Jamuan makan malam sudah selesai di hidangkan oleh Aisyah, Paman dan Bibi nya pun sudah ada disana dan hanya menunggu sang tamu.
Hingga tak berselang lama, datanglah tamu yang sudah mereka tunggu sejak tadi.
Namun siapa sangka, disanalah mulai petaka untuk Aisyah.
Aisyah harus menelan pil pahit bahwa dia akan di nikahkan oleh sang Paman dengah Pria tersebut.
Tak ada penolakan ataupun pertanyaan bersedia ataupun tidak untuk Aisyah.
Bagaimana Aisyah menghadapi nya? Apalagi Aisyah tidak tau bahwa dia di jadikan penebus hutang oleh sang Paman? Dan dia juga akan di jadikan ladang balas dendam oleh pria tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Kebenaran.
Karin memeluk Aisyah yang masih tak sadarkan diri karena syok dan juga kaget atas perlakuan Rama padanya.
Dan disana bukan hanya ada Karin saja, Bibi Ambar dan seorang wanita paruh baya dan juga Rama.
"Karin, setelah dia sadar bawa ke ruang tamu. Saya dan Rama akan menunggunya disana"
"Baik Nyonya"
Rama dan wanita tersebut pergi keluar dari kamar, keduanya lalu menuju ke ruang tamu yang disana juga sudah ada beberapa pelayan yang menyajikan makanan ringan serta minuman.
"Bunda, kapan Bunda sadar dan kenapa kesini?"
Ya, wanita itu adalah Bunda Rama.
Sofia Alexandra.
Wanita yang baru saja sehat dari sakit nya, bahkan baru saja dia sadar dari koma nya yang selama 3 tahun ini.
Bahkan di luaran sana masih ada seseorang yang mengincar nya, karena apa? Karena dia adalah sosok berbahaya yang mengetahui siapa si pelaku itu.
*
Tepat jam 09 malam Aisyah sudah sadar dan merasa kuat untuk menemui wanita yang dia tau siapa.
Dia akan meminta penjelasannya dan dengan itu pula dia akan bisa terbebas dari seorang Rama Alexandra.
Dan disinilah mereka berada, di ruang tamu yang berisikan Rama, Aisyah, Nyonya Sofia, Akmal, Karin dan juga Bibi Ambar.
Mereka menatap Aisyah yang tak pernah mengalihkan pandangannya pada sosok Nyonya Sofia.
"Tuan Rama, sekarang anda akan mengetahui apa yang selama ini tidak anda ketahui. Dan setelah semuanya terungkap, mohon lepaskan saya"
Aisyah menatap Rama dengan berani, dia juga terkesan sudah menunggu akan hari ini tiba.
Heh.
"Jangan harap"
Rama menatap Aisyah penuh dengan ejekan dan juga cemohoon atas rasa percaya diri yang Aisyah punya.
"Sudah"
"Bagaimana kabar Adnan dan Mutia, Nak?"
Deg.
Jantung Rama terasa terhenyak saat Bunda nya sendiri menanyakan kabar dari orang yang sudah membuat Ayah nya meninggal serta dirinya sendiri koma.
"Bun, mereka sudah pergi ke neraka karena membunuh Ayah"
Plak.
Nyonya Sofia menampar Rama dengan sekuat tenaga nya, dia merasa gagal mendidik Putra nya karena ucapannya begitu menyakitkan siapapun.
"Apa selama ini kau menahan dia hanya karena balas dendam? Dan apa kau juga sering menyiksa nya seperti tadi?"
"Jawab Rama Alexandra"
Nyonya Sofia berteriak dengan penuh amarah pada Putra nya, dia menatap Rama dengan mata yang sangat penuh kekecewaan.
"Ya, bahkan sejak Aish datang kesini"
"Bahkan sebelum Tuan Rama tadi menampar nya di hadapan anda, dia lebih dulu memberi cambukan pada Aish karena Aish tidak menuruti keinginannya, apa anda tau apa keinginan Tuan muda, Nyonya?"
Bukan Aisyah ataupun Rama yang menjawab, melainkan Karin yang bereda di samping Aisyah.
"Karin, jangan"
Aisyah berkata dengan desisan yang sangat pelan, dia tidak mau membuka apapun dan membahayakan oranglain.
"Apa?"
Nyonya Sofia mengatur nafas dan emosi nya, dia menatap tak percaya pada Putra kesayangannya.
"Tuan muda menyuruh Aisyah untuk menggugurkan anak yang sedang di kandung nya, bahkan Tuan muda juga tidak mau menerima anak itu dan menuduh Aisyah telah melakukan hal tak senonoh dengan para penjaga dan berakhir hamil"
Deg.
Nyonya Sofia langsung meremas dada nya yang sangat sakit, dia juga langsung terkulai lemah dan duduk di samping Bibi Ambar.
Hiks.
"Apa semua nya benar, Rama?"
Huh.
"Ya, karena tidak akan mungkin dia langsung hamil sedangkan Rama hanya melakukannya sekali dan itu saat Rama sedang mabuk"
Aisyah menatap Rama dengan tatapan tajam,
"Ya kau memang melakukannya sekali, namun kau menabur benih nya berkali-kali hingga aku tak sadarkan diri atas perbuatan mu itu"
Aisyah berteriak karena dia tak terima selalu di tuduh melakukan hal tersebut dengan oranglain, padahal para penjaga begitu sangat menghormati nya dan menjaga nya meski tanpa sepengetahuan Rama.
Nyonya Sofia menangis dengan tersedu, dia malu dan malu dengan kelakuan sang Putra.
"Apa kau tau siapa Aisyah, Rama?"
"Dia adalah Putri tunggal dari Adnan Maheswari yang mengakibatkan kalian kecelakaan dengan Ayah yang menjadi korban"
Rama menjawab dengan nada tegas, dingin dan begitu yakin. Bahkan dia tidak ragu akan menjawab pertanyaan sang Bunda yang terkesan menekan.
Aisyah memejamkan mata nya sejenak, dan pada saat itu air mata nya kembali menetes.
Karin memeluk nya dengan hangat, dia mengusap lembut pundak Aisyah supaya kuat.
'Ayah, Bunda, aku tak kuat'
Aisyah membatin dengan sakit yang begitu mendera kala lagi dan lagi Rama menyebutkan kedua orangtua nya yang membunuh Tuan Alexandra.
"Bukan, Bukan Adnan Maheswari yang mengakibatkan kami celaka serta Ayahmu menjadi korban"
Deg.
Rama menatap Bunda nya tak percaya, apa-apaan ini? Kenapa dia malah membela pembunuh itu.
"Dengarkan ini Rama Alexandra, kau membalas dendam pada orang yang salah. Dan kau, membuat seorang Putri dari orang yang telah menyelamatkan kedua orangtuamu tersiksa batin dan fisik"
"Bukan Adnan, melainkan Andika Maheswari"
Brak.
"Lelucon macam apa ini, Bunda"
Rama menggebrak meja dengan kuat, dia tidak percaya akan semua ini.
Bahkan dia sudah menyelidiki Andika dan dia bersih tidak terlibat apapun dalam kasus ini.
"Ini fakta dan kenyataan, bukan lelucon"
"Kau sudah salah orang dan salah sasaran"
Heh.
Rama menggelengkan kepala nya dengan terkekeh tak percaya.
Lalu dia menatap Aisyah yang sedang menyeka air mata nya di samping Karin.
"Kau pasti sudah mengguna-guna Bunda agar dia tidak membeci dan dendam padamu kan"
Brak.
Nyonya Sofia menggebrak meja dan menatap Rama dengan tatapan tajam, dia lalu mengisyaratkan agar Putra nya itu duduk.
"Mana Rama yang Bunda kenal santai, tenang dan juga cerdik? Masa mencari kebenaran seperti ini saja kau lemah"
"Kau akan tau kebenarannya sebentar lagi".
Nyonya Sofia lalu meminta Bibi Ambar membawakan berkas yang ada di mobil.
Ngonya Sofia memang mempunyai bukti dan hanya dia yang tau dimana dia meletakannya, bahkan dia juga punya rekaman saat Andika berencana melenyapkan dirinya dan sang Suami.
" Ini Nyonya"
Bibi Ambar memberikan berkas tersebut,
Dan disana bukan hanya ada berkas, melainkan ada flashdick yang cukup kecil.
"Ambil laptop, Akmal"
"Baik Nyonya"
Aisyah dan Karin hanya diam saja dan membiarkan semuanya terungkap.
Apalagi Aisyah, dia sudah menantikan hari ini dengan sangat sabar dan penuh perjuangan.
Ya, Aisyah tau masalah ini saat dia melihat foto Ayah dan Bundanya Rama.
Dia juga ingat akan kedua orang itu yang memang di selamatkan oleh kedua orangtua nya saat sang Paman berencana membunuh nya.
Namun Aisyah memilih diam dan pura-pura tidak tau, karena itu akan percuma dan Rama pun tidak akan percaya padanya begitu saja.
.
.
.
.
.
jangan2 yg kasih informasi waktu mau kabur keluar Negri itu si Akmal🤔
pokoknya Jangan biarin Rama ketemu sama Aisyah dulu thorr