NovelToon NovelToon
Karma Cinta

Karma Cinta

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:150k
Nilai: 5
Nama Author: chengil

Arsyila, putri manja yang harus merasakan rasa lelah dengan 'cinta'.
Saat ia memberi hati dan kepercayaan, yang ia dapatkan hanya sebuah luka dan kecewa.
Saat ia meyakini jika ia sudah merasa pas dan nyaman, ternyata itu milik orang.

Hati menjadi gersang hingga mungkin mati dengan sendirinya.

Bagaimana setelah kepergian semua cintanya, mampukah ia mengganti cintanya kembali ?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chengil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah Ibu

"Singkat cerita ketika kami sama-sama dalam pengaruh obat-obatan kami melakukan hubungan terlarang itu. Ketika sudah sadar Adji memilih pergi dan ternyata setelah itu aku hamil. Anak kami lahir dengan sistem kekebalan tubuh yang rusak lumayan parah. Selama ini sudah di kemoterapi. Tapi dokter menganjurkan untuk transplantasi sumsum tulang belakang untuk kemungkinan hasil yang lebih baik. Dan setelah di cek Adji cocok menjadi pendonor. Selain itu anak kami selalu menanyakan sosok ayahnya."

Jabar wanita sebagai istri Adji itu.

"Lalu mengapa kau tidak jujur saja ? Sengaja ingin membuatku terluka ? Senang melihatku nampak bodoh seperti ini, hah ?!!" Itu aku layangkan kepada Adji.

Hiks... hiks.. hiks..

"Jika saja kau lebih memilih jujur jauh-jauh hari, mungkin aku akan menerima walaupun dengan keadaan terluka. Aku akan memahamimu !! Bukan seperti ini, kau seperti pecundang !! Dimana nyalimu itu !! Dimana sifat premanmu, hah !!"

Naik turun dadaku seiring kata-kata yang terucap.

"Aku seperti wanita bodoh. Mencintai, setia, dan percaya kepada pria yang ternyata sudah terang-terangan mengkhianatiku dan mengecewakanku."

Adji hanya menunduk dalam membiarkan aku mengeluarkan isi hatiku. Aku mengusap air mataku dengan kasar.

"Setelah ini aku anggap semuanya selesai. Jangan mencariku apapun alasanmu kelak."

Adji terkejut. Dia menggeleng tanda tidak setuju dengan perkataanku.

"Syila jangan bicara begitu kumohon, maafkan aku." Balas Adji memohon dengan mata yang memerah.

"Kamu sekarang lebih berhak berada diantara anak dan istrimu bukan aku. Aku juga tidak ingin diantara kalian. ( Jeda sebentar kutarik nafas dalam-dalam ). Terimakasih untuk kisah indah yang telah berlalu. Dan terimakasih untuk luka ini. Semoga kalian bahagia."

Aku keluar berlari dengan deraian air mata. Adji mencoba mengejarku namun ditahan oleh istrinya. Tak kuhiraukan pandangan orang-orang kepadaku. Kupukul dadaku yang teramat sakit. Keterlaluan dia benar-benar keterlaluan.

Ahhhhh.... Teriakku frustasi.

Tiba-tiba ada tangan yang menyodorkan saputangan dan juga ice cream.

Ternyata Doni. Aku sambar pemberiannya. Dibawanya aku kesebuah kursi pinggir jalan. Kumakan dengan galak ice di tanganku sambil sesekali menyeka air mata.

Melampiaskan kekesalanku kepada ice cream tersebut.

***

Doni..

Tadi Syila menyuruhku untuk pulang setelah kuantar ke tempat tujuannya. Aku mengangguk lalu aku pergi. Namun aku tidak benar-benar pergi. Aku menunggunya dari kejauhan. Jika dia datang dengan wajah berseri maka aku akan benar-benar pulang. Tapi jika dia datang dengan keadaan menyedihkan aku akan menemaninya.

Aku bisa membayangkan apa yang akan terjadi dan sekecewa apa Syila terhada pria itu. Pasti dia akan menangis lagi. Aku tak mau dia sendiri. Jika yang terjadi sesuai dengan opiniku.

Kuperhatikan dia benar-benar dalam keadaan kacau. Kebetulan ada toko ice cream. Aku belikan saja untuknya rasa favoritenya.

Dan sekarang disinilah kami, berada di bahu jalan duduk di kursi tua. Dengan kendaraan yang lumayan ramai.

Dia menangis tapi nafsu sekali makan ice creamnya. Lucu aku melihatnya ingin mencubitnya gemas. Seolah sedang melampiaskan kekesalan di hatinya.

"Hari ini cukup ya menangisnya." Jeda.

"Kalau belum cukup, menangis lagi saja tidak mengapa."

"Tapi berjanjilah besok sudah tidak ada tangisan kesedihan lagi !"

"Please"

"Aku sedang memohon untuk esok hari penuh senyuman, ini." Godaku. Berharap dia sedikit tersenyum.

Kataku sudah panjang sekali. Yang kupintai malah melamun.

"Dia jahat sekali... Apa salahku sampai-sampai dia tega membuatku terluka seperti ini."

"Selama ini aku tidak pernah menuntutnya macam-macam. Hanya aku suruh berhenti minum minuman beralkohol saja. Jika dia tidak menyukaiku dari situ bukan berarti juga harus begini dia membalasku."

Hehee (tertawa sumbang) dengan fikiran menerawang ke waktu yang sudah berlalu.

"Bahkan setelah punya istri dia masih mengajakku kencan. Masih memintaku menunggunya menjadi pria baik seperti yang kuharapkan. Masih mengajariku tentang keberanian."

"Tapi lihat dia, sepecundang apa dirinya saat ini. Bahkan untuk terus terang tentang rencana pernikahannya dari awal saja dia tidak berani. Tahu-tahu mereka sudah sah dan aku menjadi orang ketiga. Ironis sekali."

Aku hanya menjadi pendengar karena aku juga tidak tahu harus menjawab bagaimana.

Setelah kurasa dia lebih baik aku mengajaknya pulang. Karena hari juga semakin sore. Tak ingin membahasnya lebih.

***

"Doni..."

Aku menunggu kata selanjutnya.

"Terimakasih." Lalu terbit senyuman kecil dari bibirnya.

"Jangan sungkan. Kita teman bukan. Hari ini lupakan, jangan lupa belajar besok jadwalnya matematika." Jawabku mengalihkan topik hari ini.

"Emm.. hati-hati di jalan ya."

***

Orang tuaku belum pulang dari kebun. Aman.. batinku tanpa harus memberi alasan ketika mereka menemukanku dalam keadaan mengenaskan seperti ini.

Langsung kumasuk ke kamar lalu aku kunci. Membersihkan diri menata hati dan fikiran.

Seperti kata Doni tadi besok jadwalnya matematika. Aku paling suka pelajaran itu. Menantang adrenaline.

Semoga esok menjadi hari yang lebih baik lagi.

***

Aku saat ini sedang bersama Ayah. Ayah sedang meminum kopi buatan Ibu di teras rumah. Duduk lesehan tadinya ada Ibu, Ibu sedang masuk ke dalam.

Aku dekati Ayah duduk disebelahnya dan kusandarkan kepalaku di bahunya.

Ayah membiarkanku melakukan itu.

"Yah.. Kira-kira Ibu suka cemburu tidak ya denganku ?"

"Kenapa ?" Jawab Ayah.

"Secara Ayahkan cinta pertamaku. Pria paling hebat. Super hero di atas super hero pokoknya." Jawabku terkekeh.

"Pastilah cemburu. Semenjak kamu lahir, Ibu menjadi yang kedua. Apa-apa selalu memprioritaskan kamu dulu. Padahal Ibu yang pertama mengenal Ayah. Huft." Sahut Ibu yang keluar dari dalam pura-pura kesal dengan membawa kue buatannya dan secangkir teh.

Membuatku tertawa begitu juga dengan Ayah. Lalu Ibu duduk disamping Ayah lagi.

"Kalian ini wanita-wanita paling berharga selain Ibu Ayah. Ayah sangat menyanyangi kalian berdua"

Ayah memberi kecupan singkat kepadaku juga pada Ibu.

Aku berharap suatu saat kelak mendapatkan pria seperti Ayah. Walaupun tidak bisa romantis Ayah memilih menunjukkannya melalui tindakkan. Dan itu yang membuat kami selaku wanita-wanita kesayangan Ayah semakin jatuh cinta kepada Ayah. Ayah memang yang terbaik.

Bercengkrama bersama keluarga membuatku teralihkan oleh rasa sesak tadi.

Ayah dan Ibu masih asyik bercerita tentang kebun. Seolah tiada ujungnya padahal tadi mereka dari kebun berdua.

Pukul 9 malam aku pamit ke kamar. Aku cek ponselku yang sedang isi daya. Panggilan dari Dika banyak sekali. Juga ada panggilan dari Adji.

Langsung aku blok kontaknya. Walau dengan meringis. Ternyata begini rasanya mengalah. Mementingkan kebaikan bersama daripada ego diri sendiri.

Rasanya sudah lelah hari ini. Aku istirahat lebih awal. Ponsel dalam mode pesawat.

Begini ya menjadi anak tunggal. Apa-apa seorang diri. Aku berharap Ayah dan Ibu selau diberi umur panjang juga kesehatan. Agar aku mempunyai alasan untuk bahagia di rumah bersama mereka.

1
Ovi Bungsu Umi
hallo kk, salam kenal jangan lupa ya mampir dikarya aku yang berjudul (LELAH)
Ana Novelista
Semoga makin sukses Thor Chengil 🌹🌹🌹
Chengil: makasih tehh aaamiin
total 1 replies
MommyAtha
balik kandang lah... punyaQ ttp disini
Chengil: loh udah pernah🤭🤭 kpan2 aku balik ke sini lagi. hihi sekarang merantau dulu
total 3 replies
Fenti
🥰🥰🥰
Chengil: mampir yaa😁
total 1 replies
Rini Antika
Aku mampir kak, Salken dr Pengorbanan Cinta, smg berkenan mampir jg ke ceritaku..🙏
Zed Analytical Number Nine
udah lama gak mampir, eh taunya udah end novelnya. tetap semangat ya Thor 💪🏻👏🏻 semoga sukses
Chengil: yaa sayang sekali. iya deh gpp. hihihi
total 4 replies
Elina zivana
mantap 👍👍👍👍
semangat terus Kak 💪
bolehlah ya kita saling mendukung.. hehehe 😊
kalau suka novel bergenre misteri atau thriller, jika berkenan mampir juga ya di karya aku.
judulnya: malam tadi.
Elina zivana: wah makasih banyak Kak
total 3 replies
Khalisah Rochman
mimpi kencan sm tuan saga 🤣🤣🤣🤣🤣 itulah knp aq gk bgitu suka cerita ttng CEO.... ngehalux tingkat dewa
Chengil: 🤣🤣🤣 gara2 tuan saga aku berhalu tingkat tinggi
total 1 replies
Khalisah Rochman
bgus kok thor.... gk kliatan amatiran mlah keren
Khalisah Rochman
keren thor.... penulisannya bgus, bahasax indah... nyaris tak ad typo... gk nyangka klo ini karya pertamamu thor, sking bgusx
Chengil: terima kasih dukungannya
total 2 replies
Khalisah Rochman
bgus ceritax.... ringan.... jdi lbih berasa dgn kehidupan coz tema sehari-hari,gk terlalu ngehalu....trus trng lbih suka cerita yg bgni drpd ttng CEO
Chengil: wahhh terimakasih. tapi nanti juga berujung CEO😄😄
total 1 replies
MommyAtha
thor.. balik kandang??
Chengil: wah di sebelah laris manis thu sama yg hot2. malah yg di beranda erotika semua🙃🙃
total 6 replies
Rini Haryati
ceriranya bagus
sukses
semangat
mksh
Chengil: mampir juga ki karya ku kedua di fizzo kak, dengan judul LOVE STORY PEWARIS DARAH BIRU
total 2 replies
Aris Pujiono
semangat syila
Yen Lamour
Chat aku dong kak, kirim linknya karena aku gak bisa dwnload app nya
Daerahku gak tersedia utk app nya
Yen Lamour: Diinbox kak😊
total 2 replies
Fenti
lanjut thor 🔥🔥
Aris Pujiono
Hahaha laura
Anita_Kim
Semangat Kak.
Nur Hidayah
Kak Author pinda lapak😭
Chengil: soalnya hpnya ga mendukung😂😂😂kebanyakan aplikasi. aku fokuskan untuk literasi dulu.

gimana aku maniskan, semanis gula jawa?😂😂😂


mual? muntah aja gpp?


susah kalo narsisnya keluar thu
total 5 replies
YouTrie
Lanjut kak author semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!