"kau membutuhkan uang dan aku membutuhkan seorang istri, bukannya kita akan saling menguntungkan.." kata Vico dengan menatap lekat Antin.
Antin bingung harus bagaimana lagi sekarang,, dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya yang memerlukan banyak uang.
Sedangkan uang yang ia kumpulkan selama ini hanya mencukupi biaya perawatan ayahnya saat ini.
Darimana lagi ia harus mendapatkan uang untuk biaya operasi ayahnya....
IG kenz kcp
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmahkhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12
"kau bawa mobil..?" Tanya Antin.
Megan hanya menggeleng.
Mereka berdua sudah keluar dari kedai dan berjalan keluar.
"Kenapa..?" Megan lagi-lagi menahan tawanya.
"Karna tunanganku tidak memperbolehkan aku mengendarai mobil sendiri..." Megan dengan senyum bangga.
"Terlalu bucin tidak sihh..." Sebal sendiri Antin mendengarnya.
"Kau iri kan..." Tuding Megan kepada Antin.
"Tidak Ada istilah iri dikamusku..
Ehh kau tau tidak.." Antin hampir lupa menceritakan sesuatu yang amat penting.
Megan hanya menggeleng.
Antin menarik Megan untuk duduk dikursi panjang yang kosong dibawah pohon besar.
Megan kembali mengernyit bingung melihat Antin yang seperti antusias sekali untuk menceritakan sesuatu.
"Sebelum kau mengirimku pesan..
Kau Tau aku dimana..?" Tanya Antin.
"Mana aku Tau aku kan tidak tanya.." Megan mengedikkan bahunya.
"Berani taruhan kalau kau pasti sangattt terkejut jika aku menceritakannya..." Tantang Antin.
"Taruhan apa..?"
"Traktir makan siang.." Antin antusias.
"Setuju..
Memangnya kau mau menceritakan apa..
Kau punya pacar baru sampai aku harus begitu terkejutnya..."
"Sudah pasti kau akan terkejut jika aku bertemu dengan Sean.."
"Kenapa Sean...?" Tanya Megan tanpa sadar.
Antin melolot tak percaya..
Apaa....
Dia beneran tidak terkejut ya..
"Apaaaaaaaaa......
K...kau gilaaa...
Apa yang kau katakan tadi..." Megan tercengang begitu sangat terkejut saat baru menyadarinya.
Antin bertepukk horee..
Dia menang taruhann..
Sudah bisa ia duga jika sehabatnya ini akann lebih terkejut saat ia mengatakannya.
Bagaimana tidak..
Megan ini sungguh membenci Sean dengan sepenuh hatinya,semenjak Antin diduakan.
******** sialan begitu katanya.
"Weyy..kau Gila..
Mau apa dia..." Megan memukul bahu Antin yang masih bersorak hore itu.
"Aww.." Antin mengelus bahunya.
"Kalau dia mau minta balik gimana" Antin menaik turunkan alisnya menggoda Megan.
"Jangan ngada-ngada kau ya..
Mau ku jadikan makanan ikan kau ya..." Megan terlihat sangat emosi mendengarnya.
"Hahahahhahahhahh...." Sekarang Antin lah yang tergelak menertawakan sahabatnya dengan wajah konyol nya.
"Awas kau ya sampai balik dengan ******** sialan itu..." Ancam Megan.
"Kau tauu..." Antin mengatur nafasnya.
"Apaaa..." Megan berteriak emosi.
Antin terkikik geli melihat wajah konyol sahabatnya itu tengah emosi.
"Diaa... Dia minta maaf kepadaku..."
"Memangnya dia habis kenapa minta maaf denganmu...
Baru sekarang lagi minta maafnya..
Kemaren-kemaren kemana digondol kucing..." Megan mendengus mendengarnya.
"Dia sudah dapat karma lohh..
Kau tidak merasa bersimpati sedikit dengannya.."
"Makan tuh karma..
Emang enak ngapain harus bersimpati dengan ******** sialan itu..
Biar saja.. aku bodo amat dengannya.." Megan melipat kedua tangannya didepan dadanya.
"Memangnya kau bertemu dia dimana..?" Lanjut Megan.
"Dirumahnya.."
Megan melolot kepada Antin bahkan seperti bola matanya akan keluar.
Memegang kedua bahu Antin dengan sedikit mencengkram.
"Kau benar-benar Gila atau gimana.."
Teriak Megan.
Antin reflek menutup kedua kupingnya mendengar teriakan Megan yang sangat cempreng itu.
"Aduhhh..
Kau itu..." Antin berontak agar tangan Megan melepaskan cengkramannya dibahu Antin.
"Aku kerumahnya karna mengantar kue. Tante Siska memesan kue di Tante Kila..." Jelas Antin mengusap-usap kupingnya yang terasa mendengung.
"Lalu..." Megan masih dengan wajah cemberut.
"Pertama dirumah Sean lagi gak Ada orang.. Tante Siska baru saja pergi saat aku sampai disana..
Dan aku disuruh Pak Seto untuk menunggu didalam..
Ehh taunya pas aku nunggu yang dateng malah Sean.." jelas Antin.
"******** sialan itu bilang apa.."
"Dia nyesel katanya dan minta maaf.. dan dia cerita kalau dia udah gak sama cewek itu lagi.."
Entah kenapa Antin sangat senang saat menceritakannya dan begitu sangat antusias..
Apalagi waktu ia akan pergi dan Sean membujuknya untuk tetap disana.
Antin melipat bibirnya menahan lengkungan dibibirnya.
"Jangan sampai kau jatuh cinta dengan ******** sialan itu ya..." Ancam Megan.
"Tidakkk..." Antin menggeleng dengan cepat.
"Awas saja kau ..."
"Aku itu sudah dewasa.. memangnya kau.. makan aja masih belepotan..."
Megan mendengus kesal mendengarnya.
Mana Ada belepotan orang cuma gak sengaja agak berantakan aja.
"Memangnya dia dapat karma yang bagaimana..
Kok sampai dia begitu menyesal..." Megan masih sangat penasaran.
"Ohh..katanya wanita itu menikah dengan pria lain..."
"Apaaaa... Udah Gila ya dia..
Cewek ko kayak gitu sih..." Megan begitu sangat terkejut mendengarnya.
"Masih ada lagi...
Tuh cewek udah Hamil sama suaminya sekarang Tau..."
"Wahhh parahhh ini mahh gilaa bangett..
Gak kebayang bakalan gimana perasaan ******** sialan itu.."
Antin menghembuskan nafasnya dan tersenyum.
Sahabatnya ini meskipun benci dengan seorang namun masih punya hati nurani. Meskipun rada-rada O'on.
"Gak Tau deh..
Dari raut mukanya itu ketara banget kalau dia marah dan sedih gitu.. gak tega banget sih ngeliat dia dengan raut muka kek gitu..... Apalagi katanya dia udah mau serius dengan wanita itu,..." Antin menatap nanar jalanan yang tengah ramai. Tiba-tiba terlintas raut muka Sean yang begitu sedih.
"Hikss...hiks..."
Antin langsung melihat kearah Megan.
Astaga....
Dia sampai menangis mendengar cerita Sean..
"Ngapain kau menangis..."
"Gak bisa bayangin kalo aku diposisi Sean...hikss...
Bakalan sulit banget untuk melewatinya..
Dia kan...hiks...masihh sahabat kita..hikss..." Tangis Megan semakin pecah membayangkannya.
"Kenapa kau cengeng sekali..
Kau tidak ingat ya...
Kau ini sudah tunangann ..." Antin mengelus pundak Megan menenangkannya.
Bagaimanapun memang Sean itu masih sahabat kita berdua.
Semenjak dia menyakiti Antin, mereka berdua setuju untuk menjauhi Sean.
Dan memutuskan kontak dengannya.
Mata Antin pun sudah memerah menahan tangisnya.
Tidak boleh jatuh lagi..
Megan pasti akan memarahinya jika mengetahui jika ia masih menyimpan rasa untuk Sean.
Meskipun ia sudah mencoba melupakan semuanya.
Namun tiba-tiba teringat kenangan indah bersamanya.
Apalagi waktu ia meminta maaf dan menyesali perbuatannya, perasaannya tiba-tiba muncul kembali.
Kenangan indah maupun buruk tiba-tiba terngiang begitu saja.
Sean...