok masing-masing!" teriak sipir penjara sambil memukul pintu besi.

​Ibu Ratna dan Tyas berdiri, memberikan lambaian tangan penuh kemenangan sebelum melangkah keluar dari ruang kunjungan. Sementara Rendra digiring kembali ke dalam selnya dengan hati yang tidak lagi tenang. Di dalam hatinya, benih dendam yang sempat mati kini tumbuh menjadi monster baru yang siap menerkam.

​Malam harinya, di bawah guyuran hujan gerimis yang membuat suasana kompleks perumahan elite lama Wijaya terasa mencekam.

​Sesosok bayangan dengan jas hujan hitam tampak menyelinap melalui pagar belakang rumah nomor 12 yang sudah dipasangi garis segel merah oleh pengadilan. Bayangan itu adalah Tyas, dibantu oleh seorang pria kekar berpenampilan preman yang dibayar oleh Baskoro Group.

​Dengan menggunakan linggis, pria itu berhasil mencongkel pintu belakang. Mereka berdua menyelinap masuk ke dalam kegelapan rumah yang kosong dan berdebu. Menggunakan lampu senter ponsel yang temaram, mereka naik ke lantai dua, menuju kamar utama Rendra.

​Tyas menunjuk ke arah sudut kamar tempat sebuah lemari kayu besar yang tertanam di dinding berada. "Di balik lemari ini. Bantu aku geser ubinnya!"

​Pria kekar itu mulai bekerja, merusak paksa bagian bawah lemari, kemudian mencongkel ubin marmer yang longgar di bawahnya. Detak jantung Tyas berdegup kencang karena tegang.

​Klek.

​Ubin terangkat, dan di bawah sana, sebuah kotak besi hitam berukuran kecil terlihat masih utuh, tertutup debu tebal.

​Tyas langsung menyambarnya dengan tangan yang gemetar. Ia membuka gembok kotak itu dengan kunci duplikat yang selalu ia simpan. Begitu kotak terbuka, matanya berbinar melihat selembar kertas tebal berlambang garuda hijau—Sertifikat Asli Tanah Cikarang—beserta surat kuasa yang sudah ditandatangani Rendra di masa lalu untuk mengantisipasi hal darurat.

​"Dapat..." bisik Tyas dengan tawa kemenangan yang tertahan di tenggorokannya. "Rania... tamat riwayatmu. Besok, Tuan Baskoro akan memulai permainan ini, dan kamu bahkan tidak akan tahu dari mana datangnya hantaman yang akan menghancurkanmu."

​Tyas mendekap kotak besi itu erat-erat di dadanya, lalu bergegas keluar dari rumah sitaan tersebut melalui kegelapan malam, membawa peluru terakhir yang ia yakini akan menumbangkan kerajaan baru mantan kakak iparnya.

​Di tempat lain, di dalam kamar apartemennya yang mewah, Rania tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia menatap ke luar jendela yang basah karena hujan, dadanya mendadak terasa sedikit sesak tanpa alasan yang jelas. Tapi, ia hanya menarik napas panjang, mengira itu hanya kelelahan biasa setelah pesta besar kemarin, lalu kembali merebahkan tubuhnya di samping Abid yang tertidur lelap.

​Ia sama sekali tidak menyadari, bahwa di luar sana, sepasang serigala baru saja selesai mengasah taring mereka di kegelapan untuk merobek takhtanya.

1
Himna Mohamad
kereeeen 👍👍👍👍👍
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Anonim
Yah begitu..... BUAT MEREKA MENDERITA
aku
kan bener lagi kata tetanggaku, tidak ada yg lebih mengerikan selain tidak ada uang adalah wanita yg bls dendam krn skt hati 😌😌
aku
lagian lu udh dikasih kesempatan bukannya lnjut hdp lbh baik malah cari mati. hedehh gk pinter 😁
Dwi Setyaningrum
wah wah penyesalannya hanya Krn terpuruk wkt itu setelah ekonominya mulai membaik berbuat ulah lagi..hadehhh..
Dwi Setyaningrum: minta dirujak thor..🤭😂
total 2 replies
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
tanpa rania kamu bukan apa" rendra🤭
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
ternyata gisela itu anak buah perusahaan lain
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
iya tinggalin aja wes Rendra
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
suami jahat Rendra
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
hukuman rania belum sbrpa ini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
korupsi demi apa ini baskoro
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
wah nyonya datang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
tiket exclusive😄😄😄😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
ini sih cari mati dia🤣🤣🤣
pst dapat cap pelakor😄🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
badainya terlalu dasyat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
seorang ibu bisa ngomong kasar begini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
kena jebakan balik kah
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
menghamliri kalian past
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
enam bulan ga bisa bikin kamu tobat tyas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!