NovelToon NovelToon
The Buwono Family

The Buwono Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Komedi / Rumah Tangga
Popularitas:100.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.

Generasi ke 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Mau Bodoh!

"Dengar Fariz bukan RM. Kamu itu cuma susuban, bukan kena luka tembak atau luka kena pisau! Dan harusnya, bisa di IGD!" omel dokter Lucky sambil mengeluarkan sumber susuban di bawah lampu terang.

"IGD lama Dok dan tadi penuh. Sementara aku sudah sebal sakit!" jawab Iptu Fariz sambil meringis kesakitan.

"Pak Fariz itu memanfaatkan kenalan orang dalam deh!" kekeh Suster Lia.

"Apa gunanya coba? Toh aku nggak sering-sering," cengir Iptu Fariz. "Kayaknya."

Dokter Lucky menatap sebal. "Dasar!"

"Eh, pak Fariz beneran adiknya pak Guinandra suaminya Dokter Ambar?" tanya Suster Lia ke Iptu Fariz.

"Iya. Adik tiri sih. Satu bapak beda ibu."

"Tapi kenapa Guide lebih ganteng dari kamu ya?" gumam dokter Lucky tanpa dosa. "Sama tingginya tapi wajah ganteng dia."

"Dok Lucky body shamming ih! Pak Fariz juga keren kok," bela Suster Lia.

Iptu Fariz tersenyum manis. "Terima kasih Suster Lia. Sudah membela anak piatu ini."

"Piatu?" tanya dokter Lucky.

"Iya ... ibuku sudah meninggal. Bapakku ... Mbuh!" ucap Iptu Fariz sebal.

Dokter Lucky dan Suster Lia paham bahwa ada luka batin di dalam hati Iptu Fariz. Mereka memilih tidak bertanya lebih lanjut.

"Sudah. Nih ada bambu masuk. Kamu habis buat sate?" tanya dokter Lucky.

"Nggak. Habis ke TKP ... ada mayat di area kebun bambu. Lha aku kena deh pas nyingkirin bambu disana."

Dokter Lucky dan Suster Lia menatap Iptu Fariz. "Kamu nggak pengen pindah permanen ke divisinya pak Dean?"

"Iya lho. Biar nggak ketemu mayat dan banyak mudaratnya. Tahu lah tim kamu gimana," timpal Suster Lia.

"Ini aku masih progress. Tenang saja ... aku juga tidak mau lama-lama di major crime."

"Bagus. Sayang kalau kamu di tempat yang tidak lurus. Kamu anak baik, Riz." Dokter Lucky menatap serius ke pria itu.

"Iya Dok. Lagipula bisa ketemu sama Dok Daisy juga," cengir Iptu Fariz.

"Hei, hei, hei ...."

***

Dokter Lucky bersiap pulang saat dirinya melihat dokter Juno bersama dengan Suster Intan sedang ribut. Dirinya mendatangi keduanya yang tampak bersitegang. Entah apa yang diributkan oleh dua orang itu.

"Kalian kenapa?" tanya dokter Lucky.

"Nah, ini orangnya datang!" ucap Suster Intan.

"Hah?"

"Dok, katanya Dok Lucky sudah meminta ijin ke Suster Intan memakai ruang VIP dua untuk mas Steven. Benar?" tanya dokter Juno.

"Iya. Dua malam saja. Soalnya Steven kena ACL," jawab dokter Lucky.

"Pantas! Pasienku tidak bisa masuk!" protes dokter Juno.

"Siapa pasien kamu?"

"Pacarku ... Rosita. Dia kena typus."

"Lha?"

Akhirnya dokter Lucky batal pulang cepat demi menyelesaikan permasalahan kamar antara Iptu Steven dan Rosita. Karena typus menular, akhirnya Rosita di tempatkan ke kamar yang lebih dekat dengan meja suster. Iptu Steven tetap di kamarnya karena kondisinya juga tidak boleh banyak bergerak.

Dokter Lucky baru pulang menjelang jam sepuluh malam sampai rumah. Terlihat rumah sudah sepi dan pria itu menutup pagar dengan remote. Rumah mereka memang berada di komplek perumahan elite yang boleh ada pagar.

Dia pun naik ke tangga rumah dan membuka pintu dengan kuncinya. Wajahnya tampak lelah dan hatinya menghangat saat melihat Daisy tertidur sambil memeluk Kenzie di ruang tengah. Winston yang tidur menjaga mereka, terbangun saat mendengar pintu dibuka. Namun anjing Belgian Malinois itu memilih tetap dekat Daisy dan Kenzie, seolah melindungi mereka.

Dokter Lucky menoleh ke arah tv yang masih menyetel film anak-anak Bluey. Entah mengapa, Kenzie dan Winston kompak suka film itu. Dokter Lucky mematikan tv dan membuat Daisy terbangun.

"Sudah pulang mas?" tanya Daisy dengan nada serak. "Tumben malam banget."

"Tadi ribut sama Juno dan suster Samo Hung!" jawab dokter Lucky sebal.

"Suster ... apa? Sejak kapan Samo Hung jadi cewek?" Daisy menatap bingung ke dokter Lucky karena dirinya masih belum nyatu.

"Suster Intan. Kan mirip Samo Hung badannya," ujar dokter Lucky.

"Ya Allah mas ... mbok jangan gitu. Suster Intan dengar, mas Lucky bisa dibanting lho!" senyum Daisy.

"Aku mandi dulu Jeng. Nanti aku bantu kamu urus Kenzie." Dokter Lucky berjalan menuju kamarnya sementara Daisy menatap punggung lebar suaminya.

"Ya Allah, lindungi selalu suamiku yang random dan ajaib ini. Jauhkan dari pelakor atau pun gangguan apapun yang bisa membuat pernikahan kami goyah. Kami hanya ingin tetap bersama, menua bersama dan sama-sama melihat perkembangan anak cucu kami. Aamiin," bisik Daisy sepenuh hati.

***

"Kenzie makin ganteng ya Jeng. Seperti aku gantengnya," ucap dokter Lucky saat melihat Kenzie di dalam tempat tidur bayinya.

"Mas Lucky kok ganteng?" senyum Daisy sambil menyetting speaker bayinya.

"Lho? Aku nggak ganteng tho? Harusnya benar dong Jeng. Kan aku pria jadi ganteng," protes dokter Lucky dengan berbisik agar Kenzie tidak bangun.

Daisy tersenyum. "Ya kalau dibanding mas Dylan sih beda sih."

Dokter Lucky mengangguk. "Bisa dimaafkan. Saingannya Dylan."

***

"Apa tadi ada insiden apa saja?" tanya Daisy saat mereka bersiap untuk tidur. Seperti kebiasaannya, Daisy langsung masuk ke dalam pelukan suaminya.

"Kamu tahu, Steven mengalami ACL gara-gara ngejar penjahat jadi aku operasi dia dulu. Terus si Fariz bukan RM malah susuban, minta aku yang handle dengan bayaran mie ayam dan es teler Zaki. Kenapa murah sekali bayaran aku ya?" gumam dokter Lucky sambil memeluk Daisy.

Istrinya cekikikan. "Sengaja itu Fariz menggunakan kekuatan orang dalam ya mas? Ogah antri di IGD."

"Benar tuh! Katanya dia lagi proses pindah ke tim Piktor. Dia sudah malas di major crimes."

"Steven baik-baik saja?" tanya Daisy. "Shea ada di rumah sakit?"

"Tadi sih iya. Sheva dititipin ke Tante Nyes dulu. Soalnya kan kaki Steven harus pakai sistem RICE tho?" jawab dokter Lucky. "Eh, Steven udah di kamar, malah rebutan sama Juno hanya karena pengen kamar itu buat pacarnya yang kena typus."

"Terus?"

"Ya ribut. Aku, Suster Intan dan Juno akhirnya dapat kamar yang pas buat Rosita. Oh, nama pacarnya Juno, Rosita."

"Ada lagi?"

"Si pawlakor datang pas aku selesai operasi Steven. Dia menawarkan kopi. Tapi aku tolak Jeng. Wong aku tidak mau kasih celah. Aku itu sudah mentok di kamu. Ada Kenzie. Ada Winston. Sudah cukup sekali buat stabilo eh ... stabilitas hidup aku. Tidak mau ada intervensi antek-antek asing!"

Daisy tersenyum. "Ingat mas ... Banyak pria yang hancur karena dzolim pada istri dan anaknya yang sah."

"Aku tahu itu Jeng. Dan aku akan menjadi pria paling bodoh di dunia jika melepaskan kamu dan Kenzie!"

***

Yuhuuuu up Siang yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Baru jg aku khawatir nanti Dylan tahu. Malah udah tahu😁.
Ita Xiaomi
Kasihan Winston 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kenzie selalu bikin gemez.
Septi Lahat
hwaiting dok lucky,, aq padamu n Daisy selalu🥰🥰🥰
Ita Xiaomi
Senangnya bs bagi-bagi barang branded.
Ita Xiaomi
Suka aku ama kalimatnya Paman Gober dan Richie Rich.
Ita Xiaomi
Reflek ngomongnya 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Benar-benar heboh🤣🤣🤣. Sukanya punya keluarga spt mereka.
Ita Xiaomi
Kenzie bikin gemes😁.
Ita Xiaomi
Ya ampun ngakak bacanya 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Dpt email dari yg mengganggu kesehatan hati😁
Ita Xiaomi
Dokter Lucky sih tabah 🤣🤣🤣
awesome moment
menunggu kelg daisy bergerak. dijamin jd jamuan piranha mrk2 smua
awesome moment
ikutan syedih. nama baik yg dibangun bertahun2 runtuh hanya krn berita gaje. mmg bgitulah di dunia nyata. karakter dibangun bukan dgn integritas tp dgn jempol dan gambar. tp integritas, meski hanya didunia yg selebar biji sawi akan bertahan
Ita Xiaomi
Gradasi biru yg membagongkan. Ada biru ketuaan, syukurlah blm uzur🤣.
Ita Xiaomi
Cerdasnya Kenzie.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Ih malu-malu, Kenzie😁
Ita Xiaomi
Aku sempat blank bacanya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!