NovelToon NovelToon
Si Kembar Cantik

Si Kembar Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:242
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abdullah

Keduanya masih terus melanjutkan obrolannya, tentunya orang-orang di sana merasa heran dengan Abdullah yang begitu tampak baik kepada mahasiswa baru itu. Mereka merasakan adanya kejanggalan melihat respon dari Abdullah, apalagi sebelumnya Abdullah tampak tersenyum ketika berbicara dengan Galuh. Tetapi mereka menyadari sorot dari Winda yang merasa takut, dan mereka semua tahu Apa alasan dari ketakutan Winda.

" Sepertinya Abdullah sering jatuh hati kepada gadis itu ya?"

" Mungkin saja, apalagi mahasiswa baru itu tampak sangat cantik."

" Tapi aku sangat yakin sih ketika mahasiswa baru itu mengetahui siapa sebenarnya Abdullah, mungkin saja mahasiswa baru itu tidak akan mau mengenal Abdullah lagi."

" Yang kau katakan itu sangat masuk akal, lagian siapa yang mau berurusan dengan Abdullah di kampus ini."

" Abdullah itu hanya memiliki nama yang baik, tetapi karakter aslinya sangatlah tidak baik."

" Ya karena itu sampai saat ini aku tidak pernah mau berkomunikasi dengan Abdullah, aku hanya mau berkomunikasi dengannya itu jika semuanya berhubungan dengan tugas dari dosen. Jika tidak ada yang berhubungan maka aku tidak mau berurusan dengannya, karena jika kita membuat kesalahan padanya mungkin kita akan dikeluarkan dari kampus ini."

" Jujur saja Aku merindukan momen ketika Abdullah masih SMA dulu, dia adalah pemuda yang baik tetapi sangat berbeda dengan dia yang sekarang."

" Aku juga sempat mendengar ketika di SMA dia adalah pemuda yang baik, tetapi aku menjadi penasaran mengapa sifat dan karakternya bisa berubah ketika ia sudah sampai di tingkat universitas?"

" Aku juga sama sekali tidak mengetahui mengenai hal tersebut, tapi sepertinya memang ada sesuatu yang akhirnya mengubahnya menjadi seperti saat ini."

" Tentu saja memang ada sesuatu yang mengubahnya, tetapi sampai saat ini aku sama sekali tidak mengetahuinya."

" Entah mengapa aku merasa kalau ini pasti ada hubungannya dengan Acilia."

" Sebenarnya aku juga menduga kalau ini pasti ada hubungannya dengan Acilia."

" Tapi sebenarnya apa sih yang dilakukan oleh gadis itu sehingga mengubah Abdullah menjadi seperti saat ini?"

" Aku juga sama sekali tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh gadis itu hingga membuat Abdullah menjadi orang yang seperti saat ini, tetapi mungkin lebih baik kita tidak ikut campur dengan urusan mereka berdua."

" Mungkin kita harus memberitahu Winda mengenai hal ini, agar sahabat dari Winda itu tidak akan mengenai dampak suatu hari nanti dari Acilia."

" Esok hari saja kita akan memberitahunya, karena aku rasa hari ini pastinya Abdullah tidak akan pernah melepaskannya."

" Yang kau katakan itu memang sangat benar, semoga saja segera ada telepon yang bergetar dan Winda serta sahabatnya itu segera pulang. Karena jika tidak seperti itu maka Abdullah tidak akan pernah melepaskan mereka, dan bisa saja mereka akan terus berbicara hingga petang."

...🐷🐷🐷...

Farah saat ini sedang berada di rumah, tentunya ia merasa kelelahan dengan kegiatan kampusnya di hari pertama. Uswatun dan juga Wina saat ini juga sedang berada di unit apartemen milik Fara, tentunya mereka memutuskan untuk mengobrol bersama dengan para di unit apartemen itu. mereka juga ingin membahas mengenai planning dari Farah ke depannya, karena mereka juga masih belum mengetahui Apa rencana Farah.

" Apa rencanamu setelah ini Farah?"

" Kalian berdua tidak memiliki job pekerjaan untukku"

" Coba nanti aku tanya di agensi-ku ya, siapa tahu mereka memang sedang membutuhkan model baru."

" Tolong bantu aku ya, jujur saja aku datang ke sini juga tanpa pertimbangan. Awalnya memang ada job yang menawarkan ku bekerja di daerah Jakarta ini, tetapi karena aku memikirkan orang tua serta adik-adikku maka Aku menolaknya. Tapi sekarang aku justru malah pergi ke Jakarta ini, dan meninggalkan orang tua serta adik-adikku."

" Kami sudah mengerti alasan kau untuk mengapa tiba-tiba pindah ke Jakarta ini Farah, dan itu semua juga akibat dari perceraian kedua orang tuamu. Ya mungkin hal ini dia memang dikatakan sangat mendadak, sehingga akhirnya planning yang kau siapkan sebelumnya belum selesai."

" Jujur saja sampai saat ini aku masih tidak menyangka kalau aku meninggalkan kedua orang tua dan adik-adikku di Bandung, dan aku memilih untuk hidup mandiri di Jakarta."

" Kau tidak boleh memikirkan mengenai kehidupanmu di masa lalu lagi, aku yakin ini adalah keputusan yang terbaik untukmu. Karena sudah sejak lama kalian bertiga berusaha untuk menyatukan kedua orang tua kalian, tetapi kedua orang tua kalian bukannya bersatu malah memutuskan untuk berpisah."

" Jujur saja ketika mengingat momen itu aku masih tidak menyangka, kami sudah berusaha keras agar mereka bisa kembali bersama. Tetapi bukannya kata bersama dan sayang yang kami dengarkan, tetapi kata perpisahan dan juga perceraian yang kami dengarkan. Mungkin kami memang sudah cukup dewasa untuk mendengar hal itu, tetapi tetap saja hal itu menimbulkan trauma tersendiri bagi kehidupan kami."

" Kau harus cukup kuat, karena jika kau tidak kuat maka adik-adikmu juga tidak akan kuat."

" Aku sudah lama mendengar perkataan itu, dan perkataan itu yang membuatku bertahan dan selalu berusaha untuk menyatukan kedua orang tuaku. Tapi pada akhirnya semuanya berakhir, dan aku serta kedua di kembarku itu juga memutuskan untuk tinggal terpisah karena kami memang tidak ingin ikut dengan kedua orang tua kami."

" Sebenarnya kau ikut tinggal bersama dengan orang tuamu atau tinggal sendirian seperti saat ini itu sama saja, karena kalian bertiga tidak akan mungkin tinggal di atap yang sama. Sebab kedua orang tua kalian telah memutuskan untuk berpisah, dan itu keputusannya mutlak."

" Yang kalian katakan memang sangat benar, Aku hanya bisa berharap kedua adik-adikku itu bisa hidup dengan bahagia. Dan ketika nantinya kami bertemu lagi aku bisa melihat senyum di wajah mereka, bukan kesedihan yang selalu aku lihat ketika kami bersama dan sebuah senyum yang hanya tipuan."

" Kau memikirkan kalau senyum yang ditunjukkan oleh adik-adikmu itu adalah senyum tipuan, tapi sebenarnya orang yang menunjukkan senyum tipuan itu adalah kau Farah."

" Aku tidak pernah menutupi apapun dari kau dan juga Wina, Uswatun. Dan memang selama ini senyum yang aku tunjukan adalah senyum palsu, hal itu aku lakukan agar adik-adikku tidak bersedih ketika melihat aku yang sedang bersedih."

" Dan pada akhirnya senyum palsu mu itu membuat kau menjadi pribadi yang seperti saat ini, tetapi kami berharap kau akan menemukan seorang pendamping yang membuatmu bahagia."

" Doakan saja yang terbaik untuk aku dan juga kedua adikku ya, aku hanya berharap kalau kami tidak akan mengalami trauma psikologi. Karena walaupun kami tampak diam sebenarnya kami merasa takut dengan pertengkaran, dan itulah yang membuatku sangat takut kalau adik-adikku memiliki trauma psikologi dan nantinya tidak ingin menikah. Kalian tahu sendiri bagaimana kisah kehidupan kami selama ini, dan itu sudah cukup menjadi pemicu utama."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!