NovelToon NovelToon
Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: trias wardani

Warning!!
Cerita ini bukan untuk anak di bawah umur, berisi adegan baper dan kebucinan yang hakiki.
***
"Lepaskan aku, Bangs*t! Aku tidak tahu apa yang kamu maksud!"
"Lepaskan? Jangan harap! Kamu harus bertanggung jawab atas kematian adikku!"
Lyla tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dia diculik tanpa tahu sebab yang sebenarnya. Dituduh menjadi penyebab kematian adik seorang laki-laki asing yang bahkan baru saja dia lihat.
Apa yang akan terjadi kepada Lyla. Dapatkan dia meyakinkan penculik dan bebas? Atau ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trias wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Sebuah Rasa Yang Aneh

Selvi menatap keponakannya yang kini berjalan semakin menjauh, dia hanya bisa menghela napasnya dengan kasar memikirkan pria itu.

"Apa yang sebenarnya ada di dalam pikiranmu?" gumam Selvi, bertepatan dengan itu lampu ruangan operasi terbuka, seorang dokter laki-laki keluar dari dalam sana.

"Dokter," sapa dokter laki-laki tersebut dengan sopan.

"Bagaimana keadaan gadis yang ada di dalam sana? Apa kalian berhasil menanganinya?" tanya Selvi, laki-laki itu menganggukkan kepala dan membuka maskernya.

"Beruntung sekali dia dibawa dengan cepat ke sini. Apakah dia kekasih keponakan Anda?" tanya Edward sang dokter.

"Entah lah, aku tidak tahu. Kau tahu Edward, Morgan terlalu dingin untuk memiliki seorang kekasih, dan aku juga tidak yakin jika gadis seperti dia akan mau bersama dengannya," ucap Selvi.

Edward tertawa kecil mendengar ucapan wanita ini. "Ada hal yang sepertinya aku harus katakan, tapi ...." Laki-laki itu menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal sama sekali.

"Apa?"

"Sepertinya gadis ini mencoba untuk melakukan bunuh diri, karena ...." Edward berhenti berbicara lagi. Rasanya dia tidak enak hati untuk memberi tahu wanita cantik yang ada di depannya.

"Apa? Katakan saja." Sadar dengan Edward yang tampak ragu, Selvi menyuruhnya untuk bicara.

"Maafkan aku, tapi ... aku rasa gadis ini akan mengalami trauma setelah ini."

Selvi lagi-lagi menghela napasnya sendiri, dia sepertinya tahu kemana arah pembicaraan Edward ini.

"Aku akan bicara dengan keponakanku."

Edward menganggukkan kepalanya dan tersenyum tenang, semoga saja Morgan tidak akan meninggalkan tanggung jawab yang harus dia berikan kepada gadis ini.

"Aku pamit dulu, aku harus menangani keponakanku yang sangat nakal," ucap Selvi.

"Tunggu sebentar." Edward menahan langkah kaki wanita itu.

"Ya?"

"Anu ... bisakah malam ini kita pergi?"

Selvi terdiam mendengar ajakan laki-laki matang itu.

"Maaf jika aku lancang. Aku ... hanya ingin mengajakmu makan malam. Ada satu restoran yang baru saja buka dan ... aku tidak ada teman untuk makan di sana." Edward melirik sejenak, dia akan bersiap jika penolakan yang akan dia dapatkan sebentar lagi.

"Aku akan pikirkan." Jawaban yang diberikan oleh Selvi membuat Edward senang, senyum merekah terlihat dari bibir laki-laki tersebut.

"Aku baru akan memikirkannya, bisa jadi aku juga akan menolaknya," ucap Selvi canggung.

"Setidaknya itu membuatku senang sekarang ini, dan aku berharap kesenangan ini akan berlanjut hingga nanti," ujar Edward.

"Aku harus mengurusi keponakanku," pamit Selvi sekali lagi. Edward mengangguk dan memberikan jalan untuk wanita itu lewat.

...***...

Morgan telah sampai di parkiran dia melihat Gerald yang sedang bersandar di sebuah mobil, tampak laki-laki itu tengah menyesap rokok yang ada di tangannya. Dengan langkah kaki yang cepat dia mendekat ke arah adik sepupunya itu dan menendang ban mobil dengan cukup kuat.

"Apa operasi sudah selesai?" tanya Gerald dengan santai, dia mengeluarkan sebungkus rokok yang ada di dalam saku kemejanya. Namun, benda tersebut ditepis Morgan hingga terjatuh ke lantai. Gerald tidak banyak bicara, hanya menunduk untuk mengambil benda tersebut dan membersihkannya dari kotoran yang menempel di sana.

Morgan masuk ke dalam mobil, dia duduk di bagian belakang dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.

"Sial sekali hari ini, kenapa dia sampai melakukan hal itu," gumam Morgan, dia sangat ingat sekali bagaimana tatapan wanita itu sebelum jatuh pingsan.

"Apa kita akan pulang?" tanya Gerald masuk ke dalam mobil. Lagi-lagi Morgan tidak menjawab, hanya menutup kedua matanya dengan kepala yang mendongak.

Gerald paham dengan sikap dan sifat bos sekaligus sepupunya ini, dia hanya menyalakan mobil dan pergi dari rumah sakit tersebut.

...***...

Di dalam sebuah ruangan, seorang gadis masih belum juga tersadar pasca operasi yang telah dia lakukan.

Tidak! Jangan!

Bayangan senyum jahat dari seorang pria yang telah merenggut mahkotanya menari-nari di dalam kepalanya. Dia berteriak kencang, tapi tak ada seorang pun yang bisa menolongnya, laki-laki itu semakin beringas tanpa dia tahu kenapa dia diperlakukan seperti itu.

Mata gadis itu terbuka, yang dia lihat adalah cahaya menyilaukan dari langit-langit kamar yang berwarna putih bersih. Melirik ke sampingnya, sebuah infus terdapat di sana, menetes sedikit demi sedikit dan terhubung pada punggung tangannya.

Lyla sudah tahu dia ada di mana. Dia juga sangat ingat dengan jelas saat dirinya mengayunkan pecahan piring ke pergelangan tangannya sendiri. Air matanya kini mengalir perlahan, dia menutupi mata cantik nan basah itu dengan tangan yang terdapat jarum infus, sedangkan tangan yang lain terasa sakit hingga sulit sekali digerakkan.

"Kau sudah bangun?" Terdengar suara seorang wanita yang membuat Lyla menarik sedikit lengannya dan mengintip siapa gerangan wanita tersebut. Sangat cantik sekali, seakan dia tengah melihat bidadari di sampingnya.

"Bagaimana perasaanmu? Apa terasa lebih baik?" tanya wanita itu lagi. Lyla tidak menjawab, hanya terisak pelan merutuki kenapa dirinya masih bisa bernapas, padahal yang dia inginkan adalah menjadi jiwa transparan yang bisa melayang dan bebas dari pandangan orang banyak di kemudian hari.

Wanita itu mendekat dan mengecek infus yang terpasang pada tiangnya sehingga membuat tetesan itu turun lebih cepat lagi.

"Kau akan baik saja setelah beristirahat beberapa hari, dan tanganmu akan pulih dalam tiga bulan ke depan jika kau melakukan terapi dengan rutin," ucap Selvi. Lyla benar tidak peduli akan hal ini, bahkan jika dia menjadi cacat sekalipun dia tetap tidak akan peduli. Mati lebih baik untuk sekarang ini.

Lyla mencoba untuk bangkit meski tubuhnya terasa lemas, jarum yang ada di tangannya dia lepas dengan paksa membuat Selvi terkejut dengan apa yang dilakukan oleh gadis ini.

"Apa yang kau lakukan?" teriak Selvi marah, mencoba untuk menghalangi Lyla yang hendak turun dari ranjangnya.

"Aku mau pergi dari sini." Dengan kekuatan yang masih tersisa, Lyla mendorong tangan wanita itu, tapi apa yang dia lakukan sia-sia belaka. Lengannya ditarik paksa agar dia mau kembali ke atas ranjangnya.

"Kau tidak bisa pergi dari sini. Lihat bagaimana keadaanmu. Kau masih butuh perawatan," tolak Selvi.

"Aku tidak butuh perawatan dari orang-orang seperti kalian. Lepaskan aku!" seru Lyla marah. Dia benar-benar lemas, tapi tetap berusaha keras untuk menyingkirkan tangan wanita itu dan pergi dari sana.

Pintu terbuka, Morgan melihat apa yang terjadi di dalam sana dan berjalan terus mendekat ke arah mereka. "Lepaskan dia. Biarkan saja jika dia ingin pergi," ucap Morgan membuat Selvi menatap marah sang keponakan. Begitu juga dengan Lyla, tatapannya bak naga yang ingin menerkam dan membawa Morgan dengan cakarnya, membawa laki-laki itu terbang ke atas tebing dan melemparkannya dari tempat yang paling tinggi di dunia.

Tidak! Hanya itu saja tidak akan cukup! Terlalu mudah untuknya mati dan tidak bisa merasakan penderitaan seperti apa yang dia rasakan sekarang ini.

...********************************...

Jangan lupa dukungannya ya, like, vote, dan hadiah 🤭

1
Muna Junaidi
Hadirrr thor
Patmi Deseda
udh baca sampai 15 bab, tapi liat endingnya gk jls.gk ada kelanjutannya.
Cahaya Pasaribu
Luar biasa
Cahaya Pasaribu
Lumayan
Nadiyah
Kecewa
Nadiyah
Buruk
Melly Mariam
cantik pake banget hehe
Nonni TayangAe
Kpn kelanjutanya????
Athallah Linggar
Kasihan uncle Alex,🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Athallah Linggar
kamu fokus sm u pamanmu jd lupa sm morgan😏😏😏😏😏😏😏😏
Athallah Linggar
Thor,ktne gerald ada hati sm eve,trs sm reene Gimn yg bner?
Athallah Linggar
ya tp situ malah ngusir lyla😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Athallah Linggar
Sebenarnya apa tujuan dr.selvi sm gerald menjauhkan morgan dr lyla? Bukankah klo morgan jatuh vinta sm lyla kalian tak kan rugi,kr lyla bkn wanita seperti reene? sepertinya kalian jg ada maksud tertentu,ga mgkin tanpa alasan mengorbankan lyla apa pg lyla jg korban bkn hanya morgan. Kalian orang kya egois,. Ku yakin jika morga sadar dan au kalian menjauhkannya dr lyla,kalian akan menghadapi kemarahan yg lebih dr morgan saat itu tiba nanti
Athallah Linggar
gua bejeg2x jg loh dasar penjahat kelamin. 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Athallah Linggar
Bos mu sinting bin edaaaaaannn tuan gerald
Athallah Linggar
Jgn2 yg bkin adenya morga bunuh dri itu si renne masa lalu abangnya seendiri
Bastard_🗡️
kita sama Morgan suka gigit kuku 😂
joong
Morgan menyebalkan 😖😖😖
Kusmia Mia
sebel bcnya....cuma itu2 terus ceritane...
jlan ceritane diulang2
Kusmia Mia
sudah sejauh ini msh monoton....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!