Saat bunda kandung dari gadis yang kamu cintai ternyata adalah calon istri papamu yang artinya juga adalah calon mama sambungmu.
Apa yang akhirnya akan kamu lakukan?
Mempertahankan hubunganmu dengan gadis yang kamu cintai dan meminta papamu yang mundur, atau mengalah demi kebahagiaan papamu?
Reza Hutomo akan menjawabnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KETEMU LAGI
"Hari ini, olahraganya jogging bebas keliling Stadion Manahan."
"Tetap hati-hati, dan jangan mampir kemana-mana!" Tutur Guru Olahraga di depan sekumpulan siswi SMK yang sudah mengenakan seragam olahraga warna biru.
"Nyebrangnya di bundaran juga hati-hati, ya!" Pesan guru olahraga itu lagi sebelum para suswi membubarkan diri dan mereka segera berjalan beramai-ramai keluar dari gerbang sekolah, menuju ke Stadion Manahan yang jaraknya sekitar 500 meter dari sekolah Nadya dan Lita tersebut.
"Bisa cuci mata cari cowok ganteng," celetuk Lita pada Nadya yang hanya mendengus.
"Cowok ganteng melulu isi kepalamu! Tapi sampai sekarang nggak punya gandenagn juga. Sebenarnya nyari yang bagaimana, sih?" cecar Nadya pada sahabatnya tersebut.
"Ya yang ganteng dan mau sama aku, Nad!" Jawab Lita asal.
"Berarti memang selama ini belum ada yang mau sama kamu, ya, Lit?" Nadya tergelak.
"Mas rambut keriting di tokonya Mas Res kemarin mungkin mau, Lit!" Sambung Nadya sedikit menggoda Lita.
"Aku yang nggak mau!" Sahut Lita bersungut-sungut.
"Kalau Mas Res aku mau, Nad!" Lita menaik-turunkan alisnya ke arah Nadya.
"Yeee! Mas Res kan udah buat aku!" Sahut Nadya melayangkan protes.
"Ck! Iya, iya!"
"Jadi gimana? Udah teleponan lagi sama Mas Res alias Eza alias Mas Reza?" Tanya Lita kepo.
"Udah kemarin sore," jawab Nadya raya mengambil daun yang jatuh di pinggir jalan, lalu memainkannya. Tanpa terasa mereka sudah tiba di depan stadion Manahan. Para siswi itu sudah mulai berlari-lari kecil menyusuri jalan beraspal yang mengitari Stadion yang memang khusus untuk trek jogging.
"Mas Res ngomong apa?" Lita semakin kepo.
"Ngomong apa? Ya cuma tanya kabar, trus tanya kapan bisa ketemuan," jawab Nadya dengan nada malas.
"Yaudah! Ketemuan, Nad! Aku siap jadi tim sukses kalau kalian ketemuan," celetuk Lita yang sontak berhadiah toyoran di kepala dari Nadya.
"Emangnya nyaleg? Pakai tim sukses segala!"
"Tim hore kalau begitu," kekeh Lita yang sudah terlihat ngos-ngosan padahal baru jogging beberapa meter.
Nadya sebenarnya juga sudah ngos-ngosan.
"Capek, Nad! Jalan aja kenapa? Masih ada waktusejam sebelum istirahat!" Lita menghentikan langkahnya dan menunduk sembari memegang kedua lutut dan mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Dasar lemah!" Cibir Nadya pada temannya tersebut.
"Beli sari kacang hijau dulu enak kayaknya," usul Lita saat mereka melewati penjual sari kacang hijau yang memang ada beberapa di sekitar stadion.
"Nggak boleh jajan kata Pak Guru!" Nadya mengingatkan Lita.
"Halah! Nanti langsung aku habisin!" Lita akhirnya berhenti di depan penjual sari kacang hijau dan menesan satu plastik.
"Kamu mau, Nad?" Tawar Lita pada Nadya yang hanya menggeleng.
"Bilang mau gitu sekali-kali!" Lita tiba-tiba sudah menyodorkan seplastik sari kacang hijau hangat pada Nadya.
"Lita!" Nadya mearsa sungkan.
"Udah, ayo lanjut jalannya!" Ajak Lita setelah membayar dua plastik kacang hijau miliknya dan milik Nadya.
"Olahraga apa jajan?" Sebuah suara tiba-tiba membuat kaget Nadya dan Lita. Dua gadis remaja itu menoleh ke arah seorang pria yang mengenakan celana training panjang, kaus warna abu-abu dan sepatu olahraga warna putih.
"Loh! Mas Res!" Lita yang terlebih dahulu menyapa Reza.
"Olahraganya disini juga?" Tanya Reza berbasa-basi pada dua gadis SMK yang sedang berjalan seraya menyesap sari kacang hijau di tangan mereka.
"Kebetulan baru hari ini, Mas!" Jawab Nadya yang sedikit membuat Reza mengernyitkan kedua alisnya.
Kenapa Reza baru sadar kalau suara Nadya yang ini mirip suara imut Nadya SMAN 4 yang sering Reza telepon itu?
"Nad, coba kamu nyanyi!" Pinta Reza tiba-tiba yang sontak membuat Nadya mengernyit bingung.
"Nyanyi apa, Mas? Nadya nggak bisa nyanyi!" Tolak Nadya cepat.
"Ck! Bohong dia, Mas! Dia pinter banget kalau nyanyi. Suaranya enak juga di deng-"
"Auuuuw! Nad!" Lita menjerit karena lengannya dicubit tiba-tiba oleh Nadya.
"Nyanyi balonku ada lima atau pelangi-pelangi gitu, Nad! Coba, deh!" Pinta Reza sedikit memaksa.
Reza tak berhenti memperhatikan penampilan Nadya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Emangnya anak PAUD, Mas? Masak disuruh nyanyi balonku ada lima?" Protes Nadya sedikit bersungut.
"Yaudah, nyanyi Lemper Oh Lemper aja, Nad!" Usul Lita yang sontak membuat Nadya memberikan hadiah sikutan pada temannya tersebut.
"Apaan Lemper Oh Lemper? Itu lagu? Kok aku baru dengar?" Tanya Reza menjadi kepo.
"Lagu kesukaannya Nadya kalau di dalam angkot, Mas!" Jawab Lita yang cerewet bin bawel.
Nadya sebenarnya juga cerewet bin bawel anaknya, tapi entah kenapa saat di dekat Mas Reza, Nadya mendadak berubah pendiam dan merasa malu untuk bawel. Mana jantung Nadya sudah dag dig dug tak karuan.
"Nad! Kok diam? Ngomong lagi, gih! Ngomong apa, gitu!" Tegur Reza yang sontak membuat wajah Nadya bersemu merah.
"Ngomong apa, Mas? Nadya bingung." Jawab Nadya sedikit mencicit.
"Mas Res sendirian?" Tanya Lita kepo?
Yang disuruh ngomong Nadya, yang bawel malah Si Lit Lita.
"Iya, sendirian. Kenapa? Nyariin mas rambut keriting?" Tanya Reza sedikit menggoda yang sontak membuat Nadya tergelak.
"Apa, sih, Mas! Kan Lita cuma nanya!" Kilah Lita yang kini merengut.
Tak terasa tiga orang itu sudah sampai di pintu belakang stadion dan sedikit lagi mereka sampai di start awal. Teman-teman satu kelas Nadya dan Lita sudah tak terlihat. Sepertinya memang Nadya dan Lita yang paling belakang karena mereka hanya berjalan kaki seraya ngobrol dengan Mas Reza.
"Mampir sarapan nasi pecel dulu, yuk! Aku traktir!" Tawar Reza pada dua remaja putri tersebut.
"Keburu dimarahin Pak Guru, Mas! Jam olahraganya juga udah mau habis," tolak Nadya seraya melihat ke jam tangan yang dipakai oleh Lita. Nadya tidak punya jam tangan sendiri.
"Begitu, ya! Yaudah aku sarapan sendiri saja!" Ujar Reza sedikit berguman.
"Oh, ya. Rumah kalian berdua dimana? Tetanggaan, ya? Kok kayaknya kemana-mana berdua terus?" Tanya Reza kepo sebelum dua gadis itu bergabung dengan teman-teman mereka yang sudah beristirahat sejak tadi.
"Belakang SGM, Mas!" Jawab Lita blak-blakan. Sementara Nadya hanya diam.
"Mas Res rumahnya dimana?" Gantian Lita yang kepo.
"New water city!" Jawab Reza sedikit terkekeh.
"Oooh! Pantesan sering jogging disini!" Celetuk Lita yang mulutnya langsung dibekap oleh Nadya.
"Kok tahu?" Reza mengernyit curiga.
"Nebak aja, Mas! Lita emang sok tahu anaknya!" Bukan Lita, melainkan Nadya yang menjawab.
"Ooh! Kirain cenayang atau detektif," kelakar Reza yang kini sudah berhenti di depan salah satu warung nasi pecel, di sebelah barat stadion.
"Kami duluan, Mas Res! Bye!" Lita melambaikan tangan dengan lebay ke arah Reza sebelum bergabung dengan teman-teman satu kelas yang sudah bersiap kembali ke sekolah. Sementara Nadya hanya tersenyum tipis dan tak berucap sepatah katapun. Jantung Nadya rasanya benar-benar mau melompat dari rongganya.
"Nad, pernah dengar istilah kalau jodoh wajahnya mirip, nggak?" Celetuk Lita tiba-tiba saat dua gadis remaja tersebut dalam perjalanan kembali ke sekolah.
"Emang siapa yang wajahnya mirip?" Tanya Nadya pura-pura acuh.
"Kamu sama Mas Res!" Jawab Lita seraya terkikik.
"Ciyee! Jangan-jangan emang kalian jodoh!" Goda Lita seraya menaikturunkan alisnya ke arah Nadya.
"Sok tahu!" Cibir Nadya dengan nada malas.
Benarkah Nadya dan Mas Reza berjodoh?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
jiwa bar² mu hilang sudah beda sama Reza ya 😅😅
mungkin karena sifat kalian sama
sebab sy dulu gak dilamar, mas bojo datang ujuk ujuk ngajak nikah...?????
kamarnya cuma via telepon yongalahhhhhhh.....
heheeeee tp Alhamdulillah udah 8th lewat membina rumah tangga... mudah mudahan hingga akhir nafasku 🖤
aku juga pernah begitu dulu salah nomer....
lebih tepatnya sengaja ngacak nomer... terus nyambung ke nomer lelaki ya huhhuuuuyyyyy...🤭🤭🤭🤭
kalo novel yg semalam saling berhubungan, rajut merajut, kadang Ampe lupa...
yg ini anak sapa😁😁😁😁
"kadang malah bisa muter balik, flashback ke novel yg udah finis"
ahhh ..segitu gak ada kerjaan nya diriku???