Laura seorang wanita yang tumbuh di panti asuhan membuat dirinya menjadi seorang wanita yang sangat membutuhkan karih sayang seseorang, Laura begitu mencintai Gian suaminya hingga dia rela menjadi seorang yang bodoh mempertahankan pernikahan dengan orang yang mengkhianati dirinya di sisi lain baik Ibu dan Saudara Gian yang sesuaki hati pada nya membuat Laura merasa lelah dengan pernikahannya hingga satu saat ketika dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekertaris seoang Gerald Graham ternyata pria itu menaruh hati padanya
"Pak Bapak tidak serius ka, bapak tahu saya sudah menikah".Laura mundur hingga tubuhnya menabrak tembok
"Aku tidak peduli Laura suamimu dan keluarganya tidak menginginkan mu tapi aku menignginkan mu lebih dari apapun yang ku ingin kan!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas Laura
Laura dengan cekatan membersihkan ruangan atasannya Gerald Graham beberapa waktu lalu Jacob dan salah satu staff memberi tahu dirinya jika tidak sembarang orang bisa masuk ke sana termaksud petugas kebersihan jadi pria itu ingin satu orang saja yang akan membersihkan tepat itu
Dan Laura adalah seorang wanita pintar yang sudah di seleksi langsung oleh Gerald dan pria itu aka mempercayakan semuanya pada wanita itu
“Selamat datang tuan”. Laura menyambut baik ppria itu setelah memastikan semuanya beres termaksud dirinya sendiri tidak ingin nantinya jika pria itu mempermasalahkan penampilannya nanti
Gerald menatap ruangan yang kini nampak berbeda dan juga meja kebesarannya berganti posisi “Kenapa meja ku menjadi seperti itu, kau menggeser nya sendiri?”
Laura mengangguk “Ya tuan posisinya yang membelakangi kaca menuju pemandangan akan membuat keindahan di luar gedung menjadi sia-sia anda bisa relax saat anda sedang bekerja dengan memandang keluar dan juga anda bisa nyaman ketika tamu yang masuk tidak harus menghadap anda ketika mereka membuka pintu”
Wanita itu menjelaskan seksama membuat Gerald tersenyum dalam hatinya . Baru seperti ini saja wanita itu sudah memahami aku, ini terlalu menarik diri ku apa kau bisa menahan diri sampai waktu tiba
Gerald berjalan menuju meja kebesaranya sambil menyeret satu jari di antara sofa di sana dan dia tidak menemukan sedikitpun debu dia sangat suka dengan hasil kerja wanita itu
Pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi kerja yang nyaman itu pandangannya langsung menatap ke arah luar gedung dan benar saja pria itu benar-benar sangat nyaman
Sementara itu Laura merasa sangat lega karena Gerald memang kelihatan sangat puas pada hasil kerja nya wanita itu berdiri di samping Gerald tetap sedia di sana barang kali pria itu memerlukan sesuatu
“Kau akan tetap berdiri di sana?”. Gerald menyadari Laura yang sudah kelelahan dia yakin jika wanita itu elum istrahat sejak wanita itu sampai “Tidak mau duduk?”
“Ah tuan tidak butuh sesuatu lagi saya akan mengambilkan nya”. Laura cekatan dia tidak ingin gagal dalam sedikit pun “Anda butuh minum?”
“Memangnya kau itu ob?”. Gerald menatap wanita itu intens “Pekerjaan mu itu membantu ku mengurus pekerjaan kantor dan ruangan ini tidak perlu terlalu mengurus hal lain”
“Umh tapi tuan, bukan kah itu memang pekerjaan saya?”. Laura merasa tidak enak hati
“Kau melawan? Kai ingin pindah jabatannya?”
“Ti.. tidak tuan”. Laura menunduk meminta maaf . Huh salah lagi….
“Suruh OB untuk membelikan aku makanan”. Geral menatap ke arah meja sebelah melirik telepon kantor “Gunakan itu untuk menghubungi mereka”
Laura mengangguk dan segera menekan nomor ob sesuai panduan di buku kecil samping telepon tersebut lalu segera kembali ke tempat duduknya yang berada di samping Gerald
Wanita itu dengan cepat mengambil pekerjaannya tanpa banyak bertingkah persis seperti apa yang di harapkan oleh Gerald, wanita itu adalah wanita baik-baik bukan wanita penggoda seperti kebanyakan wanita yang mendekati dirinya
“Minggu depan kita akan ada pertemuan dengan rekan kerja kita ku harap kau bisa mengerajakan ini sebelum waktu nya tiba, aku juga akan merevisi”. Gerald memberikan sebuah berkas dan juga macbook pada Laura yang duduk di sampingnya
“Baik tuan saya akan mengerjakannya tepat waktu”. Laura mengambil berkas itu dan lansgung menyusunnya dengan baik untuk dia kerjakan nanti
Ting!
Suara Bel berbunyi, Laura dengan cepat menuju pintu untuk melihat siapa yang datang, dan seorang ob dengan pesanan yang di pesan Gerald sudah berada di depan sana
“Ini pesanan tuan Gerald buk!”. Ob itu menunduk hormat
“Baik terimakasih pak ”. Laura membalas sopan pria paruh baya di depannya membuat pria itu sedikit heran “a…apa aada yang salah pak?”
“Tidak buk saya pergi dulu, selmat bekerja…”. Barusan aku lihat apa, sopan sekali dia dengan jabatan sebgai sekertaris tuan Gerald nona cantik itu terlalu rendah hati
Laura yang menatap kepergian pria itu tidak berpikir banyak Laura lansgung kembali ketempat Gerald fokus mengerjakan tugasnya
“Tuan pesanannya sudah selesai saya juga sudah memindahkannya ke piring agar anda nyaman, silahkan”. Laura menaruh makanan yang dia susun ke nakas kecil di samping Gerald
“Apa kau buta, kau tidak lihat aku sedang bekerja apa”. Gerald berkata dengan nada sedikit kesal membuat Laura bingung dengan kesalahannya
“Ah baik tuan saya kan menyajikannya nanti, saya akan menutupnya kalau begitu”. Laura bergerak cepat tapi Gerald juga berkomentar
“Kau ingin makanan itu basi!”
Lalu apa mau mu jangan ribet begitu ku mohon!. Laura berguman kesal dengan pria dengan pemikiran tak terbaca itu
“Suapi aku!”.
Laura tercengang saat mendenggar permintaan pria itu, bisa-bisa nya Gerald meminta permintaan yang menurutnya sangat aneh itu
“Ta.. tapi tuan aku…”. Laura ragu karena dia tahu jika Gerald mengetahui statusnya sekarang . “Aku sudah…”
“Kenapa kau diam saja cepat, aku tidak ingin mendengar alasan mu apapun itu jangan membuang waktu ku”. Gerald memberi ultimatum yang membuat Laura hanya bisa pasrah
Laura dengan sabar menyuapi pria itu seperti menyuapi seorang anak saja, Gerald tersenyum puas dalam hatinya karena berhasil memperdaya wanita di sampingnya
Ck Apa Gian akan marah jika tahu aku seperti ini, baru kali ini juga aku tahu tugas sekertaris sesusah ini. Laura menatap pria di depannya dengan kesal
Tidak menunggu beberapa lama untuk Gian menghabiskan makanannya, Laura juga memberi pria itu minum seperti anak tk saja pikirnya Laura membersihkan semua benda di sana lalu melanjutkan pekerjaannya sendiri
“Kau tidak makan?”. Gerald bertanya pada Laura yang baru saja duduk
“Ini bukan jam makan siang tuan saya akan makan nanti saja”. Laura menjawab dengan sopan
“Makanlah aku memerintah mu, kau seperti orang kurang gizi saja!”
Degh!
Perkataan Gerad sukses membuat Laura tersenyum masam dengan perkataan pria itu yang menurutnya blak-blakan “Dasar Bos siyalan”. Laura berguman dalam hati
“Pantas saja dia pesan untuk dua orang ku pikir di rakus memakan habis makanan ini”. Laura terkekeh dia sendiri belum makan dengan baik tadi pagi dan hampir seperti itu setiap harinya
Wanita itu makan dengan lahap seperti orang yang jarang makan saja membuat Gerald hanya bisa menggelengkan kepalanya heran
Makanlah dengan baik, dalam satu bulan ini aku ingin berat badan mu normal. Gerald berbicara tanpa melihat ke arah Laura, wanita itu jelas kaget
“Apa saya terlihat sangat menyedihkan tuan?”. laura bertanya penasaran
“Ya kau seperti seorang babu yang sudah lama tidak di beri makan, seperti budak jaman penjajahan saja”. Gerald memberi fakta yang membuat Laura menangis dalam hati
“Pria ini benar-benar!
Tapi kenapa End nya aga kurang menceritakan soal bagaimana juga kehidupan Hanzo dan Rose tuhh... mkn dengan anak-anak mereka 👍🤗🤗🤗
cuma modal seksi doang, otak Nol 👎