NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / System / Militer / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 12 Berjualan Sayur Online (revisi)

Balas dendam yang dilakukan oleh adiknya, membuat Seno selama beberapa hari ke depan tidak memakan apapun selain minum air putih. Memikirkan itu saja sudah membuatnya jengkel.

Seno dan kedua adiknya memang seperti ini. Mereka saling bercanda dan mengerjai satu sama lain. Jadi, bagaimana bisa Seno marah kepada adiknya jika dirinya sendiri sering juga mengerjai kedua adiknya.

Sebelum kembali ke kota, kedua adiknya masing-masing mebawa tiga buah kentang dan lima belas wortel. Kentang tersebut akan mereka pakai untuk melakukan tes kepada teman-teman mereka. Tetapi, itu terdengar seperti mereka yang ingin mengerjai teman mereka di telinga Seno.

Kentang yang tersisa saat ini adalah dua buah. Seno sudah menyimpan sayur itu jauh dari jangkauan mata. Ia tidak mau salah ambil dan memakan sayur itu lagi.

Malam itu Seno melakukan riset pasar. Dari apa yang Seno pelajari, ternyata ia salah dalam menentukan target pasar. Sudah jelas pasar tradisional menargetkan mereka yang berasal dari keluarga dengan perekonomian menenngah ke bawah.

Sedangkan sayur milik Seno ini lebih cocok dipasarkan kepada mereka yang memiliki perekonomian menengah ke atas. Ini yang menjadi alasan utama para pedagang di pasar tradisional menolak harga yang Seno berikan.

Jika pasar tradisional tidak menerima, ke mana Seno harus memasarkan sayurnya itu? Memasukkan produknya ke supermarket lebih sulit daripada ke pasar tradisional. Jika tidak mengenal seseorang yang bekerja di supermarket, akan sulit untuk sayuran Seno masuk ke sana.

Karena tidak juga menemukan jawaban, Seno pun memilih beristirahat sejenak. Ia membuka sosial media miliknya untuk sekedar melepas penatnya. Tiba-tiba saja Seno melihat teman satu SMA-nya menjual barang melalui Facebook. Hal itu memberikan ide untuk Seno.

“Ah, kenapa tidak terpikirkan olehku untuk menjualnya secara online? Sudah jelas teknologi sudah semakin maju. Orang bisa berbelanja tanpa harus melangkah keluar dari rumah. Orang-orang seperti ini bisa menjadi target dariku.”

“Aku akan membuka pesanan sayuran secara online. Selain itu, pada jarak tertentu dari rumahku, aku bisa menggratiskan ongkos kirimnya. Yang lainnya ongkos kirim akan menyesuaikan. Dengan begini, aku tidak hanya mendapatkan uang dari hasil berjualan tetapi juga dari ongkos kirim.”

Menurut Seno itu adalah ide yang cermelang. Dengan memasarkan secara online, maka Seno tidak perlu bingung mencari pembeli. Ini akan menjadi awalan yang bagus untuknya.

Toko online biasa melakukan promosi dari mulut ke mulut. Seno yakin, jika pelanggannya sudah merasakan bagaimana rasa dari sayurannya, maka mereka akan ketagihan dan membeli lagi ke Seno. Tidak hanya itu, pelanggannya pasti akan merekomendasikan sayur miliknya kepada yang lain.

“Baiklah aku akan melakukannya.”

Tanpa menunggu lama lagi, Seno melakukan semua persiapannya. Ia mencari kain putih polos di almari miliknya. Ia akan menjadikan kain tersebut sebagai alas foto sayurnya. Bermodalkan kamera ponsel dan penerangan dari senter, Seno sudah mengambil beberapa foto sayuran miliknya.

Laki-laki itu kemudian mengunggah foto tersebut ke Facebook miliknya. Tidak hanya itu, Seno juga menawarkan sayuran miliknya dalam group jual beli yang ada di Facebook. Setiap hari ia membuat unggahan baru, hal itu ia lakukan agar unggahannya masih terlihat oleh yang lainnya dan tidak tenggelam oleh unggahan orang lain.

Selain itu, Seno juga mencoba melelang wortel miliknya. Dari dua ratus sembilan puluh wortel, Seno sudah menjual dua ratus tiga puluh kepada Miranda, empat puluh di antaranya akan ia konsumsi sendiri untuk dirinya dan kedua adiknya.

Jadi, Seno hanya melelang dua puluh wortel saja. Ini adalah percobaan yang akan ia lakukan, jadi Seno tidak mau melelang terlalu banyak wortel di sana. Dengan dua puluh wortel ini, Seno ingin mencoba melihat seberapa mahal wortel miliknya ini bisa terjual.

Seno pun mengunduh sebuah aplikasi yang biasa dipakai untuk melelang barang. Di sana, Seno mendaftarkan akun dengan nama Petani_Hebat.

Dua puluh wortel itu langsung saja Seno unggah di sana. “Wortel ajaib penyembuh penyakit mata”. Itu adalah deskripsi yang Seno berikan untuk wortel yang ia lelang.

Untuk harga sendiri, Seno membuka pada harga lima puluh ribu per buah dengan batas minimum menaikkan harga adalah tiga ribu rupiah. Untuk batas waktunya sendiri, Seno memberi batas waktu empat hari.

Seno juga membeli iklan agar wortel yang ia lelang ini semakin terlihat dan banyak penguna aplikasi lelang yang melihat wortel miliknya itu.

….

Pagi harinya Seno melakukan panen yang ketiga di kebunnya. Setelah penen ini, berarti misi panen 50 wortel dari sistem sudah terselesaikan. Seno hanya tinggal meningkatkan poin tanam miliknya untuk menaikkan level kebunnya.

[Ding]

[Selamat Host telah menjalankan misi panen 50 wortel khusus]

[Selamat Host mendapatkan +100 benih wortel]

“Akhirnya selesai juga. Sekarang aku bisa tenang. Sistem, tunjukkan panel sistem milikku.” Pinta Seno

[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]

[Kekuatan : 7 (Manusia Dewasa : 10)]

[Stamina : 5 +2 (Manusia Dewasa : 10)]

[Luas lahan : 800m2]

[Level kebun : 1 (500/500)]

[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 1.000.000]

[Poin tanam : 766.600]

[Penyimpanan Sistem : 10 slot (8/10)]

[Misi : - ]

[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam

Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam]

“Seperti dugaanku, aku masih membutuhkan satu kali masa tanam lagi untuk bisa naik level.”

Seno kemudian mengisi kebun miliknya hanya dengan wortel khusus sebanyak empat ribu delapan ratus buah. Itu karena slot kotak penyimpanan yang ia isi dengan sayuran biasa hampir penuh. Seno tidak mau untuk menyimpan sayur tersebut dirinya harus memakai slot baru.

Ia harus menjual sayur-sayur tersebut sebelum kemudian menanam sayur biasa lagi ketika stok menipis. Lagi pula, Seno hanya butuh tiga hari untuk memanen sayuran miliknya.

Seno kemudian mengecek laman Facebook miliknya. Baru kemarin dirinya mengungah foto mengenai sayur miliknya. Sekarang, cukup banyak yang mengirim pesan padanya. Kebanyakan pesan tersebut menanyakan harga dari sayuran miliknya.

Tetapi, Seno tidak mendapatkan respon lanjutan setelah ia memberi tahu berapa harga dari sayuran miliknya. Mungkin mereka berpikir bahwa sayur milik Seno akan memiliki harga yang lebih murah daripada harga di pasar. Tetapi ternyata tidak.

“Ternyata tidak semudah itu berjualan. Memulai semua seperti ini memang membutuhkan kesabaran yang tinggi.”

Lalu, sebuah pesan di kotak masuk Facebook miliknya menarik perhatian Seno. Ia membaca dengan teliti pesan tersebut.

[Cindy K. : Mas apakah ini sayurnya organik?]

“Nah itu. Kenapa aku tidak melabeli sayuranku dengan sayuran organik. Biasanya, sayuran organik harganya sedikit lebih mahal daripada sayuran pada umumnya. Jika aku memberikan label itu pada sayur milikku, maka orang akan merasa wajar dengan harga yang aku berikan.”

“Lagi pula aku tidak memberikan pestisida kimia pada sayur milikku. Jadi tidak masalah jika aku mengatakan ini adalah organik.”

Seno langsung membalas pesan tersebut dengan cepat.

[Seno E. M. : Ya Mbak. Sayurnya organik dari kebun sendiri]

[Cindy : Kalau begitu, kirimkan selada tiga kilo, wortel dua kilo, kangkung sepuluh ikat, dan bayamnya sepuluh ikat. Kirim ke alamat ini ya Mas Jalan Nyalaparna No. 135. Kalau bisa sebelum jam 10 sudah sampe ya Mas sayurnya]

[Seno E. M. : Tentu Mbak, akan aku kirim segera]

Langsung saja Seno menyiapkan pesanan dari pemilik akun dengan nama Cindy itu. Seno sama sekali tidak mempermasalahkan dipergunakan untuk apa sayur sebanyak itu. Asalkan Cindy membayarnya, itu tidak menjadi masalah.

Seno memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Saat ini sudah jam sembilan kurang lima belas menit. Biasanya ia membutuhkan waktu satu jam untuk kek kota. Namun, untuk memperhitungkan waktu yang ia pergunakan untuk mencari alamat Cindy, Seno harus sampai di kota pada setengah sepuluh.

“Fiuh. Akhirnya belum telat.” Ucap Seno ketika berhasil sampai di alamat rumah Cindy pada pukul sepuluh kurang lima belas menit.

Rumah dari Cindy merupakan rumah tiga lantai dengan halaman yang cukup luas. Di depan rumah tersebut, terlihat terparkir beberapa mobil. Sepertinya pemilik rumah sedang memiliki acara sekarang.

Meski gerbang rumah terbuka lebar, Seno tidak langsung masuk begitu saja. Ia menghampiri pos satpam.

“Mau cari siapa Mas?” Tanya satpam yang ada di sana.

“Ini Pak, mau nganter pesanan sayur dari Mbak Cindy. Dia pesen sayur ke aku dan minta dianter ke sini. Apakah bener ini rumah Mbak Cindy?” Tanya Seno.

“Oh pesanan Nyonya Besar. Sebentar Mas.” Satpam tersebut terlihat mengeluarkan uang dari dalam laci. “Ini uangnya Mas. Hitung dulu.”

“Sebentar Pak aku ambilin kembaliannya.”

“Nggak usah Mas.”

“Tapi ini kebanyakan. Semua sayur ini dan ongkos kirimnya hanya dua ratus lima puluh ribu. Sedangkan ini tiga ratus ribu.”

“Kata Nyonya, itu bonus buat Mas kalo nganternya sebelum jam sepuluh. Terima aja Mas. Rezeki nggak bagus ditolak.”

“Makasih Pak.”

Jika dibandingkan dengan pendapatan yang ia terima dari menjual wortel khusus, tiga ratus ribu ini terlihat tidak ada apa-apanya. Tetapi di mata Seno ini adalah uang yang berharga.

Pada akhirnya Seno bisa menjual sayuran di kebunnya setelah melewati berbagai cobaan. Ini juga menandakan bahwa Seno bisa berjualan sayur meskipun tidak di pasar seperti pada umumnya.

1
Hidayat 92a
kan bener. 20juta tiap 5 hari. ambil aja 1 bulan 30 hari. jadinya 20juta x 6 ya 120juta
Memyr 67
𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗇𝗈 𝖼𝖾𝗉𝗎
Memyr 67
𝗅𝗎𝖼𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗂 𝗆𝗈𝗅𝗒𝖺𝗉 𝗆𝗈𝗆𝗈𝗒 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗂𝖻𝗂 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇, 𝖻𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄. 𝖽𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺𝗄𝗎. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗍𝖾 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗆 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝗊𝗋𝗂 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗁𝗈𝗋𝗈𝗋 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗂, 𝖾𝗅𝖿 𝗄𝗈𝗄 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌, 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝗆𝗂𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺. 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝗒𝗀 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗀𝖺𝗆𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗃𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗋𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖽𝗎𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺. 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖾𝖽𝗎𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗂𝗄𝗁𝗅𝖺𝗌.
Memyr 67
𝗍𝖺𝗄𝖽𝗂𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎
Memyr 67
𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁? 𝗂𝗇𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝗂?
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝖽𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗇𝗈. 𝗉𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗍𝗋𝖾 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗋𝖺𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗎𝗌𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝗂𝗇
Memyr 67
𝗀𝖺𝗃𝗂 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 3 𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇 𝖤𝖭𝖠𝖬 𝖩𝖴𝖳𝖠, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗋𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 1 𝗃𝗎𝗍𝖺? 𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗒𝖺?
Hidayat 92a: kan 2 orang pekerjanya
total 1 replies
Rach
ga lanjut ah yang Terus an nya aduhhh
Muhammad Azrori
bukankah sudah naik ke level 5.
kok ini masih di level 4
Muhammad Azrori
Brokoli apa Buncis Bos?
Brokoli kan tidak di perjualbelikan🙏🙏🙏
kang Deden
rest
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
kang Deden
test
Galon Poca
Kejam...kejam dari Kejamban wkwkwkw/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Karno
novel nya mantap bagus, mc ga langsung op, sejauh ini, ini Novel bertema fantasi / sistem terbaik yg q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!