Ares Geraldi Darmadji hidup serba mewah, namun sayangnya keluarga baru ternyata terlilit hutang besar kepada renternir, ia pun terpaksa memanfaatkan paras ketampanan untuk memperdaya setiap wanita yang menyukainya dengan menjadi 'Cowok Mokondo' yang ingin serba gratis.
Suatu hari pertemuan dengan Athena Sudarsono di sebuah tempat kebugaran membuat Ares merasa sakit hati karena hinaan Hena, hingga ia berniat untuk membalas dendam dengan cara membuat Hena jatuh hati, namun lambat laun Ares terpikat akan paras cantik Hena. Ia pun mulai jatuh cinta sungguhan dan melupakan balas dendamnya.
Mrs Arrogant penasaran dengan latar belakang Ares, ia pun menyuruh Violin untuk menyelidiki siapa pria yang kini mencoba mendekatinya, namun sayangnya Violin juga jatuh hati pada Ares
Mungkinkah cinta mereka bisa bersama, jika di balik payung emas itu ada peristiwa yang tak terduga.
penasaran dengan kisah cinta mereka?
Beri dukungan ya Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Ares Kembali ke mode cowok mokondo
Tanpa banyak lagi kata, kini Ares sedang duduk di kursi pengemudi, segera memutar kunci mobil, dan menekan pedal gas, ia mengemudi dengan wajah di tekuk dingin serta saat ini pun tak biasanya Ares melambatkan laju perjalanan hanya untuk ingin lebih lama dengan Hena, kali ini sangat berbeda Ares mengemudi dengan kecepatan yang tinggi, seolah-olah ia ingin cepat mengantarkan Hena ke mansion Sudarsono
Dalam perjalanan, Hena merasa aneh dengan sikap Ares yang sejak tadi hanya diam saja. Hingga pada akhirnya Hena pun memberanikan dirinya untuk bertanya lebih dahulu
"Tumben diem? biasa berisik seperti kaleng rombeng," ucap Hena.
"Tidak apa-apa, mungkin sekarang lebih baik diam dari pada menyulut api yang sudah terbakar," ucap Ares.
"Maksudnya apa sih bilang seperti itu?" tanya Hena
"Ya, kamu cepat emosi dan selalu saja menolak aku dekat dengan kamu," ucap Hena.
"Ya ampun, lu tahu sendiri gua ini tunangan orang lain. Cowok gua ini ganteng, populer, dan juga tajir melintir. Jadi gua mana mau sama cowok seperti lu," ucap Hena.
"Aku juga sama seperti cowok kamu kok!" Geram Ares
"Masa sih??" tanya Hena
"Coba saja, kamu main ke kampus Primary internasional. Di sana kamu akan tahu aku ini seperti apa," ucap Ares.
"Oke, gua dan teman-teman gua akan ke kampus lu dan kalau tidak salah pertandingan persahabatan selanjutnya di adakan di kampus lu," ucap Hena.
"Iya, aku tunggu kedatangan kalian di kampus Primary internasional," ucap Ares.
Ares kembali ke mode dingin, ia tak banyak bicara lagi. Pandangan Ares fokus pada kendali stir mobil, ia sama sekali tak melirik sekali pun pada Hena.
Hena yang merasa di acuhkan pun mulai berdecak kesal, hingga pada akhirnya Hena pun membuang pandangan mukanya ke arah berlawan.
Tak lama kemudian, mobil Ares tiba di mansion Sudarsono
Cittttt......
"Terima kasih sudah mengantar," ucap Hena.
Ares hanya mengangguk tanpa bicara sepatah kata pun pada Hena, sesekali ia melirik ke balik spion kaca
"Dasar cowok aneh, pas di food truck banyak bicara tapi pas pulang dia seperti patung saja," umpat Hena.
********
Lapangan Basket
Sejak Kevin di putuskan sepihak oleh Violin, ia merasa tak lagi semangat dalam latihan basket padahal Violin selalu memberikan dukungan melalui perhatian kecilnya memberikan minuman atau handuk kecil yang ia berikan untuk menyeka keringat Kevin saat berlatih meskipun teman-teman Kevin sudah tahu tapi mereka selalu bungkam pada Hena
"Kangen Violin, dia selalu perhatian berbeda dengan Hena dia sama sekali tidak peduli padaku saat aku berlatih seperti ini, Hena hanya memikirkan dirinya saja," batin Kevin
Saat Kevin yang tak fokus untuk menerima bola dari temannya, panggilan masuk berdengung kencang.
Drrrrrrttttt ...drrrrrtt....
Kevin mulai berpamitan untuk menerima panggilan masuk tersebut kepada teman-temannya
📱Kring!!
📞"Kevin, kapan kamu menikah dengan Hena?" tanya Mom Lesti
📞"Sebentar lagi, Mom. Dia itu kan belum lulus kuliah." Jawab Kevin
📞"Mommy ingin kamu secepatnya menikah dengan Hena karena dua hari lagi Daddy dan Mommy akan segera pulang ke Indonesia untuk mengurus pernikahan kalian." Ucap Mom Lesti
📞"Terserah Mommy saja." Ucap Kevin
📞"Kalau bukan karena ambisi untuk menguasai studio itu, gua nggak akan pernah mau menikah dulu dengan Hena karena yang gua cinta hanya Violin." Batin Kevin
Tut..Tut
*****
Sejak mengantarkan Hena pulang ke Mansion patah hati di tolak terus-menerus oleh Hena, ia pun kembali ke mode awal menjadi cowok Mokondo yang ingin serba gratis dan menjalani hubungan asmara dengan berbagai gadis yang berbeda-beda
Hari ini, seorang gadis mendatangi Ares di lapangan kampus Primary Internasional karena gadis tersebut begitu kacau ketika Ares sama sekali tak merespon panggilan masuk darinya.
"Ares, kenapa kamu sulit sekali di hubungi?" tanya Luna kekasih yang dahulu sempat negoisasi
"Kamu siapa?"tanya Ares
"Kamu lupa sama aku? Ini aku Luna yang dulu sempat pacaran sama kamu," ucap Luna.
"Oooh, ada apa cari aku?"tanya Ares
"Aku belikan ponsel baru merek apel," ucap Luna dengan menggelayut di lengan Kekar Ares
"Makasih, tapi kan aku bukan pacar kamu lagi," ucap Ares.
"Terima dan jadi pacar aku lagi, tapi ingat ya jangan seperti dulu waktu pacaran di batas hanya satu minggu saja," ucap Luna.
"Ya harus di batas dong. Kamu hanya traktir aku makan, nonton bioskop, dan baju murahan," ucap Ares.
"Kan sekarang sudah beda, sayang. Aku sudah belikan yang dulu kamu mau, terus kamu mau apa lagi?" tanya Luna
"Aku lagi ingin kamu belikan aku mobil Lamborghini Revuelto keluaran terbaru," ucap Ares
"Oke aku belikan asalkan kamu jadi pacar aku," ucap Luna.
"Tidak masalah, sekarang kamu resmi jadi pacar aku lagi, asalkan bayaran per bulan juga ya," ucap Ares.
"Oke, aku akan transfer kamu uang sebesar sepuluh juta per bulan ya," ucap Luna.
"Oke, kalau begitu deal," ucap Ares.
Setelah kesepakatan bersama Luna selesai, Luna pun segera pulang.
Tak lama kemudian,
Seorang gadis dengan rambut sebahu bernama Dahlia sedang berjalan gontai menuju lapangan basket karena ternyata tak hanya Luna saja yang manjadi korban Ares tapi juga Dahlia
Ia pun langsung bergelayut manja di pergelangan tangan Ares dengan senyuman mengembang.
"Sayangnya aku kok akhir-akhir ini kamu menghilang?" tanya Dahlia dengan nada lembut
"Maaf ya, aku lagi banyak urusan," ucap Ares.
"Kamu kenapa sih? jadi ketus begitu padahal aku ke sini mau kasih kamu kunci apartemen yang sudah aku janjikan sama kamu," ucap Dahlia.
"Oh, oke kalau begitu maaf." Ucap Ares
"Kamu ambil kunci apartemen, tapi kamu harus ada waktu lagi sama aku untuk nemenin aku kemana pun aku mau," ucap Dahlia.
"Iya, oke deh. Aku setuju," ucap Ares dengan tersenyum smirk.
"Terima kasih, Ares," ucap Dahlia.
"Sekarang tanpa bantuan Rian sepertinya para gadis bodoh yang ingin jadi kekasih gua itu dengan mudahnya mau memberikan apa pun yang gua inginkan. Jadi tunggu saja Hena! gua akan buat lu juga sama seperti mereka yang ingin menyerahkan segala sesuatunya termasuk kehormatan lu juga!" batin Ares
Ares semakin merasakan dendam berkecamuk di dalam hati yang bergejolak setelah kejadian tempo hari di food truck. Ia merasa harga dirinya kembali di injak-injak lagi bagaikan gelas yang sudah hancur lebur, begitu juga perasan Ares yang tidak bisa lagi kembali seperti sediakala.
Bersambung ....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
dulu dia bersikap sangat arogan itu karena kesalahan ibunya dalam mendidik hena anaknya. 😅😅
semoga di karya berikutnya mendapatkan rating tinggi!