NovelToon NovelToon
HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahkontrak
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratu Atasya

BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN
MENGANDUNG UNSUR DEWASA...

PLAGIAT MENJAUH!!!

---

Mereka tidak tahu fakta yang sebenarnya, seorang office girl (OG) dalam perusahaan paling besar se–Asia itu adalah IBU DARI ANAK CEO MEREKA...

Pantaskah seorang wanita miskin bersanding dengan CEO kaya raya dan juga tampan ?

"Selamat ulang tahun sayang, ini aku berikan kado istimewa untukmu," ucap Bara sembari mengangkat bayi yang masih berlumuran darah agar wanita itu dapat melihat anaknya.

Dada sang wanita bergerak naik-turun karena kelelahan mengejan. Hampir 8 jam ia bertaruh nyawa untuk melahirkan anak itu sampai di dunia ini.

"JAUHKAN ANAK ITU DARI KU!!! AKU TIDAK MAU MELIHAT ANAK HARAM ITU!!" teriak Jelita dengan kekuatan yang masih tersisa.

----

DIA DI KEKANG
DIA DI KURUNG
DIA TERJEBAK
SELAMANYA DI DALAM SANGKAR EMAS ITU

Bagaimana dia bisa selamat dari kukungan pria berkuasa itu ?

Simak terus kisah Jelita–Ibu dari anak CEO kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Atasya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 11 - SEMAKIN GILA

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

"Papa selesai," ucap Doddy setelah menenggak habis air putihnya.

Pria paruh baya itu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Setelah kepergian suaminya, tak lama Fara pun berdiri untuk menyusul suaminya yang sudah pasti menunggunya di kamar.

"Mama juga sudah selesai, kalian langsung tidur ya. Besok Jelita harus kuliah," ucap Fara yang diangguki dengan malas oleh Jelita. Lalu mata Fara menatap Bara tajam. "Kamu juga Bara jangan main-main terus. Kamu bentar memegang sepenuhnya jabatan CEO. Jangan bermalas-malasan, dan fokus dengan perusahaan."

Bara memutar bola matanya, lalu menganggukan kepalanya singkat. "Ya Ma," jawabnya malas.

Setelah mengatakan itu Fara segera berlalu dari meja makan, menaiki tangga untuk sampai pada kamar pribadinya.

Kini di meja makan itu tersisa Jelita, Bara dan beberapa maid. Menatap tatapan intens dari Bara segera Jelita mengalihkan perhatiannya kearah lain.

Gadis–akh maksudnya wanita itu segera menengguk minumannya cepat dan berdiri dari duduknya. Ia harus segera pergi dari ruangan ini.

Namun saat berdiri, rasa nyeri itu datang lagi. Jelita meringis kesakitan. Melihat itu Bara tersenyum sempurna.

"Masih sakit ya dek habis jatuh dari motor, mau kakak bantu ?" tanya Bara dengan nada suara yang sengaja ia lembut-lembutkan.

Tangan Jelita terkepal, dengan tertatih-tatih, dan menahan suara kesakitannya setengah mati. Jelita melangkah kakinya menaiki tangga.

Wanita itu tersenyum saat ini berhasil menaiki tangga hingga anak tangga kelima. "Tenyata menaiki tangga lebih sakit daripada menuruni tangga, akh! Bara sialan!" batinnya geram.

Grep...

Hingga tiba-tiba senyumnya luntur, karena ada tangan raksasa yang melilit tubuhnya dengan erat.

Bara memegang pinggang Jelita dan segera menggendong tubuh mungil favoritnya itu ala bridal style.

"LEPASKAN SAYA!!" teriak Jelita nyalang.

Mendengar teriakan adiknya Bara tersenyum miring. Pria itu menghentikan langkahnya kakinya dan menatap Jelita intens. "Jangan teriak adikku sayang. Kalo kamu teriak kakak mu ini bakal lapor ke Papa dan Mama kalo Jelita, adik kakak yang cantik ini goda kakak terus pake pakaian seksi di rumah. Kaka juga bakal bilang kalo Jelita minta kakak per***k**osa biar Jelita punya keturunan dari keluarga Adinata, karena Jelita bosan hidup miskin," ancam Bara dengan senyum miring.

Setelah mengatakan itu dan melihat raut wajah Jelita yang memerah karena menahan emosi, Bara melanjutkan langkah menaiki tangga.

"BRENGSEK KAU BARA!! BRENGSEK!!!"

"Huh! Adikku sekarang bicaranya kasar ya, mau kakak hukum lagi, hm?" tanya Bara dengan seringainya.

Mendengar ancaman Bara membuat Jelita menutup mulutnya rapat, ia mengalihkan pandangannya kearah lain, tak berani menatap Bara.

Hingga tiba di depan pintu kamar Jelita, Bara dengan hati-hati menurunkan Jelita dari gendongannya.

"Masuk sayang, besok kamu kuliah..."

Setelah mengatakan itu, Bara segera berlalu dari kamar Jelita dan memasuki kamarnya sendiri. Melihat itu Jelita menghembuskan nafas panjang.

Ia memasuki kamarnya, lalu tak lupa ia mengunci pintu itu setelah ia masuk ke dalam kamar.

Wanita itu menyiapkan baju yang akan di pakai untuk kuliah besok, dan memasukkan buku-buku pelajaran untuk hari esok.

Setelah semua siap, Jelita melangkah kakinya menuju ranjang, namun baru beberapa langkah terdengar suara ketukan pintu pada kamarnya.

Tok...tok...tok...

Jelita mendesah malas, dengan ogah-ogahan ia memutar kunci dan membuka pintu itu.

Mata Jelita membulat melihat Bara yang tengah tersenyum kearahnya dengan membawa sehelai pakaian dengan jaring-jaring berwarna merah menyala.

"Kakak berubah pikiran Jelita, malam ini kakak mau kamu lagi!"

...o0o...

Kini Jelita tengah memakan sarapannya dengan hening mengabaikan keluarga kecil itu berbicara.

Sesekali ia melirik tajam kearah Bara yang seperti tak ada penyesalan saat semalam sudah melakukan hal tak wajar padanya.

Ia benci Bara! Sangat benci Bara!

"Jelita kenapa mata kamu sembab gitu sih, nak ?" tanya Doddy.

"Kamu nangis karena di suruh sekolah sama Mama ?" kini gantian Fara yang bertanya.

"Kamu sudah dua hari loh gak kuliah nak, untung saja kemarin kamu kecelakaan hari Jumat jadi Sabtu Minggu kamu memang gak ada kelas. Lah ini Senin, Selasa kamu udah gak sekolah. Masa cuma gara-gara keserempet gak masuk sekolah terus. Dasar manja!" Bara ikut mengompori.

Jelita memejamkan matanya untuk mengurangi emosi yang menyelubunginya. "Gak kok Ma, Pa. Jelita nangis karena semalam baca novel," alibinya.

"Kebiasaan kamu emang," cerca ibunya dan Jelita hanya tersenyum tipis.

"Nanti kamu berangkat bareng ka–" ucapan Bara terpotong karena tiba-tiba seorang maid berlari ke meja makan.

"Maaf tuan, nyonya, tuan muda," ucap maid wanita paruh baya itu. "Itu di depan ada teman non Jelita, katanya mau jemput non."

Ucapan maid itu membuat senyum sumringah Jelita tercetak jelas. Buru-buru Jelita meminum susunya dan segera memakaikan tas ransel ke pundaknya.

Wanita itu berdiri dari duduknya, lalu menyalami Ayah dan Ibunya bergantian.

"Cie, Jelita udah punya pacar ya..." goda Doddy dengan senyum merekah.

Wajah Jelita memerah, ia menggelengkan kepalanya pelan. "Ih Papa, bukan. Dia teman sekelas Jelita," jelasnya.

"Pacaran juga gak papa kok sayang, Mama setuju-setuju aja." Fara tertawa kecil melihat wajah Jelita yang semakin memerah.

"Ah tau ah, Jelita berangkat ya Ma, Pa.." teriaknya saat wanita itu berlari keluar dengan tertatih-tatih ke depan.

Meninggalkan Bara yang hanya diam dengan kedua tangan terkepal. Urat-urat lehernya tercetak jelas hingga kedua orangtuanya sadar jika saat ini anak tunggal mereka tengah dalam emosi.

Suara helaan nafas Bara yang semakin memberat membuat pria itu semakin ketara jika sedang marah.

Doddy dan Fara saling berpandangan, lalu tersenyum kecil.

"Adik kamu aja udah punya pacar, masa kamu enggak," goda Doddy.

"Tenang Pa, secepatnya Mama bakal kenalin anak teman Mama ke Bara..." ucap Fara dengan senyum lebar.

"Jelita mau bermain-main dengan kakak rupanya, baiklah jika itu mau kamu sayang...." batin Bara.

...o0o...

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

1
Shifa Burhan
pola pemikiran tidak bermoral, bodoh, dan munafik seorang pria adalah ketik dia melaknat pebinor tapi begitu lembut pada pelakor,

begitu juga pola pikir tidak beemoral, munafik dan bodoh seorang wanita adalah ketika dia melaknat pelakor tapi begitu lembut pada pebinor

dan pola pikir kayak gini bisa dilihat dari novel2 mu
pola pikirmu kelihatan jelas
*raisa pelakor kau laknat
tapi
*Hades pebinor kau perlakukan begitu lembut dan menang banyak
*bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita
kebejatan Hades
*licik sok jadi pahlawan dengan niat licik
*menyebarkan fitnah yang membuat rumah tangga orang kacau
*menghasut istri bodoh
*membawa istri orang
*melecehkan istri orang (sudah masih ranah hukum)
*percobaan pemerkosaan pada istri orang (ranah hukum)
tapi miris dia bebas begitu saja seolah tidak pernah melakukan kesalahan apapun, dan author sangat peduli pada sosok ini

miris pola pikir kalian yang begitu memuja pria lain alias pebinor

pelakor dan pebinor sama manusia laknat hanya wanita tidak bermoral dan munafik yang memuja dan peduli pada pebinor

fakta novel menunjukkan karakter pola pikirmu
Sinta bule
keren keren keren
Sinta bule
ini cerita mungkin udah di perbaharui
tadinya disini jelita baru 15 thn .tp jdi 23thn
Nona QueenRa
seruuu
Nona QueenRa
seru banget kayak psikopat
Jasmine Wong
I love it...../Angry/
Jasmine Wong
baru nyadar bara
Jasmine Wong
kok cerita nya bikin gregetan ya...bego amat si jelita... udah jelas² ada hades didepan mata.../Panic//Panic//Panic//Panic/
Eka
kak kapan up nya
Ve
ini sih salah langkah lho klo atas nama yang katanya mencintai
😤😭
Ve
thor nya lucu..
tapi gpp, jadiin masukan aja buat kedepannya thor..
tetap semangat nulis yah ✌
Nur Hikmah
bagus ceritanya,,
Qaisaa Nazarudin
6 Tahun kemudian, berarti Bara sekarang umur 39 tahun ya..
Qaisaa Nazarudin
Ckkk nenek lampir 🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya aku kasihan sama Bara,dia emang cinta sama Jelita,saking cinta nya dia jadi berubah obsesi,dia merusak Jelita karena gak mau Jelita lari dari nya, Tapi di sebabnya sikap ortunya Baranyg jahat,kebahagiaan sang anak yg jadi korban nya,..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Adduuhh aku jadi bingung alurnya, Tadi udah kuliah udah skripsi umur udah 23 tahun, Lah sekarang kok umur 17 tahun?? Mana yg benar ini..
Qaisaa Nazarudin
TERIMA LAH SAAT KEHAMCURAN KAMU FARA,..😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Yeezzzz Akhirnya 👏👏👏💪💪💪
Qaisaa Nazarudin
Lho bukannya Jelita udah tamat kuliah ya..🤔🤔kok tamat SMP??
Qaisaa Nazarudin
Ini semua berkat usaha Hades yang mencari tau dan menolong Jelita,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!